DI DUGA OKNUM KEPALA DESA MEMBANGUN GEDUNG POSYANDU BERADA DI TANAH WAKAF UNTUK MAKAM

 

Etabloidfbi.com Lampung barat.-

Di duga Pembangunan gedung posyandu di wilayah dusun suka jaya,pekon pura mekar, kecamatan gedung surian, Kabupaten Lampung barat berada di tanah wakaf untuk makam sebagaimana hasol investigasi dari wartawan pada hari selasa 08.06.2021

Oknum kepala desa inisial (A) tidak mencerminkan sebagai kepala desa yang baik,karena tanah wakaf untuk makam di bangunkan gedung Posyandu,dari informasi yang kita dapat tanah tersebut berada di dusun suka jaya,

Dari penulusuran kami di lapangan kami menjumpai tokoh masyarakat,tokoh agama dan masyarakat setempat dan mereka memberikan informasi ke awak media etabloidfbi.com atau TFBI (tabloid forum Bhayangkara indonesi)

“Benar sekali gedung pasyandu tersebut berada di tanah wakaf makam,kami masyarakat tidak tahu kenapa tanah makam tersebut di bangun gedung posyandu,karena dari awal mau di bangunnya gedung posyandu tidak ada omongan sedikit pun dari kepala desa, bahkan masyarakat bertanya kepada saya, saya tidak bisa menjawab karena tidak tahu kenapa tanah makam di bangun gedung posyandu,”
Ucap tokoh agama yang enggan di sebutkan nama nya

Dari keterangan tokoh agama kami terus mencari informasi kebenaran tersebut dan kami awak media menjumpai masyarakat dan tokoh masyarakat dan mereka memberi informasi lebih akurat

“Benar sekali tanah itu wakaf dari bapak Ahmad untuk makam,bahkan tanah tersebut sudah bersertifikat,saya sempat menjumpai kepala desa untuk menanyakan permasalahan tanah wakaf untuk makam di bangun gedung posyandu tersebut,menurut kepala desa saya sudah menjumpai tokoh-tokoh yang ada di dusun tersebut,tapi saya tidak percaya begitu saja dengan ucapan kepala desa,saya diam-diam menanyakan ke tokoh-tokoh yang ada di dusun kami,dan mereka menjelaskan bahwa mereka tidak pernah di datangi kepala desa untuk membahas tanah tersebut, bahkan merekapun tidak tau persoalan tersebut,”
Ucap tokoh dan masyarakat

Bahkan masyarakat mempertanyakan gedung posyandu tesebut yang menghabiskan dana yang sangat besar,
Yakni 99 juta lebih,bahkan mau mencapai 100 juta,dengan luas bangunan hanya 7×5,apakah wajar dengan nominal sebesar itu

Menurut keterangan dari tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat,kepala desa pura mekar inisial(A) sudah sangat menyalahi aturan,tanah yang di wakafkan buat makam di buat gedung posyandu,yang jadi persoalan apakah bisa tanah yang sudah di wakaf kan untuk makam di wakaf kan kembali untuk gedung posyandu, sedangkan yang mewakafkan tanah makam tersebut sudah meninggal dunia

Sampai berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi sedikitpun dari kepala desa inisial (A).
Asep Zakaria

Tinggalkan Balasan