Dikembalikan Ke Warga Dana Bantuan Kemensos Yang Ditilap, Lurah Sangiang Jaya: Coba Tanya Ke Kecamatan!

etabloidfbi.com Kota Tangerang. —

Masyarakat luas pertanyakan sikap Lurah Sangiang jaya Kecamatan Priuk Kota tangerang, yang tidak tahu” adanya pengembalian dana bantuan dari Kemensos RI kepada warganya.

Berawal warga Kampung gebang Rw02/Rt03. Kelurahan.Sangiang jaya, kecamatan Priuk Kota tangerang-Banten, tiba tiba ada yang mengembalikan dana yang hilang selama bertahun.

Di kisahkan oleh suami dari ibu Sunarti, terhadap awak media di kediamannya.(29/07/2020). Sejak keluarganya terdaftar sebagai penerima Program Harapan Keluarga(PKH) pada tanggal 01/01/2016, sampai dengan tanggal 08/07/2020, belum merasakan bantuan yang di sediakan pemerintah.
terdaftar penerima kartu keluarga sejahtera (KJS) BNI pandai bansos,no rek.056766xxx cabang Tangerang.

Peristiwa itu terungkap saat oknum yang mengaku dari panitia meminta KK serta KTP keluarganya untuk proses pengambilan bantuan, timbul rasa penasaran akhirnya dirinya mengadukan terhadap keluarga nya, dan benar saat di chek ke rekening, dirinya mendapati adanya rekening yang ditransaksikan selama bertahun tahun.

*Baca juga : https://etabloidfbi.com/dana-program-keluarga-harapan-kena-tilap-bertahun-lurahsudah-clear-itu/

Peristiwa itu turut di benarkan Dinas sosial kota Tangerang, serta Lurah Sangiang Jaya, bahkan ikut dalam proses mediasi nya.
Dari keterangan keluarga Sunarti, kalau dana yang di “Tilap” oleh oknum oknum tersebut ada yang mengembalikan sebesar Rp.3.450.000.

Sungguh aneh,” saat di konfirmasi ke lurah sangiang jaya, kalau oknum yang mengembalikan dana bantuan dari Kemensos tersebut ke pada penerima hak, tidak mengetahui siapa yang mengembalikan.

“Saya tidak tau pak siapa yang mengembalikan, tapi memang sudah dikembalikan. Kalau untuk lebih jelasnya silahkan ke ke Kecamatan Priuk.” Tanyakan sama TKSK nya, yang bernama “Rahmat”, atau kasi Kemas nya,” Kata Lurah, saat di mintai keterangan di ruang kerjanya.

Sebelum nya Suli Rosadi, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang mengatakan,” kita langsung melakukan uji petik lapangan saat menerima laporan masyarakat tersebut. Pagi ini langsung saya arahkan ke Kabid Dayansos, dan langsung di tindak lanjuti.(29/07/2020).

Bahkan dirinya meminta ” bagi masyarakat yang merasa haknya belum diterima agas supaya melaporkan setiap kejahatan apapun yang menyalahgunakan bantuan yang di berikan pemerintah, karena Dinas juga punya batasan monitor,” terang Suli Rosadi.

Namun sangat di sayangkan, saat di konfirmasi tentang adanya pengembalian dana tersebut langsung ke kantor Dinas sosial, hingga berita ini di muat belum ada kerangan resmi dari Dinas sosial tentang siapa oknum yang mengembalikan dana tersebut, baik dari Kepala dinas nya, juga dari Kabid Dayasos nya “Efi.”

Dari tanggapan lembaga swadaya masyarakat. “Seharus nya pemerintah tidak harus bersikap tertutup untuk informasi penyelesaian nya, kalaupun sudah di kembalikan ya,” di buka saja dengan transparan. Jadi tidak menimbulkan praduga yang menuju kepada persengkolkolan, antara dinas, kelurahan dan panitia yang di sebut TKSK, atau PSM, kata Limrat Hutabarat. Ketua DPD LSM KRAMK Tangerang raya.

Limrat mengatakan “Ketika sebuah peristiwa tindak pidana terjadi, itu tidak bisa di abaikan walaupun sudah di selesaikan secara kekeluargaan, karena sudah ada peristiwa, apalagi menyangkut anggaran sosial yang disediakan pemerintah,”.

Dia menambahkan, “dalam waktu dekat ini akan menyurati intansi terkait, supaya melakukan proses hukum, untuk membuat efek jera kepada pelaku dan pembelajaran untuk kedepannya supaya jangan lagi ada peristiwa yang memilukan seperti ini,“.

Terdaftar,” di kecamatan Priuk Kota Tangerang, di lima kelurahan penerima Program Keluarga Harapan(PKH)Kemensos, 2.209 Kepala keluarga, dan BPNT Kemensos 1.047 Kepala keluarga, bukan tidak mungkin dari setiap data penerima manfaat tersebut masih ada lagi keluarga yang mengalami nasib yang sama. (Sabar Manahan)

Tinggalkan Balasan