Dana Program Keluarga Harapan Kena Tilap Bertahun, Lurah:Sudah Clear itu!

etabloidfbi.com Kota Tangerang.–

Sungguh malang di alami warga Kampung gebang Rw02/Rt03. Kelurahan.Sangiang jaya, kecamatan Priuk Kota tangerang-Banten ini. Pasalnya,” sejak dirinya terdaftar sebagai penerima Program Harapan Keluarga(PKH) pada tanggal 01/01/2016, sampai dengan tanggal 08/07/2020, belum merasakan bantuan yang di sediakan pemerintah.

Peristiwa itu di alami ibu Sunarti,” terdaftar penerima kartu keluarga sejahtera (KKS) BNI pandai bansos,no rek.056766xxx cabang Tangerang.

Peristiwa tersebut turut di benarkan Dinas sosial kota Tangerang, berawal dari laporan masyarakat ke Dinas sosial, terkait adanya salah satu warga yang mengalami peristiwa itu dan langsung melakukan uji petik di lapangan.

Suli Rosadi, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang mengatakan,” kita langsung melakukan uji petik lapangan saat menerima laporan masyarakat tersebut. Pagi ini langsung saya arahkan ke Kabid Dayansos, dan langsung di tindak lanjuti saat ini telah di lakukan mediasi,” terangnya saat di konfirmasi awak media.(29/07/2020).

Suli menambahkan,” “Laporkan setiap kejahatan apapun yang menyalahgunakan bantuan yang di berikan pemerintah, karena Dinas juga punya batasan monitor. Dengan adanya laporan laporan ini itu sangat membantu tugas kami,” ucapnya.

Dari keterangan lurah Sangiang jaya sendiri, mengakui peristiwa itu, dirinya mengarahkan untuk mendapatkan keterangan real nya supaya menemui PKSK, di kecamatan.

“Udah clear itu, cuma ada kendala di pencairan, yang initinya kemaren ada kesalahan nya,” ucap lurah saat di konfirmasi lewat telepon.

Saat team media mencoba menemui ibu Sunarti, di kediamannya, namun sedang tidak ada di kediamannya hingga berita ini dimuat.

Dari tanggapan lembaga swadaya masyarakat (LSM-KRAMK).Limrat Hutabarat mengatakan,” “Ketika sebuah peristiwa tindak pidana terjadi, itu tidak bisa di abaikan walaupun sudah di selesaikan secara kekeluargaan, karena sudah ada peristiwa, apalagi menyangkut anggaran sosial yang disediakan pemerintah,” kata Limrat.

Dirinya mengatakan, dalam waktu dekat ini akan menyurati intansi terkait, supaya melakukan proses hukum, untuk membuat efek jera kepada pelaku dan pembelajaran untuk kedepannya supaya jangan lagi ada peristiwa yang memilukan seperti ini.

(Nurdin S)

Tinggalkan Balasan