Kapolres OKU mengajak Tokoh Masyarakat, Lintas Agama, Mahasiswa, Ormas Dan Organisasi Pekerja Berdiskusi

 

 

etabloidfbi.com Kab OKU.–

Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH, mengundang Pengurus Nahdatul Ulama (NU), Pengurus Muhammadiyah, Tokoh Lintas Agama, Organisasi Masyarakat (Ormas), Mahasiswa dan Organisasi Pekerja yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam rangka melakukan silaturahmi dan tatap muka sekaligus konsolidasi, yang dilaksanakan di ruang aula Polres Ogan Komering Ulu (OKU), pada Kamis (15/10/2020), Pukul 11.30 WIB.

“Kegiatan silahrurahmi ini bertujuan membangun sinergitas dalam rangka cipta kondisi untuk mengantisipasi dampak isu-isu Nasional seperti Omnibus Law, antisipasi dampak penyebaran virus covid-19 dan akan dilaksanakannya pesta demokrasi yaitu pelaksanaan Pilkada Serentak pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” sebut Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH didampingi Kasat Intelkam AKP Yunus SH dan Kanit Sosbud Polres OKU Ipda Arie SE MSi, usai acara.

Arif Hidayat Ritonga menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sengaja dikonsep sedemikian rupa dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan para Tokoh Lintas Agama, Organisasi Keagamaan, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Pekerja, sehingga dapat lebih leluasa mengungkapkan apa yang ingin disampaikan, yang tentunya kesemuanya itu sebagai upaya demi terjaganya kondusifitas serta terjaganya situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU).

Kapolres OKU juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dan menyampaikan bahwa Polres OKU menginginkan Kabupaten OKU selalu dalam keadaan kondusif dan dapat bekerja sama membantu Kepolisian dalam hal menjaga kamtibmas serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat bersinergi dengan Kepolisian.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat OKU khususnya para undangan yang hadir di sini, selain bersilaturahmi juga dapat bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah OKU, terkait maraknya aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan akhir-akhir ini. Pada prinsipnya kami tidak melarang aksi unjuk rasa, tapi saya meminta, ketika ada aksi unjuk rasa, mohon kiranya ikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah, berjalanlah dengan tertib, aman tanpa ada gesekan atau ada penumpang gelap yang menyulut kepada rusuh dan anarkis.” ujar Kaporles OKU.

Sebelumnya, para tokoh Masyarakat yang diwakili oleh H. Ali Khan Ibrahim menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolres OKU yang telah mengajak Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama, Mahasiswa, Ormas dan Organisasi Pekerja dan lainnya untuk berdiskusi sekaligus bersilahtuhrahmi sehingga dapat terjalin hubungan yang baik dan pada akhirnya dapat membuat situasi di OKU kondusif.

“Saya berharap kepada Kapolres OKU agar lebih sering melakukan acara silahtuhrahmi seperti ini, hal ini sangat baik untuk menjalin komunikasi serta hubungan yang baik, sehingga informasi yang tersumbat di masyarakat dapat segera diketahui dan diselesaikan,” harap Ali Khan.

Sementara Firma A Rahman Mahelu, Ketua Pimpinan Cabang FSP PP KSPSI OKU menilai dengan disahkanya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law banyak menimbulkan kerugian bagi pekerja/buruh terutama hak-hak pekerja yang banyak dikurangi bahkan mungkin ada yang dihilangkan.

“Artinya UU ini tidaklah begitu menguntungkan bagi pekerja/buruh.

Karena saya belum membaca draft asli dari UU omnibus law ini tentunya saya tidak dapat berkomentar banyak, namun melihat dari pernyataan sikap serta melihat aksi-aksi unjuk rasa dari seluruh elemen masyarakat baik dari unsur Organisasi Keagamaan, Mahasiswa, Pekerja/Buruh di seluruh Indonesia yang terus melakukan penolakan termasuk di Kabupaten OKU ini, maka sudah mungkin dipastikan bahwa UU Omnibus Law ini tidaklah menguntungkan bagi para kaum pekerja/buruh, namun kami tetap berharap UU ini dapat dikaji kembali sehingga menguntungkan semua pihak, jika tidak maka, dapat dibuat Perppu untuk membatalkan UU Omnibus law ini dan dikembalikan ke UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan,” tegas Firma.

Ia juga berharap Kapolres OKU dapat membentuk Satgas Ketenagakerjaan guna menyelesaikan permasalahan tenaga kerja yang timbul antara pekerja dengan pihak perusahaan.

“Sehingga pengusaha di OKU ini tidak terus menerus melakukan tindakan yang merugikan pekerja yang akhirnya akan membuat kegaduhan,” tandasnya.

Hery setyanto

Tinggalkan Balasan