JALAN RAYA TELUK PINANG CIAWI TIDAK LAYAK DI LEWATI KENDARAAN BERTONASE LEBIH, AKIBATNYA RUMAH WARGA RUSAK.

etabloidfbi.com Kabupaten Bogor.-

Banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas tonase, termasuk Truck Countener PT. DAEDONG dan Pabrik Genteng Baja Ringan serta Tangki Air Aquasis. Kendaraan tersebut tidak seharusnya melewati jalan raya teluk pinang Ciawi Kabupaten Bogor, 26/06/2020

“Selama ini kendaraan yang memang melebihi kapasitas tonasenya tidak seharusnya melewati jalur tersebut, dikarenakan jalurnya sangat riskan untuk kendaraan besar, ada beberapa warga yang memang tinggal didekat jalan raya. Dengan adanya kendaraan besar yang melebihi tonase melewati jalan raya teluk pinang ciawi kabupaten Bogor, menyebabkan beberapa bangunan rumah warga menjadi retak akibat kendaraan truck besar yang bermuatan lebih, melewati jalur itu”.

Adapun salah seorang warga yang memang tigal didekat jalan raya teluk pinang ciawi kabupaten Bogor, mencoba memberikan keterangan kepada salah seorang Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia {LAKRI}, sebut saja Yati. “Bahwa masyarakat saya merasa cape dan kesal, setiap kali turunnya hujan pasti genteng rumah saya pada bocor saya pun cape ngebetulinnya terus menerus setiap kalinya. Mobil-mobil besar pada lewat sini, sedangkan pabrik yang ada disekitarnya tidak ada kontribusinya untuk kami”, warga pun disekitar sini paling juga hanya bisa membantu untuk bangun mushola.

Dalam kejadian ini, jurnalis etabloidfbi.com mencoba menghubungi salah satu rekan yang memang aktif di Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia {LAKRI}, “Yati pun menjelaskan bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi atau menimpa masyarakat Teluk Pinang Ciawi, yang memang menengah kebawah. Ketika kami konfirmasi hal ini kepada kepala Desa teluk pinang, Ahmad Rifai mengatakan, “saya tidak pernah tahu menahu, maaf Bu selama ini ga ada yang pernah datang kesaya masalah perizinannya, kumungkinan PT. DAEDONG izin nya sudah tidak berlaku tapi saya akan coba tanyakan langsung ke Rt setempat“, ujarnya

Namun warga setempat sudah melaporkan hal ini kepada Kepala Desa dan Dinas perhubungan kabupaten Bogor, sampai saat ini tidak ada tanggapan baik dari dinas perhubungan dan kepala Desa setempat. Ketika Yati dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia {LAKRI} mencoba menghubungi Dinas perhubungan kabupaten Bogor, melalui pesan WhatsApp singkat kepada Bapak Bisma, jawabannya “Ya bu Besok saya hubungi ibu kembali lagi“, ujar Yati.

Tetapi sampai dengan saat ini Bapak Bisma tidak ada respon baik untuk saya, maupun pemberitahuan kembali. “Akhirnya saya putuskan untuk mulai berdiskusi dengan teman-teman seperjuangan dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia {LAKRI}. Menyikapi kejadian ini kami pun langsung layangan surat resmi di tujukan kepada Bupati Bogor, Polres Bogor, Perizinan satu pintu, Dinas perhubungan (DISHUB) dan Inspektorat”.

Ketika surat kami sudah di terima oleh Instansi terkait, Camat ciawi pun mencoba mengutus 4 orang Satuan Polisi Pamong Praja {SATPOL PP} untuk mensurvey lokasinya, dan salah satu Anggota Satpol PP yang bernama Sunandar alias Nanay mengatakan kepada kami, “ini rumah sudah tua wajar saja kalau rusak dan ibu pun tidak bisa menyalakan Perusahaan PT. DAEDONG. Karena Truck Countener tidak tiap hari lewat situ, ungkap Nanay dengan nada sinis kepada Anggota {LAKRI}. IB

Tinggalkan Balasan