Akibat Jalan Rusak, Sering Terjadi Mobil Terperosok di Siring dan Jurang

 

etabloidfbi.com Bengkulu.-

Air Padang- Diduga akibat kondisi jalan yang rusak sebuah mobil sedan vios terperosok di siring desa Retes kec Air Padang, kabupaten Arga makmur, minggu (16/5/2021).

Akibat insiden tersebut mobil vios yang di tumpangi (Hm) dalam kondisi pecah ban, body mobil dan pemper rusak, walau pun sopir dan keluwarga yang ikut rombongan itu tidak mengalami luka apa pun, namun membuat mereka troma akan seringnya kejadian mobil masuk jurang, terperosok, gak bisa daki ke atas akibat jalannya licin apa lagi kalau diguyur hujan jalan tidak bisa di lalui mobil, belom lagi kalau pas mendaki berpapasan dengan mobil lain itu yang kadang harus lebih was-was dan hati-hati karna ruas jalan yang sempit, bahkan mobil yang sudah masuk ke desa retes dan desa talang ulu pasti terjebak didalam desa tersebut dan menginap nunggu hujan reda sampai jalan mengering baru bisa di lalui.

Menurut informasi yang dihimpun, terperosoknya mobil sedan vios itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Terperosoknya itu diduga diakibatkan karena kondisi jalan yang rusak parah di sepanjang jalan desa retes dan desa talang ulu, dua desa yang saling terisolir akibat jalan rusak dan dua desa yang paling ujung tidak ada desa lagi untuk menembus setelah desa retes dan talang ulu.

“Akibat jalanan rusak tepatnya di tanjakan desa retes mobil oleng gesing dan tidak terdaki akibatnya mobil mundur kebelakang, Kejadiannya sekitar jam 10.00 wib pagi,” ujar salah satu warga sekitar, (Jn) (23) kepada TFBI Bengkulu.id (16/5/2021).

Kata (Kn) kecelakaan, mobil terperosok dan mobil tidak bisa naik alias mundur di lokasi tersebut memang sering kali terjadi di tanjankan itu dekat sd desa retes, pasalnya tanjakan panjang berkelok dan jalannya rusak berlobang, karna sudah 20th dari dulu sampai sekarang baru sekali di aspal dan jalan tersebut tiap hari dilalui mobil-mobil bak truk pengangkut sawit dari warga

“Sering banget loh di situ tuh banyak kecelakaan, semenjak jalan berlubang besar. Seperti kecelakaan motor, banyak motor yang jatuh juga akibat kurangnya pencahayaan di sekitar situ,” terangnya.

Selain kondisi jalan rusak, kurangnya pencahayaan di sekitar jalan desa retes dan talang ulu seolah warga udah capek dan ogah untuk melaporkan kejadian seperti ini, padahal di desa itu ada dua jalan yang menghubungkan untuk masuk ke desa retes dan talang ulu akan tetapi jalan yang satu lagi lebih parah naiknya lebih tinggi dan curam.

Sebagai salah satu warga desa retes ia berharap pemerintah setempat segera menindak lanjuti permasalahan yang terjadi.

“Semoga bisa ditindak lanjutkan jalan yang menghubungkan desa retes dan talang ulu oleh pemerintah setempat,” ucapnya. Supaya anak-anak yang mahu sekolah, orang mahu bepergian, aktifitas sehari-hari merasa nyaman dan terlindungi. Ujarnya

( S.Sitompul )

Tinggalkan Balasan