JURANG DEKAT KANTOR LURAH PARAPAT MENJADI TONG SAMPAH RAKSASA WARGA SEKITAR

Sumatera Utara, TFBI.

Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih minim, dalam hal ini masih saja ada warga membuang sampah sembarangan. Pasalnya tepat di jalan merdeka Parapat depan mess Niagara Hotel atau berjarak 100 meter dari kantor lurah Parapat,

pantauan awak media (31/05/1019) masih saja ada warga kepergok membuang sampah dijurang yang pernah longsor ini.
Walaupun sudah pernah longsor dan hampir menjatuhkan badan jalan (tepatnya jalan merdeka Parapat) dan telah dihimbau juga agar warga jangan buang sampah di jurang itu namun masyarakat sekitar masih saja membandel. Pengakuan salah seorang warga sekitar yang tak mau disebutย  namanya mengatakan jurang itu memang sering di jadikan tempat sampah oleh warga sekitar, kemungkinan karena tidak adanya rambu larangan buang sampah di tempat itu dan tak pernah ditegur oleh dinas terkait serta kurangnya kesadaran masyarakat.


Walaupun dengan gencarnya pemerintah melakukan aksi kebersihan khususnya kawasan Parapat yang selama ini di pelopori oleh Sekwilcam Parapat Donni Sinaga, dimana semangat beliau dan perhatian terhadap masalah kebersihan lingkungan patut di acungi jempol, namun ini luput dari pantauan apalagi jurang ini sangat dekat dengan Kantor Lurah Parapat, seolah tindakan warga yang buang sampah di jurang ini tidak di ambil pusing atau dibiarkan oleh Lurah Parapat.


Biarlah masalah sampah ini menjadi bagian pekerjaan Lurah Parapat Pak Girsang, karena masih di areal kerjanya, kita biarkanlah dulu Lurah mengambil kebijakan, agar jangan ada penilaian masyarakat bahwa sejak Lurah Pak Girsang Menjabat jadi masyarakat semena mena membuang sampahnya disitu, Ujar Pak Donni.


Padahal kelurahan Parapat memiliki truk angkutan sampah dari Dinas kebersihan yang secara berkala akan di jemput ke tiap rumah bila sudah mendaftar, ataupun petugas kebersihan jemput bola mendata semua rumah yang memang tidak ada tong sampah untuk di masukan ke daftar penjemputan sampah, dimana iuran retribusi nya masih sangat terjangkau. Sehingga dengan Program pendataan jemput bola dan arahan ke masyarakat maka diharapkan Parapat bisa lepas dari masalah sampah nantinya.
(Feri)

Tinggalkan Balasan