Di Kota Tangerang Kasus Covid Melonjak, Ini Pesan Penting DPRD Komisi 2 Untuk Walikota

etabloidfbi.com Kota Tangerang.–

 

Memasuki bulan mei dan Juni 2021, lonjakan kasus Covid-19 di kota Tangerang memasuki fase kritis. Di lihat dari beberapa rumah sakit bahkan sampai overlood dan tidak mampu menampung pasien yang tertular oleh virus disease tersebut.

Atas keadaan yang sangat memprihatinkan itu, DPRD Komisi 2 kota Tangerang H.Saiful Millah, menyampaikan pesan penting kepada pemerintah kota Tangerang. Isi pesan tersebut mengingatkan agar tidak mengabaikan hal penting lain nya yang menyangkut kesehatan masyarakat. Pernyataan itu di sampaikan oleh politikus Golkar tersebut lewat siaran pers nya, 30 Juni 2021.

Dikatakan Abah, yang akrab di panggil, dalam sebulan terakhir, lebih dari tiga orang warga meninggal akibat tidak mendapat pertolongan di rumah sakit karena alasan sudah overlood, atau tidak ada tempat untuk perawatan lagi karena sudah terisi penuh.

Keterangan foto : H Saiful Millah Anggota DPRD Komisi 2 Kota Tangerang

“Seharus nya pemerintah memperhatikan fasilitas masyarakat yang keadaan sakit di luar covid, sebab jangan sampai tidak ada pelayanan, berkurang pelayanan atau tidak mendapatkan pelayanan, karena sudah beberapa warga di kota Tangerang meninggal akibat tidak tertangani akhirnya pasrah dan meninggal.

“Saya hanya berharap kepada pemerintah kota tangerang, jangan dorong masyarakat pasrah ke arah takdir, betul umur di tangan Tuhan. Tapi usaha dan tanggung jawab di tangan pemerintah,” Tutur Abah.

 

Melonjak nya pasien covid-19 di kota Tangerang, membuat Pemkot mengambil kebijakan. Hal ini diberlakukan, setelah angka pasien Covid-19 di wilayah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menetapkan RSUD untuk menangani khusus pasien covid-19 sementara. mengingat kasus Covid-19 yang terus meningkat, bahkan
Pihaknya pun sudah melakukan penambahan pada tempat tidur pasien di rumah sakit.

Hal senada juga di sampaikan Ketua DPRD kota Tangerang Gatot Wibowo S.I.P, sebelumnya. Bahkan sangat mendukung langkah langkah yang diambil oleh walikota, tetapi dirinya mengingatkan supaya jangan sampai pelayanan kesehatan lainnya terabaikan.
Perlu dikordinasikan dan dipastikan, pihak Rumah Sakit swasta sekota Tangerang agar tetap melayani kesehatan tentang penyakit lainnya.

(SM)

DI DUGA RABAT BETON TAHUN 2020 TIDAK DI REALISASIKAN

 

etabloidfbi.com Lampung Barat.-

Pembangunan rehabilitasi peningkatan pengeras jalan atau rabat beton yang bersumber dari Dana Desa,di duga tidak di realisasikan oleh desa Manggarai, kecamatan Air Hitam,kabupaten Lampung Barat

Dari penelusuran kami di lapangan,kami mendapat informasi dari masyarakat yang enggan di sebutkan namanya,dan memberikan informasi kepada awak media etabloidfbi.com atau Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia (TFBI) pada hari Senin 28-Juni-2021.

Dalam kesempatan itu kami sempat mewawancarai salah seorang masyarakat yang mana dia merasa cukup kecewa dan bertanya-tanya terkait pembangunan Rabat Beton tang sudah dianggarkan pada ragun 2020

“Di desa saya ini ada rabat beton yang tidak terealisasikan, itu dari tahun 2020 sampai sekarang belum terealisasikan,untuk panjang rabat beton tersebut kurang lebih 100 meter.” ungkap salah satu warga yang meminta tidak disebutkan identitasnya.

“Rabat beton itu sudah di anggar kan dari tahun 2020,tapi aneh nya masih belum di kerjakan,saya sebagai masyarakat bingung mau bicara dengan siapa,terkait rabat beton itu,karena saya ingin rabat beton yang belum di realisasikan sesegera mungkin di realisasikan.” demikian disampaikan oleh warga tersebut

Penasaran dengan informasi warga masyarakat tersebut maka kami selaku awak media etabloidfbi.com mencoba untuk meminta klarifikasi ke kepala desa melalui sambungan telepon Via (WhatsApp), akan tetapi dari pihak kepala desa tidak ada tanggapan, hanya mengirimkan Vidio saja, yang tidak tau apa maksud dan tujuan nya.

Dari hasil dan informasi yang kami dapat dari masyarakat, kami akan terus mencari informasi kenapa Rabat beton tersebut belum terealisasikan di desa Manggarai, kecamatan Air hitam Kabupaten Lampung Barat
Bersambung,,,,

Asep zakaraia

Panglima TNI Dampingi Presiden Joko Widodo Kunker ke Kendari

etabloidfbi.com Kendari.–

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja (kunker), guna meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari.

Presiden Joko Widodo bersama rombongan bertolak menuju Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 TNI AU pada pukul 07.15 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (30/6/2021).

Setibanya di Pangkalan TNI AU Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan pada pukul 10.45 WITA, Presiden disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Yan Sultra Indrajaya, dan Danrem 143/Haluoleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan.

Kunjungan kerja Presiden ke Kendari kali ini untuk memastikan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara ini aktif dalam penanganan Covid-19 serta memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Sulawesi Tenggara di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

(Redaksi)

Pangdam I/BB; Dengan Langkah Bersama Kita Pasti Bisa Menghentikan Wabah Ini

 

etabloidfbi.com Pekanbaru

 

Dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19 di Provinsi Riau, Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Kodam I/BB) terus bersinergi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) sampai lingkup masyarakat terkecil yaitu di tingkat desa/kelurahan, RT/RW, maupun keluarga.

Hal ini disampaikan Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Hassanudin SIP, MM saat peninjauan PPKM Mikro di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kota Pekanbaru, Selasa (29/6/2021).

Pangdam meyakini bahwa keberhasilan PPKM Mikro akan mampu mempercepat upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.
“Memang kuncinya adalah di level mikro, level yang paling kecil. Kalau itu semua bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia, saya yakin Covid-19 bisa segera kita tundukkan,” ujarnya.

Pangdam menyebut keberhasilan PPKM Mikro terutama ditentukan oleh pelaksanaan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi aktivitas disertai efektivitas operasi lacak-uji-pilah atau 3T yakni tracing, tracking, treatment.

“Pokoknya Covid-19 ini harus kita tangani secara serempak dua hal yaitu 5M dan 3T harus kita laksanakan. Kalau salah satunya saja kendor itu kita tidak akan bisa mengalahkan covid,” tegas Pangdam.

Kegiatan dilaksanakan dengan Protokol kesehatan yang ketat. (***)

Laksanakan Vaksinasi Massal, Kapolres Tubaba : Terimakasih Kepada Masyarakat dan Mereka Yang Berpartisipasi

 

etabloidfbi.com Tulang Bawang Barat

Dalam rangka Hut Bhayangkara ke 75, Polres Tubaba telah melaksanakan Vaksinasi dosis 1 (satu) secara serentak di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Rabu, (30/06/2021).

Dalam kegiatan Vaksinasi berlangsung, Polres Tubaba bekerjasama dengan Bidokkes Polda Lampung dan Dinkes Tubaba serta Panitia Tiyuh melaksanakan vaksinasi secara serentak, sebanyak 3000 dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat Tulang Bawang Barat.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S .IK, mengatakan, terima kasih kepada masyarakat yang antusias serbu vaksinasi massal secara gratis, yang kita selenggarakan secara serentak. Bersama Dinkes Tubaba, Bidokkes Polda Lampung, dan Dandim 0412 LU, yang ikut berpartisipasi dalam melaksanakan Vaksinasi Nasional secara serentak seluruh Indonesia.

“Terima Kasih kepada masyarakat dan TNI serta Tim Tenaga Medis yang membantu mensukseskan program vaksinasi serentak ini. Saya mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, antusiasme masyarakat Tubaba cukup tinggi. Bagi masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi dosis 1 (satu) diharapkan agar melakukan vaksinasi kembali pada dosis ke 2 (dua)”, ujarnya Kapolres Tubaba.

Dalam rangka HUT Bhayangkara yang ke 75 sesuai instruksi dari Presiden, hari dilaksanakannya vaksinasi massal secara menyeluruh dengan target satu juta vaksin perhari sampai dengan 30 Juni 2021 sudah mencapai target yakni 3000 ribu dosis yang akan diberikan kepada masyarakat Tubaba.

Kapolres mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya juga mengapresiasi para panitia yang ikut dalam bertugas untuk mensukseskan vaksinasi massal ini, sebagai penyelenggaran vaksinasi massal dan warganya yang dengan kesadaran sendiri ikut berperan aktif dengan melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi diharapkan dapat membentuk herd immunity dan masyarakat terhindar dari Covid-19, dan untuk masyarakat jangan takut divaksin”, paparnya.

Kapolres Tubaba berharap dan menghimbau bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid 19 tetap waspada dan menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi yang sudah divaksinasi Covid 19, agar tetap menjaga prokes, yakni 3M. Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, demi kebaikan kita bersama serta untuk memutus mata rantai Covid 19”, jelasnya Kapolres.

(iwan setiawan)

HARI KEDUA VAKSINASI YANG DILAKSANAKAN OLEH LANTAMAL XII MASIH DISERBU OLEH MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT.

etabloidfbi.com, Pontianak.-

Vaksinasi di hari kedua oleh Lantamal XII, Rabu (30/06/21) masih diminati oleh warga masyarakat Kalimantan Barat, hal ini ditunjukan dengan besarnya antusiasisme masyarakat yang berdatangan untuk menerina vaksinasi anti Covid-19.

Kegiatan yang dimulai sejak hari, Selasa (29/06/21) di pelabuhan Dwikora jalan Komyos Sudarso Kota Pontianak tersebut bekerjasama antara Lantamal XII dengan PT. Pelindo II dan KSOP Kota Pontianak guna mendukung program pemerintah untuk target 1 juta vaksinasi sehari bagi masyarakat dengan melibatkan unsur tenaga kesehatan TNI yang didalamnya 1 Tim kesehatan dari Lantamal XII dan 1 tim kesehatan dari Lanud Supadio, 1 tim kesehatan dari Polri, 1 tim kesehatan dari KKP dan 1 tim dari dinas kesehatan Kota Pontianak.

Komandan Lantamal XII disela sela peninjauan sangat terkesan dengan antusiasnya masyarakat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi “kegiatan vaksinasi yang kita laksanakan sangat diminati oleh msayarakat, hal ini dapat saya lihat banyaknya masyarakat yang mengikuti vaksinasi, bahkan peserta hari ini banyak sekali dan tidak kalah banyaknya dengan pada pelaksanaan hari pertama” ujarnya.

“Dengan melihat animo masyarakat yang begitu besar, kita bisa menilai bahwa masyarakat sudah mengerti dan sadar akan manfaat vaksinasi” tambahnya.

“Masyarakat jangan kendor dan jangan bosan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan tetap disiplin melaksanakan 5 M dalam kehidupan sehari hari, agar bisa memutus mata rantai penyebaran sehingga kita bisa segera terbebas dari pandemic Covid-19”ajak Beliau.

Pada pelaksanaan hari kedua telah tervaksinasi sebanyak 530 orang dengan lancar tanpa ada hambatan dan seluruh peserta yang telah divaksinasi tidak ditemukan adanya gejala KIPI.(Bujang)

Polsek Pekalongan Utara Pasang himbauan Tentang Bahaya Covid-19

etabloidfbi.com Kota Pekalongan –

 

Berbagai upaya terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat dalam antisipasi penyebaran virus covid – 19, mulai dari tingkat pemerintah pusat, hingga level terbawah di tingkat pemerintahan kelurahan.

Seperti yang dilakukan di Polsek Pekalongan Pekalongan Utara, Akp Joko Hendro Sulistyo, S.P.d, S.E, M.S.i, selaku Kapolsek setempat mempelopori untuk pemasangan benner himbauan kamtibmas terkait virus covid – 19 atau 5 M.

Pihaknya bersama tiga Pilar dan Babinsa setempat aktif melakukan kegiatan antisipasi covid – 19, baik melalui patroli woro woro, penyemprotan disinfektan hingga edukasi melalui benner dan pamflet yang disebar di wilayah tempat Strategis

Terbaru tiga pilar yang ada ditempat tersebut memasang benner himbauan di tempat tempat umum dan di pintu masuk gang kampung.

Adapaun himbauan yang tertera meliputi ajakan agar masyarakat disiplin dalam menaati prosedur kesehatan dari pemerintah, serta ketentuan jika ada warga dari luar kelurahan yang memasuki wilayah dalam benner imbauan tersebut juga tertera ketentuan bagi warga pendatang lapor dan wajib pakai Masker.

Kapolsek Pekalongan Utara, mengungkapkan bahwa, berawal dari keinginan untuk menjaga agar kelurahan yang ada Posko PPKM Mikro steril dari covid – 19, untuk itulah pihaknya mengajak Babinsa dan kepala kelurahan agar aktif melakukan kegiatan pencegahan, salah satunya adalah edukasi kepada warga melalui benner dan pamflet.

Senada dengan Bhabinkamtibmas, menekankan kepada warganya agar selalu disiplin dalam menaati protokol kesehatan dari pemerintah, “Dengan keaktifan Bhabinkamtibmas dan babinsa, kami merasa sangat terbantu,” pungkas Bhabinkamtibmas.

Di tempat terpisah Kapolsek Pekalongan Utara Akp Joko Hendro S mengungkapkan bahwa sesuai dengan instruksi Kapolres Pekalongan kota AKBP M Irwan Susanto S.I.K.,S.H, M.H,dan seluruh jajaran Kepolisian di Polres Pekalongan Kota harus aktif dan peduli dalam tugas kemanusian penanganan covid – 19 untuk itulah pihaknya intensifkan anggota aktif di lapangan, “Intinya mari bersama kita jaga agar wilayah kita tetap aman dari corona, dan pemasangan benner himbauan ditiap kelurahan, adalah salah satu upaya edukasi yang efektif, tentunya harus dibarengi dengan disiplin seluruh warga,” pungkas Kapolsek. (***)

TINGKATKAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19. Oleh : Dr. Alexius Akim, MM Ketua DPW. PSI – Kalimantan Barat.

Etabloifbi.com,- Pontianak.-

Penyakit menular covid-19 terjadi hampir di seluruh Dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi. Peningkatan jumlah kasus terjadi dalam waktu singkat butuh penanganan yang cepat. Tetapi hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk menangani kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. penyebaran COVID-19 menjadi masif karena virus ini dapat menular antar-manusia melalui droplet dari pasien. Seseorang dapat tertular virus corona ketika berada cukup dekat dengan penderita dan menghirup droplet dari batuk atau saat bersin,
Angka penularan di Kalimantan Barat terbilang cukup tinggi, daerah-daerah tertentu malah sudah masuk ke dalam Zona Merah.

Ketersediaan Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit sudah semakin terbatas dan beban layanan tenaga medis semakin bertambah. Penanganan kasus Covid-19 tidak boleh stagnan harus di atas rata-rata layanan biasanya, disamping seluruh tenaga medis, stake holders dan masyarakat harus saling mengerti dan memahami peran masing-masing.

Ketegasan Gubernur Kalimantan Barat dalam menangani Kasus pandemic Covid-19 boleh diacungkan jempol, tetapi para pelaksana dilapangan tidak maksimal tentunya tidak akan memberi hasil yang memuaskan. Begitu pula masyarakat, para petugas sudah maksimal melaksanakan tugasnya, sementara masyarakat menganggap hal tersebut adalah persoalan atau kasus biasa, juga tidak akan membawa hasil untuk mengatasi penyebaran covid-19.

Semua orang, tidak harus melihat kedudukan, status sosial dan jenis kelamin, tidak melihat usia tua ataupun muda, semua berpeluang besar untuk terserang Covid-19. Oleh karena itu, semua pihak harus bertekad untuk mampu melakukan tindakan agar kita dapat segera keluar dari serangan pandemic covid-19 ini.

Kondisi genting Covid-19 ini memang harus membutuhkan kebijakan daerah yang responsive. Penerapan 5M (Mencuci tangan pake sabun, Memakai Masker, Menjaga jarak fisik, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas) harus betul-betul dijalankan dan tentunya diawasi.

Dalam rangka implementasi 5M, pemerintah daerah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
Pemerintah Daerah menyediakan atau menambah tempat cuci tangan di titik-titik yang diperlukan, dan menunjuk petugas dari instansi pemerintah untuk mengawasinya. Banyak tempat cuci tangan ditempat tertentu yang sudah disediakan, tetapi hanya sebagai pajangan belaka dan tidak difungsikan, misal di Pasar sayur, pasar daging atau tempat-tempat rekreasi.

Menegakkan aturan lebih ketat lagi tentang pemakaian masker di tempat-tempat umum, perkantoran, transportasi, Pasar Tradisional dan ruang public lainnya.

Menempatkan Petugas yang ditunjuk atau relawan profesional untuk mengawasi penerapan protocol kesehatan.

Masyarakat yang tidak mampu membeli masker, dapat diberi masker secara gratis terutama untuk buruh pabrik, logistic, transportasi, pekerja informal dengan potensi tatap muka atau kerumunan intensitas tinggi seperti di pasar tradisional.

Membatasi aktivitas di ruangan tertutup, serta memastikan jarak sosial terjaga dengan tertib dan disiplin,
Mempercepat program vaksinasi dengan sistem manajemen vaksinasi yang baik, sehingga semua pihak yang masuk ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin dapat segera memperoleh vaksin, bila perlu melibatkan mahasiswa kedokteran/ilmu keperawatan untuk mempercepat program vaksinasi.

Bertindak cepat menambah tempat tidur untuk fasilitas isolasi mandiri dengan gejala ringan agar tidak tercampur dengan yang berat dan membuka peluang bertambahnya klaster keluarga/kampung/perumahan, Balai Desa dan kantor swasta dapat dialihkan menjadi tempat isolasi mandiri.

Memberi bantuan sosial kepada masyarakat dengan pengawasan yang ketat, sehingga bantuan sosial benar-benar menyasar kelompok masyarakat miskin dan yang paling berdampak secara ekonomi akibat pandemic.

Langkah-langkah kuratif dan preventif harus dilaksanakan terukur dan berhasil guna dengan memaksimalkan pendanaan yang ada.
Menunda pelaksanaan sekolah tatap muka hingga kondisi betul-betul membaik.
Memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat terdampak dengan cara memperbanyak kegiatan-kegiatan padat karya, sehingga membuka lapangan pekerjaan terutama bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan dikarenakan pandemic covid-19.

Kegiatan ekonomi masyarakat (Pedagang sembako, Pedagang Sayur, Café, tempat wisata, pasar/toko modern, dan sejenisnya) tetap beroperasi, tetapi harus dalam pengawasan yang ketat seperti yang diinstruksikan dalam protocol kesehatan.
Mudah-mudahan, dengan segala upaya yang kita lakukan dapat memberikan dukungan dan kekuatan untuk mempercepat berakhirnya Pandemi Covid-19 di tanah air.

Kami dari kelompok Partai Politik, secara khusus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Wilayah Kalimantan Barat dalam membantu pemerintah melakukan Pengawasan terhadap pelaksanaan penanganan pandemic Covid-19 dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui jaringan kepengurusan partai di masing-masing tingkatan pemerintahan.(Bujang)

Rahmah Abdullah Serahkan 66 Keping KIA Secara Simbolis di Kecamatan Indrapuri

 

etabloidfbi.com Aceh Besar –

 

Dalam rangka mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak bagi anak, Tim pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berkolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Besar menyerahkan secara simbolis 66 keping Kartu Identitas Anak (KIA) dari jumlah 3.670 yang sudah memegang KIA, di UDKP kantor camat Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, (28/6/2021).

Ketua PKK Aceh Besar, Rahmah Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kartu Identitas Anak merupakan upaya Pemerintah untuk memenuhi kewajibannya dalam memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Kartu Identitas Anak diperuntukan bagi anak berusia 0 – 17 tahun. KIA merupakan identitas penduduk yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan,” kata Rahmah Abdullah.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa hal ini juga merupakan salah satu program untuk mendukung pendataan angka stunting di Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, dia menyampaikan apresiasi atas kesuksesan program kolaborasi ini. “Terima kasih, kepada petugas PRG, pengurus PKK baik di tingkat Kecamatan maupun gampong serta kepada seluruh kader posyandu yang telah mengambil andil dalam menyukseskan kegiatan ini,” papar Rahmah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Besar Rahmat Sentosa, S.Sos, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Aceh Besar dan semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya program ini.

“Kita sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan seperti ini. Yang tentunya turut mengambil andil dalam memudahkan masyarakat mengurus dan mendapatkan dokumen, khususnya idenditas anak, guna pemenuhan hak konstitusional anak. Karena tanpa dokumen atau identitas tersebut anak akan terkendala dalam memperoleh layananan lainnya,” ujar Rahmah menambahkan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DWP Kabupaten Aceh Besar, Danramil, Kapolsek dan petugas PRG wilayah Kecamatan Indrapuri. (KH/Red)

KASN Kembalikan Pendemosian Staf Ahli Bupati Jembrana

 

etabloidfbi.com Jakarta.–

 

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menerbitkan surat rekomendasi tertanggal 4 Juni 2021, Nomor: R-996/KASN/6/2021, perihal pengembalian pendemosian Drs. I Komang Wiasa, M.Si. dari Guru ke Jabatan Staf Ahli Bupati. Surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung Asisten Komisioner JPT 1 Bidang Medlin (Mediasi dan Perlindungan), Agung Endrawan, kepada Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, di Kantor KASN Jalan Letjen M.T. Haryono No. Kav. 52-53, RT. 3/RW.4, Cikoko, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Agung Endrawan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang telah melaksanakan amanat dalam surat rekomendasi tersebut. “Hal tersebut sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2014 Pasal 5 tentang Administrasi Pemerintahan yang menyebutkan penyelenggaraan pemerintahan harus berasaskan perlindungan HAM, dan ditegaskan dalam UU No. 5 Tahun 2014 Pasal 3 huruf f tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyebutkan prinsip ASN adalah mendapatkan jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya,” terang I Gusti Ngurah Agung Yuliata Endrawan, S.H., M.H. atau yang akrab disapa Agung Endrawan, Minggu (27/6/21).

