GMB PB Banten : Siapa Takut, Kami laporkan Dugaan Money politik Caleg DPR Tangerang.

Tangerang – FBI.COM

Temuan dugaan money politic yang dilakukan oleh dua orang Calon legislatif (Caleg), satu dari Caleg DPRD Kota Tangsel Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu dengan nomor urut 3 Putri Ayu Anisya serta satu Caleg DPR RI nomor urut 4 dapil Banten 3 (Tangerang Raya) Marinus Gea. Temuaan ini disampaikan langsung saat jumpa Pers oleh saksi yakni, penerima amplop dengan nominal uang Rp 50 ribu di TPS 27 dan TPS 28, yang didampingi oleh Gerakan Masyarakat Bersama untuk Pemilu Bersih (GMB PB) Banten atas temuan dugaan money politic ini, GMB PB beserta Saksi melaporkan ke panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Serpong.

Dalam Jumpa Pers tersebut Suwandi saksi menceritakan kronologinya kepada awak media, “Hari Senin (15/4/2019) abis Isya itu saya dapat SMS dari Mas Yanto dia menyuruh saya datang ke lokasi dan saya langsung meluncur. Pas datang itu tempatnya steril, tertutup, seperti posko di perumahan,” tutur Suwandi kepada awak media, Sabtu (27/4/2019).

Masih menurutnya, ada sekitar 30 orang yang juga sedang mengantri untuk menerima amplop tersebut. Dirinya, mengatakan tidak teliti saat memperhatikan orang tersebut karena kondisi tempat yang gelap.

“Kami diarahkan untuk mencoblos mereka. Pokoknya waktu itu seperti ngantri obat, karena berjejer dan langsung diberikan uang, Saya dikasih dan orang itu bilang ‘Tolong bantu yah’ untuk membantu DPR RI nomor 4 dan DPRD Tangsel nomor 3. Selain itu sudah banyak orang disitu juga kurang lebih ada 30 orang sekilas kaya kenal. Isi amplopnya ada Rp 50 ribu sama stiker, setelah itu saya beraniin diri buat lapor,” ujarnya.

Dengan adanya laporan ini, GMB PB Banten siap memberikan perlindungan kepada masyarakat yang melapor adanya kecurangan di pesta demokrasi.

Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Ketua GMB PB Banten, Ridwan Susanto yang sudah menyiapkan advokasi.

“Kami ada tim advokat untuk saksi, setelah kami yakinkan dan mereka menerima maka kami akan bawa bukti bukti yang terkumpul. Kita tidak bisa membiarkan pesta demokrasi ini tercoreng kita harus mewujudkan politik yang transparan,” ujarnya

“Memang nyawa mereka terancam, karena yang kita hadapi bukan orang biasa. Mereka memiliki jabatan disuatu tempat, tapi saya pikir kenapa harus takut. GMB PB sudah menyiapkan advokasi, makanya mereka berani untuk keluar, awalnya takut,” jelas Ridwan

Melalui pernyataan pers ini, kami mendesak agar semua partai dan bawaslu, bertindak tegas dan menganulir caleg-caleg yang mendulang suara lewat cara curang di seluruh Indonesia.

Hingga ditayangkan berita ini, awak media menindak lanjuti dan mengumpulkan informasi Pihak terkait untuk dimintai keterangan. (Sabar Manahan)

Tinggalkan Balasan