DI DUGA PEMBUATAN EDISI E WARUNG LAMBAT OLEH BNI DI SESALKAN OLEH KPM

etabloidfbi.com Sukabumi Kota.–

Lambatnya  pembuatan Edisi E Warung secara otomatis berdampak terhadap Masyarakat Penerima BPNT dan ini dirasakan betul oleh warga masyarakat wilayah Sukabumi khususnya warga Desa yang didaerahnya  belum  dibuatkan Edisi E Warung dan pada hari Senin (14/09) Bank Negara Indonesia (BNI), berkantor di jalan R E Mardinata kelurahan Cikole kota Sukabumi, adalah merupakan kantor pusat BNI  kabupaten sukabumi dan berdiri megah berlantai 1 sebagai Bank plat merah.

Saat wartawan tabloid forum bhayangkara indonesia / etabloidfbi.com  menyabangi kantor BNI tersebut, dan meminta untuk wawancara terkait Program Pemerintah yang sedang berjalan yaitu Bantuan Pangan Non Tunai( BPNT) yang mana semua tatanan atau cara di lapanganya Bank BNI yang mempunyai peran penting termasuk Kartu Penerima Manfaat (KPM) dan bagi warga masyarakat, di haruskan mempunyai rekening BNI apabila ingin penerima bantuan BPNT tersebut, dan di kelola oleh orang orang yang telah di beri mandat seperti ketua KPM Desa.

Selanjutnya adanya mesin edisi e warong yang di siapkan di masing masing Desa, bahkan ada beberapa Desa yang tidak mempunyai mesin edisi untuk menggesek kartu BPNTY ( E warongy), di karenakan tidak ada sinyal hp untuk komunikasi atau ribetnya masalah pembuatan mesin edisi alias agen di masing-masing desa padahal persyaratan komplit kenapa harus lama hingga bulanan edisi tersebut belum juga jadi ada apa dengan bank BNI..?

Sesulit itukah progam pemerintah yang notebene bantuan tersebut untuk kepentingan masyarakat yang benar-benat tepat sasaran, akan tetapi Fakta dilapangan tidaklah mudah bahkan terlihat  carut marut pelaksanaanya.

Dan disaat awak Media  Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia / etabloidfbi.com  ingin wawancara terkait masalah tersebut dengan kepala BNI, perihal temuan di lapangan mengenai progam BPNT, yang keseluruhanya di kelola oleh BNI sebagai plat merah, dengan adanya kejanggalan atau krisual di lapangan sewajarnya sebagai sosial control mempertanyakan hal tersebut, namun kepala bank BNI tidak bisa di temui “Maaf bapak sedang rapat rapat,”  terang Rizal salah seorang Staf Bank BNI  bagian umum

Ditambahkan oleh Rizal  “maaf pak terkait wartawan yang ingin wawancara tolong dibuatkan Surat  permohonan dari Pimpinan Redaksi untuk wawancara dengan Kepala BNI,” Ujarnya.

Menanggapi hal seperti ini secara prosedural wartawan etabloidfbi.com sudah memperlihatkan KTA dan Surat tugas namun tetap tidak di perkenankan menemui kepala BNI dengan alasan sedang sibuk rapat, dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah selama progam BPNT di kelola oleh Bank Plat Merah (BNI) apakah sudah transfaran.? atau mungkin diduga adanya permainan curang dengan para pemilik suplayer untuk memuluskan progam tersebut hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah..? akan tetapi tetap saja Rakyat kecil yang akan menjadi Korbannya.

Sampai berita ini di turunkan kepala Bank BNI  belum bisa diwawancarai terkait adanya temuan di lapangan yang perlu di klarifikasi

bersambung…!!!

Reporter : Asep hermawan/HS

Editor : Yahya Heriansyah 

Tinggalkan Balasan