Surat rekomendasi tersebut dikeluarkan, lanjut Yuliata Endrawan, berdasarkan hasil pengawasan dengan melakukan klarifikasi satu sama lain di lapangan sesuai fakta-fakta yang telah diperoleh.

Setelah menerima surat rekomendasi, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, segera melantik dan mengambil sumpah jabatan I Komang Wiasa sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana, yang sebelumnya sempat dimutasi menjadi guru. Acara pelantikan berlangsung di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Jumat (25/6/21).

Pejabat asal Desa Baluk, Kecamatan Negara, ini dilantik dan diambil sumpah dan janjinya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, tertanggal 24 Juni 2021 tentang Pengembalian PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), I Made Budiarsa, mengaku bahwa I Komang Wiasa sebelumnya menjabat sebagai Guru Madya pada SMP Negeri 4 Negara. Sesuai Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021, I Komang Wiasa diangkat untuk menduduki jabatan baru sebagai Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Jembrana.

“Jabatan Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati bagi I Komang Wiasa merupakan pengembalian jabatan PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, yang sebelumnya sempat menduduki jabatan sebagai guru,” jelas Budiasa.

Budiasa menegaskan, pengangkatan I Komang Wiasa berdasarkan surat rekomendasi dari KASN atas pengaduan dugaan pelanggaran terkait Pendemosian Jabatan Staf Ahli Bupati menjadi guru. Maka perlu dilakukan pengembalian PNS atas nama I Komang Wiasa ke dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati. “Hal ini sudah sesuai surat rekomendasi dari KASN, maka perlu mengembalikan pendemosian Saudara I Komang Wiasa,” jelasnya.

Pada saat Surat Keputusan Bupati Jembrana No. 295/BKPSDM/2021 ini berlaku, maka Surat Keputusan Bupati No. 821/070/KEPEG/2011 tentang Pembebasan PNS dari Jabatan Struktural dan Pengangkatan kembali ke Dalam Jabatan Fungsional Guru SMP di lingkungan Pemkab Jembrana dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sementara itu, Bupati Tamba berharap agar Pejabat Tinggi Pratama Staf Ahli Bupati yang dilantik agar bekerja dengan baik. “Karena yang bersangkutan berjuang sendiri dan sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku maka kita support, dengan harapan setelah dilantik dapat bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Jembrana,” tutur Tamba.

Secara terpisah, I Komang Wiasa menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena melalui Bupati Jembrana dan KASN, jabatannya sebagai Staf Ahli Bupati telah dikembalikan. “Tentu saya sangat bersyukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas pengembalian pendemosian jabatan saya, lewat Bapak Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna,” ujar Wiasa.

Awal mula didemosi, jelas Wiasa mengenang, adalah saat Pj Bupati Jembrana, Sunendra, memutasi dirinya dari Jabatan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo menjadi Staf Ahli Bupati Tahun 2010. Setelah menjabat Staf Ahli Bupati, tidak lama kemudian Bupati Putu Artha terpilih sebagai Bupati Jembrana definitif. Saat itulah Komang Wiasa dimutasi menjadi Guru oleh Putu Artha.

Hal tersebut dikarenakan adanya pengaduan dari Kabag Hukum, I Made Sudiada, S.H., bahwa Wiasa tidak hadir pada saat pelantikan Staf Ahli Bupati, padahal faktanya tidak seperti itu. “Kabag Hukum, I Made Sudiada melaporkan ke Bupati Jembrana, Putu Artha, bahwa saya tidak hadir pada saat pelantikan, dan beliau tidak mengecek fakta di lapangan bahwa saya hadir, maka saya pun dimutasi menjadi Guru SMPN 4 Negara,” ungkap Wiasa.

Usai pelantikannya itu, Wiasa mengatakan bahwa dirinya akan berupaya agar kehadirannya sebagai Staf Ahli Bupati akan membawa warna baru bagi program pelayanan masyarakat di Kabupaten Jembrana. “Saya akan berupaya keras agar kehadiran saya di sini sedikitnya akan memberikan warna, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menuju masyarakat Jembrana yang bahagia,” pungkas I komang Wiasa. (AM/Red)

Editor: NJK

Kabaharkam Polri Buka Pelatihan Tracer Covid-19 di Gedung Auditorim PTIK Jakarta Selatan.

 

etabloidfbi.com Bogor.–

 

Kabaharkam Polri membuka Pelatihan Tracing dalam rangka Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Gedung Auditorium PTIK Jaksel. Suatu ide gagasan Baharkam Polri yg telah mendapat apresiasi dari Kapolri ttg kegiatan Pelatihan Tracer Covid-19 dg menggandeng Narasumber yang berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi. Pada waktu yang sama di tempat berbeda di SPN Lido ditunjuk oleh Korbinmas Baharkam Polri seorang Perwira menengah berpangkat Kombes unt mendampingi Tracer dari Dinas Kesehatan Propinsi yang melaksanakan Pelatihan Percepatan Penanganan Covid-19. (29/06/21)

Data peserta pelatihan tracer covid-19 yang dilaksanakan mulai tgl 29 juni s.d 1 Juli 2021 total peserta sebanyak 2.284 orang, dengan rincian sbb:
1. Senkom: 530 orang
2. Bintara PMJ: 270 orang
3. Bintara Remaja SPN Lido: 552 orang
4. Bintara Remaja SPN Jabar: 539 orang
5. Bintara SPN Banten: 192 orang
6. Bintara SPN Jateng: 201
Peserta Pelatihan tracer Covid-19 yang di PTIK berjumlah 800 orang (senkom + bintara PMJ) dibagi 2 gelombang hari ini dan besok.

Pelatihan tracer Covid-19 yg diinisisasi oleh Baharkam Polri dilaksanakan secara paralel mulai hari ini Selasa, 20/6/2021 s.d Kamis, 1/7/2021 di SPN masing-masing.
Kegiatan pelatihan tracer Covid-19 ini dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya percepatan penanganan Covid-19 dan akan terus dilaksanakan secara bertahap, ” jelas Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri di tempat yang berbeda yang sedang mendampingi Kabaharkam Polri membuka Pelatihan Tracer Covid-19 di Gedung Auditorium PTIK Jaksel.

Ada 3 narasumber dari Kementrian Kesehatan yakni Ibrahim MPH., Maulidia., SKM., Perismidilla Syahri SKM dan KBP Nanang Purnomo,.SH,.MH sebagai pendamping narasumber dari Kementrian Kesehatan RI selama Pelatihan Tracer Covid -19.

Pelatihan Tracer diawali protokol kesehatan dan langsung dilanjutkan dengan paparan materi dari Kakorbinmas Baharkam Polri yg diwakili oleh KBP Nanang Purnomo,SH,.MH, lanjut Paparan dari narasumber Dinas Kesehatan Propinsi yang memaparkan secara teori, praktek dan diskusi ttg Aplikasi SILACAK, Konsep Dasar Pelacakan Kontak dan Demo Aplikasi SILACAK. Dan yang terakhir dilakukan Evaluasi dan Kesimpulan.

Pelatihan Tracer Covid-19 merupakan salah satu kunci utama utk memutus rantai penularan Covid-19, oleh sebab itu perlu optimaliasi dan dorongan dari lintas sektor termasuk Polri dalam penanganan yang lebih masif, dan dengan masifnya kegiatan tracing diharapkan dpt menjaring lbh banyak orang berisiko (kontak erat) dan yang berpotensi untuk menularkan ke org lain.

Strategi pengendalian melalui 3T ini harus dikeroyok oleh seluruh komponen untuk menjamin kesuksesan percepatan penanganan Covid-19, yang tentunya juga perlu dukungan masyarakat, tidak akan ada artinya pemerintah membentuk beragam program inovatif jika tidak diikuti dengan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” ungkap Ibrahim,.MPH salah satu narasumber dari Kementrian Kesehatan.

(NP)

Jelang Hari Bhayangkara Ke 75, Kapolda Aceh Ziarah dan Berdo’a Di TMP

 

etabloidfbi.com, Banda Aceh

 

Menjelang Hari Bhayangkara ke 75 tahun 2021 ini, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, melakukan ziarah dan berdo’a untuk para pahlawan di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Banda Aceh, Selasa (29/6/21).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S. H., S.I.K. M. Si, mengatakan, Kapolda Aceh menggelar ziarah dan berdo’a untuk para pahlawan itu dalam rangkaian upacara ziarah dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke 75 Tahun 2021 di TMP tersebut.

“Kapolda Aceh dalam upacara itu bertindak selaku Irup dan dihadiri Irwasda Kombes Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, sejumlah PJU Polda Aceh, Kapolresta Banda Aceh dan sejumlah personel Polda Aceh lainnya,” sambung Kabid Humas.

” Rangkaian upacara tersebut diawali Laporan Upacara, Penghormatan, peletakan karangan bunga dan pembacaan do’a, ” sebut Kabid Humas.

” Selanjutnya Kapolda didampingi sejumlah pejabat lainnya melakukan ziarah kubur yang diwarnai tabur bunga dan berdo’a di TMP untuk mengenang jasa dan arwah para pahlawan, ” tutup Kabid Humas.(M.A)

KOMANDAN LANTAMAL XII MENINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI MASSAL MASYARAKAT MARITIM DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK

etabloidfbi.com-Pontianak.,

Komandan Lantamal XII Pontianak Brigadir Jenderal TNI (Mar) Andi Rukman meninjau pelaksanaan Vaksinasi massal kepada masyarakat maritim yang dilaksanakan di pelabuhan Dwikora Kota Pontianak, Selasa (29/06/2021).
Vaksinasi massal masyarakat maritim yang dilaksanakan oleh Lantamal XII tersebut bekerjasama dengan pihak Pelindo II dan KSOP Kota Pontianak dalam rangka mensukseskan Vaksinansi nasional dengan melibatkan Tim Vaksinator terpadu dari unsur TNI yang didalamnya Tim Vaksinator dari Diskes Lantamal XII, Polri, KKP serta Tim Vaksinator dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak dengan sasaran masyarakat maritim, KBT dan masyarakat pelaku usaha maritime di Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lantamal XII menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi massal kepada masyarakat maritim di Kalbar guna menidaklanjuti instruksi Presiden RI dan direktif Panglima TNI serta mensukseskan program pemerintah tentang vaksinasi massal nasional.

Dengan semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kalimantan Barat, Brigjen TNI (Mar) Andi Rukman juga berpesan agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari hari “kepada seluruh masyarakat dengan tetap melaksanakan 5M dalam kehidupan sehari hari agar kita dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga kita segera dapat terbebas dari wabah pandemi Covid-19” pungkasnya.

Kegiatan vaksinasi akan dilaksanakan selama dua hari, (29 s.d 30 Juni) selain menyasar kepada masyarakat maritim juga di peruntukan bagi masyarakat luas yang ada di sekitar Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Namun bila antusias masyarakat masih tinggi untuk melaksanakan vaksin tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang. Selama pelaksanaan di hari pertama telah 440 vaksin tersalurkan.

Pejabat yang hadir pada kegiatan tersebut antara lain Aspotmar Danlantamal XII Kolonel Marinir Agustiawarman S.H., Kakuwil Lantamal XII Kolonel Laut (S) Argen Buana C. Altaran, S.H, Dandenma Lantamal XII Letkol Laut (PM) Sungkono, Kadiskes Lantamal XII Letkol Laut (K) Drg. Heru Subagyo, Sp. Pros, Danpomal Lantamal XII Letkol Laut (PM) Musa H Sitorus, S.Si., M.Tr.Opsla, Dokkes RS. Bhayangkara Polda Kalbar Kompol dr. Heri W, KSOP Pontianak Bpk R. Totok Mukarto, Kepala Distrik Navigasi kelas III Pontianak Bpk. Hasan Basri, Kepala KKP Pontianak Bpk Rahmat Subakti, Kadinkes kota Pontianak Bpk. Sidiq Handanu, Perwakilan Germas dan awak media.(Bujang)

Polres Tubaba Melanjutkan Vaksinasi Massal Serentak Bersama Bidokkes Polda Lampung

etabloidfbi.com Tulang Bawang Barat

Polres Tulang Bawang Barat melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal dalam rangka Ulang Tahun Bayangkara ke 75, di Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Sabtu, (29/06/2021).

Polres Tubaba bekerjasama dengan Bidokkes Polda Lampung dan Dinkes Tubaba serta Panitia Tiyuh menyiapkan 450 dosis vaksin bagi warga di wilayah Tiyuh Tunas Asri Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tiyuh Toto Makmur Kecamatan Gunung Agung, gunung katun, dan Tiyuh Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S .IK, bersama Kadiskes Tubaba, Bidokkes Polda Lampung, dan Dandim 0412 LU, bersama Forkompinda saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, antusiasme warga cukup tinggi. Sasaran utama vaksinasi yakni masyarakat yang berusia 18 tahun sampai 50 tahun dan kondisi sehat.

“Dalam rangka HUT Bhayangkara yang ke 75 sesuai instruksi dari Presiden, hari ini dilaksanakan vaksinasi massal secara menyeluruh dengan target satu juta vaksin perhari sampai dengan 30 Juni 2021 diharapkan 3000 ribu dosis yang akan kita berikan kepada masyarakat Tubaba. Dan Kabupaten Tubaba pada hari ini dilakukan vaksinasi massal”, ujarnya Kapolres.

Kapolres mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya juga mengapresiasi para panitia yang ikut dalam bertugas untuk mensukseskan vaksinasi massal ini, sebagai penyelenggaran vaksinasi massal dan warganya yang dengan kesadaran sendiri ikut berperan aktif dengan melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi diharapkan dapat membentuk herd immunity dan masyarakat terhindar dari Covid-19, dan untuk masyarakat jangan takut divaksin”, paparnya.

Kapolres Tubaba berharap dan menghimbau bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid 19 tetap waspada dan menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi yang sudah divaksinasi Covid 19, agar tetap menjaga prokes, yakni 3M. Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, demi kebaikan kita bersama serta untuk memutus mata rantai Covid 19. Untuk vaksinasi selanjutnya agar dapat berkoordinasi dengan aparatur Tiyuh (desa) maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa”, cetusnya.

(iwan setiawan)

Barang Bukti Sabu Asal Malaysia Dimusnahkan Polres Nunukan.

 

Keterangan foto : Pelaku Bersama Narkoba Yang Akan Dimusbahkan

 

etabloidfbi.com Nunukan.–

 

Kepolisian Resort (Polres) Nunukan melakukan pemusnahan barang bukti narkotika golongan 1 jenis Sabu seberat 18.388,35 gram di halaman Mapolres Nunukan, Selasa 29 Juni.

Barang haram tersebut dimusnahkan dengan media air dan di buang di safety tank.

Barang bukti tersebut merupakan sitaan dari bulan April sampai Juni 2021, dengan jumlah laporan Perkara 16 berat 18.388,35 Gram atau 18 Kg lebih dan sudah mendapatkan Status Penetapan Putusan untuk dimusnahkan dari Pengadilan Negeri Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar,S.Ik mengatakan “Pemusnahan barang bukti cepat dilakukan karena Polres Nunukan belum memiliki tempat penyimpanan yang memadai,”.

“Daripada nanti barang bukti menghilang tanpa sebab, dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, makanya dipercepat dimusnahkan,” ucapnya.

“Saya pastikan semua barang bukti yang dimusnahkan berasal dari Malaysia dan memiliki jaringan bandar internasional,”ujarnya.

Syaiful juga mengatakan,”Ini adalah wujud komitmen kami sebagai aparatur penegak hukum, khususnya dalam menangani peredaran dan penyalahgunaan tindak pidana narkotika,”.

“Kami sebagai penyidik, Kejaksaan sebagi penuntut dan Pengadilan sebagai hakim.Dan dalam pemberantasan narkoba kami juga berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan,”pungkasnya.

Dalam kegiatan pemusnahan Barang Bukti ini, hadir Perwakilan Pengadilan Negeri (PN) Nunukan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, BNNK Kab. Nunukan dan Kasat Narkoba Polres Nunukan IPTU Lusgi Simanungkalit dan Personil Satnarkoba serta sejumlah elemen masyarakat.
Syafaruddin/Biro Nunukan

BUPATI ROHIL DIDAMPINGI KAPOLRES MEMBUKA FUN BIKE SINERGI 2021

 

etabloidfbi.com Rohil. —

Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara yang ke 75 tahun. Jajaran kepolisian Polres Rohil bersama dengan Pemerintah Rokan Hilir melaksanakan kegiatan Fun Bike Sinergi. Pada hari Minggu 27/06/2021 pukul 07.00 wib. Bertempat di halaman depan Mess Pemda Rohil.

Kegiatan Fun Bike Sinergi ini di buka secara resmi oleh Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong serta didampingi Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIk dengan cara mengibarkan sebuah bendera yang bertanda Fun Bike Sinergi di mulai.

Pelaksanaan Fun Bike Sinergi ini dimulai dari start depan mess Pemda jalan Perwira Selanjutnya, para peserta sepeda menuju jalan utama, jln pelabuhan baru melintasi jalan lintas pesisir Bagansiapiapi dan finish didepan halaman kantor Inspektorat yang berada di kompleks perkantoran batu enam.

Acara fun bike Sinergi ini tampak meriah karena ada berbagai macam jenis hadiah bagi para peserta yang beruntung mendapatkan door prize. Berbagai macam Hadiah tersebut berupa sepeda, mesin cuci, kulkas, televisi dan lainnya.

Pada acara pembagian door prize tersebut dimulai dengan bupati mengambil sebanyak tujuh kupon dan istri bupati Sanimar Afrizal mengambil lima door prize. Tujuh dan lima kupon itu sebagai tanda HUT Bhayangkara saat ini yang ke 75 tahun 2021.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIk dalam sambutanhya mengatakan, sesuai dengan thema Fun Bike Sinergi ini adalah Dalam Rangka Menuju Polri Yang Presisi Mendukung Penanganan Covid 19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju maju” Ucapnya

Selanjutnya AKBP Nurhadi Ismanto SIk menyampaikan dalam rangka HUT Bhayangkara 75 ini Polres Rohil menggelar berbagai kegiatan, seperti kegiatan sosial bedah rumah, bagi-bagi sembako, bhakti kesehatan pemeriksaan kandungan, dan pada hari ini polres Rohil melaksanakan fun Bike Sinergi bersama Pemda serta masyarakat.

“HUT Bhayangkara ini akan diakhiri 1 Juli dengan upacara peringatan hari Bhayangkara di Polres, kita akan undang bupati dan wakil bupati lagi untuk mengikuti acara itu yang akan ditutup oleh bapak presiden melalui video conference,” ungkap AKBP Nurhadi.

Menjelang memasuki diusia yang ke 75 ini, Nurhadi berharap apa yang jadi tujuan negara dapat tercapai terutama penanganan covid 19. Oleh Sebab itu hal ini merupakan tugas berat Polri karena sampai Desember 2021 vaksinasi massal 1 juta dosis harus tercapai” ungkapnya

“Untuk di kabupaten Rokan Hilir harus tercapai sebanyak empat ribu vaksinasi sehari, sehingga kita minta bantuan bupati untuk membantu sosialisasi sampai kedesa,” harapnya.

Kapolres berharap, penanganan covid19 dapat berjalan dengan baik dan meminta agar masyarakat tetap menjaga dan mengikuti anjuran prokes supaya rantai covid19 segera terputus.

Didalam kesempatan ini Bupati Rohil Afrizal Sintong mengucapkan selamat atas HUT Bhayangkara yang ke 75. Bupati juga berharap kedepannya Polri dapat bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Rokan Hilir” katanya

“Mari sama-sama kita membangun Rohil. Terutama kami masih baru berjalan pemerintahan nya, jadi kita ingin kabupaten Rokan hilir ini lebih baik kedepannya,” ajak Afrizal Sintong.

Ms.

Jajaran Polsek Sebatik Timur Gagalkan Pengiriman Paket Sabu 250,9 Gram Via Perusahaan Jasa Ekspedisi.

etabloidfbi.com Nunukan,-

 

Di hari Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Polres Nunukan, Senin 28/11 sekira pukul 16.45 Wita berhasil menggagalkan dan melakukan penangkapan terhadap Damruddin (32 thn) Terduga Pelaku kepemilikan Narkotika Gol.I Jenis Sabu seberat Bruto 250,9 Gram.

“Kapolres Nunukan melalui Kapolsek Sebatik Timur IPTU Randhya Sakhtika membenarkan Penangkapan tersebut dan mengatakan bahwa penangkapan Terduga Pelaku bermula dari informasi yang diterima Personil Polsek Sebatik Timur sekira pukul 14.15 Wita yang mendapatkan bahwa ada barang yang di duga Narkotika Gol.I Jenis Sabu akan di kirim melalui Jasa Ekspedisi “J&T,”

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Sebatik Timur IPTU Randhya Sakhtika segera memerintahkan Anggota Polsek Sebatik Timur untuk melakukan penyelidikan terhadap Informasi yang diterimanya.

“Selanjutnya Personil Polsek Sebatik Timur bergerak cepat mendatangi Kantor J &T yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara untuk memeriksa barang yang diduga berisikan Narkotika Jenis Sabu.”

“Setelah melakukan pemeriksaan, dan mendapatkan paket kiriman yang diduga berisikan Narkotika Gol.I Jenis Sabu tersebut, Personil Unit Reskrim bersama dengan Piket Jaga Polsek Sebatik Timur selanjutnya membawa paket tersebut ke Mako Polsek Sebatik Timur untuk dibuka bersama dengan petugas dari J&T.” Ungkap Randhya.

“Dari hasil pembongkaran terhadap barang kiriman itu terdapat 3 buah Speaker yang berbeda ukuran dan pada saat di buka, petugas menemukan 5 bungkus plastik transparan ukuran sedang yang masing-masing di kemas dengan cara yang berbeda. 2 bungkus ukuran sedang dikemas menggunakan lakhban berwarna hitam dan diikat menggunakan Cable Tis yang di simpan di dalam Speaker ukuran sedang berwarna biru. Sedangkan 3 bungkus plastik transparan ukuran sedang di simpan di dalam 2 Speaker warna hitam ukuran kecil dengan kemasan diikat menggunakan tali rapiah berwarna hijau”.

