Dana RUTILAHU Di Desa Kemang Kab.Bogor-Jabar, Kuat Dugaan Di Manipulasi Perangkat Desa

etabloidfbi.com  Kabupaten Bogor.

Berbagai Upaya di lakukan pemerintah kabupaten Bogor Jawa barat dalam mensejahterakan masyarakatnya, di saat pandemi melanda di Indonesia sampai saat ini terus berjalan. Hal itu di lakukan guna memberantas kemiskinan, salah satu nya dengan cara menyalurkan progam RTLH ( rumah tidak layak huni ) yang bersumber dana APBD Kabupaten Bogor Jawa barat, di tiap daerah khususnya Kabupaten Bogor,yang tersebar luas di 40 Kecamatan 416 desa.

Patut di sayangkan pasalnya anggaran senilai Rp.15,jt ( lima belas juta rupiah ) tersebut, kuat dugaan dijadikan ajang korupsi para oknum perangkat desa yang di berikan mandat kepercayaan oleh Pemkab Bogor menjadi disalah gunakan sehingga merugikan para KPM,( keluarga penerima manfaat ), sangat terasa.

Modusnya sederhana, dana bantuan anggaran yang seharusnya full di terima warga tidak mampu malah di sunat, dengan cara mereka reka laporan saat membelanjakan ke toko material oleh oknum nya, di sinyalir hanya untuk meraup keuntungan pribadi.

Baca Juga : https://etabloidfbi.com/kades-bojong-baru-kab-bogor-di-duga-tilap-dana-rutilahu-warga/

Di antaranya Desa Kemang, yang mendapatkan bantuan anggaran RTLH di temukan banyak kejanggalan di dalam pelaksanaan program terutama RTLH yang di temukan tidak maksimal. Hasil penelusuran awak media di lapangan di temukan salah satu KPM di bodohi oleh oknum pelaksana sekaligus perangkat Desa, sebab anggaran yang sudah di tentukan di nilai tidak maksimal dan tidak sesuai RAB ( Rencana anggaran biaya ) . Salah satunya, ibu nara, warga Rt/05 Rw/10. Dirinya menjelaskan, apa saja bahan material yang di terima oleh nya.
“Bahan meterial yang saya terima hanya asbes kurang lebih 34 lembar, semen, hebel 1/2 kubik, perekat, pasir. Saya sama Mantu minta uang sebesar Rp.7 jt buat bayar tukang sama beli kayu, kalau di beliin takut pada bengkok, itu juga tidak di kasih semua uangnya masih ada sisa sampe sekarang,” jelas Ibu Nara, kepada awak media.

Lanjut, kata Bu Nara menceritakan,” Serondoyan ( canopi) depan rumah, saya pakai duit sendiri dapat dari arisan karena uang bantuan tidak cukup,” jelasnya. (25/02/2021). Saat di Konfirmasi Ketua TPK ( tim pelaksana kerja ) Desa Kemang,Ishak di dampingi Sekretaris Desa Kemang Rahmat membenarkan bahwa betul ibu nara adalah salah satu warga di antara ke 7 penerima KPM RTLH, namun ia membantah dengan adaanya dugaan kejanggalan program RTLH dan memperlihatkan by date otentik guna mensinkronkan, lalu ishak menjelaskan,” untuk ibu nara dirinya sudah memberikan bahan matrial, yaitu seperti keramik, kayu, hebel semen, baja ringan dan jumlah uang Rp.7,jt di berikan kepada ibu nara, kemudian di potong pajak 11,5%” ujar ishak.

Dari pernyataan tersebut dinilai ada sebuah kejanggalan sebab, ibu nara tidak merasa terima keramik, dan baja ringan. Setelah di analisa, di duga laporan tersebut fiktif, dan perlu di audit secara real. Tidak hanya itu, pembahasan aturan pun di lontarkan oleh Ketua TPK kepada wartawan, bahwa aturan pemberian uang tunai itu menyalahi, namun faktanya pemberian uang tunai tetap di lakukan, kemudian berdasarkan informasi di lapangan tahun 2019 sebelumnya anggaran RTLH Rp10,jt juga di duga di berikan secara tunai kepada KPM apakah hal tersebut tidak menyalahi aturan?, dan tahun 2020 kini terulang kembali meskipun uang dan bahan matrial dengan sedikit konsep yang berbeda, yaitu bahan matrial sedikit dan selebihnya di berikan uang tunai untuk belanja sendiri di berikan kepada KPM.

“Kami selaku control di masyarakat, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan aparat penegak hukum melakukan langkah langkah, untuk menghentikan ulah para oknum aparatur desa tersebut, agar melakukan audit anggaran dana Hibah itu, khususnya di Desa Kemang Kecamatan Kemang. Kedepannya agar tidak terjadi lagi tindak pidana korupsi demi kesejahteraan masyarakat miskin sebagai penerima manfaat,” terang Ishak.
( team )

Tinggalkan Balasan