Gugatan Sidang Perdana BPAN Aliansi Indonesia Terhadap Pemeritah Kab Tangerang

Tangerang – etabloidfbi.com

Gugatan Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia di Pengadilan Negri Kota Tangerang, memulai babak baru. Pasalnya masyarakat setempat yang berlokasi di RT. 02/010. Desa laksana, kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, merasa dirugikan oleh kebijakan Pemkab atas penutupan akses jalan masyarakat di Desa tersebut, dan terkesan mengintimidasi masyarakat desa laksana tersebut, ucap Surya,

Pejabat aliansi tingkat kabupaten, usai mengikuti sidang (06/03/2019 dan melakukan Jumpa Pers.

Penutupan jalan tersebut sangat merugikan masyarakat, karena sebelum ditutupnya jalan tersebut, masyarakat sangat di mudahkan dalam menjalankan aktivitasnya, namun saat ini harus menempuh resiko, yaitu akses jalan yang jauh, melewati jalan yang bukan jalan umum, yang saat ini diketahui milik salah satu pengembang, dengan pengamanan super ketat,papar nya.
ditambahkan lagi untuk itu kami sebagai warga negara indonesia’ mempunyai hak hukum yang sama dan mengajukan gugatan kepada pihak Pemkab, karena kelalaian dalam melaksanakan kewajiban sebagai aparatur sipil negara yang mana fungsinya harus melayani masyarakat.
Di tempat yang sama, saat di konfirmasi terhadap Tergugat, yang di wakili oleh kuasa hukumnya dan tidak bisa memaparkan tentang ranah pembelaannya Gugatan Sidang Perdana BPAN Aliansi Indonesia terhadap Pemeritah Kab tangerang karena masih melampirkan legalitas tiap kuasa hukum, penggugat dan tergugat. “kita lihat saja pekan depan, untuk sidang selanjut nya tandasnya.


Keterangan warga setempat samsudin, Namsin, Usdi, Darman , ibu Midah, Tolip, Ma’in, dan Janan “Kami tidak minta yang banyak, hanya
Minta jalan kami di buka di karnakan jalan tersebut adalah akses masuk ke desa kami, dan sudah ada sejak jaman dulu, ungkap mereka” .
Warga kami merasa kesulitan karna belum ada jalan penganti jadi minta ke pihak pemerintah untuk ijin membuka jalan tersebut yg di portal/ di perkecil sudah 8 bulan ini seperti itu.
Dalam sidang perdana hari ini, banyak di hadiri awak media juga masyarakat sekitar desa tersebut, dan kelanjutan nya di tunda sampai hari rabu 13 maret 2019 ini saat di putuskan oleh hakim. Sidang di lanjutkan pekan depan, tutur hakim sambil mengetuk palu sebanyak tiga kali.

(Cartika Irawan)

Tinggalkan Balasan