Anggota DPRD Sumut Desak APH Segera Menutup Galian C di Perbukitan Danau Toba “Jika Tidak Mampu Buka Baju”

etabloidfbi.com – TOBA.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara meminta Aparat Penagak Hukum ( APH ) agar segera menutup seluruh aktivitas Galian C yang berlokasi disekitar Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan dan Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba

Demikian disampaikan Viktor Silaen dari Fraksi Golkar didampingi Gusmiyadi dari Fraksi Gerindra Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara ketika meninjau seluruh Galian C yang menjamur di Perbukitan Danau Toba, Rabu ( 17/03/2021 )

Viktor Silaen mengatakan, menjamurnya aktivitas Galian C membuat beberapa perbukitan Danau Toba rusak parah dan terlihat sudah Gundul, hal ini tentu semakin memperbesar kerusakan lingkungan, maraknya Galian C di perbukitan Danau Toba diduga karna ada pembiaran dari pihak aparat penegak hukum

“Pengeruk perbukitan Danau Toba yang dilakukan para penambang liar ini jelas sudah merusak ekosistem alam dan merusak keindahan alam Kawasan Danau Toba, ini tidak boleh dibiarkan terus menerus, intansi terkait harus segera turun untuk menutup seluruh Galian C yang ada di Perbukitan Danau Toba,” ujar Viktor Silaen didampingi Gusmiyadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara

“Melihat kerusakan Alam perbukitan Desa Siregar Aek Nalas dan perbukitan Desa Horsik yang cukup parah, Saya meminta intansi yang terkait agar segera menghentikan dan menangkap Penambang Liar ini, Karma para Penambang Liar ini dinilai telah kesengajaan melakukan perusakan Alam Perbukitan dan pelakunya harus segera di tangkap” tambahnya

Viktor juga mengatakan, “Penambang Liar ini dinilai telah terjadi ada unsur kesengajaan merusak Perbukitan dan pelakunya harus segera di tangkap , Ini bisa jadi bencana suatu hari jika tidak segera di hentikan,” katanya lagi.

“Kami juga yakin bahwa kegiatan penambangan itu tidak memiliki izin alias ilegal, yang namanya ilegal harus tertibkan, kalau intansi terkait tidak mampu menghentikan kegiatan penambangan Ilegal ini silakan BUKA BAJU dan Silahkan mundur dari Jabarnya, dan jangan lagi kerja di instansi itu,” pungkas Viktor Dengan Nada Tinggi

Kepada masyarakat saya berharap untuk saling menjaga lingkungan perbukitan, Demi menjaga Keindahan Alam Kawasan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Wisata Internasional

Selanjutnya Gusmiyadi juga menyampaikan, bahwa aktivitas Galian C yang mengambil bebatuan cadas dengan cara mengeruk perbukitan Danau Toba jelas telah merusak keindahan alam Kawasan Danau Toba dan merusak ekosistem Danau karena ada penghancuran pepohonan sekitar perbukitan

“Jika penambangan liar terus berlanjut, resapan air sekitar akan berkurang.“Ini sangat berbahaya, jika hutan sudah gundul bisa terjadi erosi dan bencana alam lain akan menanti. Hutan, sebagai penyangga, kalau terganggu jelas sangat berbahaya. Harus segera disikapi dengan cara menutup seluruh aktivitas Galian C diperbukitan Danau Toba.”ujar Gusmiyadi

Marga Sinaga salah satu warga mengatakan, bahwa galian C llegal ini sudah cukup lama beroperasi, namum Aparat Penagak Hukum ( APH ) diduga menutup mata dengan kerusakan perbukitan ini,

Selain itu, untuk membuka lahan Galian C yang baru, mereka terlebih dahulu membakar perbukitan Danau Toba agar batu-batuan tersebut terlihat secara jelas,”ujar Sinaga

M Sinaga juga mengatakan, “bahwa setiap hari puluhan kapal lalu lalang untuk mengangkut batu dari hasil pengerukan dari perbukitan Danau Toba, sehingga membuat perbukitan Danau Toba terlihat gundul dan sangat memprihatinkan,” katanya

“Batu-batuan tersebut, terlihat diantar ke arah Balige dengan menggunakan kapal dan sebagian lagi ke terlihat menuju Kabupaten Samosir menggunakan kapal batu juga”.

Amatan dilokasi para penambang yang diduga tidak memiliki izin alias ilegal terlihat sedang mengeruk perbukitan dan mengambil bebatuan untuk dibawa ke berbagai lokasi menggunakan kapal, seperti Kota Balige, Ajibata dan Porsea dan Kabupaten Samosir

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya, S.I.K ketika dikonfirmasi maraknya Galian C ilegal dan terkait pernyataan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara yang menyebutkan dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas Galian C ilegal mengatakan,

Nanti kita sesuaikan dengan aturan,”ujar Kapolres.

(Feri)

Tinggalkan Balasan