Melengkapi Legal Standing Advokat Senior Minta Tunda Sidang Gugatan Ke P3HI

BANJARMASIN. TFBI. —

Sidang minggu ke tujuh gugatan para advokat senior Kalimantan Selatan terhadap Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) yang mengatasnamakan Perwakilan dari Empat Organisasi Advokat yang terdiri dari Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan juga menamakan diri sebagai TIM PENYELAMAT PROFISI DAN ETIKA ADVOKAT dengan agenda pembuktian LEGAL STANDING Penggugat di tunda 1 minggu kedepan, Kamis (20/2/2020) mendatang.

“Seharusnya dalam sidang hari ini penggugat yang dipimpin ABDULLAH memperlihatkan legal standing dan menjawab eksepsi atas gugatan mereka yang kami sampaikan Kamis (6/2/2020) kemaren dengan nomor perkara Nomor 112/Pdt.G/2019/PN Bjm tersebut,” ucap Hindarno, SH saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan seusai persidangan di gedung Pengadilan Negeri Banjarmasin, Jalan Mayjend Jl. D. I. Panjaitan No.27, Antasan Besar, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (13/2/2020).

Didampingi sejumlah advokat P3HI lainnya seperti Gerardus Wedo Rongga SH, Najib Ali SH, dan Muhammad Rafiq SHI mengatakan, dalam sidang yang sudah berlangsung, pihaknya menolak perpanjangan waktu yang diminta oleh Penggugat untuk menyampaikan jawaban atas eksepsi yang kami layangkan minggu kemaren.

“Tadi pihak Penggugat diketika sidang sudah dibuka oleh yang hakim yang mengadili perkara tesebut, kami meminta kepada majelis hakim untuk Penggugat menunjukan BAS dan KTA juga legal standing para Penggugat. Dan permintaaan kami diterima, ternyata Penggugat yang dihadiri hanya berdua oleh Penggugat yaitu Abdullah SH dan Muhammad Taupik SH tidak bisa menunjukan dengan alasan BAS dan KTA serta legal standing tertinggal dirumah,” tutur Hindarno yang diamini oleh seorang rekannya dalam persidangan Gerardus Wedo Rongga SH.

Diketahui dalam persidangan Gugatan Perwakilan 4 (Empat) Organisasi Advokat yang terdiri dari Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) yang mereka menamakan diri sebagai TIM PENYELAMAT PROFISI DAN ETIKA ADVOKAT, pihak penggugat meninta kepada majelis hakim dalam persidangan untuk menunda sidang seminggu kedepan dengan alasan BAS dan KTA serta legal standing tertinggal dirumah. “Ya sidang ditunda minggu depan, jika Penggugat tudak bisa memenuhi permintaan tergugat, maka sidang kita lanjutkan,” ujar Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin yang mengadili perkara Nomor 112/Pdt.G/2019/PN Bjm Pimpinan Moch. Yuli Hadi, SH, MH. (Sugian)

Tinggalkan Balasan