Advetorial

Dinas Perkim Kota Tangerang Bidang Pengelolah Air Minum Dan Air Limbah

Sebuah kota pasti memerlukan air bersih dalam jumlah yang cukup untuk di pakai dalam kegiatan kehidupan sehari hari.
Dalam kegiatan tersebut, air bersih yang terpakai akan terbuang dan menjadi kotor atau yang biasa di sebut air limbah. Air limbah ini berdampak buruk jika langsung di buang, tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu. Limbah yang di hasilkan oleh masyarakat maupun industri akan bertambah seiring meningkatnya kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, untuk penanganan masalah tersebut, maka di sebuah kota di perlukan sistem penyaluran air limbah dan instalansi pengelolaan air limbah, agar tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar.


Untuk meningkatkan kualitas efluen sebelum di buang ke badan air penerima, Pemerintah Daerah kota Tangerang mempunyai sistem penyaluran air limbah(sewerage) sistem pengelolaan air limbah tersebut adalah pengelolaan air limbah dengan sistem terpusat dan pengelolaan air limbah dengan sistem setempat.

Pengelolaan air bersih dengan sistem terpusat
Pengelolaan air limbah terpusat yang dimiliki pemerintah kota Tangerang adalah instalansi Air limbah Tanah tinggi kota Tangerang atau IPAL Tanah tinggi.
IPAL Tanah tinggi merupakan pengelolaan air limbah domestik yang dihasilkan warga kota Tangerang. Dalam pelayanannya, sistem penyaluran air limbah ( sewerage) Kota Tangerang ini melayani 2 kelurahan di kecamatan Tangerang yaitu kelurahan Sukasari, dan kelurahan Babakan.
Sistem ini meliputi sambungan rumah dengan sistem perpipaan, saluran pipa dan rumah pompa berada di kelurahan suka sari, dan Babakan yang berlokasi 1,5 Km dari daerah pelayanan.
IPAL Tanah tinggi melayani 2.758. sambungan rumah atau 13.790 jiwa masyarakat kota Tangerang yang terdiri dari 2.179 sambungan dari toilet dan bak pencuci, 218 unit dari bak cuci dan 361 sambungan rumah.

Pengelolaan Air Limbah Sistem Setempat
Pengelolaan air limbah dengan sistem setempat yang dimiliki pemerintah kota tangerang adalah IPLT Bawang yang berada di Jl.Bawang perumnas I dengan kapasitas IPLT sebesar 70 m3/ hari dengan luas area 9.522 m2, dan mulai di operasikan tanggal 23 Nopember 1999.
Pengelolaan air limbah sistem yang digunakan penduduk kota Tangerang adalah tangki septik dan jamban, untuk melayani penyedotan dan pengangkut lumpur tinja dari tangki septik ke IPLT Bawang, digunakan armada truk tinja. Hingga saat ini jumlah truk tinja yang di miliki Daerah pemerintah kota Tangerang adalah 13 unit.
Lumpur tinja dari truk tinja di masukkan ke dalam imhoff tank yang kemudian dialirkan ke dalam kolam oksidasi,kolam fakultatif dan kolam maturasi.
Penyaluran dari masing masing kolam dengan pengaliran secara gravitasi.
(Senin 12/05/2019. ADV).