Setelah dilakukan penyelidikan, didapati bahwa yang membawa dan mengirim barang tersebut adalah DR. Kemudian Personil Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur melakukan penangkapan terhadap DR di rumahnya di Jalan Poros Palmas Rt.03 Desa Lapri Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan.

Dan hasil Interogasi awal, DR mengakui bahwa dirinya yang melakukan pengiriman barang yang di duga Narkotika Gol.I Jenis Sabu melalui Perusahaan jasa J&T dan akan dikirimkan ke daerah Sulawesi Selatan atas suruhan dan titiipan masing masing dari A dan AD yang berada di Tawau- Sabah Malaysia.

Selanjutnya DR kemudian digelandang ke Mako Polsek Sebatik Timur untuk di lakulan Pemeriksaan dan Pengembangan lebih lanjut,” kata Randya.

Dan untuk Barang Bukti yang diamankan dalam penangkapan ini :
– 5 (lima) bungkus ukuran sedang Warna Transparan yang diduga berisi Narkotika Gol I jenis Sabu dengan berat bruto ± 250,9 (Dua Ratus Lima Puluh Koma Sembilan) Gram.
-2 (dua) buah Speaker Portable Ukuran Kecil Berwarna Hitam
– 1 (Satu) buah Speaker Portable Ukuran Sedang Berwarna Biru.
– 8 (Delapan) Buah Cable Tis
– 1 (satu) buah lakban Cokelat
– 1 (satu) buah lakban Hitam.
– 2 w(dua) buah Resi Pengiriman J&T Tujuan Sulsel
– 1 (satu) Unit Sepeda Motor Jenis Honda Beat berwarna putih, dan
– 3 (tiga) buah tali rapia berwarna hijau,” Pungkasnya.

Syafaruddin/Biro Nunukan

BNNK Langsa Pusatkan peringatan HANI 2021 di Gampong Bersinar

 

etabloidfbi.com. Langsa –

Badan Narkotika Nasional Kota Langsa dan Pemerintah Kota Langsa menjadikan Gampong sungai Paoh Pusaka Kecamatan Langsa Barat untuk penyelenggaraan
Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ( HANI ) tahun 2021 secara Virtual. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala BNN Kota Langsa, AKBP H. Basri, SH., MH., Asisten III Pemko Langsa, Ali Mustafa, Wakapolres Langsa, Kompol H. Muhammad Dahlan, SH., MH., Kasdim 0104/ Atim, Mayor Kav. Dani Syahputra, SAP., Anggota DPRK Langsa, T. Ratna Laila Sari, SH., MH., Perwakilan Kejaksaan Negeri Langsa, kepala Kesbangpol pemko Langsa, H. Agussalim, SH., MH., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Langsa, Titin Suhartini, S.Pd., M.Pd, Para Camat di wilayah Pemko Langsa, Wakil Ketua DPC GRANAT Kota Langsa, Rahmad Hidayat, ST di dampingi Tgk. Hasbi, Ketua DPC LAN Kota Langsa, Arwin Ariga, ST, Penasehat DPD IKAN Langsa, Ismail Manyak, ST, Geuchiek Gampong Sungai Paoh Pusaka, Musliadi, S.Pd, Geuchiek Gampong Meurandeh Aceh, Tgk. Asnawi beserta 10 Geuchiek Gampong yang di tetapkan Pemko Langsa untuk menuju Gampong Bersinar (Bersih Narkoba) di tahun 2021, turut hadir juga semua Personil BNNK Langsa dan Para perangkat Gampong Sungai Paoh Pusaka dan warga masyarakat Lainnya pada kegiatan tersebut.

Kepala BNNK Langsa, AKBP H. Basri, SH., MH., menyampaikan terimakasih kepada Pemko Langsa atas Fasilitasi Pelaksanaan kegiatan, Para Forkopimda, Para kepala OPD, Para Ketua Lembaga Anti Narkotika kota Langsa, para geuchiek atas partisipasi mengikuti kegiatan puncak HANI 2021 sampai selesai, terkhusus kepada Geuchiek dan perangkat serta warga masyarakat Gampong Sungai Paoh Pusaka atas fasilitasi terlaksananya kegiatan tersebut dengan penuh khidmad dan sukses.
Basri menambahkan bahwa momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2021 mengambil tema “Perang melawan Narkoba (War on Drugs) di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)”.

Penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba menjadi fokus Presiden Joko Widodo sejak awal era kepemimpinannya. Sejalan dengan pernyataan Presiden, bahwa Indonesia Darurat Narkoba, BNN sebagai lembaga negara yang mengemban tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bekerja lebih keras untuk keluar dari kondisi darurat tersebut.

Langkah strategis yang dilakukan BNN, yaitu melalui strategi soft power approach, hard power approach, dan smart power approach. Pada strategi soft power approach, BNN melakukan tindakan preventif agar masyarakat memilki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika. Program utama yang saat ini gencar dikampanyekan oleh BNN adalah Desa Bersinar di 553 desa/kelurahan.

“BNN terus bersinergi dengan para stakeholder untuk membangun ketahanan diri pada lingkup terkecil, yaitu keluarga agar mampu menangkal ancaman bahaya narkotika. Gerakan dari desa/ Gampong kemudian meluas ke kota hingga akhirnya mewujudkan Indonesia Bersinar,” ujar Basri.
Pada strategi smart power approach, BNN memanfaatkan penggunaan teknologi informasi di era digital dalam upaya penanggulangan narkotika.

 

“Situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia hampir dua tahun belakangan ini membuat seluruh sektor harus melakukan penyesuaian. Namun, BNN tidak pernah lengah terhadap ancaman bahaya narkotika yang juga merupakan pandemi berkepanjangan,” tutup Basri.
( JP ).

Lagi Wartawan Di Pukul Oleh Oknum Salah Satu Ormas Di Majalengka

Keterangan foto : Sulaeman Wartawan Media Fokus Beruta Indonesia (FBI) 

 

etabloidfbi.com Majalengka. —

Kasus Penganiayaaan wartawan terjadi lagi kali ini menimpa salah seorang Wartawan dari Media Cetak maupun Online Fokus Berita Indonesia (FBI) dan Warta Jabar
Maraknya kasus Penganiayaaan yang di alami oleh beberapa Wartawan, membuat resah para awak Media dilapangan.

Peristiwa yang tejadi pada hari ini senin 28 Juni 2021 tepatnya di Desa Mekarwangi Kecamatan Lemah Sugih Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat menimpa Sulaeman yang mana pemukulan tersebut Betedar luas di Media Sosial.

Menurut keterangan yang kami dapat bahwa ketika wartawan akan melakukan Klarifikasi terkait tentang pemberitaan namun tanpa sebab yang jelas dilokasi sudah berkumpul beberapa orang berpakaian salah satu Ormas dan pada saat terjadi percakapan salah satu Oknum Ormas tersebut melakukan Pemukulan sehingga mengakibatkan luka di sekitar Hidung Korban bahkan terdengar kata-kata kotor dari mulut Oknum Ormas tersebut.

Beruntung dilokasi ada salah seorang Aparat TNI yang berusaha untuk melerai dan mendinginkan suasana sehingga mereka beraksi sa membubarkan diri.

Menanggapi kejadian atas adanya peristiwa penganiayaan tersebut Pimpinan Redaksi Media Fokus Berita Indonesia (FBI) Mujianto ketika dikonfirmasi oleh Insan Media mengatakan

“Benar bahwa adanya penganiayaan yang dialami oleh wartawan kami yang bernama Sulaeman dia diintimidasi, bahkan terkena pukulan salah seorang Oknum Ormas ketika akan klarifikasi terkait penayangan Berita di lokasi Desa, ‘ Ujar Mujianto kepada awak Media.

akibat peristiwa yang dialaminya, Korban langsung mendatangi Polres Majalengka untuk Melaporkan peristiwa yang dialaminya dan korban langsung melakukan Visum sebagai bukti atas tindakan pemukulan dan nelengkapi bukti laporan,

“kami menghormati proses Hukum biarkan kasus ini ditangani oleh aparat berwenang khususnya pihak kepolisian Polres  Majalengka, adapun kita sebagai jurnalis jelas dilindungi oleh UU PERS NO. 40 tahun 1999 tentang tugas dan pungsi Jurnalis, ” Ungkap Mujianto kepada Awak Media.

Ditambahkan olehnya “kami meminta agar Aparat Penegak Hukum segera menindak dan melakukan proses hukum atas penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum sebuah Ormas dan meminta agar memproses juga Aktor Intelektual yang mengundang Oknum Ormas tersebut, “

 

Yahya Heriansyah

Satnarkoba Polres Toba kembali ringkus 3 penyalahgunaan Narkoba di Ajibata.

etabloidfbi.com Toba.–

Kepolisian Resort Toba melalui Satreskrim Polres Toba kembali meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba dari dalam sebuah gubuk Jln Parbiusan Desa Pardamean Ajibata Kec. Ajibata pada hari Jumat yang lalu tanggal 25 Juni 2021

Penangkapan ketiga tersangka di sampaikan Kapolres Toba Akala Fikta Jaya S.Ik MH melalui Kasubbag Humas Iptu B Samosir dengan tertulis kepada awak media, Senin (28/6/2021).

“Sat Narkoba Polres Toba berhasil lagi mengamankan 3 orang pelaku kriminalitas berupa penyalahgunaan Narkotika pada Jumat tanggal 25 Juni 2021 sekira pukul 13.30 Wib dari Kec Ajibata Kab Toba,” ungkap B. Samosir.

Samosir menyampaikan bahwa saat itu pelapor dan saksi telah mengamankan tiga orang pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu berinisial RS (39 thn), EMG (34 thn) dan PS (36 thn).

Dari penangkapan itu telah di amankan Barang Bukti berupa 18 (delapan belas) paket dalam plastik klip ukuran kecil berisi diduga narkotika jenis shabu dengan bruto 4.17 gram, 1 (satu) buah kaleng rokok merk Gudang Garam warna merah, 1 (satu) buah timbangan elektrik warna Silver, 3 (tiga) buah sedotan bentuk sendok, 1 (satu) bungkus plastik klip berbagai ukuran, 1 (satu) unit Handphone merk Samsung warna biru, Uang tunai sejumlah Rp. 80.000 (delapan puluh ribu rupiah), 1 (satu) buah dompet kecil corak hitam cream, 10 (sepuluh) voucher OMG Telkomsel, 1 (satu) buah plastik klip ukuran kecil bekas pakai.

Kemudian Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Toba untuk dilakukan proses pengembangan hukum selanjutnya.

Kapolres Toba AKBP AKALA FIKTA JAYA S.IK.M.H melalui Kasubbag Humas Polres Toba Iptu B. Samosir menyampaikan Polres Toba siap untuk membrantas peredaran Narkotika di Wilkum Polres Toba dan kami juga harapkan dukungan dan informasi dari masyarakat dan rekan Media.” tegas Samosir.

Salah seorang warga Ajibata marga Sirait mengapresiasi penangkapan itu dan meminta pihak kepolisian tidak hanya sebatas menangkap pelaku di lapangan tapi harus di usut siapa pengedar barang haram itu di Ajibata.

“Kami bangga tindakan kepolisian Toba cepat tanggap mengamankan para pelaku narkoba namun kami juga meminta segera dikembangkan siapa pengedar dan asal usul barang haram itu,” ujar Sirait.

Sirait juga menyayangkan masih adanya pemuda Ajibata yang bermain main dengan Narkoba, dan sudah mencoreng nama baik kampungnya yang sudah tercap zona merah dan rawan Narkoba.
(Feri)

In Memoriam Zaidina Hamzah: Simbol Silahturahmi Antar Elemen Masyarakat

 

Oleh: Wilson Lalengke

 

etabloidfbi.com Jakarta –

 

Hari ini, Minggu, 27 Juni 2021, sahabat saya Zaidina Hamzah berpulang. Informasi dari keluarganya, Bang Hamzah, demikian dia akrab dipanggil, tiba-tiba saja mengalami sesak nafas dan berlanjut tidak sadarkan diri. Menit berikutnya, Bang Hamzah sudah tiada. Innalillahi wa innailaihi rojiun… Bang Hamzah husnul khotimah, disiapkan tempat terbaik di sisi-Nya, amin YRA.

Saya sangat ingin menulis tentang Bang Hamzah kali ini. Ada banyak kehilangan sahabat baik yang saya alami selama ini, kepergian Bang Hamzah merupakan hilangnya sesuatu yang penting dan sangat berarti, dan perlu saya tulis. Secara fisik, Bang Hamzah tidak istimewa, bahkan mungkin tidak menarik untuk diceritakan. Juga dari sisi yang lain, semuanya biasa saja, hal serupa itu bisa didapatkan dari banyak sahabat lainnya.

Zaidina Hamzah adalah sebuah fenomena bagi saya, khususnya dalam kaitannya dengan kedudukan saya sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Almarhum adalah warga yang tinggal di Padang, Sumatera Barat. Sehari-harinya, pria yang lahir tahun 1972 itu dikenal sebagai Kepala Markas Daerah Laskar Merah Putih (Kamada LMP) Sumatera Barat. Tubuhnya yang secara fisik terbilang ‘kelas berat’ membuatnya mudah ditandai atau dikenali.

Pertemuan pertama saya dengan Bang Hamzah terjadi saat beliau bersama beberapa anggota LMP Sumatera Barat menjemput saya di Bandara Udara Internasional Minangkabau, Padang. Saat itu, di minggu terakhir bulan Februari 2020 lalu, saya diundang Pengurus PPWI Tanah Datar, Sumatera Barat, untuk acara Peresmian dan Pelantikan DPC PPWI Kabupaten Tanah Datar. Bang Hamzah mendampingi Ketua DPD PPWI Sumbar, Buya Syafrizal, bersama beberapa rekan lainnya menjemput saya dan bergerak menuju Batusangkar, Ibukota Kabupaten Tanah Datar. Dia bersama anggota LMP-nya datang lengkap dengan uniform dan atribut kebesaran organisasi Laskar Merah Putih.

Pertemuan awal itu, bagi saya, menandai sebuah pertemuan monumental antar organisasi, antar serpihan elemen masyarakat. Walau saya mengenal beberapa pentolan elit LMP di tingkat nasional, seperti Neneng A Tuty dan Adek Erfil Manurung, namun perkenalan saya dengan Bang Hamzah telah menumbuhkan simpul silahturahmi antar organisasi di tingkat daerah –PPWI dengan LMP– yang kemudian tumbuh menguat di antara keduanya.

Ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang terjalin itu kemudian semakin mengental dan menguat ketika Kamada LMP Sumbar ini menemani sekaligus menghadiri acara pelantikan Pengurus PPWI Tanah Datar selama dua hari di Sumatera Barat, 26-27 Februari 2020. Kharisma seorang Zaidina Hamzah sebagai ‘panglima’ sebuah organisasi patriotik Indonesia terlihat jelas selama kebersamaan di sepanjang perjalanan dan acara di Tanah Datar itu. Pengelolaan dan koordinasi di internal organisasinya berjalan sangat rapi dan disiplin. Hal ini amat membantu panitia dalam mensukseskan acara pelantikan pengurus DPC PPWI Tanah Datar hari itu.

Setelahnya, komunikasi dengan Bang Hamzah terus berlanjut. Kami saling bertukar informasi, terutama tentang kegiatan masing-masing organisasi. Dari Bang Hamzah saya banyak belajar, mengetahui, dan mengenal karakter ormas LMP, khususnya Markas Daerah Sumatera Barat. Ormas yang banyak dihuni oleh para pemuda usia matang itu tetap terlihat bersemangat tinggi, selayaknya organisasi pemuda berusia muda. Program kegiatan mereka yang fokus pada alam lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan terbilang bagus, menarik, dan menyenangkan. Touring sambil memberi bantuan kepada warga yang kesulitan ekonomi di masa pandemi di desa-desa yang dilewati, misalnya, adalah salah satu kegiatan yang mereka lakukan beberapa waktu lalu. Saya amat terkesan dengan program tersebut.

Dari komunikasi dan koordinasi yang cukup intens, Bang Hamzah kemudian menyatakan ingin mendaftar menjadi anggota PPWI. Keanggotaannya diproses, jadilah Bang Hamzah sebagai bagian dari Keluarga Besar PPWI. Sayangnya, keinginan almarhum untuk bergabung dalam kepengurusan PPWI Sumatera Barat, yang menurutnya perlu diperkuat dan ditingkatkan kinerja kepengurusannya, belum dapat terealisasi secara definitif.

Sejak jalinan persahabatan dan silahturahmi tahun 2020 lalu itu hingga kini, setiap kali saya dan team dari PPWI Nasional ke Sumatera Barat, pasti selalu dijemput dan ‘dikawal’ oleh rekan-rekan LMP Markas Daerah Sumatera Barat. Kegiatan bersama kami yang paling akhir bersama Bang Hamzah, dan kawan-kawan LMP Sumbar, adalah pada acara peresmian dan pelantikan DPC PPWI Padang dan DPC PPWI Sawahlunto 28 dan 30 Januari 2021 lalu.

Pada setiap pertemuan dan kegiatan di daerah lain, saya selalu antusias tatkala panitia dapat menggandeng sahabat-sahabat dari omas LMP. Seperti yang terjadi pada kegiatan diklat jurnalistik warga di Demak, Jawa Tengah, Februari 2021 lalu. Saya bertemu dan berkenalan dengan Kamada LMP Jawa Tengah, Mas Adi Prayitno. Pada suatu momen santai bersama, saya bahkan sempat memperkenalkan kedua Kamada –Bang Hamzah dan Mas Adi– melalui komunikasi video call.

Bang Hamzah, saya mengenalmu hanya setahun lebih beberapa bulan saja, nanum kenangan persahabatan dan silahturahmi yang begitu indah telah menggores hati saya dan PPWI sedemikian dalam. Seakan kita telah terhubung sedmikian lama, bertahun-tahun lamanya. Kiranya kebersamaan PPWI dengan LMP Sumatera Barat akan tetap langgeng dan semakin kuat sepeninggal Kamada LMP Sumbar, Zaidina Hamzah.

Bang Hamzah, usai sudah tugas keduniawianmu di bumi ini. Kini saatnya kembali. Beristrahatlah dalam keabadianmu. Kami akan lanjutkan yang masih tersisa, sebelum akhirnya kami juga dipanggil pulang. Innalillahi wa innailaihi rojiun… (*)

Penulis: Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI

TERKAIT BERITA WARTAWAN YANG DI INTIMIDASI DI LAMPUNG BARAT DI DUGA PALSU

 

etabloidfbi.com Lampung Barat,-

 

Terkait maraknya pemberitaan di media,  tentang kasus kekerasan terhadap seorang jurnalis(wartawan)yang terjadi di tanah air, seluruh jajaran Media  pun amat sangat prihatin dan ikut merasakan atas musibah yang dialami oleh rekan-rekan jurnalis.

Begitu juga dengan adanya pemberitaan yang baru baru ini marak ditayangkan,  yang mana di wilayah kabupaten lampung barat,  telah terjadi kekerasan atau intimidasi terhadap seorang oknum wartawan dari salah satu media terkemuka, yakni surat kabar umum (sku) Media Nasional, sementara kronologis kejadian tersebut seorang wartawan telah mengalami penganiayaan dan intimidasi oleh sekelompok orang yang dimotori oleh Oknum kepala desa (Pekon) dan peristiwa terjadi dirumah orang tua dari Oknum Kepala Desa (Pekon) tepatnya di dusun Ketapang,desa suka jadi, kecamatan bandar negri suoh (BNS) kabupaten Lampung Barat provinsi Lampung

Baca Juga : 

LAGI LAGI WARTAWAN DI INTIMIDASI DI LAMPUNG BARAT

Namun setelah kami meminta tanggapan dari pimpinan redaksi Surat Kabar Umum Media Nasional Amsir Sapernong, melalui sambungan seluler, terkait kejadian tersebut, justru kami mendapatkan tanggapan yang di luar dugaan, dimana menurut keterangan dari Pimpinan Redaksi bahwa korban atau saudara S (Inisial) adalah bukan wartawan yang terdaptar pada redaksi Surat Kabar Umum Media Nasional, secara otomatis keberadaannya ilegal bahkan amsir sendiri selaku pimpred tidak kenal dengan oknum tersebut.

“Saya selaku penanggung jawab, sekaligus sebagai pimpinan redaksi (pimpred) Surat Kabar Umum Media Nasional, tidak pernah mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) jelas disini kamipun tidak mengakui atas nama oknum tersebut.” ungkap Pimpinan Redaksi Media Nasional Amsir Sapernong

“Adapun dengan adanya peristiwa tersebut diatas, maka kamipun meminta aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap siapapun yang melakukan kesalahan dan terbukti melanggar hukum begitu juga dengan oknum wartawan di Media kami bahwa saya tidak mengakui karena dia secara ilegal telah melakukan pemalsuan data sehingga kami merasa dirugikan, ” Ungkap Amsir keoada awak media

“Terkait dengan penggunaan Atribut yang menggunakan lambang dan simbol SKU media nasional tersebut, pihak redaksi akan berkordinasi dengan pihak yang berwajib.”
Pungkas Amsir.

(Asep zakaria)

LAGI LAGI WARTAWAN DI INTIMIDASI DI LAMPUNG BARAT

 

etabloidfbi.com Lampung barat,-

Dugaan terjadinya penganiayaan terhadap rekan jurnalis di Kecamatan Bandar Negeri Suoh ( BNS ) tepatnya di Pemangku ketapang jaya Pekon Sukajadi Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, bertempatan di salah satu kediaman orang tua pelaku pada hari Jum’at, 25 juni 2021 sekitar pukul 16:30 WIB. Tragisnya lagi para pelaku diduga kuat merupakan Oknum aparat pekon atau kepala Desa yang berada di Kecamatan Suoh.

Peristiwa ini bermula ketika Oknum Pekon mengundang salah seorang yang mengaku sebagai jurnalis dari Media Nasional melalui aplikasi WhatsApp dan diminta kehadirannya pada jam dan hari yang sudah  ditentukan sementara lokasi pertemuan dirumah orang tua dari Oknum Pekon yang berinisial D tersebut.

Selang beberapa lama kemudian sampailah Saudara S (Inisial) pada pukul 16:10 WIB,  dilokasi dan ketika korban hendak memasuki rumah ternyata di dalam rumah tersebut sudah menunggu 4 orang yaitu orang tua (D) dan peratin berinisial H (inisial) dan yang salah seorang rekan pelaku dan tidak dikenal oleh saudara S.

