(DPUPR) Kota Tangerang Uji Coba Perbaikan jalan Dengan Teknik Teknologi Mechanical Concrete

Kota Tangerang, TFBI.-

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang menguji coba Teknik teknologi
Mechanical Concrete.

Pembangunan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu wilayah, sedangkan Infrastruktur jalan merupakan sarana dan prasarana yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

“Setiap aktivitas masyarakat tidak lepas dari jalan, misalnya untuk akses ke sekolah, akses menuju rumah sakit atau puskesmas, dan akses ketempat yang dituju. “ucap Walikota Kota Tangerang, Arief R.Wismannsyah. disaat mengadakan Rapat kerja di Gedung Akhlaqul Karimah Lt3. Pusat pemerintahan kota Tangerang.

Proses Pelaksanaan Pengaspalan Dengan Teknik Teknologi Mechanikal Concrete

Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pembangunan proyek infrastruktur, karena masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota Tangerang di tahun 2019.

Tidak hanya fokus untuk pembangunan, Pemerintah Kota Tangerang khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang juga berupaya mengoptimalkan kualitas jalan agar lebih baik dengan melakukan inovasi teknologi pembangunan dan perbaikan jalan.

Saat ini Pemerintah Kota Tangerang sedang melakukan uji coba perbaikan jalan menggunakan teknologi terbaru yaitu dengan Teknik Mechanical Concrete,

Mechanical Concrete adalah cara mengikat pondasi dasar jalan menjadi satu kesatuan penahan beban. Material yang digunakan pada teknik Mechanical Concrete adalah ban bekas yang masih berbentuk silinder dan sisi dalam ban sudah dipotong. Bentuk silinder pada ban ini memiliki fungsi yang sama dengan campuran semen dan air. Menurut penelitian, teknik Mechanical Concrete dapat lebih mendukung tekanan tanah lateral dan mengikat agregat lebih padat dibandingkan dengan teknik konvensional.
Ruas jalan yang dilakukan uji coba adalah Jalan Juanda di wilayah Kecamatan Neglasari. Ruas Jalan Juanda dipilih karena kondisinya mengalami kerusakan akibat sering dilewati kendaraan bertonase berat.
Proses perbaikan jalan menggunakan teknik Mechanical Concrete secara garis besar dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Pembongkaran konstruksi jalan yang lama guna memperbaiki kondisi tanah dasar;
  2. Setelah jalan yang lama dibongkar dilakukan perbaikan kondisi tanah dasar dengan teknik pemadatan;
  3. Kemudian dilakukan pemasangan ban diseluruh ruas area yang telah dilakukan pemadatan tanah. Pada Jalan Juanda uji coba teknik Mechanical Concrete dilakukan sepanjang 42 meter dengan lebar jalan 7 meter. Agar ban menjadi solid satu sama lain, ban diikat dengan menggunakan tali khusus. Ban yang telah disusun menjadi satu kesatuan sel yang bekerja sama menahan beban yang bekerja diatasnya;
  4. Setelah ban tersusun dengan rapi, agregat kelas A dengan gradasi seragam dihamparkan ke seluruh ruas ban. Dan hamparan agregat tersebut dipadatkan dengan roller;
  5. Terakhir dilakukan pengaspalan diatas agregat yang sudah dipadatkan ke dalam ban dan teknik Mechanical Concrete selesai dilakukan.
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh negara Amerika Serikat, penggunaan teknik Mechanical Concrete dalam konstruksi jalan dapat menghemat waktu, biaya, dan bahan yang dibutuhkan dibandingkan dengan jalan konvensional. Selain itu teknik Mechanical Concrete dapat dijadikan salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mendaur ulang limbah ban. Hal ini seraya dengan image Kota Tangerang yang sangat perhatian dengan bidang lingkungan. (Adv)

Tinggalkan Balasan