BST Membawa Bencana, Wakil Ketua BPD Kena Keroyok

etabloidfbi.com Kab OKU

Seorang anggota BPD (Badan Pengawas Desa) Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kedaton Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, di keroyok dan di ancam aparat desa, kamis, 28/05/2020 .

Peristiwa ini dialami oleh wakil ketua BPD bernama Indra Sandi, yang saat itu tengah melakukan pengawasan pelaksanaan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di kantor desa Rantau Panjang. Kecamatan Kedaton Raya,Kab OKU, yang dihadiri oleh Camat, Babinsa, Bhabinkantimas, dan tokoh masyarakat serta masyarakat penerima (BST).

Menurut penuturan Korban Indra Sandi saat dikomfirmasi melalui via telpon membenarkan kejadian itu dan menjelaskan kronologi kejadiannya.

Ibu Ana seorang Guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beralamatkan di Baturaja, namun tinggal di Desa Rantau Panjang, JAMAL Kepala Desa Rantau Panjang dengan tegas menolak Ibu Ana sebagai Penerima (BST), pada saat itu anggota BPD Diduga Korban Penganiayaan mencoba memberikan Penjelasan kepada Kepala Desa bahwa ibu Ana termasuk dalam daftar penerima (BST) yang merupakan hasil Rapat Sekretaris Desa dan perangkat desa serta Ketua BPD dan anggota, namun belum selesai menjelasan dan menyampaikan hasil rapat tersebut , beberapa dari masyarakat dan Perangkat Desa Langsung mengeroyok dan memukuli Saya ,” ujar Indra sandi.

Atas kejadian Penganiayaan tersebut Korban (Indra sandi) melanjutkan dan melapor ke Polsek Peninjuan diterima oleh Ps. Kanit IK AIPDA, AHRIF atas laporan pengeroyokan.

Kanit Ps IK IPDA, Ahrif. saat dikonfimasi mengatakan

Pada hari kamis 28 Mei 2020 sekitar jam 14 05 Wib, di Kantor kepala desa Rantau panjang Kec .kedaton peninjauwan Raya Kap OKU, telah terjadi tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh EEn dan kawan kawan terhadap pelapor INDARA SANDI ( korban), dengan cara memukuli wajah dan kepala korban berapa kali, sehingga korban menglami luka lebam, mata sebelah kiri dan beberapa bengkak di kepala, Permasalahan ini bermula dari selah paham, atas dasar data Nama penerima bantuan tunai (BST) pada saat itu sedang melaksanakan pembagian kepada warga , atas kejadian tersebut akan kita tindak lanjuti dengan surat laporan terlampir ,” ujar Kanit Ps IK IPDA, Ahrif. (Hery setyanto)

Tinggalkan Balasan