Hari Kedua Aksi Unjuk Rasa, Buruh Meringsek Paksa Penyekatan Petugas Di Kota Tangerang

etabloidfbi.com Kota Tanggerang._

Hari kedua aksi unjuk rasa, ribuan buruh yang bergabung dengan mahasiswa meringsek Paksa Penyekatan Petugas di Jln Daan Mogot KM19 tepatnya di Depan Kawasan Pergudangan Garda Bakti Nusantara (GBN) kota tangerang, (8/10/2020)

Kembali turun ke jalan, buruh menggelar aksi demo menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, sampai memadati ruas jalan, yang dari berbagai Perusahaan perserikatan atau organisasi buruh yang ada di Tangerang.

“Mereka hendak ke Jakarta menggunakan sepeda motor, bus dengab kawalan mobil komando Aparat Gabungan TNI-Polri, dan sudah berusaha menyekat para pendemo massa buruh agar tak bisa menuju Jakarta,” jelas Kapolsek Batu Ceper Metro kota Tangerang.

Namun, lanjut kata AKBP Wahyudi,” aparat gabungan Polri dan TNI tidak bisa menahan penyekatan walaupun sudah dilakukan antisipasi dengan menyemprotkan air water canon dan tembakan peringatan gas air mata untuk mengurai massa buruh, tapi karena jumlah personil keamanan tidak sebanding dengan jumlah massa buruh yang jumlahnya ribuan ditambah sebagian massa buruh sudah mulai terprovokosi melakukan pelemparan dan pengrusakan,” kata AKBP Wahyudi.

Dilampirkan, satu unit mobil kepolisian rusak parah dan kaca pos satpam kawasan pergudangan hancur berantakan, untuk korban luka dalam bentrok tersebut belum di temukan, karena petugas yang berjaga tidak terpancing provokosi massa buruh yang melakukan kerusuhan.

“Kita sudah berusaha melakukan upaya penyekatan, massa buruh dan massa gabungan dari mahasiswa pelajar warga masyarakat dari Tangerang Kota yang akan menuju DKI Jakarta, akan tetapi gabungan TNI/POLRI selaku pihak keamanan kamtibmas jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah massa yang akan bertolak kejakarta akhirnya barikade barisan punbjadi sasaran empuk timpahan hujan ratusan batu dari massa aksi tersebut dan karena kalah jumlah kekuatan maka akhirnya kami mengijinkan massa aksi untuk berjalan menuju Jakarta,” sambung Kapolsek.

Dari laporan Humas Polsek batu ceper Metro kota Tangerang, tidak ada korban dari Petugas, tapi dengan adanya anarkisme perusuh massa aksi pada saat peristiwa, di khawatirkan akan merugikan pihak pihak, untuk situasional kamtibmas di wilayah Kota Tangerang dan dalam kondisi yang baik aman dan kondusif”. Ujar Kapolsek Batu Ceper AKBP Wahyudi, SH melalui Kasi Humas Polsek Batu Ceper. Bripka Eko I.Y.

(SM)

Tinggalkan Balasan