Ketika korban memasuki rumah dari orangtua pelaku mereka sempat berbincang-bincang sekitar 10 menit namun tidak lama kemudian secara tiba – tiba mereka yang ada dilokasi melakukan penganiayaan dan penyekapan kepada korban saudara S di dalam kamar dan di kunci oleh peratin berinisial H, bahkan salah seorang pelaku yang berinisial D berusaha untuk mengambil senjata tajam dari dalam tasnya namun dihalangi oleh rekannya, rekan D sambil  mengatakan “jangan” Ungkap korban saudara S yang mengaku sebagai salah satu wartawan dari Media Nasional.

Menurut keterangan Korban saudara S (Inisial) dia menunggu kesempatan lengahnya para pelaku dan dia  berusaha menyelamatkan diri dari penyekapan yang dialaminya

“jaket ku pun sampai sobek karena tersangkut” ungkap korban.

Sampai berita ini diturunkan korban mengalami Trauma akibat peristiwa yang dialaminya dan kami masih berusaha untuk mencari lebih jauh terkait informasi dan asal muasal masalah tersebut yang mana disini kita melihat sudah adanya tindakan kriminal yang dilakukan oleh sekelompok orang sehingga adanya seseorang yang menjadi korban  dan kami belum mendapatkan informasi lengkap baik dari pihak Pekon (Kades) maupun Camat setempat atas peristiwa yang dialami oleh saudara S (Inisial) yang mengaku sebagai Wartawan dari Media Nasional.

Asep Zakaria

Polres Langsa Gelar Vaksinasi Massal, di Klinik Polres Langsa dan Puskesmas

 

etabloidfbi.com, Kota Langsa Aceh.–

 

Polres Langsa menggelar vaksinasi masal Masyarakat Diwilayah hukum Polres Langsa, Klinik Polres Langsa dan semua Puskesmas Wilkum Langsa, Sabtu (26/06/2021)

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro,SH,SIK,MH mengatakan, pemberian vaksin Covid-19 dilakukan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-75 pada 1 Juli 2021 mendatang, sekaligus sebagai wujud perlindungan terhadap masyarakat yang berada di wilayah hukum Polres Langsa dari ancaman penyebaran Covid-19.

“Pemberian vaksin sebagai bentuk perhatian, dan perlindungan terhadap masyarakat, sekaligus bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, vaksinasi dilakukan oleh Dokkes Polres Langsa, bersama tim kesehatan Pukesmas, sampai saat ini sudah 3.918 orang masyarakat yang divaksin, dan Vaksinasi masih akan terus berlanjut.

Meski sudah divaksin, ia mengimbau agar tetap waspada terhadap virus covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M.

“Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,”ujarnya.(MA)

Puluhan Wartawan Solidaritas JRHB Akan Aksi Simpatik  Atas Pembunuhan Wartawan Marsal Harahap Dan Tolak Pergub Riau

etabloidfbi.com ROKAN HULU-

 

Puluhan Wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Rokan Hulu Bersatu  (JRHB), berencana akan melakukan aksi kemanusiaan dengan memberikan apresiasi kepada Polri, atas keberhasilan mengamankan pelaku Pembunuh Wartawan  Marsal Harahap

“Insha Allah aksi simpatik akan  kita gelar, untuk Wartawan yang korban Pembunuhan Marsal Harahap, ini membuktikan kalau sesama Insan Pers senasib dan kepedulian,” sebut Koordinator Umum Riyan Alfian yang dikenal sebutan Bang Gondrong, Minggu (27/6/2021).

Lanjutnya, aksi digelar Senin (28/6/2021), dikemas dalam bentuk dukungan dan apresiasi kepada Polri, melalui Polres Rohul, ini sebagai bukti Polri masih peduli dengan Warga.

“Maka tujuan aksi kita, ke Mapolres Rohul dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan Covid-19,” jelas Bang Gondrong diamini Wakil Ketua Solidaritas Pers Indonesia (SPI) Faisal Purba.

Selain itu, aksi juga ke Kantor Bupati Rohul, terkait Pergub Riau No 19 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan  Informasi Penyelenggaraan Pemerintah di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Riau.

“Hal ini kami nilai tidak sejalan dengan kebebasan  Pers, sebab dinamisasi Pers  di lapangan tentu sangat  tidak sesuai, karena karya Jurnalistik  ketrampilan,” tuturnya.

Riyan Alfian  yang juga Pengurus Join Rohul juga menjelaskan, terkait kerjasama media dengan Pemkab Rohul, melihat adanya ketimpangan yang sangat dalam konteks pembinaan.

“Jadi kami berharap nanti dengan kemurahan  dan kemuliaan hati dari Bupati-Wakil Bupati H Sukiman dan Indra Gunawan agar memperhatikan Wartwan yang yang konon berdomisili di Rohul,  bukan membina wartawan yang perusahaan besar,” tuturnya.

Dirinya, melihat teman-teman kreatif juga, respon dari Bapak H Sukiman cukup baik. ” Namun perlu perhatian terhadap wartawan-wartawan yang nota bene ikut berpartisipasi memberikan informasi pembangunan di Rohul,” paparnya.

“Hari ini, perubahan zaman sangat drastis, dulu media besar berpengaruh pemerintah memberikan bongkahan besar, tapi dengan sistem online kayaknya kontribusinya hampir sama saja,” tutupnya mengakhiri.

Rencana aksi juga akan dilakukan dengan Protokol Kesehatan Covid-19, kemudian para awak media berencana akan membagikan Masker secara gratis, bertindak sebagai Koordinator Umum Riyan Alfian Koordinator Lapangan Panigoran Dasopang.

Editor : Yahya Heriansyah 

Batalkan Putusan PN, MA Hukum Suradi Gunadi 2 Tahun Penjara

etabloidfbi.com Jakarta –

 

Mahkamah Agung Republik Indonesia akhirnya menghukum terdakwa Suradi Gunadi dengan pidana penjara selama 2 tahun terkait kasus penipuan terhadap PT Global Mitra Teknologi (PT GMT). Terdakwa Suradi Gunadi tadinya lolos dari jeratan hukum setelah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan oleh JPU, tetapi perbuatannya bukan merupakan tindak pidana penipuan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara nomor: 1270/Pid.B/2019/PN Jkt.Pst, tanggal 20 Februari 2020.

Majelis hakim di PN Jakarta Pusat hanya memutuskan terdakwa Suradi terbukti memiliki tunggakan pembayaran atas pembelian Proyektor Merek Epson, LG, dan Sony kepada pihak PT GMT sebesar kurang lebih 12 milyar rupiah.

Atas putusan tersebut JPU mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung RI pada tanggal 03 Maret 2020, kemudian pada tanggal 08 Juli 2020 Majelis Hakim MA memutus perkara Nomor: 527 K/PID/2020 dengan putusan membatalkan Putusan PN Jakpus Nomor : 1270/Pid.B/2019/PN Jkt.Pst tanggal 20 Februari 2020 dan menyatakan terdakwa Suradi Gunadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun. Dan saat ini terpidana Suradi Gunadi sudah ditahan di Rutan Salemba sejak tanggal 16 Juni 2021.

Menanggapi putusan tersebut, Hoky mengaku prihatin atas hukuman yang harus dijalani Suradi, namun pihaknya berterima kasih kepada majelis hakim MA karena hukum akhirnya bisa ditegakan dan keadilan bisa diterimanya. Dia juga mengatakan, sejak awal dirinya bersama dengan beberapa pihak dari PT GMT di antaranya Sarki Gunawan dan Ali Said Mahanes sudah berupaya menempuh penyelesaian masalah ini secara kekeluargaan dengan cara menemui Suradi Gunadi beberapa kali di Surabaya. Namun, dikatakan Hoky, upaya tersebut gagal karena Suradi tidak memiliki itikad baik dan malah memilih melayangkan gugatan terhadap pihak PT GMT di PN Jakpus hingga sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu perkara No. 499/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst, dan perkara No. 317/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst serta perkara No. 472/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst.

“Kami menghadapi gugatannya tidak menggunakan jasa pengacara sama sekali karena kami yakin berada pada pihak yang benar.  Buktinya kami menang dan gugatan Suradi tidak dapat diterima oleh Hakim di PN Jakpus meskipun mereka menggunakan 6 (enam) orang pengacara dan 4 (empat) orang pengacara turun dalam persidangannya,” ungkap Hoky melalui press release yang dikirim ke redaksi, Minggu (27/6/2021).

Hoky pun menceritakan kronologis perjalanan kasus yang dilaporkannya sejak 15 Maret 2018, dimana pada tanggal 23 Oktober  2018 Suradi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat ditahan di Rutan Salemba Jakarta. Dan anehnya, bukannya jerah, Suradi malah diduga membuat laporan palsu di Polda Jatim pada tanggal 28 September 2019 untuk mengkriminalisasi pihak PT GMT. “Kami tentunya melakukan perlawanan dengan melayangkan surat kepada pihak Polda Jatim tentang dugaan laporan palsu tersebut,” ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ, dikatakan Hoky, Suradi terus berupaya menciptakan pencitraan negatif terhadap pihaknya selaku pimpinan PT GMT melalui media online di Jawa Timur. “Pemberitaan media tersebut sangat merugikan kami sehingga kami membuat permintaan hak jawab. Namun berita yang memuat hak jawab kami hingga kini tidak bisa akses dan diduga sudah dihapus sedangkan berita yang direkayasa oleh Suradi masih bisa diakses di media tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait penyelesaian tunggakan yang harus dibayarkan Suradi, pihak PT GMT sudah berusaha melalukan upaya jalan damai melalui pihak keluarga Suradi Gunadi. Namun pihak Suradi Gunadi tidak mau memenuhi kewajibannya dan malah melakukan upaya hukum banding atas perkara No. 472/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, padahal pada saat sidang tidak mampu membuktikan gugatannya, serta tidak mampu menghadirkan satu orang saksipun, sedangkan dari pihak PT GMT menghadirkan hingga 10 (sepuluh) orang saksi, dengan 2 (dua) orang saksi diantaranya adalah dari Pihak Master Dealer yang telah dengan jelas menyatakan tidak mungkin pihak Suradi Gunadi sebagai pihak Master Dealer bisa mempunyai kelebihan pembayaran terhadap pihak Distributor.

Penyelesaian kasus penipuan ini sepertinya telah memasuki babak baru setelah perkara pidana sebelumnya telah inkrah dan terdakwa Suradi terbukti melakukan tindakan pidana penipuan dan dihukum 2 tahun penjara untuk perbuatan penggelapan tahun 2016 hingga tahun 2017, dimana justru pada saat proses sidang gugatan perkara perdata terungkap fakta tentang sesungguhnya Suradi Gunadi diduga melakukan perbuatannya sejak sejak tahun 2012 hingga tahun 2017, bukan hanya pada tahun 2016 hingga tahun 2017 saja.

Oleh sebab itu, pihak Hoky selaku pimpinan PT GMT kemudian kembali melayangkan laporan polisi dengan nomor: LP/3.052/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 30 Mei 2020 terkait dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Suradi Gunadi dan kawan-kawan.

Sampai berita ini diturunkan, Suradi Gunadi selaku terpidana dan sekaligus selaku terlapor kasus penipuan tidak bisa ditemui di Rutan Salemba karena alasan protokol kesehatan dan pihak Rutan belum mengijinkan yang bersangkutan ditemui atau dikunjungi wartawan.

Sebelumnya dalam sidang gugatan Suradi Gunadi perkara No. 472/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst menjadi terungkap, modus operandi Suradi melakukan penipuan dan atau pengelapan dan atau tindak pidana pencucian uang adalah Suradi menggunakan nomer rekening atas nama dirinya dan CV. Cahaya Gemilang. Dimana Suradi bertransaksi dengan pihak PT GMT maupun dengan pihak lain mengunakan nama-nama keluarga dan kerabatnya antara lain dengan inisial LWO, DS, NVW, SG dan MG diduga untuk melarikan atau menggelapkan ataupun pencucian uang perusahaan PT GMT.

Editor : Yahya Heriansyah 

Pelaku Pembacok Pimred Media Butota.id Ditangkap

 

etabloidfbi.com Gorontalo. —

Pihak dari Kepolisian Polres Kota Gorontalo berhasil menciduk pelaku pembacokan terhadap Jefri Rumampuk selaku Pimpinan Redaksi Media Butota.id pada hari minggu 27-Juni-2021.

Dengan keberhasilan ini sudah sepantasnya seluruh jajaran Media Nasional mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polres Kota Goromtalo atas keberhasilannya menciduk Pelaku Pembacokan salah satu pimpinan Media karena dalam tempo dua hari pelaku sudah bisa di ciduk.

Sebagaimana diketahui. bersama bahwa Jefri Rumampuk dibacok oleh orang tak dikenal pada hari Jumat sore sekitar pukul 16.00 WITA saat itu dia bersama istri dan anaknya sedang mengendarai sepeda Motor dan melintas di jalan Palma kelurahan Molosipat U kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo sehingga mengakibatkan luka menganga disekitar pergelangan tangannya.

Sampai berita ini diturunkan kami masih belum menunggu Informasi atas motif apa sehingga peristiwa ini bisa terjadi apakah ada motif terkait pemberitaan atau ada peristiwa pribadi antara pelaku dengan korban.

Dengan maraknya kriminalisasi yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan menimpa beberapa Jurnalis kami mewakili seluruh jurnalis Tingkat Nasional meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya apalagi jika terbukti bahwa peristiwa kriminalisasi ada kaitannya dengan pemberitaan.

(Yahya Heriansyah)

Kapolsek Batu Ceper Metro Kota Tangerang Gelar Ops. Yustisi PPKM Mikro

 

etabloidfbi.com Kota Tangerang.

Melonjaknya kasus covid disease baru baru ini membuat pemerintah kota Tangerang kembali memperketat aktifitas masyarakat. Tidak tanggung tanggung , pemerintah menurunkan langsung satgas covid dari unsur tiga pilar.

Dipimpin Kapolsek AKP DAVID P. PURBA, S.H, S.I.K, M.I.K. Polsek Batu Ceper Polres Metro Tangerang Kota bersama 3 Pilar menggelar Operasi Yustisi PPKM Mikro dan Patroli Ops. Cipkon berskala sedang di Wilkum Polsek Batu Ceper Kota Tangerang, Sabtu malam (26/6/2021) pukul 20.30 WIB.

Pada kegiatan tersebut Kapolsek Batu Ceper didampingi Pawas IPDA ANDY SAFUTRA, S.H. dan BA Pendamping AIPTU TOTO SURYADI dengan kekuatan 12 Personil gabungan dari Polri 9 Personil dan Sat Pol PP 3 Personil.

Kapolsek mengatakan bahwa Operasi Rutin Kepolisian dilaksanakan Atas Perintah KAPOLRES METRO TANGERANG KOTA KOMBES POL DEONIJIU DE FATIMA, S.I.K, S.H. dalam rangka Pembatasan Mobilisasi Masyarakat guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 dan Cipta Kondisi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Batuceper.

” Adapun sasaran dan tujuan ops. yaitu, Warung-warung kuliner, Antisipasi Tawuran warga, Balapan liar, knalpot racing, Guantibmas dan 3C serta himbauan prokes terkait PPKM Mikro dalam rangka percepatan penanganan covid-19,” ucap Kapolsek.

“Hasil dari ops. tersebut adalah Pembatasan Mobilisasi masyarakat dengan cara membubarkan dan menutup warung-warung kuliner di sepanjang Pertokoan Gian Poris dan Ruko Poris Paradise Exlusive sambil menyampaikan himbauan-himbauan Prokes PPKM Mikro. Adapun tempat sasaran ops. di Angkringan Jogja, Bakso si Doel, Warung Mie Aceh, RM. Sunda Ikan Asin, dan Kopi Seruput,” papar DAVID.

Terpantau selama kegiatan Operasi berlangsung berjalan dengan aman, lancar, dan Kondusif.

(SM)

600 Peserta Sukseskan Serbuan Vaksinasi HUT ke 75 Bhayangkara di Nunukan

 

etabloidfbi.com NUNUKAN –

 

Kepolisian Resort Nunukan bekerjasama dengan TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan menggelar Serbuan Vaksinasi COVID-19 di GOR Dwikora Nunukan, pada Sabtu (26/06/2021).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75.

Kapolres Nunukan AKBP. Syaiful Anwar,S.Ik mengatakan Serbuan Vaksinasi COVID-19 ini merupakan Instruksi Presiden RI melalui program Vaksinasi Nasional.

“Kegiatan ini bentuk komitmen kami dalam menekan penyebaran COVID-19, khususnya di Kabupaten Nunukan” ungkap Syaiful, Sabtu (26/06).

Dia menambahkan kegiatan Serbuan Vaksinasi di Nunukan dikuti 600 peserta yang sebelumnya telah mendaftar terlebih dahulu.

“Ini juga wujud dukungan kami mensukseskan program vaksin sehari satu juta orang yang dilakukan serentak hari ini” ujarnya.

Lebih jauh Kapolres menyampaikan Serbuan Vaksinasi ini juga menjadi ajang peningkatan sinergitas antar institusi dalam menghadapi pandemi COVID-19 di wilayah perbatasan.

“Selain melibatkan vaksinator dari Urkes Polres Nunukan, kegiatan ini juga didukung oleh vaksinator dari Dinas kesehatan, RSUD Nunukan, Kesehatan Kodim Nunukan, Kesehatan Lanal Nunukan serta kesehatan Satgas PAMTAS RI- Malaysia” jelasnya.

Acara ini di buka Bupati Nunukan yang diwakili Sekda Nunukan Serfianus,S.Ip, M.Si dan dihadiri oleh Dandim 0911 Letkol. CZI. Eko Pur Indriyanto SE.,( P) M.I.Pol T.r ( Han), Danlanal Nunukan, Letkol ( P) Nonot Febrianto, SE, CTMP, Dan Satgas RI- Malaysia Letkol (Arh) Drian Priyambodo,SE dan Wakapolres Nunukan Kompol Edy Budiarto, SH.

Syafaruddin / Biro Nunukan.

Kembali Pimred Media Online Lokal Butota.id Dibacok Orang Tak Dikenal

Keterangan foto : Jefri Rumampuk Korban Pembacokan orang Tak Dikenal

etabloidfbi.com Jakarta.

Satu lagi kejadian memilukan menimpa seorang Pimpinan Redaksi dari salah satu Media Online yang berkantor di Gorontalo yaitu Media Butota.id Jefri Rumampuk mengalami satukejadiam memgenaskan yaitu dibacok oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada hari selasa Sore 25 juni 2021 sore hari.

Informasi yang kami dapat bahwa kejadian ini di Jalan Palma Kota Gorontalo dan peristiwa naas tersebut bermula pada saat Jefri Rumampuk bersama istrinya sedang mengendarai sepeda motor ketikaengarah kekota Gorontalo, dan saat Korban sedang melintas tiba-tiba ada orang tak dikenal langsung membacpk lengan korban, sehingga menimbulkan luka menganga pada bagian tangan Jefri Rumampuk.

Luka Akibat Bacokan Senjata Tajam Yang Dialami Jefri Rumampuk

Menurut keterangan korban Jefri Rumampuk yang secara kebetulan adalah salah seorang Pimpinan Redaksi dari media Butota.id pelaku melakukan pembacokan itu sambil mengendarai sepeda motor dan tanpa adanya masalah langsung membacok korban.

Mengwtahui luka ditangannya lumayan parah korban Jefri Rumampuk langsung mengarah kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongam pertama akibat luka bacokan.

Selanjutnya Istri korban bersama pengacara langsung melakukan Pelaporan terkait musibah yang dialaminya ke Aparat Kepolisian demi untuk mencari keadilan atasmusibah yang dialami oleh suaminya.

“Dengan maraknya peristiwa Kriminalisasi yang terjadi dan menimpa beberapa jurnalis kami selaku Wartawan dilapangan berharap agar adanya ketegasan hukum ataa peristiwa demi peristiwa yang selama ini menimpa para awak media dilapangan dan berharap pemuh kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap dan menghukum seberat-beratnya kepada para pelaku dan juga seandainya ada aktor dibelakangnya maka harus ditindak tegas apalagi ada kaitannya terkait pemberitaan yang diuat oleh wartawan,”
Ungkap Yahya Heriansyah selaku Pimpinan Redaksi dari Media etabloidfbi.com dan juga aktif di Organisasi Gerakan Penegak Hak Asasi Manusia (GN-GAK HAM) Sabtu 26 Juni 2021.

(Redaksi)

Terima Keluhan Masyarakat Adat Terkait PT. BHP, DPRD Nunukan Bentuk Pansus

 

etabloidfbi.com NUNUKAN

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan masyarakat adat dari Desa Patal I, Desa Patal II, Desa Lintong, Desa Pulubulawan, Desa Taluan, dan Desa Podong, pada Kamis (24/06) lalu.

Dalam RDP itu sejumlah perwakilan masyarakat adat yang berasal dari Kecamatan Lumbis tersebut menyampaikan keluhannya terkait keberadaan PT. Bulungan Hijau Perkasa (PT. BHP) yang beroperasi di wilayah adat mereka.

Juru bicara perwakilan masyarakat adat, Darsono menyampaikan beberapa poin tuntutan kepada PT. BHP, antara lain :

  1. PT. BHP mengeluarkan 20 persen lahan plasma dari HGU seluas, 3.760,74 Ha.
  2. PT. BHP menyalurkan Corporate Social Responsibilty (CSR) senilai 200 juta untuk 6 Desa Pertahun.
  3. Memprioritaskan penerimaan tenaga kerja lokal untuk posisi SPL, Mandor, Kerani, Asisten maupun Manager tanpa tes.
  4. Wilayah Tanah Adat 6 Desa Kelompok Patal yang sudah di jadikan perkebunan oleh PT.BHP wajib diusahakan, dimanfaatkan, dipergunakan sehingga produktif sesuai peruntukkannya dan jangan diterlantarkan.

“Sebelumnya Pihak Desa telah melakukan upaya komunikasi kepada perusahaan, bahkan telah difasilitasi oleh Camat namun tidak di tanggapi oleh Pihak PT.BHP” kata Darsono.

Sementara itu, pihak PT. BHP tidak mengirimkan wakilnya untuk menghadiri RDP tersebut.

