Dana Alokasi Khusus (DAK) swakelola tahun 2019/2020 Diduga Jadi Ajang Bisnis kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Sanggau Kalbar

etabloidfbi.com, Sangau-.

Pelaksanaan DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun 2019/2020 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau ditengarai banyak masalah.

Pasalnya, berdasarkan juknis (petunjuk teknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa pelaksanaan DAK harus dilakukan secara swakelola.

Namun, fakta di lapangan diduga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sanggau melaksanakan DAK tersebut secara kontraktual atau dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Kami mendapatkan beberapa bukti kuat bahwa pihak Dinas Pendidikan Kab. Sanggau menunjuk langsung pemborongnya untuk melakukan rehab beberapa sekolah dengan menggunakan dana DAK tersebut.

Dan parahnya, ada dugaan intervensi dari kepala dinas ke beberapa sekolah agar rehab sekolah yang bersangkutan dilaksanakan oleh pemborong yang sudah ditunjuk oleh kadis”, jelas Zainul M. Yusuf, Ketua Aliansi Jurnalis Kalbar (AJK).

Menurutnya, pelaksnaan rehab sekolah dengan DAK tersebut seharusnya dilakukan secara swakelola, dimana pelaksananya ditunjuk oleh pihak komite sekolah.

“Sangat miris sekali, bahwa apa yang dilakukan oleh pihak dinas tersebut sudah tercium oleh pihak media dan LSM yang ada di Sanggau, namun tak satu pun dari media tersebut yang berusaha untuk mengekspos berita penyimpangan itu. Maka dari itu, AJK akan berupaya mengumpulkan kembali semua bukti penyimpangan tersebut, dan segera melaporkannya ke Polda Kalbar dan Kejaksaan Tinggi, serta ke Inspektorat Daerah Kalbar”, jelas Zainul.(Sy Mohsin)

Tinggalkan Balasan