BNN ajak insan Pers dukung tanggap ancaman Narkoba di Simalungun

 

etabloidfbi.com Parapat.–

Sebanyak 20 jurnalis di Siantar Simalungun mengikuti workshop penguatan kapasitas dalam rangka mendukung daerah tanggap ancaman narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun di Atsari Hotel Parapat, Kamis (24/02/2022).

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Simalungun Kompol Suhana SH. Msi. mengatakan untuk mendukung Kabupaten tanggap ancaman narkoba perlunya menggelar workshop bersama pihak media yang berfungsi menyampaikan berita terkait bahaya dan ancaman narkotika.

Suhana menjelaskan Indonesia sudah menjadi negara darurat narkoba, mengakibatkan efek yang sangat berbahaya dan langsung menyerang dan merusak otak generasi penerus bangsa.

Insan pers sebagai perpanjangan tangan dan informasi publik dan memiliki kekuatan menyuarakan kepentingan rakyat, Peran pers sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pemberitaan pembangunan yang bersinergi dengan BNN.

“Untuk itu, kami mengajak insan pers di Kabupaten Simalungun agar senantiasa memupuk kesadaran dan komitmen wartawan Indonesia berperan serta dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika sekaligus meningkatkan ketaatan wartawan pada kode etik jurnalistik, demi citra, kredibilitas dan integritas wartawan dan PWI Kabupaten Simalungun,” ujar Suhana dalam sambutan yang disampaikan.

Penanggulangan maraknya penyalahgunaan narkoba BNNK tidak akan bisa berjalan lancar tanpa kerjasama dengan insan media yang turut berpartisipasi menekan peredaran maupun pencegahan melalui informasi yang akurat dan efektif.

“Dengan harapan, melalui pemberitaan, masyarakat umum mempunyai kesempatan seluas-luasnya memperoleh informasi dan pengetahuan terhadap bahaya narkoba sehingga turut berperan membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN),” lanjut Suhana.

Sehingga dengan itu pers harus memperbaiki kualitas pemberitaan dan sedapat mungkin menghindari tren pemberitaan yang bias provokatif, bombastis Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga independensi media Sehingga tidak mengedepankan judul berita untuk menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan pembaca sehingga mengeklik link judul berita yang pada umumnya isi tidak sesuai dengan perkiraan.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Bapak Presiden Republik Indonesia menyatakan Indonesia Darurat Narkoba Masalah penyalahgunaan narkoba telah merambah sampai ke pelosok daerah dengan prevalensi jumlah penyalahguna Narkoba setahun pakai meningkat dan 1.80% setara dengan 3 419 188 jiwa pada tahun 2019 menjadi 1,95% setara dengan 3,662 646 jiwa di tahun 2021 Hal ini menimbulkan dampak kerugian secara ekonomi.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 20201 tentang RAN P43N Tahun 2020-2024, yaitu melakukan fasilitasi dan melaksanakan Rencana Aksi Nasional P4GN di daerah salah satunya Kaum Insan Pers Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Simalungun Tanggap Ancaman Narkoba menuju Kabupaten Bersinar (Bersih Narkoba). sangat dibutuhkan solidaritas dan kekompakan antar BNN Kabupaten Simalungun dengan media.

Sementar salah satu jurnalis dari Kompas TV Armeindo Sinaga, mengaku workshop itu sangat bermanfaat untuk membantunya dalam memahami kondisi sebenarnya dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, namun selain itu dia menekankan agar pihak BNN dan Kepolisian tetap melibatkan media dalam kegiatan operasi lapangan yang digelar kedua institusi (BNN-Polri red).

“Kami apresiasi workshop yang disampaikan, sangat edukatif dan kita dari media mendukung BNN dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas, kita juga sarankan dan minta bukan hanya sebatas info rilis berita yang disampaikan, namun agar pihak media dilibatkan langsung saat melakukan operasi lapangan saat melakukan pengamanan dan pemberantasan pelaku penyalahgunaan narkotika,” pungkas Armeindo. (Feri)

Tinggalkan Balasan