Kapolres Kapuas hulu bertindak selaku pembina Upacara di SMA Negeri 1 Putussibau

Putussibau, 07/10 TFBI.–

Kapolres Kapuas hulu AKBP RS Handoyo M.Si bertindak selaku pembina upacara di halaman SMA Negeri 1 Putussibau Jalan Gajah Mada Putussibau Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu, Senin, 07/10/2019).

Dalam amanatnya Kapolres Kapuas Hulu AKBP RS. Handoyo, M.Si menyampaikan perintah Kapolda Kalbar dalam hal menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat dimana berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 09 Tahun 2019 tanggal 27 September 2017 tentang keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

Penerbitan surat edaran ini merupakan Buntut dari Aksi Unjuk Rasa pelajar pada tanggal 25 September 2019 yang berujung kerusuhan hingga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Kita ketahui bersama bahwa dalam aksi Unjuk Rasa rawan disusupi oleh provokator dan perusuh yang sengaja ingin membuat sitiasi menjadi kacau. Jika unras sudah berubah menjadi kerusuhan, maka dapat menimbulkan korban dan kerugian. Apabila ikut kegiatan unras adik-adik mengalami cidera, maka akan mengganggu kegiatan belajar pada hari berikutnya. terlebih lagi jika adik-adik terprovokasi sehingga menjadi salah satu pelaku kerusuhan, maka akan berhadapan dengan hukum sehingga akan sulit untuk mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang pada akhirnya akan menghambat adik-adik semua untuk menggapai cita-cita” ujar Kapolres AKBP RS Handoyo M.Si

Selanjutnya Kapolres menghimbau kepada pelajar agar tidak melibatkan diri dalam aksi unjuk rasa dan menghimbau kepada pihak sekolah menjalin kerja sama dengan orang tua / wali murid. Bila perlu buat grup WA yang beranggotakan orang tua / wali murid, sehingga segala informasi dari pihak sekolah dapat langsung disampaikan kepada orang tua / wali murid, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). dihimbau kepada kepala sekolah beserta dewan guru dan adik-adik pelajar, mari kita lebih bijak dalam bermedsos. Jangan memposting atau menshare foto, video maupun tulisan yang bermuatan ujaran kebencian. Sudah banyak contoh di Indonesia termasuk warga Kab. Kapuas Hulu yang berhadapan dengan hukum akibat kurang bijak dalam menggunakan medsos. Kalau dulu ada peribahasa “Mulut mu harimau mu”, saat ini ada peribahasa “Jari mu harimau mu”.

“Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019, mari kita semua bersama-sama menciptakan dan menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Akhir-akhir ini di dunia maya banyak beredar informasi yang menyesatkan yang berpotensi menimbulkan kebencian dan perpecahan di masyarakat. Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi hoax” lanjut Kapolres

Kegiatan upacara pembinaan Polres Kapuas Hulu dalam rangka menyampaikan Perintah Kapolda Kalbar dilaksanakan secara serentak diwilayah Kab. Kapuas Hulu dengan sasaran sekolah tingkat SMA/SMK sederajat yang berada diwilayah Kab. Kapuas Hulu dengan tujuan agar para Pelajar tidak melibatkan diri dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi terjadi kekerasan maupun kerusuhan dan agar para pelajar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial dan turut serta menciptakan dan menjaga situasi kamtibmas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden agar tetap aman dan kondusif.

Dengan adanya himbauan dari Kapolda Kalbar melalui Kapolres Kapuas Hulu yang disampaikan secara langsung dalam pelaksanaan Upacara di sekolah, maka para Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Dewan Guru akan lebih ketat mengawasi para siswa/i agar tidak terlibat dalam kegiatan aksi Unjuk Rasa dalam hal apapun dan lebih bijak dalam bermedia sosial sehingga siswa/i tidak terlibat dalam hal tindak pidana yang akan menghambat cita-cita dan masa depan.

Endipriyono

Tinggalkan Balasan