Elemen sipil Langsa mengutuk keras pernyataan Yaqut

 

etabloidfbi.com. LANGSA  ACEH.–

Menindak lanjuti pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil terkait surat Edarannya No.5 tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di mesjid dan mushalla, maka Gabungan Elemen Sipil Kota Langsa melakukan aksi damai untuk menyampaikan aspirasinya, guna menolak Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI tentang Penggunaan Pengeras Suara di masjid dan mushalla.

kegiatan aksi damai ini dengan titik kumpul di Lapangan Merdeka Kota Langsa serta melakukan longmarch dengan rute melewati Pendopo terus ke Jln. Cut nyak Dhien menuju Kantor DPRK Langsa dan selanjutnya menuju Kantor Kemenag Kota Langsa yang berada di Jln. A. Yani, Aksi dimulai sekira pukul 11:00 Wib dan berakhir pukul 12:15 Wib berjalan damai dan tertib dengan pengawalan ketat para personel Polres Langsa.Selasa(01/03/2022).

Seruan Aksi Damai gabungan Elemen Sipil Kota Langsa mengusung tema, “Apabila diam saat agamamu dihina ganti baju dengan kain kafan,”.
Aksi damai tersebut sebagai Kordinator Aksi, Wahyu Rahmadana yang merupakan sosok Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Langsa, sedangkan Koordinator Lapangan, Amiruddin (Ketua HMI Cabang Langsa), Sukma M Thaher, Abdi Maulana dan Aris Munandar.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRK Langsa, Zulkifli Latief di dampingi Wakil ketua I, Saifullah, SE dan Maimul Mahdi dengan pengawalan ketat dari Kepolisian dan Satpol PP , saat menerima para peserta aksi damai Zulkifli Latief menyampaikan dukungan untuk menolak surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia dan mengecam pernyataan Yaqut yang mengumpamakan suara adzan dengan gonggongan anjing.
Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan bahwa sudah menelepon Wakil
Wali Kota Langsa, Dr. Marzuki Hamid untuk segera mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat untuk tidak mengindahkan surat edaran Menteri Agama RI dan menambahkan pengeras suara di masjid dan mushalla.

Setelah menyampaikan petisi di DPRK Langsa, para peserta aksi damai berjalan menuju Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Langsa. Setibanya di Kantor Kemenag diterima oleh Kakankemenag setempat Drs. H. Hasanuddin, M.H., pada kesempatan itu Hasanuddin
dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dirinya menunggu hasil keputusan Forkopimda Langsa. Jadi, jika keputusan menolak surat edaran Menteri Agama, maka kami Kemenag Langsa mengikuti keputusan itu, tegasnya.

Kedatangan para peserta Gabungan Aksi Damai dimulai dengan mengumandangkan adzan, kemudian menyampaikan orasi secara silih berganti serta membacakan petisi. Mereka juga membakar ban di depan Kantor Kemenag tersebut kemudian menyerahkan kain kafan.
Adapun tuntutan dari aksi damai yang dilakukan oleh gabungan Elemen Sipil Kota Langsa yaitu : ” mengutuk keras pernyataan Yaqut tentang menyamakan suara Adzan (panggilan shalat) dengan gonggongan anjing.
Menuntut Yaqut untuk meminta maaf atas peryataan kontroversinya tersebut pada seluruh ummat Islam, meminta Presiden RI untuk mencopot Yaqut dari Menteri Agama RI,
Meminta pihak penegak hukum untuk menangkap Yaqut atas dugaan penistaan agama yang diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), atau bisa dijerat dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama, meminta Pemerintah Aceh untuk menolak Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI No. 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Mesjid dan Mushalla dan
meminta Pemerintah Kota Langsa untuk tidak menjalankan SE Menteri Agama RI No. 5 tahun 2022 dengan pernyataan Sikap dari Pemko Langsa untuk tidak menjalankan SE tersebut.
“Disaat berita ini diturunkan, aksi damai tersebut di bawah gerimis dan rintikan hujan membasahi kota langsa”.
(JP)

Tinggalkan Balasan