Andi Krislina mengatakan mangkirnya PT. BHP karena pihak managemen lagi cuti.

“Surat dari Managemen PT. BHP tertanggal 24 Juni 2021 yang di tandatangani Site Manager Nanang Harijono, bahwa managemen lagi melakukan cuti dan mereka meminta adanya penjadwalan ulang RDP pada bulan Juli” kata Andi Krislina.

Terpisah, Kabag Ekonomi Pemkab Nunukan, Mukhtar saat dikonfirmasi setelah RDP digelar menjelaskan bahwa HGU PT. BHP sudah terbit sejak tahun 2004 lalu.

“Terkait lahan plasma aturan itu baru ada sejak 2007, sebelumnya perusahaan perkebunan hanya melakukan pola kemitraan dengan masyarakat” kata Mukhtar.

Menanggapi soal CSR yang juga menjadi tuntutan dari masyarakat adat, dia mengatakan jika mengacu regulasi maka hal itu sesuai kemampuan perusahaan.

“Kalau CSR dulu perusahaan dibebani 1 % dari keuntungan, namun sekarang regulasinya menyatakan sesuai kemampuan perusahaan.” Ujarnya.

Lebih lanjut saat di konfirmasi pada hari Sabtu, (26/06/2021) Andi Krislina menyampaikan Pansus permasalahan PT. BHP dengan warga enam desa kelompok Patal Kecamatan Lumbis telah diparipurnakan.

“Alhamdulillah sudah terbentuk dan di Paripurnakan dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nunukan Hj.Leppa, dan terpilih sebagai Ketua Lewi,Sos, Wakil Ketua Gat Kaleb,S.Pd, dan Hendrawan,S.Pd sebagai Sekretaris” jelasnya.

Syafaruddin/Biro Nunukan.

KETUA DPRD TURUN LAPANGAN TERKAIT PEMBERITAAN ANAK MENDERITA PENYAKIT MENAHUN

 

etabloidfbi.com Lampung barat,-

Turut hadir dalam kunjungan tersebut ketua DPRD Edi Novial, Anggota DPRD Sakri, Pekon Puramekar, putri indonesia dan persatuan pemuda lampung barat
Sabtu 26.06.2021

Edi novial, dari praksi PDI-P terjun langsung,dan di dampingi oleh anggota DPRD praksi Golkar Sakri, putri indonesia dan persatuan pemuda bersatu lampung barat menyerahkan bantuan bakti sosial kepada anak penyandang disabilitas sakit menahun anak kembar lahir prematur Fauzi dan Fauzan yang bertempatan di Pekon Puramekar kecamatan Gedung surian, kabupaten lampung barat,

Ketua DPRD Edi novial, yang di dampingi oleh Anggota DPRD Sakri, menyampaikan dengan pemerintah Pekon, masyarakat yang seperti ini lah perlu kita perhatikan dan pendataan untuk masyarakat yang sangat perlu kita bantu ,

Dan setelah kami tinjau langsung benar keadaannya mempunyai penyakit disabilitas menahun kami segenap anggota dewan akan berusaha membawa Proposal ke dinas sosial untuk mendapatkan BPJS dari pemerintah terkait dan akan berkordinasi dengan Pedamping PKH kecamatan gedung surian agar tersentuh dari PKH

Dan menekan dengan pemerintah pekon agar segera melengkapi data dan proposal untuk anak kembar dari Rahmad

Saat ini masalah yang ada di sekitar kita yaitu terlalu memandang sebelah mata orang-orang yang terlahir kurang sempurna atau bisa kita sebut penyandang disabilitas, banyak dari kita yang masih tidak peduli dengan keadaan mereka, padahal mereka adalah bagian dari kita,

Maka kami dari persatuan pemuda lampung barat berinisiatif untuk mengadakan kegiatan sosial peduli penyandang disabilitas yang bertempat langsung di pekon puramekar”

Jika kita menginginkan masa depan yang baik, begitu pun juga mereka walaupun dengan keadaan yang sangat terbatas”.

kegiatan Baksos dalam bentuk pemberian bantuan bakti sosial ini, merupakan sedikit sumbangsih dan kepedulian dari pemerintah setempat dan pemuda bersatu Lampung barat guna membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid -19 dan kebetulan di amanatkan kepada kami untuk diselenggarakan di wilayah kecamatan gedung surian, dan kali ini dilaksanakan di Pekon Puramekar kabupaten lampung barat, semoga melalui kegiatan Baksos ini dapat meringankan dan membahagiakan, serta bermanfaat bagi masyarakat penerima nya.

Ramah selaku orang tua kedua anak tersebut mengucapkan banyak terimakasih kepada ketua DPRD Edi novial,di dampingi Anggota DPRD Sakri, Putri Indonesia dan kepada persatuan pemuda lampung barat yang telah memberikan bantuan bakti sosial kepada kedua Putra nya, tutupnya

Asep Zakaria

Sambut Hari Bhayangkara ke-75, Polres Sukabumi Kota Selenggarakan Gebyar Vaksinasi Covid-19

etabloidfbi.com – Kota Sukabumi

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75, Polres Sukabumi Kota selenggarakan Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang dipusatkan di 4 lokasi yaitu di Barak Dalmas samping Kantor Satpas Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Jalan KH. A Sanusi Warudoyong, Gedung Juang ’45, GOR SMAN 1 Kota Sukabumi dan Gedung KORPRI, Jalan Pelabuhan Dua Lembursitu Kota Sukabumi pada Sabtu (26/06/2021).

“Hari ini kami melaksanakan vaksinasi massal dalam rangka hari Bhayangkara ke-75. Kegiatan dipusatkan di 4 titik, yang pertama di Barak Dalmas samping Satpas Degung, mengakomodir warga masyarakat yang ada di Kota maupun Kabupaten yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, Kemudian titik yang lainnya di Gedung Juang, SMA 1 di Citamiang dan Gedung KORPRI di Kecamatan Lembursitu,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat meninjau pelaksanaan Gebyar Vaksinasi di Barak Dalmas.

Lanjutnya, “Total sampai dengan jam 10.00 hari ini sudah terdaftar sekitar 5760 peserta vaksinasi. Insya Alloh ini akan membantu Pemerintah Kota maupun Kabupaten dalam rangka mempercepat terbentuknya Herd Immunity dalam rangka menekan penyebaran Covid-19. Dalam rangka Hari Bhayangkara ini kami menargetkan sekitar 4159 peserta,” bebernya.

“Ini adalah kerja bersama, Pemerintah Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota maupun Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang sudah diberikan oleh seluruh tenaga kesehatan yang berpartisipasi di dalam kegiatan vaksinasi massal ini, termasuk dari Forkopimda yang lainnya, Kodim 0607 maupun Jajaran lainnya,” tandasnya.

Selain Gebyar Vaksinasi Covid-19, Jajaran Polres Sukabumi Kota juga lakukan beberapa kegiatan lainnya seperti Donor Darah, PPKM Mikro, Tabur Bunga, Bakti Sosial, membangun tangki septik dan rutilahu (rumah tidak layak huni) bersama komunitas ID Fortuner di wilayah Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi.

( Hendra Sofyan )

Sambut HUT Bhayangkara ke 75, Polsek Parapat gelar vaksinasi massal

 

etabloidfbi.com Parapat.–

Menyambut HUT Bhayangkara ke 75 pada tanggal 1 Juli 2021, Jajaran Polda Sumut di Polres Simalungun melalui Polsek Parapat melaksanakan Vaksinasi massal TNI-Polri serentak di Mapolsek Parapat guna menekan laju penyebaran dan dampak pandemi Covid 19 bagi masyarakat Kec.Girsang Sipanganbolon, Sabtu (26/06/2021).

Pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan di 34 Polda jajaran dan termasuk Polda Sumut di Polres Simalungun melalui Polsek Parapat yang merupakan target dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang diakselerasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, vaksinasi satu juta dosis per hari.

Kapolsek Parapat Iptu Hosea Ginting SH, Mth (c) mengatakan vaksinasi hari ini sesuai dengan tema HUT Bhayangkara ke-75 yang diperingati di tengah Pandemi Covid-19 pada tanggal 1 juli mendatang dan di tujukan kepada seluruh komponen masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas dan dalam keadaan sehat.

“Tentunya sebagaimana tema Hari Bhayangkara tahun ini, yaitu Transformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju, dengan target satu juta tersebut diharapkan terciptanya kekebalan kelompok atau Herd Immunity terhadap virus corona.” ujar Kapolsek Parapat.

Walaupun demikian Kapolsek Parapat tetap mengimbau kepada masyarakat yang sudah divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.

“Warga yang sudah di vaksin tetap harus mematuhi prokes 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas),” ungkap Hosea Ginting.

Kapolsek Parapat mengatakan target vaksinasi massal di wilkum Polsek Parapat pada hari ini ditargetkan sebanyak 200 orang dari berbagai komponen masyarakat seperti Karyawan Hotel dan Restoran, pedagang, pelaku wisata pantai, dan berbagai profesi lainnya. (Feri)

Sukseskan 1 Juta Vaksinasi di Hut Bhayangkara ke 75, Polres Tubaba Gelar Vaksinasi Massal Serentak

 

 

etabloidfbi.com Tubaba Lampung._

Polres Tulang Bawang Barat menggelar vaksinasi Covid-19 massal dalam rangka Ulang Tahun Bayangkara ke 75, di Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Sabtu, (26/06/2021).

Polres Tubaba bekerjasama dengan Bidokkes Polda Lampung dan Dinkes Tubaba serta Panitia Tiyuh menyiapkan 919 dosis vaksin bagi warga di wilayah Tiyuh Pulung Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar, Tiyuh Tunas Naya Kecamatan Gunung Agung dan Tiyuh Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S .IK, bersama Kadiskes Tubaba, Bidokkes Polda Lampung, dan Dandim 0412 LU, bersama Forkompinda saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, antusiasme warga cukup tinggi. Sasaran utama vaksinasi yakni masyarakat yang berusia 18 tahun sampai 50 tahun dan kondisi sehat.

 

“Dalam rangka HUT Bhayangkara yang ke 75 sesuai instruksi dari Presiden, hari ini dilaksanakan vaksinasi massal secara menyeluruh dengan target satu juta vaksin perhari sampai dengan 30 Juni 2021 diharapkan 3000 ribu dosis yang akan kita berikan kepada masyarakat Tubaba. Dan Kabupaten Tubaba pada hari ini dilakukan vaksinasi massal dengan target 919 juta vaksis”, ujarnya Kapolres.

Kapolres mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya juga mengapresiasi para panitia yang ikut dalam bertugas untuk mensukseskan vaksinasi massal ini, sebagai penyelenggaran vaksinasi massal dan warganya yang dengan kesadaran sendiri ikut berperan aktif dengan melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi diharapkan dapat membentuk herd immunity dan masyarakat terhindar dari Covid-19, dan untuk masyarakat jangan takut divaksin”, paparnya.

Kapolres Tubaba berharap dan menghimbau bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid 19 tetap waspada dan menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi yang sudah divaksinasi Covid 19, agar tetap menjaga prokes, yakni 3M. Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, demi kebaikan kita bersama serta untuk memutus mata rantai Covid 19. Untuk vaksinasi selanjutnya agar dapat berkoordinasi dengan aparatur Tiyuh (desa) maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa”, cetusnya.

(iwan setiawan)

Oknum TNI Eksekutor Pembunuhan Wartawan Di Simalungun Akhirnya Tertangkap.

etabloidfbi.com Sumut.–

Tim Intelijen Komando Resort Militer 022/PT, berhasil mengamankan oknum TNI Praka AI (inisial) sebagai eksekutor penembakan terhadap salah seorang Pimred Media Online di Simalungun Mara Salem Harahap, di tempat Persembunyiannya Jl. Kumpulan Pane, Kelurahan Jatih, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Jumat (25/06/2021) sekira pukul 01.30 Wib Dinihari.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, Penangkapan langsung di pimpin oleh Letkol Inf Robinson Tallupadang Waas Intel Dam I/BB dan Mayor Inf Ali Ramadhan Siregar Kasi Intelrem 022/PT beserta anggota Tim Intelrem 022/PT.

Sekira pukul 23.30 Wib pada saat Praka Denson Panjaitan merupakan anggota Ta Kima Rem 022/PT di BAP oleh Tim Intelrem 022/PT dan di dapat informasi bahwa dia mengetahui keberadaan pelaku Praka AI

Kemudian melalui informasi dari Hp Seluler Praka AI terdeteksi bahwa dia berada di kos-kosan di Kota Tebing Tinggi.

Mendapat informasi tersebut, sekira pukul 00.15 Wib Tim Intel Korem 022/PT yang dipimpin Letkol Inf Robinson Tallupadang Waas Intel Dam I/BB dan Mayor Inf Ali Ramadhan Siregar Kasi Intelrem 022/PT beserta anggota Tim Intelrem 022/PT bergerak cepat menuju lokasi yang di maksud.

Setibanya di TKP, tim intel Korem 022/PT langsung melakukan penggrebekan dalam rumah persembunyiannya dan di temukan Pelaku sedang berada di kost an tersebut dan langsung dibawa menuju Makorem 022/PT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Adapun Barang Bukti yang diamankan dari tangan Pelaku berupa Uang Rp. 3.470.000 (tiga juta empat ratus tujuh puluh ribu rupiah), 1 (satu) buah Hp merek Vivo, 1 (satu) buah Charger, 4 (empat) buah celana pendek, 1 (satu) buah jaket dan 1 (satu) buah Sim Card.

Selanjutnya sekira pukul 05.20 Wib, Pelaku dan saksi-saksi diboyong ke Pomdam I / Bukit Barisan oleh anggota Denpom I / Pematang Siantar untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun Sampai berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil mendapat keterangan resmi dari Dandenpom I/I Pematang Siantar Mayor Cpm Binson Simbolon S.H, M.H.

(Feri)

Karyawan APMS di Nunukan, Tewas Dibunuh di Tempat Kerjanya

 

etabloidfbi.com NUNUKAN

 

Seorang karyawan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) tewas dibunuh ditempat kerjanya, di Jalan Ujang Dewa / Sedadap Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Jumat (25/06), sekira pukul 10.15 WITA.

Korban adalah Anwar (52) warga Jalan Manungal Bhakti RT. 20 Nunukan Timur. Ia dibunuh oleh Thamrin (45), warga Jalan Pantai Eching Kelurahan Nunukan Selatan.

Berdasarkan penuturan dari saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebelum peristiwa naas itu terjadi korban sedang berada di APMS tempatnya bekerja.

Tiba-tiba datang seorang laki-laki (Pelaku) mengendarai sepeda motor jenis matic.

Pelaku dengan tergesa-gesa memarkir sepeda motornya, lalu turun sembari menghunus sebilah parang dan mendatangi korban.

Posisi korban saat itu sedang berdiri setengah jongkok di dekat Dispenser Premium APMS dimaksud.

Dari arah belakang, pelaku tiba-tiba membacok leher belakang kepala korban, lalu membacok kepala belakang, kemudian menusuk bagian perut dan bagian punggung korban.

Penganiayaan itu membuat korban langsung terjatuh tidak berdaya.

Melihat Korban tidak berdaya, Pelaku membuang parangnya lalu pergi menyerahkan diri ke Mako Polres Nunukan.

Kapolres Nunukan, melalui Kasuubag Humas Polres Nunukan, AKP. Muhammad Karyadi, S.H., mengatakan permasalahan tersebut berawal dari dugaan hubungan gelap yang dilakukan korban dengan istri siri pelaku.

“Mereka menikah siri pada tahun 2017 di Nunukan, kemudian pada tahun 2019 keduanya berpisah. Menurut mantan istrinya hubungan pernikahan siri itu sudah berakhir, namun pelaku tidak menerima,” kata Karyadi melalui rilis tertulis.

Lanjut Karyadi, pelaku sempat berupaya membakar rumah mantan istri sirinya tersebut.

“Pada hari Jumat tanggal 25 Juni 2021 sekira pkl. 01.00 WITA, pelaku mendatangi rumah mantan istrinya, ia membawa minyak tanah, tali karung goni dan korek api. Pelaku membakar tali tersebut dan memasukkan ke celah pintu dapur rumah tersebut” tambahnya.

Pagi harinya sekira pukul 09.00 WITA, pelaku terbangun dari tidurnya dan berniat untuk membunuh korban karena telah merebut istri sirinya.

“Pelaku pergi ke Pasar Yamaker untuk membeli sebilah Parang seharga Rp. 130.000,-. Parang tersebut kemudian Pelaku bawa ke tempat kerja Korban dan digunakan menghabisi Korban” kata Karyadi.

Dalam peristiwa ini Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain :

  • Sebilang Parang dengan gagang patah lengkap dengan sarungnya.
  • Satu lembar Kemeja warna merah.
  • Satu lembar Celana warna merah.

Selanjutnya berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, keterangan pelaku dan barang bukti yang ditemukan, Polisi menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan.
“Kita persangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan Berencana jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan” tutup Karyadi.

Syafarudin /Biro Nunukan.

BNN Kota Langsa laksanakan Dialog Interaktif Remaja ke 1 dan ke 2.

 

etabloidfbi.com langsa- Aceh

Badan Narkotika Nasional Kota Langsa menyelenggarakan Kegiatan Dialog Interaktif remaja ke 1 dan ke 2, bertempat di Aula Bunda PAUD, Gampong Sungai Paoh Pusaka Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Dialog pertama pada Hari Rabu, 23 Juni 2021 dan Dialog ke 2 pada hari Kamis, 24 Juni 2021.

Kegiatan dibuka oleh Sub. Koordinator Sie P2M ( Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat ) BNN Kota Langsa, Cut Maria, S. Sos. Pada kegiatan tersebut di ikuti oleh 10 peserta dari kalangan remaja tingkat pendidikan SMP dan SMA dari berbagai sekolah dengan tempat tinggal di gampong yang berbeda.

Pada dialog pertama di isi oleh 3 narasumber yaitu dari Sub. Koordinator Sie P2M, Cut Maria, S. Sos. ” Narkoba, jenis, Dampak, perspektif dan jenis Baru “, dari ketua bidang penyuluh P4GN DPC GRANAT Kota Langsa, Tgk. Mudawali Tasman, S. PdI,
” mengapa Narkoba dilarang, bahaya dan efek penyalahgunaan Narkoba dari Pandangan islam “, dan dari Dinkes kota Langsa,

dr. Donni Mulizar, ” Narkoba dalam dunia medis, faktor resiko dan protektif pada remaja “. Sedangkan pada Dialog ke dua di isi oleh 3 Narasumber juga yaitu Sub. Koordinator Sie P2M, Cut Maria, S. Sos., ” Peran BNN dalam penanganan penyalahgunaan Narkoba pada remaja “, dari Pengadilan Negeri Langsa, Kurniawan, SH., MH., ” Ketentuan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba dan menyikapi pelanggaran hukum terkait narkoba “, dan dari Polres Langsa, IPDA Mulyadi, SE., ” Fungsi ketentuan hukum tentang Narkoba dan kewajiban remaja dalam negara
hukum “.

Kepala Badan Narkotika Kota Langsa, AKBP Basri, SH., MH., melalui Sub. Koordinator Sie P2M, Cut Maria, S. Sos. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari pembentukan remaja teman sebaya anti narkotika melalui dialog interaktif remaja adalah untuk memberikan pemahaman serta mengembangkan kemampuan yang aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

Cut maria menambahkan bahwa, Manfaat dilaksanakannya Pembentukan Remaja Teman Sebaya Anti
Narkotika melalui dialog interaktif remaja ini agar remaja yang dilatih memiliki kesiapan untuk bersih dari narkoba, menumbuhkan kepercayaan diri dalam bersosial sehingga
akan memperkuat citra positif remaja. Secara lebih jauh manfaat bagi remaja yang terlibat dari kegiatan ini adalah: Remaja bisa menjadi contoh (role model) bagi teman sebaya lainnya, baik

dalam sikap maupun kepribadian untuk bersih dari narkoba, Remaja mampu mendapatkan teman sebaya yang bisa saling mengajak pada kebaikan dan bukan mengajak pada hal-hal yang kurang baik. Salah satu

contohnya adalah dapat bergabung dalam komunitas rean.id, untuk berbagi
cerita melalui karya dan Remaja mampu menempatkan diri di antara teman sebayanya, keluarga, di lingkungan sekolah atau lingkungan bermain, dan juga dapat membantu
memecahkan persoalan tanpa diminta.

Sedangkan kompetensi yang di bangun dalam pembentukan remaja teman sebaya anti narkotika melalui kegiatan dialog tersebut terbagi dalam dua macam yaitu kompetensi yang diukur secara langsung melalui pengisian kuesioner dan kompetensi yang diukur di tahun selanjutnya melalui temu remaja teman sebaya anti narkotika, intinya adanya adanya pengujian peserta kegiatan dan adanya indikator keberhasilan sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi keberlangsungan kegiatan tersebut, Komitmen peserta dan dukungan semua pihak tentunya sangat kami harapkan, tutup Cut Maria yang sering disapa Maya.
( JP ).

Sidak Ke Kelurahan Rorotan, Panglima TNI Minta 4 Pilar Bersinergi Kawal Penanganan Covid-19

 

etabloidfbi.com Jakarta.–

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, dan Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., melakukan inspeksi mendadak ke beberapa lokasi di Ibukota terkait penanganan Covid-19 dan PPKM Mikro. Selasa (22/6/2021).

Salah satunya adalah Kelurahan Rorotan Jakarta Utara. Disini Panglima TNI memberikan arahan Babinsa dan Babinkantibmas untuk mendirikan Posko Covid-19 agar terlaksananya sinergitas 4 pilar (TNI, Polri, Pemda dan Dinkes), guna menangani Covid-19.

“4 pilar harus bersinergi menekan laju kasus Covid-19 diwilayah. Tetap tegakan disiplin protokol kesehatan, laksanakan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment),” pesan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P.

Sebelum ke Kelurahan Rorotan, Panglima TNI, Kapolri dan Menkes terlebih dahulu melaksanakan sidak ke Rusun Nagrak Cilincing. Disini, Panglima TNI langsung berdialog dengan Kabid Kesmas Dinkes DKI, dr.Fifi, yang juga didampingi oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

“Bagaimana kesiapan dari tower ini, apakah mampu menampung 1000 bed bagi pasien OTG?,” tanya Panglima TNI.

“Siap Bapak Panglima, Tower telah siap digunakan, untuk kelengkapan juga sudah kami lengkapi,” jawab Kabid Kesmas Dinkes DKI.

