Berjalan Kaki Dari Palangkaraya Menuju Haul Guru Sekumpul

Kalteng – etabloidfbi.com

Diunggah dari FB Group Abah Guru Sekumpul Kisah perjalanan Ridwan Efendie (35 Tahun) pemuda asal kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini, nekad berjalan kaki dari kota asalnya hanya untuk menghadiri Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul. Perbuatan dia ini kontan membuat heboh jagat maya banua. Bahkan tak jarang membuat viral dari beberapa unggahan foto dan video.

Berangkat sejak Jumat, 1 Maret 2019, pria yang akrab disapa Fendi ini menempuh jarak sekitar 223 Kilometer dari rumahnya di Kota Palangka (propinsi Kalteng) ke kota Martapura (Kab Banjar, Propinsi Kalsel). Fendi akhirnya tiba di kota Martapura, sore Kamis (7 Maret 2019) menjelang Maghrib. Sesaat memasuki perbatasan kota Martapura, Ridwan dikawal dan disambut oleh banyak relawan, penduduk sekitar, yang menemani dia berjalan hingga tiba di Sekumpul, lokasi akan diadakannya haul akbar ulama yg dicintainya Syeikh Sayyidi Sekumpul, Syaikhona Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.

Hanya dengan bekal seadanya, aksi Fendi memang tergolong nekad. Hanya mengenakan celana jeans yg robek di beberapa bagian, kaos panjang warna merah dan jaket, pakai topi purun dan hanya bersandal jepit langkah Fendi tampak tegap. Yang agak khas dari tampilannya, Fendi memegang sebuah tongkat kayu. Aksi Fendi ini juga pertama kalinya dilakukan muhibbin sekumpul, sejak Haul digelar 14 tahun lalu dan untuk pertama kalinya juga bagi Fendi menghadiri Haul ini.

Kalau malam tiba, Fendi berusaha menginap di mushala atau langgar yang dia temui. Sesudah shalat subuh, perjalanan kembali dia lanjutkan. Nah Rupanya aksi Fendi ini sudah terdeteksi oleh netizen dalam beberapa hari terakhir. Hingga rute perjalanan dan kemajuan langkahnya selalu dilaporkan para muhibbin melalui banyak platform media sosial. Banyak yang memuat fotonya, dan tentu saja video perjalan dia seorang diri itu.

Tak jarang di tengah jalan, dia disanggongi para muhibbin yang mengenal dia dari banyak unggahan di medsos, hanya sekadar memberi dia bekal, atau tumpangan istirahat kala malam hari tiba. atau bahkan tumpangan tatkala dia tidak sanggup lagi berjalan karena kakinya lecet, melepuh dan kram.

Sampainya dia di Lokasi sambutan Hangat dari para penjemputnya ketika tiba di sekumpul, 2 hari menjelang puncak acara Haul sang Wali Qutub. Dia juga diberi pakaian muslim, dikasih hidangan, dan tempat menginap, dan bahkan mendapat keistimewaan ketika ziarah ke kubah Abah Guru Sekumpul.

Tidak ada maksud saya untuk divirallkan, saya hanya ingin membuktikan kecintaan saya pada Abah Guru dengan kesanggupan saya berjalan kaki, sekedar membulatkan niat saya,” ujarnya kepada para wartawan. (Yahya Heriansyah)

Tinggalkan Balasan