GN GAK-HAM Apresiasi Kinerja Kapolri Terkait Kasus Penembakan Dan Pencopotan Pejabat Yang Terlibat

Keterangan Fhoto : Logo Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Nasional Penegak Hak Asasi Manusia (GN GAK-HAM)

 

 

etabloidfbi.com Jakarta.–

 

 

Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Nasional Penegak Hak Asasi Manusia atau disingkat (GN GAK-HAM) lewat Ketua Umumnya Ujang Suryana SE, menyampaikan Apresiasi terkait kinerja Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berikut team yang sudah dibentuk untuk mengungkap Fakta mengenai kasus yang ramai menjadi perbincangan masyarakat tentang Tewasnya Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat Dirumah Kadipropam.

Dengan dinonaktifkannya Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dari jabatannya masing-masing, sehingga kepercayaan Publik terobati dan amat sangat berharap agar kasus ini bisa dibuka secara terang benderang,

 

“Kami rasa langkah Kapolri sangat tepat dengan membentuk Team khusus untuk mengungkap kasus ini, dan melibatkan para petinggi Polri demi mengembalikan Kepercayaan Masyarakat yang merasa sudah mulai kendor dengan keterangan sebelumnya, dimana Almarhum Brigadir Joshua tewas akibat saling tembak, sementara beredar di media Sosial adanya luka akibat penyiksaan, apakah mungkin setelah menjadi mayat lalu jasadnya disiksa,” ungkap Ujang Suryana dengan penuh tandatanya kepada awak Media etabloidfbi.com

“Apalagi jelas arahan Presiden Jokowi yang menyatakan kasusnya harus dituntaskan, jangan ditutupi, terbuka dan jangan sampai ada keraguan dari masyarakat disini Kredibilitas Polri amat sangat dipertaruhkan kan kita tahu sekarang adalah era digital dimana satu informasi amat sangat mudah tersebar luas dalam hitungan menit baik lewat media sosial WhatsApp, Facebook, Twitter dan Instagram ,” Tambah Ujang Suryana yang terus mengikuti perkembangan kasus.

 

Ketua Umum Gerakan Nasional Penegak Hak Asasi Manusia (GN GAK-HAM) Ujang Suryana SE

 

Sebagaimana kita ketahui laporan pertama yang muncul, sesuai keterangan Karopenmas Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan adalah setelah mengetahui kejadian, Irjen Ferdy Sambo melaporkan peristiwa ke Kapolres Jakarta Selatan, Jumat (8 Juli 2022).

Dengan mencuatnya kejadian di rumah Irjen Ferdy Sambo, maka Kapolres Metro Jakarta Selatan dan anggota di Divisi Propam Polri turut serta berada di tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan keterlibatan anggota Propam Polri sampai mengantar jenazah ke rumah duka di Jambi, termasuk adanya campur tangan saat adik kandung almarhum Brigpol Yosua dipaksa menandatangani hasil otopsi.

Jangan lupa, dalam kasus tewasnya polisi tembak polisi ini semua tersangkut dengan Divisi Propam Polri. Brigpol Yosua yang tewas ditembak adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo yang menjabat Kadiv Propam Polri, Penembaknya Bharada E juga ajudan Irjen Ferdy Sambo dan kejadiannya juga di rumah Irjen Ferdy Sambo yang merupakan Pejabat Utama Mabes Polri di Duren Tiga, Jakarta.

“Hari ini Rabu 27-Juli-2022 kita ketahui Autopsi ulang rencananya akan dilakukan di RSUD Batang Jambi, dan dipimpin langsung oleh dokter Porensik dari TNI AD mari kita semua mengawal agar ada titik terang dan percayakan kepada mereka yang terlibat dalam mengungkap kasus ini, dan kita berharap agar kedepannya peristiwa seperti ini tidak akan terulang kembali,” tutup Ketua Umum GN GAK-HAM.

 

Editor : Yahya Heriansyah

Tinggalkan Balasan