Desa Cikuda Kab.Bogor, Diduga Sunat Dana Hibah RTLH

etabloidfbi.com Kabupaten Bogor.

ditengah pandemi covid 19 pemerintah pusat tidak sedikit kucurkan dana untuk masyarakat yang tidak mampu guna membantu kesejahteraan masyarakat,yang disalurkan melalui kantor desa setempat masing masing di setiap daerah,terutama wilayah kabupaten bogor barat khususnya, yang baru-baru ini telah mendapatkan dana hibah yaitu program RTLH ( rumah tidak layak huni ).

Sumber dana tersebut di ambil dari APBD dengan jumlah 15.000.000 ( lima belas juta rupiah ) unit,harapan masyarakat dana tersebut dapat dinikmati dengan layak namun harapan itu terputus karena ada onkum pemerintah desa cikuda-kecamatan parung panjang bogor yang diduga memotong anggaran sebesar 2,000,000 ( dua juta rupiah ),aturan yang sudah ditetapkan dan diberikan kepada penerima manfaat sebesar 15,000,000 ( lima belas juta rupiah )berbentuk bahan bangunan namun diduga disunat 2,000,000 ( dua juta rupiah ) oleh para oknum perangkat desa cikuda.

Dari hasil investigasi tim awak media bersama aliansi indonesia menemukan kejanggalan didalam pelaksaanaan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) salah satunya di Rt 002/001 kampung rabak wetan desa cikuda parung panjang, “ibu eni” adalah salah satu penerima manfaat dari 6 Rw lainya, namun sangat disayangkan jumlah bahan bangunan yang diterima tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan.

Diantaranya ibu eni hanya mendapatkan,harbel 4 kubik,asbes,12 lembar,balok 15 batang,semen 4 sak dan semen harbel 3 sak,pasir 2 mobil cary,jendela 3,pintu triplek 2,dan paku 3 kg,itulah pengakuan ibu eni selaku penerima dana hibah,bahkan ia mengatakan seolah merasa dibodohi oleh perangkat desa sebab dana terebut tidak sesuai dengan nominal bangunan yang diterima,menurut penerima manfaat jika di total itu paling 8,000,000 ( delapan juta rupiah ) dan ongkos tukang pun isu nya 3,000,000 untuk 10 hari kerja dengan 2 tukang 1 kernet, dan disetiap penerima manfaat menayakan kepada perangkat desa bukti pembelian kwitasi bahan bangunan namun tidak diberikan seolah bersifat rahasia,” ujar warga dan penerima manfaat kepada tim awak media.

Selanjutnya team pun mendatangi kepala desa cikuda SANIYANI setempat guna menkonfirmasi terkait dugaan potongan dana hibah tersebut namun alhasil kades tidak ada ditempat,dan kemudian bertemu dengan sekertaris desa RIDWAN dan ia memberikan keterangan singkat. Dalam keterangan nya mengatakan, bahwa pelaksanaan untuk RTLH kami dapat 7 unit itu sudah selesai dan didampingi dari tim pelaksana kecamatan setempat adapun SPJ ( surat petanggung jawaban) itu sudah selesai ujar sekdes ridwan diruang kerjanya.”

Dugaan kasus tersebut akan segera di laporkan oleh sandi sebagai ketua aliansi indonesia ( BPAN badan penelitian aset negara) yang pada saat itu turut mengontrol ke lapangan dan menemukan sebuah kejanggalan, sandi pun mengatakan tidak akan tinggal diam demi kepentingan masyarakat,ia akan melayangkan surat dan bukti yang ditemukan untuk dilaporkan terutama kepada kejaksaan tinggi kabupaten bogor dan meminta agar aparat penegak hukum segera mengambil sikap dan bertindak tegas kepada penyalah guna anggaran dana hibah yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui desa, agar dana hibah tersebut tidak disalah gunakan oleh oknum kades terutama di wilayah kabupaten bogor, yang sekarang marak di duga banyak penyimpangan aturan dalam pelaksanaan program di desa terutama perogram RTLH ( rumah tidak layak Huni ) ujar sandi”
( team )

Tinggalkan Balasan