Di Picu Hutang Piutang 9 Pelaku Perkosa Anak Di Bawah Umur Secara Bergilir

etabloidfbi.com, KOTA LANGSA ACEH-

Miris, 9 Pelaku bergilir melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur di kota Langsa, di picu karena hutang piutang yang tak sanggup terbayarkan, 1 nya lagi Masih DPO , Rabu, (31/03/21)

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH. Di dampingi Kasat Reskrim Iptu Arief S Wibowo, SIK. Menjelaskan saat Konferensi pers di teras Aula depan Polres Langsa, berdasarkan Laporan PolisiNomor: LP/53/1\/RES. 124/2021/ACEH/Res Langsa, tanggal 18 Maret 2021, tersebut Kasat Reskrim Polres Langsa beserta anggota satreskrim, mengumpulkan bahan keterangan dan menemukan 2 (dua) alat bukti yang cukup, dilakukan upaya penangkapan Pada hari Sabtu tanggal 20 Maret 2021 sekira pukul 03.00 Wib dilakukan penangkapan terhadap 9 tersangka yang berinisial NS, MKA MH, MNH.MRA, MRE, MVP, MS yang pada saat itu setiap tersangka ditangkap
di dalam rumah tersangka masing-masing.

Pada Hari Selasa tanggal 23 Maret 2021 Sekira pukul 12.45 Wib Tersangka MS dan tersangka
MOS menyerahkan diri ke Polres Langsa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Hingga saat ini 1 tersangka lagi berinisial BK berhasil melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi (DPO).

Adapun Kronologis kejadian:

MRA, MS,BK, MRE, MVP.NS MHB, dan MOS dengan cara Tersangka sdr. MRA membawa korban sdr. Melati(nama samaran) ke sebuah rumah kosong di Gampong Blang Seunibong Kec. Langsa Kota yang
mana dirumah tersebut sudah ada tersangka MS dan tersangka BK yang sudah menunggu dan
disusul oleh tersangka MRE, MVP MOS MKA,NS,MH.MNH kerumah kosong tersebut sehingga
Korban Sdra. Melati (nama samaran) di perkosa secara bergilir.

Lanjut Kapolres Pelecehan seksual dan Pemerkosaan anak dibawah umur tersebut terjadi dikarenakan Tersangka MRA memiliki Hutang terhadap Tersangka MS namun Tersangka MRA tidak sanggup
membayarnya sehingga MS meminta bayaran hutang tersebut dengan membawakan perempuan
sebagai ganti hutangnya.

MODUS OPERANDI

Berawal dari ketidak sanggupan tersangka MRA membayar hutang terhadap tersangka MS,
sehingga Tersangka MRA memberikan perempuan sebagai ganti hutangnya terhadap
Tersangka MS untuk dilakukannya hubungan seksual, guna memuaskan nafsu seksual
tersangka MS yang kemudian dimanfaatkan oleh Tersangka MOS, MPV, MRE, NS, MKA,
MH, MHB dan BK (DPO) untuk menyalurkan nafsunya.

Barang bukti yang diamankan
1 (satu) unit Handphone merk Vivo 1606 warna putih Y91 IMEI 1, 865588031978057 IMEI 2
865588031978040, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Kharisma Tanpa Nomor Plat warna hitam No rangka MH1JB21184K454793, Nomor Mesin JB21E1450241, (disita dari MRA).1 (satu) unit Handphone merk Vivo 1816 type Y91 warna Hitam Biru IMEI 1887906049127913
IMEI 2 867906049127905.
(disita dari NS), 1 (satu) unit handphone merk Realme C2 type RMX1941 wama biru IMEI 1
865518046659913, IMEI 2 865518046659905, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Scoopy
warna hitam coklat nopol BL 4074 FT Nomor Rangka MH1JFW113FK127040, nomor mesin JFW1E1132153
(disita dari MRE),1 (satu) unit handphone merk Samsung Type SM-J. Warna Putih IME 1 353516079929012, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Beat Nopol BL 6238 FU. Warna merah Putih dengan Nomor Rangka: MHIJFZ118GK3B1314, Nomor Mesin: JFZIE 1376622
(satu) unit Handphone merk Vivo 1816 type Y91 wama Hitam Biru IMEI 1 : 867906049127913 IMEI 2
867906049127 (disita dari MH), 1 (satu) unit handphone merk Brand code warna hitam B 11 IME 1: 3650 11005084880. IME 23650 II 005084898.(Disita dari MKA), 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Merk Scopy dengan Nomor Polisi BL 5489 FAC,warna Hitam
Putih Nomor Rangka: MHIJM3121KK747859 Nomor mesin: JM31E2742746.
(Disita dari Saksi MZ),1 (satu) unit Sepeda Motor Merk Honda Beadengan Nomor Polisi BL 4187 ZW warna Putih Lis Biru dengan No Rangka: MH1JFZ117HK855948 dan Nomor Mesin: JFZ1E1861779.
(disita dari Saksi MK), 1 (satu) Buah kain sarung berwarna Coklat muda dan coklat Tua dengan motif garis-garis berwarna putih,1 (satu) Buah Jilbab segi 4 (empat) polos berwarna merah marun, 1 (satu) Buah Baju berlengan panjang berwarna merah marun dengan dengan tulisan di bagian
dada depan “JUST PEACHY” berwarna merah muda, 1 (satu) buah celana panjang lie berbahan karet berwarna biru muda, 1 (satu) Buah celana dalam polos berwana Merah marun berbahan karet,1 (satu) Buah Bra berwarna merah muda polos, (Disita dari saksi korban).

9 tersangka masih dalam penyidikan Polres Langsa dan 9 TSK dikenakan Pasal 47 Sub Pasal 46 dan atau Pasal 50 Sub Pasal 48
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Sub Pasal 55 KUHPidana Sub Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ancaman Hukuman:
Pasal 50 Diancam dengan penjara/kurungan paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan dan paling lama 200 (dua ratus) bulan. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak Pengurangan 1/3 Hukuman dari ancaman Orang Dewasa”, Tutup Kapolres Langsa.(M.Anwar)

Tinggalkan Balasan