Fenomena Berita Titipan Dan Bertarif Demi Pencitraan 

etabloidfbi.com Bengkayang Kalbar.–

Dengan mengantongi kartu Tanda Anggota salah satu media Online maupun cetak dan sedikit pengatahuan tentang penulisan berita tanpa tau hakekat dari fungsi seorang jurnalis, pada akhirnya seseorang dapat menulis apapun dengan orientasi keuntungan pribadi, seperti berita dari salah satu media yg menulis tentang pelaksanaan DAK Fisik bidang pendidikan di beberapa Sekolah Dasar di wilayah kabupaten bengkayang yang jelas- jelas menyalahi aturan yang tertuang dalam Perpres maupun Permendikbud tetapi diberitakan seolah olah pelaksanaan nya sesuai Prosedur, jelas berita ini ada HOAX.

Karena dari hasil pantuan langsung di lapangan oleh Tim independen yang terdiri dari beberapa media online dan penggiat LSM bina Rakyat dapat dibuktikan bahwa ada beberapa Sekolah Dasar di wilayah kab Bengkayang tepatnya di daerah sungai jaga B dan sei Ruk jelas-jelas pelaksanaan nya tidak sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Perpres maupun Permendikbud namun diberitakan oleh salah satu media dikatakan sesuai Prosedur, ini menjadi tanda tanya besar bagi kami yg tergabung dalam TIM independen dan melakukan pemantauan langsung kelapangan hal itu bisa dibuktikan secara Faktual melalui rekaman percakapan yang ada.

Judul Dari Salah Satu Media Yang Tidak Sesuai Dengan Fakta Dilapangan 

Jadi aneh jika ada satu media yang dengan entengnya memberitakan bahwa pelaksanaan DAK fisik pendidikan di kabupaten bengkayang sesuai prosedur.

Sangat jelas bahwa berita yang menyatakan tentang pelaksanaan DAK fisik TA. 2020 di kabupaten bengkayang telah dilaksanakan sesuai prosedur. Jelas berita tersebut mengandung muatan Orientasi keuntungan Pribadi penulisnya, kami sangat menyayangkan pada penulis berita yang sangat tidak proporsional dan profesional ini, seharusnya penulis berita dasarnya adalah fakta serta bukti otentik dilapangan bukan untuk membangun Opini publik demi pencitraan dari instansi atau badan publik tertentu demi keuntungan pribadi atau pesanan dari instansi dan badan publik tertentu.

Semoga penulis berita pencitraan yang telah dibahas diatas mau belajar lagi soal jurnalistik dan lebih memahami tentang
9 Prinsip Jurnalistik sebagai pedoman etis bagi semua jurnalis yang berlaku secara Universal.(Sy Mohsin)

Tinggalkan Balasan