Bawaslu OKU Menggelar Acara Talk Show

etabloidfbi.com Kab OKU. —

Bawaslu menggelar acara Talk Show dengan tema ” Pilkada OKU dalam perspektif Pandemi Covid – 19 ” Psada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati OKU tahun 2020

Demokrasi di Bangsa ini tidak akan Sukses bilah hanya mengandalkan Bawaslu dan KPU semuanya perlu berperan aktif Mewujudkannya

Hadir dalam acara ini empat nara sumber yaiti ” Junaidi Ahmad perwakilan Bawaslu Provinsi , Ketua Bawaslu OKU Dewantara Jaya , Ketua KPU kab OKU Naning Wijaya , Dandim 0403 OKU Letkol Arh Tan Kurniawan S .AP, M.IP ,.Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga , S, ik, MH, Rektor Unbada Ir. Lindawati , Perwakilan Ormas dan Awak media.

Kapolres OKU mengatakan ” Polres siap menerima laporan apabila ada pelanggaran hukum di pilkada OKU , namun harus lapor dulu ke Bawaslu ” ujar kapolres

Terkait pandemi Covid- 19 Kapolres menyampaikan agar semuanya harus sesuai standar protokol kesehatan , terutama memakai masker , bila melanggar maka akan ada sangsi yang di kenakan ,

Kapolres OKU menambahkan ” untuk kampanye tidak boleh lebih dari 100 orang dan wajib memakai masker dan jaga jarak

Dandim 0403 OKU ” menyampaikan untuk kali ini pelaksanaan pilkada berbeda dengan sebelumnya di karnakan adanya pandemi Covid -19 ada perubahan dalam tahapa pelaksanaanya mulaii dari perubahan waktu yg terpaksa mundur , cara kampanye serta pelaksanaan hari H yang di batasi oleh aturan protokol kesehatan.

Dandim mengatakan ada nya pembatasan masyarakat sekala besar, ada sisi positif nya menguntungkan artinya dengan sedikit nya orang orang berkumpul maka di harapkan lebih aman dan kondusif,” mari kita bersinergi mewujudkan situasi yang aman dan damai serta kondusif dalam pilkada OKU ” kata Dandim 0403 OKU .

Ketua KPU Naning Wijaya, ST, mengatakan bahwa pilkada OKU kali ini kemungkinan calon tunggal , dan tidak lah tabu bila calon Bupati dan Wakil Bupati nantinya melawan Kolom Kosong dan yang paling penting bila semua pihak mengikuti standar protokol kesehatan maka kita akan terhindar dari malasah Covid -19 .

Fenomena kini banyak poling poling yang tidak sah beredar di masyarakat , tolong daptarkan ke pada KPU terkait lembaga poling tersebut agar kita tau lembaga mana yang sah maupun tidak ” ujar Naning Wijaya .

Pada saat sesi tanya jawab di pertanyakan terkait Kolom Kosong, Naning Wijaya mengatakan ,kalau untuk kolom kosong tidak bisa mendaptar sebagai tim kampanye pada KPU, tapi untuk di luar ya Sah Sah saja karna itu hak dari masing masinh individu, Yang jelas Kolom Kosong tidak bisa memiliki saksi di TPS, tapi pencoblosan kolom kosong jelas di hitung.

Ketua Bawaslu provinsi menambahkan terkait kolom kosong ” mengajak orang untuk memilih , mendrklarasikan diri sebagai tim sosialisasi bagian kolom kosong dan sejenis nya maka semua itu tidak ada larangan , hal tersebut sah sah saja .yang di larang bila mengajak orang lain untuk tidak memilih karna itu ada pidananya .

Hery setyanto

Tinggalkan Balasan