Inilah cara Mengayomi Masyarakat, Brutal, Bringas, Di lakukan Oknum Satpol-PP.

etabloidfbi.com Kab Bogor, Jawa Barat.-

Aksi demonstrasi Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Berkahir Ricuh. Tentang adanya persoalan proyek gedung RSUD Leuwiliang, di pintu Gerbang Kantor Bupati Bogor, Kamis18/9/2020.

Sebanyak enam mahasiswa mengalami luka luka akibat dipukul oleh anggota Satpol-PP Kabupaten Bogor yang “katanya” mengamankan aksi demo.

Perlakuan brutal dan tidak patut dicontoh dilakukan oleh oknum Satpol-PP Kabupaten Bogor terekam kamera dan viral dimedia sosial.

“Ketua DPD Jamkeswatch Bogor Raya dan Depok 2014-2019 Heri Irawan, S.E. Menyayangkan kedian tersebut, dan seharusnya sebagai aparat dapat menjaga dan mengayomi masyarakat, bukan malah justru menjadi alat gebuk dan membungkam aspirasi masyarakat.”

Ketua JamkesWatch Bogor Raya Heri Irawan. SE.

Sudah jelas disini tuntutan kawan-kawan mahasiswa, ada empat poin yang seharusnya di dengar dalam aksi itu:

1 Meminta agar proyek pembangunan tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

2 Mendesak agar Komisi tiga (3) DPRD Kabupaten Bogor maksimalkan fungsinya dalam rangka pengawasan dalam proyek pembangunan tersebut

3. Mendorong agar aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah serius dalam menyikapi persoalan tersebut di atas

4. tanggap Adili dan penjarakan oknum yang terlibat dalam permasalahan tersebut.

Aksi damai yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa adalah hak bagi Setiap Warga Negara Indonesia untuk menyampaikan pendapat dimuka umum yang diatur dan dilindungi undang-undang.

“Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dalam UU 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum adalah sejalan dengan:

• Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945,

• Pasal 9 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.

Persoalan saat ini adalah masa Pendemi Covid-19 dan jika dalam aksi tersebut dilakukan tidak mengikuti protokol Kesehatan, maka sebaiknya upaya yang dilakukan oleh aparat dalam hal ini Satpol-PP agar lebih bijak, tidak menggunakan kekerasan fisik, brutal dan beringas seperti binatang, ujar Heri Irawan kepada jurnalis etabloidfbi.com

Heri Irawan, S.E. manambahkan, semoga kawan-kawan mahasiswa yang terluka segera kembali sehat, dan semoga Pemerintah bisa mendengar dan melaksanakan apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan mahasiswa. Untuk kepala Satpol-PP Kab Bogor, lebih baik mundur lebih terhormat dari pada menunggu dipecat, dan buat aparat kepolisian usut tuntas dan tangkap oknum pelaku tindakan kekerasan yang dilakukan pada kawan-kawan mahasiswa tersebut, kata Heri Irawan.

Ketua DPC PWRI Rochmat Selamat S.H, M.Kn

Namun, hal ini dikecam keras oleh “Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Rohmat Selamat, S.H., M.Kn Menyayangkan, tidak seharusnya petugas Satpol-PP Kabupaten Bogor bertindak represif dalam menangani aksi unjuk rasa.”

“Sangat disayangkan, petugas Satpol-PP tidak seharusnya bersikap arogan, apalagi kawan-kawan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyampaikan aspirasinya dalam konteks sosial control dan fungsi pengawasan masyarakat. Menyampaikan aspirasi adalah hak warga Negara yang harus di lindungi dan dihormati,” ujar Rohmat Selamat,SH.Mkn yang juga Aktif sebagai Advokat.

Rohmat Selamat berharap, “kedepannya, tindakan represif tidak boleh lagi terjadi, apalagi Kabupaten Bogor selama ini dikenal sebagai Kabupaten yang aspiratif dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, jangan sampai ternodai oleh tindakan oknum Satpol-PP yang bisa merusak image Kabupaten Bogor,” kata Rohmat Selamat, kepada Awak Media.

Reporter : IRsan BOegeiss

Editor : Yahya Heriansya

Tinggalkan Balasan