INSEKTORAT KOCA-KACIR MELIHAT KEDATANGAN MEDIA IKUT KE LAPANGAN

etabloidfbi.com KERINCI.–

 

Apa yang di sampaikan oleh pihak Inspektorat saat mengadakan pertemuan dengan para Kades dan PJS Kades di kantor camat siulak beberapa waktu yang lalu,agar rekan media turut serta mendampingi saat pemeriksaan kelapanagan dinilai cuma isapan jempol semata.

Pernyataan itu seolah-olah hanya sekedar pemaparan ungkapan agar terkesan kinerja pihak Inspektorat terlihat dan terdengar bekerja secara transparan ke publik atau masyarakat.

Betapa tidak,setelah menyampaikan ungkapan tersebut,pihak inspektorat Khususnya Irban II Yang di pimpin oleh Sallahhudin malah merasa risih dan seperti ayam yang koca kacir melihat seekor elang yang menghampirinya,ketika bertemu dengan awak media yang hendak mendampingi pemeriksaan di hari itu Rabu 31/03/21.

 

Ketika melihat awak media,saking gak jelasnya Salahuddin lewat seperti hantu yang ingin cepat-cepat masuk ke dalam mobilnya, seakan ada sesuatu yang disembunyikan ataupun ada yang ditutupinya hingga membuat dirinya merasa enggan di temui awak media pada saat itu.

Kejadian itu terjadi Rabu/31/2021 ketika pada saat ia dan anggotanya turun dari rumah PJS kades Desa Mukai Mudik Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci provinsi Jambi.

Meski ada diantara mereka yang berhasil di komfirmasi dengan melontarkan beberapa pertanyaan oleh awak media ini,namun jawaban yang di berikan sangat mengecewakan dan terasa janggal,karena apapun pertanyaan yang di tanyakan jawabanya hanya
“kami cuma melakukan pemeriksaan untuk menyesuaikan data data saja dan yang lainya itu urusan bidang evaluasi”ungkapnya.

Namun ketika di tanyakan bagaimana standar,spek,dan aturan beserta hasil dari pemeriksaan atau penyesuaian data itu jawaban tetap sama “Silakan tanya di bidang Evaluasi kami tidak bisa menjawab “tandasnya lagi.

Dan pada saat awak media kembali bertanya siapa yang bisa ditemui di bidang evaluasi untuk dikomfirmasi ia mengatakan “Untuk bidang evaluasi sekarang jabatan tersebut sedang kosong menunggu pelantikan berikut” jelasnya kembali.

Sebagai pejabat publik, yang memang hasil kerjanya sangat di tunggu oleh masyarakat seharusnya tidak boleh bersikap seperti itu,walaupun mungkin secara prinsip dan aturan laporan pertanggung jawaban mereka kepada pemerintah (Bupati) namun bukan berarti pihak Inspektorat dapat melanggar undang Undang KIP tentang keterbukaan Informasi Publik.

Dan jangan sampai karena hal itu membuat masyarakat berasumsi kalau ada kongkalingkong antara pihak inspektorat dengan PJS atau kades yang sedang di periksanya atau berasumsi kehadiran media di saat pemeriksaan itu membuat pihak inspektorat merasa terganggu menyampaikan hal-hal tertentu kepada PJS atau Kades ” ketika mereka hendak pulang”.

Domi Naldi

Tinggalkan Balasan