IJTI wilayah Tapanuli Raya sesalkan pernyataan sepihak rekan wartawan, terkait keterbukaan Informasi Polres Toba

etabloidfbi.com Toba.–

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah Tapanuli Raya, Andrey Simatupang, menegaskan bahwa Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya SIK MH, selama ini sangat terbuka bagi media dalam memberikan keterangan soal perkembangan penanganan berbagai kasus yang ditangani di Polres Toba.

Hal ini di sampaikan Andrey Simatupang kepada rekan wartawan, Sabtu (31/7/2021), menanggapi komentar Frengky Silitonga di media online yang menyebut Kapolres Toba tidak terbuka bagi media.

Andrey sangat menyesalkan pernyataan sepihak ini yang sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang dialaminya selama bertugas sebagai kontributor televisi inews yang melakukan peliputan di Mapolres Toba.

“Saya sudah bertahun-tahun melakukan peliputan berita, khususnya di Mapolres Toba. Selama ini tidak ada masalah dengan Pak Akala (Kapolres Toba, red). Kita baik-baik saja. Semua informasi yang kita minta terkait perkembangan penangan kasus, selalu diberikan keterangan oleh pihak Polres Toba secara rinci. Bahkan Pak Akala sering menggelar konferensi Pers”, kata Andrey.

Menurut Andrey, sebagai wartawan jangan seenaknya mengatakan copot Kapolres Toba dengan alasan yang mengada-ada, tidak berdasar dan tidak profesional. “Sebagai wartawan, kita harus profesional dan jangan mengada-ada. Kemudian jangan seenaknya membawa-bawa nama wartawan, seolah-olah jadi seluruh wartawan turut mendukungnya. Ini tidak benar lagi. Yang saya tahu, Pak Akala itu orang baik dan sangat terbuka kepada media”, katanya seraya menambahkan bahwa selama ini bagian humas Polres Toba juga telah membuat WA Grup wartawan yang meliput di Polres Toba sehingga tidak wajar kalau dikatakan tertutup.

Disinggung soal integritas Frengky Silitonga yang mengaku wartawan televisi swasta itu, Andrey kembali menegaskan bahwa dirinya hingga saat ini tidak tahu dimedia televis mana Frengki Silitonga bekerja.

“Yang pasti Frengky Silitonga bukan anggota kami. Nama Frengky Silitonga tidak ada terdaftar dalam kepengurusan dan anggota IJTI Tapanuli Raya”, tegas Andrey.

Insan Pers di Kabupaten Toba mengenal Frengky Silitonga sebagai stringer media televisi namun saat ini tidak jelas di media mana dia bertugas.

Menanggapi berita yang di maksud, Terpisah Kasubag Humas Polres Toba, Iptu Bungaran Samosir kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka bagi seluruh media yang meliput di Mapolres Toba.

“Kita juga kan sudah buat WA grup khusus untuk rekan media. Semua perkembangan penanganan kasus dan penangkapan selalu kita share ke WA grup kita. Lae sendiri juga kan tahu itu kita punya WA grup”, katanya.

Menurut Bungaran keterbukaan informasi dari Polres Toba bukan serta merta tanpa kode etik dan aturan dalam mempublikasi, semua harus melalui info valid dari satuan yang menangani baru tim humas melakukan publikasi.

“kita pintu utama dari semua informasi, Kapolres juga selalu ingin cepat dan tepat dalam pemberitaan karena makin banyak pemberitaan keberhasilan tim dalam penanganan kasus yang ada maka membawa dampak positif bagi beliau dan personil di Polres Toba,” ujar Samosir menutup. (Feri)

Tinggalkan Balasan