Sebagai informasi, Rusun Nagrak Cilincing merupakan tempat isolasi bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala), yang mulai beroperasi pada hari Selasa, 22/6/2021.

(Yahya Heriansyah)

Peringati Hut Bhayangkara ke 75, Polres Tubaba gelar aksi donor darah yang bertempat di Polres Tuba

etabloidfbi.com Tubaba Lampung.–

Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 75 Polres Tulang Bawang Barat bersama dengan Polres Tulang Bawang menggelar aksi donor darah.jum at 25/6/2021

Di hari Bhayangkara tahun ini ada yang beda, karena untuk aksi donor darah dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke 75 tahun 2021 ini, dilaksanakan aksi Donor darah di Aula Mapolres Tulang Bawang.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman. S.IK mengatakan, hari ini kita melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah tapi ada yang berbeda dalam rangka peringati HUT Bhayangkara ke 75 ini, Polres Tubaba megikuti bakti sosial donor darah di Mapolres Tuba.

“Untuk Polres Tulang Bawang Barat ada 118 orang yang nengikuti giat tersebut, yang terdiri dari personil Polres Tubaba sebanyak 55 personil, dari Brimob 15 pers, dari TNI 15 Personil, Pol PP Tubaba sebanyak 15 personil dan Bhayangkari Polres Tubaba sebanyak 18 orang”, ujarnya.

Sebelum mengikuti bakti sosial donor darah 118 personel yang mengikuti kegiatan itu terlebih dahulu dilakukan pengecekan kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, dan kadar hemoglobin darah serta mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Kapolres pun mengingatkan, bahwa kegiatan donor darah harus dilakukan dengan menaati protokol kesehatan dan menerapkan jaga jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid 19.

“Donor darah dalam rangka hari Bhayangkara ke 75 ini menjadi momen yang tepat untuk menyebarkan kebaikan, sekaligus menyehatkan tubuh ditengah pandemi covid-19”, paparnya.
(iwan setiawan)

Lantik Kepengurusan TP-PKK Nunukan, Laura : Jangan Buat Program Yang Muluk-Muluk

 

etabloidfbi.com Nunukan Kaltara. –

 

Pelantikan Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Kabupaten Nunukan masa bakti 2021 – 2024, digelar di Ball Room Hotel Laura, Kamis Malam (24/06).

Pelantikan Pengurus Baru TP-PKK tersebut dilakukan oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura, S.E., M.M., P.hD.

Dalam sambutannya Laura menyampaikan ucapan selamat dan sejumlah harapan untuk TP-PKK Kabupaten Nunukan.

”Kepada pengurus yang baru dilantik agar terus maju dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat kita”, ujar Laura, diawal sambutannya.

Laura mengingatkan, saat ini dunia lagi dihadapkan oleh situasi penyebaran wabah COVID-19 yang berimbas pada terganggunya sendi kehidupan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi serta sosial politik dan spiritual.

Oleh karena itu, dia berharap TP-PKK bisa mengambil peran mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan maupun memberikan edukasi melalui program-program yang mampu mendorong spirit bagi masyarakat untuk berbuat hal positif dilingkungan mereka.

“Misalnya mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman obat guna meningkatkan daya tahan tubuh, membantu program pemerintah dalam mengatasi stunting serta melakukan usaha-usaha produktif lainnya untuk mendapatkan tambahan pendapatan keluarga,” harap Laura.

Lebih lanjut Laura meminta TP-PKK untuk menyusun program kerja yang benar-benar dapat direalisasikan.

“Lebih baik, hanya punya satu atau dua program saja tapi berjalan efektif, daripada memiliki program kerja yang banyak dan muluk-muluk tapi tidak terealisasi sama sekali,” tambahnya.

Untuk diketahui pengurus TP-PKK Kabupaten Nunukan periode 2021-2024 ini di nahkodai oleh Hj. Sri Kustarwati, A,Md., yang merupakan istri dari Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah. S.E.

Syafarudin/Biro Nunukan.

Lantik Bunda PAUD Nunukan, Ini Harapan Bunda PAUD Kaltara

 

etabloidfbi.com Nunukan Kaltara. —

 

Kepengurusan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Bunda PAUD Kabupaten Nunukan periode 2021-2024, resmi dikukuhkan pada Kamis (24/06) bertempat di Ball Room Hotel Laura Nunukan.

Dalam acara tersebut, Hj. Rachmawati Zainal A Paliwang melantik Hj. Sri Kustarwati sebagai Bunda PAUD Kabupaten Nunukan yang baru.

Digelar bersamaan dengan pelantikan TP-PKK Kabupaten Nunukan, Rachmawati mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang bertujuan untuk membangun sinergitas dan bertukar pikiran antar sesama pengurus dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi.

“Semoga kita bisa berkonstribusi dalam pembangunan untuk menghasilkan generasi emas, SDM yang unggul dalam memajukan Provinsi Kalimantan Utara yang Berubah, Maju dan Sejahtera,” ujar Rachmawati mengawali sambutannya.

Sebagai Bunda PAUD Provinsi Kaltara, Rachmawati mengaku sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk mengembangkan kompetensi pendidik PAUD yang berkorelasi positif terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Itu sebabnya Pemerintah harus mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas.

“PAUD memiliki peran penting yang strategis dalam pengembangan SDM, serta jasmani dan rohani anak-anak usia dini agar berkembang secara optimal dan siap dalam memasuki jenjang Pendidikan dan kelak menjadi modal pembangunan yang berdaya saing tinggi dan bermartabat,” katanya.

Dia menambahkan Bunda PAUD dan HIMPAUDI yang baru dilantik memiliki tanggung jawab menjadikan anak usia dini di Provinsi Kaltara, khususnya di Kabupaten Nunukan menjadi anak yang cerdas, berakhlak mulia dan berkarakter baik.

“Pelantikan ini sebagai pengesahan, tujuan kita untuk bersama-sama bergerak, berjuang, membangun anak-anak Kaltara yang cerdas dan profesional” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, istri Gubernur Kalimantan Utara tersebut mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Mari kita terapkan 5 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghidari kerumunan dan mengurangi mobilitas, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir,” ajak Rachma.

Kegiatan pelantikan TP-PKK, Bunda PAUD, dan kepengurusan HIMPAUDI Kabupaten Nunukan berjalan lancar dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

Syafarudin/Biro Nunukan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara Dorong Penyelesaian Kelangkaan Pasir di Sebatik

 

etabloidfbi.com Nunukan Kaltara. —

 

Kebijakan pelarangan penambangan pasir di sepanjang pantai Desa Sungai Manurung Kecamatan Sebatik, menuai pro kontra di tengah masyarakat.

Kebutuhan pasir di pulau yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia tersebut selama ini sangat bergantung pada penambangan pasir yang dilakukan di areal yang kini dinyatakan terlarang tersebut.

Kini, ketersediaan pasir untuk keperluan pembangunan infrastuktur bagi warga di Pulau Sebatik mengalami kelangkaan.

Menanggapi polemik tersebut, Andi Hamzah, S.E., Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara meminta semua pihak melihat persoalan ini secara serius.

“Ini tidak bisa dianggap remeh, ini harus ditindak lanjuti dengan serius, mengingat selama ini masyarakat Sebatik mendapatkan pasir dari tempat itu” ujar Andi Hamzah saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Sebatik, beberapa waktu lalu.

Politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan polemik yang muncul saat ini bukan hanya persoalan kelangkaan ketersediaan pasir.

Menurut dia jika hanya persoalan kelangkaan cukup mendatangkan pasokan dari luar daerah maka pro kontra ini akan selesai.

“Sekarang sudah semakin kompleks, disparitas harga juga menjadi masalah serius, jika mendatangkan dari luar daerah tentu butuh cost tambahan” jelasnya.

Hamzah mengajak pihak eksekutif dan legislatif di tingkat Kabupaten maupun Provinsi bisa bersama-sama membawa aspirasi ini ke pemerintah pusat.

“Bagaimana pun juga pulau Sebatik ini beranda Negara, butuh perlakuan khusus dalam berbagai aspek demi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan warganya, kalau kita tulus pasti ada jalan” harapnya.

Lebih lanjut wakil rakyat asal Kabupaten Nunukan ini menegaskan masalah ini harus segera mendapatkan solusi agar tidak menjadi keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau proyek karena ada standarisasi memang harus dipenuhi mau tidak mau datangkan dari Palu, sesuai dengan uji lab, tapi masyarakat kita sini kan tidak perlu uji lab, yang mereka butuhkan ketersediaannya tanpa dibebani cost tinggi” tegas Hamzah.

(Syafarudin/Biro Nunukan)

HUT Bhayangkara ke 75 Polres Madina Vaksin ribuan warga

etabloidfbi.com Madina. —

 

Dalam rangka percepatan program pemerintah untuk menanggulangi Pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di wilayah kabupaten Mandailing Natal Polres Madina bekerjasama Dinas Kesehatan Pemkab Madina telah memaksin seribu lebih warga Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (24/06/2021).

“Kegiatan Vaksinasi Massal ini kami laksanakan terhitung mulai hari Selasa tanggal 15 Juni 2021 sampai dengan tanggal 30 Juni 2021 kami mulai giat vaksin ini di Bagas Godang Kelurahan Pidoli Dolok Kec. Panyabungan selanjutnya kami laksanakan di Mako Polres Madina dan di Polsek jajaran yang disertai Hadiah Undian/door prize.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan, sampai dengan saat ini sudah seribu lebih warga Madina yang divaksin” Papar Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, S.I.K, M Si.

Masih Kapolres Madina “Vaksinasi Massal ini serentak dilaksanakan dengan harapan dan tujuan agar terbentuk imunitas /herd immunity warga masyarakat sehingga kuat apabila tertular virus Covid-19” tambahnya.

“Adapun puncak giat Vaksinasi massal ini pada hari Sabtu tanggal 26 Juni 2021 dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75 yang mengambil Tema “Transformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat Dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju” yang kami laksanakan di Polres dan Polsek Sejajaran/Linggabayu, Batang Natal, Batahan , Natal , MBG dan Kotanopan dengan target dapat memaksin dua ribu warga masyarakat khususnya kelompok rentan seperti para guru, lansia dan pelayanan publik/yang banyak interaksi dengan orang. Kami mengajak, Ayo daftarkan diri ke polsek terdekat, segera Vaksin untuk imunitas diri. Vaksinasi ini sangat penting maka kami juga memberi motivasi dengan memberikan Hadiah Undian Door Price (Hp Smartphone Merek Samsung dan hadiah menarik lainnya) yang akan diundi pada 1 Juli 2021 nanti. Dapatkan imunitasnya dapatkan juga hadiahnya !!” tutup Kapolres Madina diakhir konfirmasinya awak media dan personil staf Humas Polres Madina.

Wildan Daulay

Kembalikan Kepercayaan Diri Wartawan, PPWI Minta Pelaku Terorisme Terhadap Kemerdekaan Pers Dihukum Mati

 

etabloidfbi.com Jakarta.–

 

Pembunuhan wartawan Simalungun, Mara Salem Harahap, oleh sekelompok orang merupakan salah satu bentuk tindakan terorisme terhadap kemerdekaan pers di tanah air. Bagaimana tidak? Penyerangan dengan senjata api yang telah menewaskan pimpinan redaksi media online Lassernewstoday.Com itu telah menimbulkan tidak hanya ketakutan di kalangan pekerja media massa, namun juga meruntuhkan kepercayaan para kuli digital terhadap perlindungan hukum atas mereka. Untuk mengembalikan rasa percaya diri para wartawan, para pembunuh itu harus diperlakukan seperti teroris dan mesti dihukum seberat-beratnya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada berbagai media sebagai responnya atas keberhasilan aparat Polri dan TNI mengungkap dan menangkap para terduga pelaku pembunuhan wartawan yang akrab dipanggil Marshal ini [1]. Atas keberhasilan pengungkapan kasus itu, Ketum PPWI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada aparat dan semua pihak yang telah bekerja keras dan berhasil menangkap para pelaku.

“Pembunuhan wartawan sering terjadi selama ini. Beberapa tidak terdeteksi dengan jelas karena berbagai faktor. Misalnya kematian wartawan Muhammad Yusuf beberapa tahun lalu di Lapas Kota Baru, Kalimantan Selatan [2]. Sudah jelas dia sakit, tetap dipaksakan ditahan dan tidak diberikan izin berobat ke dokter. Secara tidak langsung itu sebuah upaya pembunuhan wartawan. Nah, kasus kali ini sangat jelas sebagai tindak pidana pembunuhan wartawan, karena ditembak mati langsung oleh para pihak yang terganggu atas pemberitaan. Itu adalah teror terhadap kemerdekaan pers, yang merupakan nafas hidup bagi kalangan media,” ungkap Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, Kamis, 24 Juni 2021.

Disebut sebagai tindakan terorisme, lanjut Lalengke, “karena melalui pembunuhan Marshal, para pembunuh yang diduga merupakan elit politik, pebisnis, dan Oknum anggota TNI ini, bermaksud memberi pesan agar para jurnalis tidak mencoba mengutak-atik perilaku dan kegiatan illegal yang mereka jalankan. “Melalui pembunuhan yang sudah direncanakan itu, menggunakan senjata api yang dapat saja diduga merupakan senjata organik militer, para pembunuh ingin menebarkan pesan dan rasa takut ke masyarakat, khususnya kalangan media massa, agar ‘hati-hati kamu, berani macam-macam, saya dor!’ yang dampaknya menusuk langsung kepada eksistensi kemerdekaan pers,” imbuh tokoh pers nasional yang terkenal gigih membela para wartawan yang terzolimi selama ini.

Oleh karena itu, kata Lalengke lagi, pihaknya berharap agar ‘para teroris’ itu diusut tuntas terkait motivasi mereka melakukan pembunuhan. Jika terbukti mereka melakukan penyerangan terhadap wartawan Marshal karena pemberitaan tentang bisnis obat terlarang dan berbagai tindak kriminal lainnya yang mereka lakukan, maka kasus ini layak dianggap sebagai kasus terorisme, dan pelakunya mesti dihukum maksimal.

“Menurut saya itu bukan kasus pidana biasa, harus masuk kategori pidana terorisme, karena telah menyerang kemerdekaan pers, kemerdekaan bersuara, kemerdekaan dari rasa takut, yang kesemuanya itu adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin oleh konstitusi dan Piagam HAM Internasional. Ditambah lagi, pembunuhan ini jelas direncanakan, mesti dikenakan pasal 340 KUHP, yang ancamannya hukuman mati [3]. Saya meminta ancaman maksimal ini diterapkan dalam kasus kematian wartawan Marshal,” tegas mantan Kepala Sub Bidang Program pada Pusat Kajian Kebijakan dan Hukum Sekretariat Jenderal DPD-RI ini mengakhiri releasenya. (APL/Red)

Catatan:

[1] Terbongkar! Penembak Mati Wartawan ‘Mara Salem Harahap’ Mantan Calon Wali Kota Siantar dan Oknum TNI; https://www.lintasatjeh.com/2021/06/terbongkar-penembak-mati-wartawan-mara-salem-harahap-mantan-calon-wali-kota-siantar-dan-oknum-tni.html

[2] Dalih Polisi Pidanakan Yusuf, Wartawan yang Meninggal di Lapas; https://tirto.id/cMdC

[3] Berikut Pasal Yang Mengatur Tentang Tindak Pidana Pembunuhan; https://rri.co.id/purwokerto/berita/daerah/909848/berikut-pasal-yang-mengatur-tentang-tindak-pidana-pembunuhan

Kapolda Sumut ungkap kasus penembakan wartawan di Simalungun.

etabloidfbi.com Sumut.–

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menggelar konferensi pers di Mako Polres Pematang Siantar, Kamis (24/06/2021) sekira pukul 17.30, untuk mengungkap Kasus penembakan Marsal Harahap salah seorang Pimred dan wartawan dari media online yang ditembak OTK (orang tidak dikenal) Sabtu (19/6/2021) lalu di Simalungun.

Kapolda menyebut pihaknya telah mengamankan 2 orang tersangka dalam kasus tersebut, atas hasil kerja maksimal dari Tim Gabungan Polda Sumut bekerjasama dengan Pangdam I BB dan berhasil mengamankan sejumlah tersangka dalam jangka waktu kurang lebih 6 hari.

“Ada dua yang ditetapkan tersangka yakni YP (31) S (57) atas kasus tersebut dan adapun barang bukti yang diamankan Satu Unit Mobil Daihatsu Go BK 1921 WM milik korban, Satu unit Honda Vario Warna Hitam BK 6976 WR dan Satu Unit mobil Avanza warna silver BK 804 WB, satu pucuk senjata api, 6 butir amunisi dan sejumlah uang.” ungkap Kapolda.

Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak juga menegaskan bahwa terhadap ketiga tersangka diterapkan hukum berlapis dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

“Ini termasuk pembunuhan berencana maka dari situ kita jerat dengan hukuman berlapis, maksimal hukuman mati,” ujar Panca.

Lanjutnya, Kasus penembakan Marsal Harahap didasari karena rasa sakit hati terhadap korban.

Baca Juga :

Ketum Mapan : Jika Benar Peluru Bersarang Di Paha Marsal, Polri Dapat Telusuri Jenis Dan Senjata Yang Digunakan OTK

Dijelaskan Panca Putra Simanjuntak tindak kasus pidana tersebut berawal saat S (57) pemilik HTM Ferari merasa sakit hati terhadap korban. Dimana korban selalu memberitakan tempat usaha milik korban dan menyebut lokasi tersebut marak peredaran narkotika.

Tersangaka S (57) yang merasa sakit hati meminta bantuan terhadap YP (31) yang merupakan humas Verari guna untuk memberikan peringatan terhadap korban.

Ditambah Kapoldasu, rasa sakit hati pelaku S (57) memuncak lantaran korban selalu meminta jatah yang diperkirakan 12 juta perbulan. Meskipun demikian korban tetap bersikap keras dan memberitakan tempat usaha pelaku.

Atas kasus tersebut adapun barang bukti yang diamankan Satu Unit Mobil Daihatsu Go BK 1921 WM milik korban, Satu unit Honda Vario Warna Hitam BK 6976 WR dan Satu Unit mobil Avanza warna silver BK 804 WB, satu unit senjata api (pistol) buatan pabrik dengan 6 butir imunisasi (peluru) aktif, sejumlah uang yang di transfer tersangka S (57) kepada tersangka YP (31) untuk melancarkan aksi pembunuhan tersebut

“Untuk senjata api yang digunakan buatan pabrikan Amerika bukan berasal dari institusi TNI dan diduga berasal dari perdagangan ilegal,” ungkap Kapolda.

Perlu diketahui kasus penembakan terhadap Marsal Harahap wartawan media Online berlangsung pada hari Jumat (18/6/2021) sekira pukul 23.30 WIB tepatnya di Huta 7 Pasar 3 Kabupaten Simalungun tidak jauh dari rumahnya.

Panca Simanjuntak menegaskan di wilayah Sumatera Utara tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan, dan dalam kasus ini pihaknya telah komit untuk mengungkap otak dan pelaku utama dan aktor dari kasus tersebut.

Atas perbuatan para pelaku, Panca mengungkapkan para tersangka ini dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan kepada Polri untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Feri

Plt Asda 1 Tangsel Sebut, Intimidasi Ke Wartawan Bukan Arogansi, Hanya Bercanda.!

 

etabloidfbi.com Tangerang Selatan.

Puluhan jurnalist menggelar aksi solidaritas dengan menggeruduk Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, untuk menentang aksi intimidasi yang di lakukan oknum pejabat ke pada insan pers di depan umum.

Massa yang melakukan aksi berasal dari berbagai media di Tangerang selatan, sengaja berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya, menyusul atas adanya intimidasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, E Wiwi Martawijaya terhadap seorang wartawan tepat nya hari Selasa, 22 Juni 2021 lalu.

Koordinator aksi Hasan Kurniawan mengatakan,” bahwa tindak arogansi yang dilakukan oleh seorang pejabat terhadap Yudi Wibowo, jurnalis kabar6.com, tidaklah dibenarkan.

Saudara Yudi mendapat intimidasi dari Kadispora Tangsel usai pemeriksaan oleh Kejaksaan. Nah intimidasi ini yang kita kecam. Karena bagaimanapun juga intimidasi ini dilakukan di muka umum,” ujar Hasan usai menggelar aksi tersebut. (24/06/2021)

Dengan tegas Hasan menuturkan, bahwa tindak arogansi itu sudah jelas melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Pers, karena telah menghalang-halangi awak media dalam menjalani profesinya.

Oleh karena itu temen temen dari IWO Tangerang Raya, dan wartawan independen di sini menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak kepada Pemkot Tangsel untuk mencopot Kadispora,” katanya.

Pasalnya, terlebih tindakan arogan bak jawara yang dilakukan oleh oknum pejabat itu dilakukan di depan umum

“Kami sudah melakukan perkara ini ke Polres Tangsel, dan laporan sudah diterima. Kami akan tunggu tindak lanjut dari Kepolisian untuk menindak Kadispora,” tuturnya.

“Ditambah kita akan kembali mendesak terhadap pimpinan Pemkot Tangsel, terutama dalam hal ini adalah Wali Kota Benyamin Davnie untuk menyatakan sikapnya bersama kami. Karena tindakan arogansi ini jelas suatu bentuk pembangkangan terhadap pembangunan komite di Tangsel ini sendiri,” tegasnya.

 

Sementara itu, Plt Asda 1 Kota Tangsel, Sukanta yang hadir di hadapan para massa aksi dalam pernyataan sikap nya mengatakan, kalau peristiwa yang terjadi tidak termasuk perilaku arogan dan itu hanya candaan. Dan dirinya juga mengatakan itu atas nama pemerintah kota Tangerang Selatan.

“Kalau kita lihat faktanya di lapangan, sepintas Iya, itu tidak termasuk arogansi, kan sambil bercanda, dan kalau mau nuntut, tuntutan nya apa? ini hanya pernyataan sikap aja,
Intinya saya akan sampaikan ini kepada pimpinan,” tandasnya saat menemui para aksi di halaman pusat pemerintahan.

Walaupun seorang Plt di Asda 1, namun pernyataan Sukanta tersebut, tentu menjadi sebuah polemik. Sebab dengan gamblang dirinya mengatakan kalau kasus intimidasi yang menimpa awak media, dan di lakukan oknum pejabat di Pemkot Tangsel dan sudah di proses di polres hanya sebuah candaan.

