DPMPTSP Kota Tangerang Menggelar Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal ( LKPM )

Kota Tangerang – TFBI.Com

Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Mengelar Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Tentang Penyusunan Laporan Kegiatan Penanaman Modal ( LKPM )
tahun 2019, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Akhlakul Karimah, Kamis (2/5) dan dihadiri oleh 100 peserta perwakilan perusahaan dalam negeri dan asing. Turut hadir dan membuka acara tersebut, Walikota Arief R Wismansyah didamping Kepala DPMPTSP H. Karsidi

Laporan Kegiatan Penanaman Modal ( LKPM ) adalah Laporan Mengenai Perkembangan Realisasi Penanaman Modal dan Permasalahan yang dihadapi Penanam Modal, yang wajib dibuat dan disampaikan secara berkala dan sosialisasi ini sebagai pedoman dalam melaporkan LKPM.

Dalam sambutannya, Walikota mengatakan selain mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang, Pemkot juga berkewajiban meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Laporan Kegiatan Penanaman Modal ini bertujuan untuk monitoring pergerakan roda perekonomian yang terjadi di Kota Tangerang,” Ujar Arief dalam sambutannya..

Lebih lanjut Walikota mengatakan, LKPM ini juga menjadi rujukan bagi Pemkot dalam menentukan kebijakan strategis terkait investasi serta untuk mengevaluasi hal – hal yang perlu ditingkatkan maupun diperbaiki.

“Pemkot berharap, Kota Tangerang tidak hanya dikenal dengan sebutan Kota seribu industri. Namun juga dikenal dengan julukan kota seribu industri sejuta jasa, untuk itu diperlukan data investasi yang ada di Kota Tangerang.” Sambungnya.

Walikota juga mengimbau agar perusahaan yang berdomisili di Kota Tangerang mau untuk mengurus NPWP-nya di Kota Tangerang, walaupun kantor Pusatnya diluar kota Tangerang.

Hal yang sama disampaikan oleh Mahdiar, Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP, bahwa sosialisasi ini dilaksanakan untuk menginformasikan kepada pelaku usaha di Kota Tangerang agar melaporkan kegiatan investasinya. “Karena sebesar apapun investasi kalau tidak dilaporkan nilainya, tidak akan diakui,” jelas Mahdiar.

Diakuinya, masih banyak perusahaan yang belum memahami cara melaporkan kegiatan penanaman modal. Namun demikian, kata Mahdiar, pihaknya terus mengupayakan agar perusahaan yang ada di Kota Tangerang bisa melapor secara berkala.

“Kita akan coba nanti per minggu kunjungan ke beberpa perusahaan, kita buka juga layanan via phone atau email,” ungkapnya.

Adapun kewajiban perusahaan dalam membuat laporan dilakukan per triwulan, apabila tidak dilaksanakan, BKPM RI nanti akan memberi peringatan sekaligus mengevaluasi perusahaan tersebut. “Kalau sudah diperingatkan namun tidak dilaksanakan juga, ya bisa diberi sanksi,” imbuhnya. (adv)

Tinggalkan Balasan