Diduga Seorang Oknum Dokter Bermain Proyek , GM FKPPI Kota Sukabumi Buat Lapdu Ke Kejati

Keterangan Foto : Bukti Laporan Yang Sudah Diserahkan Kepada Pihak Kajati Sukabumi

 

etabloidfbi.com – Kota Sukabumi

Seorang Oknum Dokter yang berstatus ASN bernisial dr. UY, yang diduga telah bermain Proyek Barang dan Jasa Alat Kesehatan di RS. Syamsudin SH, Kota Sukabumi sehingga dibuatnya Laporan Pengaduan ke Kejaksaan Tinggi oleh GM FKPPI Kota Sukabumi.

Ormas GM-FKPPI yang merupakan sebuah Organisasi Kemasyarakatan dan mempunyai peran dalam Social Kontrol di Masyarakat telah membuat Laporan Pengaduan ke Kejaksaan Tinggi dibuktikan dengan adanya Surat yang telah ditandatangani oleh Petugas Kejati yang menerima Laporan Pengaduan tersebut dengan Registrasi, No. 01/GMFKPPI/III/2021 pada tanggal 16/04/2021 dan saat ini sudah diterima oleh Intel Kajati Jawa Barat.

etabloidfbi.com yang menerima informasi tersebut segera mengkonfirmasi ke Direktur RSUD Syamsudin SH , dr. Bahrul, terkait adanya Laporan Pengaduan yang dibuat oleh GM – FKPPI Kota Sukabumi ini lewat sambungan telepon pribadinya, Rabu, 5/04/2021, Pukul. 21.30 Wib.

Surat Bukti Laporan Yang Sudah Diterima Oleh Pihak Perwakilan GM FKPPI Sukabumi Dari Pihak Kajati.

” Saya tidak menerima surat pengaduan tersebut, tanya nya, ya ke Kejati aja, kan saya tidak menerima surat tersebut “, jelas Bahrul kepada etabloidfbi.com terkait Lapdu yang telah dilaporkan dan diterima oleh Kejaksaan Tinggi terkait adanya dugaan Tindakan Melawan Hukum yang dilakukan oleh dr. UY seorang Oknum Dokter ASN yang bertugas di RSUD Syamsudin SH.

Informasi yang diperoleh etabloidfbi.com bahwa Kegiatan yang berupa Pengadaan Barang dan Jasa ( UPBJ ) berupa Alat Kesehatan di RSUD Syamsudin SH ini diduga telah disalahgunakan oleh seorang Oknum Dokter berninisial dr.UY sebagai User Alat Kesehatan ini dan telah menggiring Penyedia PT. Damyas Adi diarahkan untuk menjadi Partner Bisnisnya.

” Nah, PT. Damyas Adi ini penyedia yang diduga digiring oleh dr. UY , penyedia yang alat Orthopedi dibeli oleh pihak bunut, yang mana usernya dr.UY”, ujar narasumber AE yang tidak mau disebutkan namanya.

“Dokter sebagai ASN di Rumkit tersebut adalah juga sebagai User meminta barang ke UPBJ, si UPBJ diarahkan ke perusahaan yang digiringnya sudah bertahun-tahun pengadaan ini tapi RSUD tutup mata.
Dan pembayaran dari rumkit juga jelas selektif, atas namanya di rekening bukan nama perusahaan atau Dirut perusahaannya akan tetapi ke rekening Dokter yang bekerja sebagai user di rumkit tersebut”, tambahnya.

Gambar : Rumah Sakit RSUD R. SYAMSUDIN. SH

etabloidfbi.com saat menanyakan Data Pendukung yang diduga adanya Indikasi , Gratifikasi, KKN, dan Penyalahgunaan wewenang oleh yang dilaporkannya dari Pelapor dan selanjutnya akan ditembuskannya ke beberapa Instansi untuk diketahui diantaranya, Gubernur Jawa Barat , Walikota Sukabumi, Direktur RSUD Syamsudin SH, Kapolres Sukabumi Kota, KPK RI , IDI, Kapolda, Kejari, DPRD dan Media, semuanya sudah dipersiapkan dan berkas sudah diterima oleh pihak Kejati Jawa Barat dengan Registrasi, No. 01/GMFKPPI/III/2021 pada tanggal 16/04/2021.

“Dokter dalam etikanya tidak boleh mempromosikan, menggiring apalagi terjun langsung dalam hal Barang dan Jasa, ini malah dia yang pesan sebagai user, dia yg terima uangnya dari pembayaran transaksi Rumah Sakit sedangkan PPh dan PPN nya ke atas nama perusahaan yang digiringnya”
pungkasnya.

Selain dari Etika yang diduga telah dilanggar oleh Oknum dokter tersebut sebagai User, menerima Pembayaran Transaksi yang seharusnya ke Perusahaan dan bukan ke Rekening Pribadi, kemudian diduga telah menggiring dan mempromosikan Penyedia ke UPBJ sehingga dikeluarkannya PO atas permintaan dokter tersebut.

“Mekanismenya User ini meminta Barang kebutuhannya pake form permintaan Dupada ke Farmasi atau gudang, lalu dari Farmasi atau Gudang itu menyerahkan Dupada ke UPBJ dan si UPBJ ini membuat PO ke Penyedia yang sudah ditunjuk oleh oknum pejabat atau dugaan atas permintaan dokter tersebut”, tegas AE memberikan penjelasannya.

Sementara itu, Pihak Perusahaan PT. Damyas Adi sebagai Penyedia saat dikonfirmasi etabloidfbi.com melalui Aplikasi Whatsappnya kemudian mengirimkan Gambar SPK dan NKB Perusahaan tersebut dan menanyakan siapa penerima nya.

” Maaf pa saya tidak bisa memberikan jawaban, ini diluar tanggung jawab dan sepengetahuan saya”, jelas si penerima Whatsapp yang tidak menjawab siapa dirinya dan dibagian apa.

Tidak berapa lama setelah etabloidfbi.com mengkonfirmasi didalam Percakapan dengan pihak perusahaan tersebut ternyata sudah dihapus dan no WA pun diblokir oleh pihak perusahaan sehingga Awak Media etabloidfbi.com mempertanyakan kenapa dan ada apa dari pihak perusahaan PT. Damyas Adi melakukan hal itu.

Konfirmasi dengan PT. Damyas Adi selaku Penyedia sudah membuat ketidak transparanan kepada Media sehingga dengan begitu diduga adanya persekongkolan dengan User agar tidak diketahui apa yang telah dilakukan sehingga tidak memberikan keterbukaan untuk diketahui publik dan mengklarifikasinya terkait Informasi yang berkembang saat ini.

Sampai berita ini diturunkan, etabloidfbi.com belum dapat mengkonfirmasi pihak terlapor dan dari Pihak Kejati .

( Hendra Sofyan )

Tinggalkan Balasan