(SM)

KAPOLDA LAMPUNG KUNJUNGI DESA SRI MENANTI

 

Etabloidfbi.com Lampung barat.–

 

Terapkan PPKM Skala Mikro, Perketat Prokes di Ruang Publik, Ilustrasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Skala mikro. Di kampung tangguh nusantara pekon Sri menanti, Kecamatan Air hitam kabupaten Lampung barat.
Kamis (24/06/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Lampung di wakili Oleh Kasat OpsBinmas polda lampung AKBP Ujang S.
Yang dampingi oleh Kasat Binmas Polres Lampung Barat, IPTU Suherman dan Time.
Penilayan PPKM Polda Lampung, kapolsek sumberjaya atau yang mewakili, Camat Air Hitam Andy cahyadi SH.MH.
peratin Sri menanti Seh ahmad widodo
Babinkamtibmas Bripka Aris
Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan segenap undangan.

Kunjungi kampung tangguh nusantara pekon Sri menanti, kecamatan air hitam, penilaian pemberlakuan pembatas sekala Mekro, Pemerintah Pusat mewajibkan pekon Sri menanti, kecamatan Air hitam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

PPKM skala mikro di kabupaten Lampung Barat ini akan diterapkan guna menanggapi perintah pemerintah pusat.

AKBP Ujang.S, “mengimbau tempat publik untuk memperketat penerapan protokol kesehatan, khusus nya lampung barat yang berada di pekon Sri menanti kecamatan Air hitam, diminta untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Kalau ada kebijakan dari pemerintah pusat salah satunya pemberlakuan PPKM skala mikro, tentu kami akan mematuhi hal tersebut, dan kami akan koordinasi kepada unsur terkait,” ujar Camat Andy cahyadi,

AKBP Ujang.S, menambahkan dengan adanya PPKM mikro sebagai tindak lanjut dari keluarnya Instruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021 tanggal 19 April 2021, tempat publik diminta untuk kembali memperketat penerapan protokol kesehatan.
“Tempat publik harus lebih berhati-hati, kita harus memaksimalkan kembali penerapan protokol kesehatan di ruang publik,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan imbauan untuk kembali memperketat protokol kesehatan, juga diberlakukan bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keseharian.
“Kita harus bekerja keras bersama-sama untuk menurunkan kasus aktif, protokol kesehatan wajib dilakukan oleh masyarakat, dan kami minta jangan mudik atau keluar wilayah dahulu sebab Covid-19 masih marak,”ujarnya pula.

Menurutnya, dengan adanya penerapan PPKM mikro oleh pemerintah pusat kepada kabupaten Lampung barat, khusus nya di kecamatan Air hitam diharapkan dapat cepat menurunkan kasus aktif Covid-19. “Adanya penilaian ini kita harus lebih awas, dan semoga dapat segera menurunkan kasus aktif, dan selalu menerapkan kan protokol kesehatan “tutupnya.
ASEP ZAKARIA

Polres Madina Kembali Gagalkan Peredaran Narkoba Antar Provinsi

 

etabloidfbi.com Madina. —

Peredaran Narkotika jenis Daun Ganja Kering dan Sabu-Sabu semakin memperihatinkan dan telah banyak merusak Generasi Bangsa Indonesia, beranjak dari niat tulus dalam mengemban tugas Personil Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) berhasil melakukan Penangkapan terhadap Bandar Narkotika Jenis Ganja Kering dan Sabu-Sabu di beberapa Lokasi Kejadian.

Berdasarkan Pengembangan penangkapan Kasus Ganja sebelumnya yang termuat dalam LP/A/62/V/2021/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES MADINA, Tim Satnarkoba Polres Madina yang di Pimpin AKP Manson Nainggolan langsung melakukan penangkapan terhadap salah seorang warga Desa Huta Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur dengan Inisial ALS (34 Tahun) pada Senin 24 Mei 2021 di Desa Huta Tinggi Kecamatan Panyabungan Timur dan berhasil mengamankan Barang Bukti berupa Daun Ganja Kering siap edar seberat 6 Kg.

Terhadap ALS (34Tahun) akan diterapkan Pasal 114 Ayat 2, SubsPasal 111 Ayat 2 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Penyalahgunaan Narkotika, dengan Pidana Paling singkat 5 Tahun dan Paling Lama 20 Tahun denda minimal 1 Milyar dan Maximal 10 Milyar.

Kelicikan para Bandar Narkoba dalam memasarkan Barang haram tersebut tidak menyurutkan semangat Personil Satresnarkoba Polres Mandailing Natal dalam memberantas peredaran Narkoba, kali ini berbekal informasi yang di peroleh dari Masyarakat bahwa akan ada pengiriman Narkoba Jenis Daun Ganja Kering ke arah Sumatera Barat, Tim Res Narkoba Polres Madina bergegas melakukan pengejaran dan membuahkan hasil dengan mengamakan 1 Unit mobil Avanza Merah Maron No Pol BB 1198 RB, yang sedang mengangkut Daun Ganja Kering Siap Edar.

Penangkapan yang berlangsung di Depan Rumah Makan Paranginan Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan pada Sabtu 29 Mei 2021, Personil Satresnarkoba Polres Madina berhasil mengamankan 2 Tersangka atas nama AM (40 Tahun) warga Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. HD (34 Tahun) warga Sibulan-bulan Padang Matinggi Kota Padang Sidimpuan, dengan barang bukti 32 ball Daun Ganja Kering dengan berat kortor ± 31.000 Gram, 20 plastik klip kecil diduga Sabu- Sabu dengan Berat ± 2,81 Gram.

Kedua tersangka terancam hukuman pidana paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 Tahun, denda minimal 1 Milyar dan Maximal 10 Milyar, dengan Pasal yang diterapkan Pasal 115 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, Pasal 111 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 1, Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tenatang Narkotika.

Tek berhenti di situ Saja Personil Satresnarkoba Polres Madina juga mengamankan Bandar Narkoba Jenis Sabu-Sabu di Desa Malintang Jae Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal dari tangan tersangka HL (36 Tahun) Warga Desa Malintang Jae yang di amankan pada Selasa 01 Juni 2021 dapat diamankan barang bukti berupa Sabu-Sabu seberat ± 34,99 Gram dan uang tunai senilai Rp 1.200.000,- Dalam Pers Rilis yang di gelar Polres Madina, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi SIK,Msi Mengungkapkan bahwa HL ini merupakan Residipis Narkoba dimana sebelumnya juga telah pernah menjalani hukuman akibat penyalahgunaan narkoba.

Seterusnya Satresnarkoba Polres Madina bergerak memberantas peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Madina bertepatan pada Jum’at 18 Juni 2021 Tim Satresnarkoba polres Madina menggagalkan peredaran Narkoba Jenis Daun Ganja Kering siap edar yang dibawa oleh Anton (31 Tahun) warga Desa Huta Bangun Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal dari tangan tersangka diamankan Daun Ganja Kering seberat 4,25 Kg yang diangkut menggunakan sepeda motor Honda Beat Putih dengan No Pol BK 4001 OAF.

Kesemua Bandar dan Pengedar Narkoba ini merupakan bagian dari jaringan peredaran Narkoba Lintas Provinsi ungkap Kapolres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi SIK, Msi dalam Pers Rilis yang digelar di halaman Polres Mandailing Natal.

Kapolres Madina juga menyampaikan bahwa dalam memberantas peredaran Narkoba Polres Madina tidak hanya melakukan penindakan akan tetapi lebih mengutamakan melakukan pencegahan peredaran Narkoba, ditandai dengan akan diluncurkan Program Kampung Tangguh bersih Narkoba pada Jum’at 25 Juni 2021 mendatang tepatnya di Desa Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, dengan demikian kita harapkan akan ada Kampung Tangguh bersih Narkoba lainnya di Kabupaten Mandailing Natal ini ungkap AKBP Horas Tua Silalahi SIK,MSi.

Wildan Daulay

Rangkaian Hari Bhayangkara ke 75, Polres Nunukan Lakukan Donor Darah.

etabloidfbi.com Nunukan

Kegiatan Donor Darah dilaksanakan di Aula Sebatik Polres Nunukan, Rabu (23/06), yang diikuti Perwakilan Personil TNI, diantaranya dari Kodim 0911, Lanal Nunukan dan dari Satgas PAMTAS TNI AD masing-masing mengirimkan 5 Personil, Sementara Polres 40 Personil dan dari Bhayangkari 7 Anggota.

Tampak Kapolres Nunukan AKBP. Syaiful Anwar, S.Ik bersama Istri selaku Ketua Bhayangkari Ny.Shelvi Widianingsih Syaiful, juga ikut dalam acara kegiatan donor darah ini yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke 75.

Kegiatan ini di awali dengan pengecekan tensi darah, dilanjutkan dengan pengambilan darah bagi Pendonor yg memenuhi syarat kesehatan.

Hal tersebut di sampaikan ketua Tim, Aditya Pratiwi (Staf Non Tekhnis) PMI Cabang Kabupaten Nunukan saat memberikan penjelasan sebelum pengambilan darah di lakukan.

“Peserta donor pada rangkaian Hari Bhayangkara tahun ini, jauh lebih antusias dan bersemangat.” tambah Tiwi nama panggilan Aditya Pratiwi.

“Kesadaran yang tinggi bagi setiap Prajurit dan anggota Polri yang meng ikhlas kan darahnya untuk kemanusiaan merupakan sifat terpuji yang patut di contoh bagi masyarakat kabupaten Nunukan lainnya,” ujar Tia.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar,S.Ik bersama isteri selaku Ketua Bhayangkari Ny.Shelvi Widianingsih Syaful usai mengikuti Acara Donor ini mengatakan, “Kegiatan Bhakti Kesehatan Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan bantuan berupa darah sehingga kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

“Kekompakan dan sinergitas TNI-POLRI akan terus berlanjut termasuk dalam kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat,” tutur Syaiful.

Petugas PMI Kab.Nunukan dalam acara donor darah rangkaian HUT Bhayangkara Ke -75 ini mengumpulkan 50 kantong darah, terdiri dari Golongan Darah A 10 kantong, B 16 kantong, O 22 kantong dan darah AB 2 kantong.

Syafaruddin/Biro Nunukan.

IRONIS ANAK ALAMI GIZI BURUK TIDAK TERSENTUH PERHATIAN PEMERINTAH

 

Etabloidfbi.com Lampung barat.–

 

Anak alami gizi buruk di pekon puramekar butuh perhatian pemerintah dua anak kembar yang didiagnosa mengalami gizi buruk di daerah pekon puramekar, kecamatan Gedung surian kabupaten Lampung barat, pauzi dan pauzan umur 7 tahun yang kini tengah sakit tidak tersentuh dari pemerintah Kabupaten Lampung barat.

“Rahmat selaku orang tua menjelaskan anak itu memiliki riwayat sakit sejak usia lahir atau prematur, saat ini perhatian dari kecamatan gedung surian dan pekon puramekar tidak ada.

Hal itu di lanjut dia, dikarenakan tidak jelas kenapa bisa di abai kan oleh pemerintah kecamatan dan pekon khusus nya, sehingga pihak orang tua dari dua anak ini belum bisa mengurus pengobatan gratis di karena kan BPJS Kesehatan tidak punya, bantuan BLT dd, yang seharusnya dapat dari pekon puramekar ini malah tidak ada hanya 2 bulan,dan itupun hanya mendapatkan Rp.300 per bulan, setelah itu tidak dapat,dan juga bantuan lain pun tidak ada, sedangkan keadaan anak kembar ini sangat memprihatinkan, untuk bergerak aja susah apa lagi untuk makan.

Diketahui kondisi sosial ekonomi keluarga Rahmat kekurangan,dan rahmat bekerja sebagai Buruh tani, Untuk itu rahmat sangat butuh sentuhan dari pemerintah,dan mengharapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Lampung barat, kecamatan Gedung surian, dan Pekon puramekar.
Asep Zakaria

Dewan Pers Lakukan Pembodohan Masif di Kalangan Wartawan TV dan Media Nasional

_Oleh: Heintje G. Mandagie_

etabloidfbi.com Jakarta

 

Beberapa tahun belakangan ini insan pers terbelah menjadi dua kelompok. Wartawan konstituen dan non kostituen Dewan Pers. Bagi kelompok non konstituen sepertinya sudah lama sadar dan memilih memisahkan diri dari Dewan Pers dan menentang perlakuan diskriminatif dan kesewenangan Dewan Pers. Tak heran kelompok wartawan ini, termasuk penulis, bersikap menolak kebijakan Dewan Pers karena sudah paham betul selama bertahun-tahun telah dijadikan objek bisnis UKW ilegal Dewan Pers.

Lantas bagaimana dengan wartawan kelompok konstituen Dewan Pers?

Kelompok ini sepertinya belum mau sadar dari tidur panjangnya. Sudah ternina-bobokan oleh alunan merdu suara seirama Dewan Pers dan para kaki-tangannya.

Sayangnya, kelompok ini masih saja terlena dan bangga menyandang status konstituen Dewan Pers. Wajar saja karena terbawa arus kemudahan meraih lembar rejeki saat berada di kancah peliputan. Tidak ada yang salah pada kondisi ini.

Namun faktanya, tidak sedikit wartawan TV dan Media Nasional terpaksa, maaf, menjual idealisme untuk sekedar menjaga asap dapur dan memenuhi gaya hidupnya dengan menerima amplop dari nara sumber. Sudah menjadi rahasia umum praktek itu terjadi di seluruh Indonesia.

Di satu sisi, kelompok ini, dimotori Dewan Pers, selalu membuat stigma negatif terhadap wartawan kelompok non konstituen dengan sebutan abal-abal dan menerima imbalan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Di sisi lainnya, kenyataan di lapangan praktek yang sama juga berlaku bagi wartawan media mainstream.

Untuk membuktikan hal itu benar terjadi, maka penulis sudah melakukan riset di lapangan berdasarkan besaran gaji wartawan media mainstream. Hampir di seluruh Indonesia, media mainstream menggaji wartawan tidak lebih dari Upah Minimum Provinsi atau UMP untuk level reporter. Bahkan ada banyak pula yang masih di bawah UMP.

Lebih miris lagi, sebagian besar wartawan TV nasional yang bertugas di daerah tidak digaji bulanan namun hanya berdasarkan jumlah perolehan berita yang ditayangkan medianya. Sudah begitu, tidak ada yang sadar bahwa Undang-Undang Penyiaran sangat jelas mengatur tentang kesejaheraan karyawan lembaga penyiaran swasta termasuk wartawan di dalamnya.

Pada Pasal 17 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, menyebutkan: “Lembaga Penyiaran Swasta wajib memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memiliki saham perusahaan dan memberikan bagian laba perusahaan.” Pasal ini mengatur tentang kesejahteraan wartawan dan karyawan TV wajib diberikan pembagian laba perusahaan. Bahkan pelanggaran terhadap pasal ini akan dikenakan pidana penjara dan denda uang.

Pada Pasal 57 UU Penyiaran menyebutkan: “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk penyiaran radio dan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) untuk penyiaran televisi, setiap orang yang: a. melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3).”

Pada kenyataannya, hampir seluruh wartawan yang bekerja di lembaga penyiaran swasta diduga tidak diberikan haknya untuk mendapatkan pembagian laba perusahaan. Padahal berdasarkan riset AC Nielsen, media Televisi paling besar mendapatkan porsi belanja iklan nasional yang tidak pernah kurang dari 100 triliun rupiah setiap tahunnya sejak tahun 2015.

Seharusnya laba bersih triliunan rupiah media TV sebagiannya wajib dibagi kepada wartawan dan karyawan TV sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Penyiaran. Jika itu dilanggar maka sanksi pidana 5 tahun dan denda 10 milyar rupiah harus dikenakan kepada pimpinan perusahaan lembaga penyiaran swasta yang tidak pernah memberikan kewajiban tersebut.

Sampai hari ini belum ada sikap dari Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI untuk menegakan aturan pada pasal 17 Ayat (3) dan Pasal 57 huruf a pada Undang-Undang Penyiaran ini. Hak-hak wartawan dan karyawan tidak diperjuangkan meski ada aturan dan sanksi pidana 5 tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah bagi perusahaan yang mengabaikannya.

Bagaimana dengan perusahaan pers? Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga mengatur tentang kesejahteraan wartawan. Meski tidak ada sanksi yang mengatur jika perusahaan pers mengabaikannya.

Pada pasal 10 UU Pers jelas menyebutkan: “Perusahaan Pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya”.

Sayangnya wartawan konstituen Dewan Pers yang selama ini berlindung dan bangga pada Dewan Pers tidak sadar dibiarkan menjadi “Pengemis Sakti” dalam menjalankan profesinya. Pada kondisi ini penulis teringat dengan judul lagu lawas “Jangan ada dusta di antara kita”.

Apa dampak dari kondisi ini? Solidaritas pers nyaris mati di antara kedua kelompok ini. Ketika salah satu wartawan anggota kelompok non konstituen menjadi korban kekerasan atau diskriminasi, kelompok lainnya merespon dingin dan seolah hanya sekedar informasi biasa saja.

Seperti halnya kejadian wartawan Mara Salem Harahap, Pimred media Laser News Today di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Peristiwa besar itu tidak diekspose secara besar-besaran oleh media TV nasional. Seharusnya penembakan terhadap wartawan yang mengancam kebebasan pers menjadi isu maha penting untuk diangkat agar mengundang reaksi Presiden RI Joko Widodo untuk bicara. Namun sayangnya, Media TV Nasional enggan memberitakannya.

Mengapa? Karena jika terus dieksploitasi menjadi isu nasional, maka kebobrokan Dewan Pers yang dulu pernah ikut terlibat membiarkan korban dipenjara karena berita makin terungkap.

Media TV sepertinya sudah terbiasa lebih tertarik memuat berita jika peristiwanya sodomi atau mutilasi anak secara berulang-ulang, ketimbang mengungkap peristiwa penembakan wartawan yang mengancam kebebasan pers dan menimbulkan ketakutan di kalangan wartawan yang aktif melakukan sosial kontrol.

Belum lama ini juga ada peristiwa menggemparkan di Gorontalo, seorang Kepala Dinas Kominfo yang menjabat Ketua Asosiasi Kepala Dinas Kominfo se Indonesia digrebek polisi sedang berduaan dengan isteri orang di dalam sebuah kamar kos dan diliput oleh media. Namun sayangnya berita itu luput dari perhatian media TV nasional. Padahal, pelakunya adalah ketua asosiasi berlevel nasional.

Usut punya usut, ternyata Dewan Pers justeru termakan upaya menghalangi penyidikan kasus ini. Secara mengejutkan Dewan Pers menerima laporan pengaduan dari Haris Tome, sang pelaku yang ditangkap polisi sedang berada di dalam sebuah kamar kos bersama isteri orang. Lebih parah lagi, berita peristiwa penegakan hukum penggrebekan polisi yang merupakan fakta peristiwa operasi justitia Polres Kota Gorontalo malah dinilai Dewan Pers sebagai pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan oleh sejumlah media di Gorontalo.

Dewan Pers secara sewenang-wenang dan tidak profesional menjatuhkan rekomendasi kepada seluruh media yang menjadi teradu agar membuat permintaan maaf kepada pengadu Haris Tome yang nota bene sebagai terlapor dugaan berzinah dan berselingkuh dengan isteri orang dan kasusnya masih ditangani pihak Polres Kota Gorontalo. Padahal kasus tersebut statusnya belum di SP3 meski penyidik menyatakan belum cukup bukti pada tahap penyelidikan.

Akibat dari rekomendasi Dewan Pers, tiga media yang tidak bersedia memuat permintaan maaf dilaporkan oleh Haris Tome ke polisi dengan tuduhan fitnah, menyebarkan berita hoax, dan mencemarkan nama baiknya.

Bagaimana mungkin peristiwa penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian dituding sebagai berita hoax dan fitnah. Seharusnya petugas polisi yang melakukan penggrebekan dan Kepala Polres yang menjadi nara sumber berita itu dijadikan terlapor karena menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Upaya kriminalisasi terhadap wartawan ini pun luput dari perhatian media TV nasional. Padahal, isunya penting bahwa pelapornya Haris Tome adalah Ketua Asosiasi Kadis Kominfo se-Indonesia yang berusaha mengkriminalisasi wartawan. Pembelaan terhadap pers yang dikiriminalisasi tidak ada sama sekali oleh media nasional. Solidaritas mati karena wartawan Indonesia terbelah dua kelompok.

Pada kondisi ini Dewan Pers gagal total dalam menjalankan amanah sebagaimana diatur dalam UU Pers. Pasal 15 Ayat 1 menyebutkan: “Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.”

Menyikapi hal ini, penulis perlu mengingatkan kepada seluruh anggota dan pendukung Dewan Pers, kembalilah pada jalan yang benar. Segera hentikan kerusakan sistem dalam pers Indonesia.

Undang-Undang tidak memberikan kewenangan satu pun kepada Dewan Pers untuk membuat peraturan di bidang pers. Pasal 15 Ayat (2) huruf (e)  yang selama ini digunakan Dewan Pers sebagai dasar hukum nenerbitkan atau mengeluarkan peraturan di bidang pers sesungguhnya telah mengambil hak dan kewenangan organisasi-organisasi pers sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Ayat (2) huruf (e) UU Pers: “Memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan.”

Kalimat di atas jelas kewenangan menyusun peraturan pers dan peningkatan kualitas profesi wartawan ada pada organisasi pers. Anak SMU juga pasti paham dengan kalimat ini. UU Pers hanya memberikan kewenangan kepada Dewan Pers untuk menetapkan (bukan membuat – red) dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

Untuk memastikan tentang penafsiran Dewan Pers yang keliru terhadap pasal penyusunan peraturan di bidang pers tersebut, dalam waktu dekat ini penulis bersama-sama dengan sejumlah tokoh pers akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Tujuannya agar Dewan Pers berhenti melakukan pembodohan publik, khususnya terhadap Wartawan TV dan Media Nasional, dengan membuat kebijakan dan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan mencederai kemerdekaan pers. (***)

Penulis: Heintje G. Mandagie, Ketua LSP Pers Indonesia

516 Warga Binaan Lapas Kelas II Warungkiara , Berhasil Vaksinasi

etabloidfbi.com – Kota Sukabumi

Lapas Kelas II Warungkiara , Kabupaten Sukabumi hari ini, Rabu, 23/06/2021, melaksanakan kegiatan Vaksinasi 1 kepada warga Binaannya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Puskesmas Warungkiara dan dihadiri oleh Camat , Kapolsek , Danramil, Plt. Kepala Satpol PP, serta para pegawai Lapas Kelas II Warungkiara.

