BUKAN HANYA TUMPUL,DPRD KABUPATEN KERINCI TAK BERKUDIK KETIKA PEMERKOSAAN DI SEKUMPAL TANAH SURGA TERJADI

 

etabloidfbi.com KERINCI.–

 

Seperti lantunan sebuah lagu, “entah apa yang merasuki mu” kata-kata itulah yang pantas di tujukan pada DPRD Kabupaten Kerinci dari waktu ke waktu, betapa tidak, sudah puluhan kali di beritakan dan di tampilkan berbagai media tentang penambangan galian C ilegal pemerkosaan terhadap bumi sakti ataupun segumpal tanah surga selalu terjadi dan aktivitas tersebut berjalan setiap hari.

Karena terkesan terjadi pembiaran maka para penambang ilegalpun tak segan segan melakukan hal itu meskipun hal itu membahayakan bagi masyarakat dan otomatis merusak ekosistem yang ada di sekitarnya, bahkan ada yang nekat membuka lokasi tambang galian C hanya berjarak lima meter dari jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Kerinci dan Sumatera Barat,tepatnya di desa Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerinci.

Salah satu warga desa Ujung Ladang (MD) saat dikomfirmasi menjelaskan “Kami tak tahu harus bagimana, dulu kami dari pemerintah desa telah membuat keputusan melalui rapat desa untuk melarang siapapun yang membuka pertambangan galian C disini, karena lokasi perumahan sebagian besar berada di atas tebing sungai yang sangat beresiko terjadinya longsor bila ada galian di area permukiman penduduk, selain merusak ekosistem hal ini juga dapat mengancam putusnya akses jalan nasional ke Sumbar dan ini bisa dibilang jalan satu-satunya yang di lewati segala jenis kendaraan kerinci sumbar tapi gak ada kejelasan mengenai keputusan itu entah nyangkut dimana” ungkapnya.

Ironisnya jalan tersebut dilewati oleh beberapa anggota DPRD hampir setiap hari mereka melewati jalan tersebut,mereka seakan-akan tutup mata dengan hal itu .

Masyarakat Desa Ujung Ladang sangat berharap DPRD benar-benar dapat menanggapi aspirasi mereka untuk menutup galian  C di desa ujung ladang yang mereka maksud dan di tindak lanjuti bukan di dengarkan saja agar terlihat perbedaan tindakan selaku wakil rakyat yang berjuang untuk rakyat dengan tindakan anak TK PAUT yang labih banyak mendengar dari pada berbuat.

(Domi Naldi)

Tinggalkan Balasan