Alat Rapid Test Yang Terlihat Sama Namun Hasil Pemeriksaan Berbeda

etabloidfbi.com, BATAM –

Pasien yang tidak ingin disebut namanya mendatangi Laboratorium Klinik dan Rontgen Promed di Jalan Raden Patah Blok I No.3-5 Batam, pada Senin (23/06/2020) untuk melakukan Rapid Test biaya yang dikenakan sebesar Rp.300.000,-.

Menurut keterangan pasien saat diambil sampel darahnya dan dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Test Kit, kemudian menunggu hasil pemeriksaan rapid test yang membutuhkan waktu 10-15 menit. Selanjutnya hasil dari alat test kit menunjukkan garis C yang menandakan Non Reaktif namun surat keterangan medis yang dikeluarkan tertanggal 23 Juni 2020 dan ditandatangani oleh Dr. Soritua Sarumpaet Sp.PD, FINASIM dengan hasil Test Rapid SARS COV-2 Antibody IgM/IgG perihal Covid-19 adalah Reaktif.

“Sesudah diambil sampel darah saya, saya menunggu 10-15 menit untuk hasil test kit, dan pada waktu itu juga antrian lumayan banyak yang mau rapid test. Setelah menunggu akhirnya saya mendapatkan hasilnya nampak di alat test kit ada garis yang sejajar dengan huruf C, itukan artinya Non Reaktif tapi di surat keterangan yang dikeluarkan Dokter Klinik Promed kok bisa hasilnya Reaktif. Jelas Pasien yang tidak ingin disebutkan namanya.

Setelah surat keterangan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan menyatakan reaktif pasien pun merasa panik, mental dan psikologisnya down. Saat pihak keluarga pasien mendengar hasil rapid test tersebut langsung komplen, segera pihak keluarga mendatangi Klinik Promed dan meminta klarifikasi kepada Dr. Soritua Sarumpaet Sp.PD yang menangani mengapa hasil alat test kit dengan surat keterangan berbeda.

Saat itu dokter menyampaikan bahwa metode pemeriksaan beda-beda, dikarenakan saat melihat garis yang ada di alat test kit samar-samar, sehingga kami memastikan reaktif meskipun garis di alat test kit menunjukkan digaris C dan Dr. Soritua Sarumpaet Sp.PD menegaskan tidak ada kekeliruan dalam pemeriksaan.

“Metode macam2, bisa dilihat sebelum 15 menit, setelah 15 menit bisa saja berubah samar2 aja jadi kita curiga. Kalo sekarang tak bisa harus tadi, makanya kami bikin reaktif”. Tegas Soritua.

Dari hasil wawancara awak media TFBI kepada pihak keluarga pasien menyatakan bahwa di hari yang sama berselang beberapa jam setelah dari Klinik Promed, pihak keluarga membawa pasien ke Klinik Medilab yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Komplek Sukajadi Blok J No.3A-6, Batam dengan menggunakan alat test kit yang terlihat sama namun sedikit berbeda dan hasilnya Non Reaktif.

“Setelah mendapatkan hasil dari Klinik Promed yang hasilnya berbeda, kami pihak keluarga tidak puas lalu membawa pasien ke Klinik Medilab untuk melakukan rapid test ulang dan hasilnya sama, antara alat test kit yang menunjukkan digaris C dengan dengan surat keterangan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan Klinik Medilab. Ungkap salah satu keluarga pasien yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dari hasil keterangan yang didapat awak media TFBI dari pihak keluarga pasien, awak media TFBI langsung melakukan klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi melalui pesan whatsapp terkait standar alat test kit yang digunakan namun belum mendapatkan jawaban yang jelas dari Kepala Dinas Kota Batam, dan via pesan whatsapp hanya mendapat jawaban singkat Ntar kita telusuri dulu”. Kata Didi. (Ferdi)

Tinggalkan Balasan