Kalapas Kelas II Warungkiara ,Ahmad Tohari, saat dihubungi etabloidfbi.com mengatakan bahwa kegiatan Vaksinasi berjalan mulus dan 516 Orang warga Binaannya sudah divaksinasi.

” Alhamdulillah dari 947 penghuni saat ini 516 sudah di vaksin, sedangkan 47 orang tidak lulus skrining”, jelas Ahmad Tohari kepada etabloidfbi.com

Dari warga binaan yang belum sebagian Vaksinasi disebabkan ada beberapa kendala yang terjadi .

Menurut Tohari ” Sisanya terkendala tidak adanya Nomor Induk Kependudukan ( NIK )”.

Vaksinasi yang saat ini merupakan Program Pemerintah Pusat yang di sosialisasikan secara masive kepada seluruh warga masyarakat di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan Imun tubuh seseorang atau kekebalan tubuh seseorang dari serangan virus Covid 19 .

Namun, kepada warga masyarakat yang sudah melaksanakan Vaksinasi ini tetap menjaga dirinya , selain dengan Makan-makanan yang bergizi kemudian tetap memperhatikan 5 M ( Memakai Masker, membasuh tangan dengan air mengalir , menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi Mobilitas ).

” Tujuan vaksin itu sendiri untuk menambah daya tahan butuh terhadap covid 19
Pelaksanaan vaksin dimulai dari Pukul 9.00 Wib hingga Pukul. 16.15 Wib. Pelaksanaan Vaksinisasi berjalan lancar dan aman “, pungkasnya

( Hendra Sofyan )

Dampak Muscab : Tak Terima Diberhentikan, Ruslan S.E. Staff Sekretariat Kwarcab Kota Sukabumi Mengadu ke Kwarda Jabar

etabloidfbi.com – Kota Sukabumi

Aktifis Gerakan Pramuka, Ruslan S.E yang merupakan Staff Sekretariat Kwarcab Kota Sukabumi semenjak kecil di didik oleh Gerakan Pramuka melalui Pendidikan Kepramukaan, merasa terpanggil dengan kondisi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi tidak bisa melaksanakan Musyawarah Cabang dan kondisi Kwarcab Kota Sukabumi.

Berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Nomor 32 Tahun 2016 yang di tandatangani oleh Ketua Kwarda Jabar pada tanggal 20 Juni 2016 dan berakhir tanggal 20 Juni 2021 sampai dengan hari ini belum juga melaksanakan Muscab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi.

Surat Keputusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Nomor 04 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan dan Pembentukan Panitia Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Tahun 2021, Ruslan memberikan Penjelasannya.

“Sesuai hasil Rapat Pimpinan yang dihadiri Ketua Panitia SC ,Ketua Panitia OC,Ketua Kwarcab Kota Sukabumi, Ketua Harian dan Bendahara pada tanggal 19 Mei 2021, membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga “, sela Ruslan.

“Kemudian , dihasilkan kesimpulan bahwa Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2021 ,lalu, diundur dengan waktu yang akan ditentukan dikemudian hari “, tambahnya.

Dari Persiapan untuk pelaksanaan Muscab ini sudah dilakukan dan pada tanggal 24 April 2021 mengeluarkan surat Keputusan untuk pembentukan Panitia Penyelenggara dan Pelaksanaannya di jadwalkan tanggal 25 Mei 2021 bertempat di Aula SMAN 3 Kota Sukabumi namun akhirnya di undur dan dengan waktu yang belum ditentukan.

Ruslan yang telah memaparkan kronologis dari awal sampai saat ini belum juga dilaksanakan Muscab membuat dirinya mendapatkan SK Pemberhentian dengan SK Nomor 08 Tahun 2021 .

“Kami sampaikan pula bahwa ketua Kwarcab sudah mengambil kebijakan yaitu dengan mengeluarkan SK Nomor 08 Tahun 2021 Tentang Pemberhentian Saya sebagai Staff /Karyawan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi yang di tanda tangani pada Tanggal 5 Juni 2021, tetapi di sampaikan kepada saya pada tanggal 23 Juni 2021 ini adalah hal yang bijak setelah selesai masa bakti Kwarcab kenapa Surat Pemberhentian baru disampaikan kepada saya, padahal SK di terbitkan tanggal 5 Juni 2021”, terang Ruslan.

“Alesan yang tidak Logis dan tidak masuk akal menurut saya kenapa saya di berhentikan adalah bahwa saya ikut terlibat untuk menggerakan Kwartir Ranting agar mendukung kepada salah satu nama calon Ketua Kwartir Cabang, padahal saya selaku Staff Kwarcab tidak pernah ikut terlibat dan Kwartir Ranting mencalonkan atas dasar dari Kwartir Ranting itu sendiri bukan ada paksaan”, pungkasnya.

Sesuai dengan pemberhentian tersebut, Ruslan yang merupakan Staff Kwarcab tidak terima dengan alasan yang tidak mendasar tersebut dan akan mengadukan dengan membuat surat pengaduan ke Kwarda Jawa Barat untuk segera memberikan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Sampai berita ini ditayangkan , etabloidfbi.com belum mendapatkan balasan dan jawaban dari Ketua Panitia Muscab , Adang Taufik , ketika dihubungi lewat Aplikasi WhatsApp nya.

( Hendra Sofyan )

Dari hasil pengembangan, tersangka terbunuhnya Guru SD di Lumban Lobu ada 4 orang, ini kronologi aksi mereka.

etabloidfbi.com Toba.–

Satreskrim Polres Toba berhasil menangkap Lyxan Michael Sinaga (15) dirumahbya merupakan satu orang penambahan tersangka yang berperan membantu pelaku pembunuhan terhadap LMS seorang Guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi.

Disampaikan Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya S.Ik penangkapan LMS dilakukan berdasarkan hasil pengembangan setelah dilakukan penangkapan pelaku utama Junanda Hasibuan (16) pada hari Kamis (17/06/2021) yang lalu di Bukit Tinggi.

AKBP Akala Fikta Jaya S.Ik mengungkapkan telah melakukan penangkapan terhadap LMS (15) dari rumahnya dan mengamankan Sepeda motor merk Shogun warna biru hitam No. Polisi BB 2630 E di Parparean Porsea, pada hari Rabu (23/06/2021).

“Pihak satreskrim Polres Toba telah melakukan penangkapan tersangka LMS dari rumahnya di Porsea. Tersangka LMS ini berperan mengantar JH ke Cafe di daerah Simangkuk, Kecamatan Parmaksian usai melakukan pembunuhan terhadap Lisbeth Martha Butarbutar,” Ungkap Kapolres Melalui press release

Kapolres menyampaikan kronologi penangkapan LMS setelah berhasil menangkap JH dari bukit tinggi dan pada hari Jumat Tanggal 18 Juni 2021 sekira Pukul 09.00 Wib, JH dibawa ke Ds. Tangga Batu I, Kec. Parmaksian, Kab. Toba untuk menunjukan lokasi dia membuang Sebilah Pisau (alat Yang digunakan untuk melakukan pembunuhan), dan setelah dilakukan pencarian BB tersebut ditemukan dan dilakukan penyitaan.

Lebih lanjut oleh penyidik meminta keterangan kepada JH dan dia mengaku sebelum para tersangka melakukan pencurian bahwa para tersangka yaitu JH, YRT, NDN, dan LS sudah bersamaan di Warnet Dita kota Porsea, dan tersangka JH menyampaikan bahwa ada targaet yang mau dicuri di Lumban Lobu Kec. Bonatua Lunasi Kab. Toba.

Setelah warnet Dita tutup ke- 4 pelaku berpindah lokasi ke warnet Bintang Baru, dan para tersangka meminjamkan satu buah sepeda motor merk Honda Beat, kemudian pada pukul 01.00 wib para tersangka berangkat menuju desa Lumban Lobu, dimana LMS membonceng JH, dan YRT membonceng NDN.

Sampai di Desa Lumban lobu sekira jarak 200 meter dari Rumah Korban, LMS meninggalkan JH, YRT, NDN yang ingin melakukan pencurian sedangkan LMS menunggu teman-temannya di SPBU Pardinggaran.

Sekira 1 jam lamanya LMS menunggu, kemudian NDN datang dan mengajak nya pergi ke daerah parmaksian selanjutnya ke-4 nya berjumpa, dan barulah disanalah LMS mengetahui bahwa yang dilakukan oleh temannya bukan untuk mencuri melainkan membunuh dan yang menjadi otak pembunuhannya adalah JH.

Lalu JH mengatakan kepada LMS untuk merahasiakan melalui ancaman, setelah dari Parmaskian ke-4 tersangka berangkat menuju Laguboti dan disanalah ke-4 tersangka sementara mengamankan diri sebelum berpencar dan berpisah.

Pada hari rabu tanggal 23 Juni 2021, Selanjutnya tim resmob mengamankan tsk LS berikut
Sepeda motor merk Shogun warna biru hitam No. Polisi BB 2630 E, dikediaman LS. (FERI)

Brimob Aceh Salurkan Bansos Korban Kebakaran, Simpang Upah Aceh Tamiang.

 

etabloidfbi.com, Aceh Tamiang-

 

Pasca terjadinya bencana rumah terbakar di Desa Upah Kec. Bendahara Kab. Aceh Tamiang mengetuk pintu hati anggota Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Pada Rabu, (23/6/21)

Tidak menunggu lama Danki Brimob Iptu Rizki Julianda Putera Buna, SIK. mengajak anggota Brimob untuk ikut membantu korban bencana rumah terbakar dengan cara berbagi ke sesama utk mengurangi rasa kesedihan korban, hasil baksos tersebut dari Swadaya Anggota Yang dikutip rutin Setiap Hari Jumat Untuk disalurkan ke masyarakat yang Membutuhkan. Sesuai Moto “Gemar Sedekah.”

“Penyaluran Bansos berupa Bahan Pokok, “Beras,Telur,Minyak Goreng, Indomie dan Gula Pasir dan Ikan Kaleng” tidak hanya bantuan saja kami juga mendirikan tenda untuk para korban”, Ungkap
Danki Brimob Iptu Rizki Julianda Putera Buna, SIK. Yang memimpin langsung Dalam kegiatan Bansos tersebut.

Danki Brimob Iptu Rizki Julianda Putera Buna, SIK. mengatakan kegiatan Penyaluran Sembako Ini Merupakan bentuk Kepedulian Polri Terhadap Masyarakat korban bencana yang mana ditengah masa pandemi Covid 19 ini dengan cara berbagi akan mengurangi rasa kesedihan korban.

Masyarakat Korban rumah terbakar mengucapkan terimakasih kepada Brimob Aramiyah.”

Di sela-sela penyalurkan Bantuan Sembako tak lupa pula Danki mengingatkan tentang protokol Kesehatan Kepada Masyarakat Agar Selalu mengedapankan Protokol Kesehatan dalam Kehidupan Sehari terutama 3 M “Memakai Masker, Mencuci tangan,Menjaga Jarak” supaya Kita Jauh Dari Bahaya Covid 19 dan Semoga Apa yang kami berikan bermanfaat untuk Korban.”Tutupnya.(MA)

Cegah Pelanggaran, Polres Lebak Lakukan pemeriksaan Senpi Personil

etabloidfbi.com Lebak.–

 

Guna meningkatkan kedisiplinan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran, Bag Log dan Si Propam Polres Lebak lakukan pemeriksaan Senjata Api ( Senpi) Personil di halaman Mapolres Lebak.( 24/6/2021)

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Teddy Rayendra, SIK,M.I.K. melalui Wakapolres Lebak Kompol Bambang Supeno,SIK mengatakan

“Ya hari ini Bagian Logistik ( Bag Log) dan Si Propam Polres Lebak melaksanakan Pemeriksaan Senjata Api ( Senpi) personil Polres Lebak bertempat di halaman Mapolres Lebak” Ujar Bambang

“Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan kedisiplinan personil dan guna meminimalisir terjadinya pelanggaran penyalahgunaan Senjata Api oleh Personil Polres Lebak” ungkap Bambang

Sementara itu Kanit Provost Si Propam Polres Lebak Ipda MS. Mochtar menjelaskan

“Dalam kegiatan ini kita melakukan pemeriksaan kondisi senpi baik kebersihan maupun kondisi layak pakai serta pemeriksaan kartu pemegang senpi personil Polres Lebak” tutur Mochtar

“Hari ini khusus Personil Polres Lebak dan nanti akan dilanjutkan Pemeriksaan ke Personil Polsek Jajaran tentunya dengan penerapan Protokol Kesehatan” lanjutnya

“Apabila kita menemukan ada senpi dalam kondisi rusak dan kartu pemegang senpi yang sudah mati masa berlakunya senpi akan kita sita” jelasnya.(Mujahidin)

Penjelasan Pemerintah Daerah Terkait Sorotan Pelarangan Penambangan Pasir di Pulau Sebatik

 

etabloidfbi.com NUNUKAN

 

Pelarangan penambangan pasir laut di sepanjang garis pantai Desa Sungai Manurung Kecamatan Sebatik mengakibatkan kelangkaan ketersediaan pasir di pulau Sebatik.

Kondisi tersebut menjadi polemik di tengah masyarakat, mereka menyesalkan kebijakan itu diterapkan tanpa memberikan solusi yang terbaik bagi warga disana.

Menanggapi persoalan di maksud, Kepala Bidang Penata Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH Nunukan), Ahmad Musafar mengatakan masalah ini sudah berlangsung selama kurang lebih sepuluh tahun.

Menurut Musafar, Pemerintah Daerah telah melakukan pendekatan secara persuasif terhadap warga yang selama ini melakukan penambangan pasir di areal tersebut.

“Pemda sudah “membijaksanai” dan bukan dibijaki, karena masih dianggap hanya mengambil sedikit-sedikit dan hanya untuk kebutuhan sendiri. Tapi kenyataannya , aktivitas ini tetap berlangsung secara terus menerus dan akhirnya menimbulkan kerusakan” ujar Musafar, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/06/2021).

Baca Juga : 

Pasir Langka di Sebatik, Warga Minta Pemerintah Segera Berikan Solusi

Musafar menambahkan, di bulan april lalu saat Pak Doni Monardo (Kepala BNPB Pusat) melakukan kunjungan ke Nunukan terkait penanganan COVID-19, dan terkait rencana penanganan bencana lain, termasuk masukan Bupati Nunukan tentang abrasi sebatik.Dan sebagai tindak lanjut untuk pengajuan anggaran ke BNPB, kami turun survei abrasi untuk buat kajian dan proposal, dan saat itu kami masih menemukan aktifitas penambangan pasir yang dilakukan oleh warga” tambahnya.

Saat ini aktivitas penambangan pasir di sepanjang pantai Desa Sungai Manurung diawasi oleh pengawas dari Kementerian terkait.

“Kasihan nantinya warga kita, karena sudah ada Pengawas dari Kementerian terkait Pengawasan Pulau-Pulau Kecil, dan bisa saja saatnya mereka akan melakukan tindakan hukum atas penambangan pasir pantai ini karena mereka tidak dilengkapi izin galian C” katanya.

Lebih lanjut, Musafar tidak menampik bahwa penyebab utama abrasi itu bukan semata-mata karena adanya penambangan pasir, faktor kondisi alam dan hilangnya mangrove juga bisa menjadi penyebab tergerusnya daratan di sekitar pantai.

Penambangan pasir hanya mempercepat terjadinya abrasi.

“Tapi memang sebenarnya perlu kajian lebih dalam untuk ini, walaupun faktanya beberapa tahun terakhir ini terjadi percepatan abrasi, terbukti sudah beberapa rumah warga di bibir pantai hancur, tapi untuk mengeluarkan nilai yang valid tentu perlu kajian” ungkap Musafar.

Terkait keinginan warga yang berniat mengurus izin galian C, Musafar mewakili pemerintah daerah menyambut baik rencana tersebut.

“Silahkan saja diajukan kepada Pemerintah Pusat, karena kewenangan pemberian izin galian C telah beralih ke Pemerintah Pusat yang sebelumnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, setelah permohonan izin tersebut diajukan tentu Pemerintah Pusat akan meneliti persyaratannya dan melihat kajian AMDALnya, jika tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan, tentu Pemerintah akan menerbitkan izinnya” terangnya.

Untuk diketahui saat ini Pemerintah Daerah tengah berupaya mencari informasi lahan yang terdapat kandungan pasir di Pulau Sebatik.

“Jika ditemukan tentu akan diarahkan untuk mengurus izin galian C nya” pungkas Musafar.

Syafaruddin/Biro Nunukan.

Akibat Akun FBnya Dibajak, Pemilik Akun, Iwan Conthinue Berikan Klarifikasinya

 

etabloidfbi.com – Kota Sukabumi

Mantan Wakapolres Sukabumi Kota , Kompol Sulaeman Salim pada waktu lalu mendapatkan kejadian yang kurang menyenangkan bagi dirinya.

Pasalnya di Akun Facebook yang mengaku dirinya Iwan Conthinue telah menandai dirinya dengan Postingan yang tidak pantas , mencoreng nama baiknya dan Institusi Kepolisian .

Oleh sebab itu , Kompol Sulaeman Salim pun melaporkan kejadian tersebut ke SatReskrim Polres Sukabumi Kota dan selanjutnya segera dilakukan Proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

” Saat ini Saya sedang membuat laporan di Satreskrim Polres Sukabumi Kota terkait Medsos saya yang telah di Tag oleh seseorang dengan Akun FB yang mengaku dirinya sebagai Iwan Conthinue dengan latar belakang Obat-obatan terlarang”, ujar Sulaeman Salim kepada Awak Media di Mapolres Sukabumi Kota , Selasa, 22/06/2021.

Selain merugikan nama baik dirinya dan Institusi Kepolisian yang mempunyai tugas mengayomi dan melindungi Masyarakat ,Sulaeman merasa terganggu dan mengharapkan pelakunya dapat segera diungkap.

“Diharapkan pelakunya cepat terungkap dan dengan begitu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bijak dalam bermedsos dan hukum harus ditegakkan untuk mendapatkan keadilan dan agar tidak terjadi lagi hal seperti ini lagi kedepannya “, pungkasnya

“Kalau yang punya akun itu merasa dihack atau dibajak, ya laporkan kepada Kepolisian jangan hanya diam. Laporkan bersama-sama kita intinya kasus ini harus segera diungkap siapa sebenarnya yang melakukannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemilik Akun Iwan Conthinue yang disinyalir Akun Facebooknya sudah dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini , segera melakukan Klarifikasi dan mendatangi Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk menjelaskan kepada Petugas perihal Akun miliknya yang sudah dibajak dan sudah 2 Tahun Akun Facebooknya tidak pernah dipergunakan.

” Sudah 2 Tahun lamanya saya tidak menggunakan Akun FB saya ,pak”, ujar Iwan Conthinue saat berada di Mapolres Sukabumi Kota setelah selesai memberikan Keterangannya kepada petugas sekaligus disaksikan langsung oleh Mantan Wakapolres Sukabumi Kota ,Kompol Sulaeman Salim .

Pemilik Akun Iwan Conthinue yang bernama asli ,Iwan Rabani (26 Th) beralamat di Kp. Tugu, Desa Cibodas , Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi ini merasa telah dirugikan nama baik dirinya dan keluarga oleh seorang Oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan Akun FB miliknya.

” Saya melakukan Klarifikasi dan menyatakan bahwa Akun Facebook atas nama Iwan Conthinue yang telah menandai Mantan Wakapolres Sukabumi Kota ( Kompol Sulaeman Salim ) adalah bukan saya”, tutur Iwan saat diwawancarai Awak Media .

Iwan pun menambahkan bahwa Akunnya telah dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat nama baiknya menjadi tercemar dan telah merugikan dirinya secara mental dan sosial.

” Dengan Akun saya yang telah dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini saya merasa dirugikan secara mental dan sosial oleh karena itu saya akan melaporkan balik atas pencemaran nama baik “, tambahnya.

Dengan kejadian ini diharapkan kepada pengguna Media Sosial untuk lebih berhati-hati dan Bijak dalam menggunakannya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang dapat merugikan siapapun dan dampak negatif lainnya.

( Hendra Sofyan )

SEORANG GURU HONORER YANG INGIN VAKSINASI DI USIR OLEH KEPALA DESA

etabloidfbi.com Lampung barat, –

 

Peratin Pura Mekar kecamatan gedung Surian Melakukan tindakan kurang terpuji, Yang tidak seharus nya dilakukan selaku pejabat publik, sebagai pengayoman dan contoh Masyarakat, mengingat dia selaku pemimpin pemerintahan di tingkat (pekon) Hal ini yang di ungkapkan kan Nara sumber ke media etabloidfbi.com atau tabloid forum Bhayangkara Indonesia.
Selasa (22/06/2021)

Menurut cerita rekan korban yang enggan di publikasikan namanya,kawannya mendapat undangan vaksinasi Karena dia bukan warga pura mekar tapi mendapat undangan mengingat dia seorang guru honorer di SMP 02 Gedung Surian, tapi betapa terkejut nya karena mendapatkan perlakuan seorang peratin Andre selalu pejabat publik Yang tidak boleh melakukan Vaksinasi hingga pengusiran, ke salah satu guru honorer ini dengan Tidak jelas permasalahan nya, sehingga mengakibatkan tidak jadi Vaksinasi, sedang kan perbuatan peratin ini bertentangan dengan Program pemerintah Pusat Hingga daerah, yang Selalu bersosialisasi untuk membujuk Masyarakat Melakukan Vaksinasi, dan perlakuan tidak mencermin kan seorang pemimpin

Saat kami menghubungi peratin Andre untuk meminta tanggapan terkait pengusiran itu lewat sambungan telepon tidak bisa,no telepon sang peratin sedang tidak aktif

Tapi sangat disayangkan kejadian seperti ini, mengingat pemerintah sangat antusias mengajak masyarakat untuk melakukan Vaksinasi, agar jauh dari wabah Covid 19, mungkin Peratin Andre kurang pemahaman, Hanya mengandalkan arogansi saja, mungkin dia merasa orang hebat di pekon Tersebut.

Asep Zakaria