Ketua PDI Perjuangan Kota Sukabumi Serahkan Riplet Ke Seluruh PAC

Kota Sukabumi, TFBI. —

Iwan Idhar Ridwan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi menyerahkan Riplet kepada Seluruh Pengurus PAC nya dan sekaligus Melakukan Pemasangan Spanduk Himbauan terkait Virus Corona (Covid 19 ) di beberapa Titik Lokasi wilayah Kota Sukabumi, Selasa, 31/03/2020.

Riplet Himbauan dan Tatacara untuk mencegah Covid 19 yang dibagikan ke setiap warga merupakan salah satu bagian sosialisasi kepada warga masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengetahuan terkait Pencegahan Penyebaran Covid 19.

Beberapa Anggota dan Pengurus yang melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan Informasi kepada Masyarakat Kota Sukabumi untuk Waspada
dan selalu mengikuti Anjuran yang sudah di Informasikan oleh Pemerintah diantaranya
Sosial Distancing , Phisycal Distancing Selalu menjaga Kesehatan , dan Rajin mencuci tangan.

” Kita laksanakan kegiatan pemasangan Spanduk Himbauan untuk Masyarakat Kota, dipasang di beberapa tempat yang strategis agar Masyarakat selalu menjaga kebersihan, menjaga Kesehatannya, dan ikuti Anjuran yang sudah di informasikan oleh Pemerintah demi pencegahan dan penanggulangan wabah ini Covid 19 “, jelas Iwan kepada etabloidfbi.com saat dihubungi lewat selullarnya.

9

Selain itu, PDI Perjuangan melakukan Penyemprotan Disinfectan di beberapa lokasi di Wilayah sekitar Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

” Untuk Pencegahan dan Penanggulangan Covid 19 ini maka PDI Perjuangan Kota Sukabumi dengan Jajaran Anggota dan Pengurus melaksanakan Penyemprotan Disinfektan di sekitar wilayah Kelurahan Warudoyong “, paparnya.

Dari Pemasangan Spanduk dan Penyemprotan Disinfektan ini merupakan salah satu Upaya dalam mencegah Penyebaran Covid 19 semakin meluas di wilayah Kota Sukabumi.

( Hendra Sofyan )

KAPOLRESTA PONTIANAK PIMPIN LANGSUNG PENYEMPROTAN DISINFEKTAN

Pontianak, TFBI. —

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin, S.I.K.,M.M.,pimpin pelaksanaan penyemprotan disinfektan di wilayah Kota Pontianak, yang juga diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia pukul 09.00 Wib, selasa (31/3).

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin, S.I.K.,M.M menyampaikan ” Penyemprotan ini diharapkan memang bisa untuk memangkas ataupun membersihkan sebaran virus Corona dan penyemprotan cairan desinfektan sesuai dengan arahan dari Dinas kesehatan, hari ini kita fokus pada areal ataupun tempat-tempat bahan-bahan yang keras seperti lantai Jalan kemudian juga permukaan-permukaan yang dirasa itu banyak disentuh oleh masyarakat”.

Lanjutnya “karena sebaran itu sendiri, tentunya salah satu diantara yang paling banyak adalah sentuhan secara tidak langsung, bekas-bekas ataupun bahan-bahan yang memang dirasa banyak disentuh oleh masyarakat kita juga mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan agar mengantisipasi meminimalisir betul, agar jangan sampai cairan desinfektan bisa mengenai selaput selaput lendir dan lain sebagainya, kita pastikan dahulu dengan himbauan kepada masyarakat di ruas ruas jalan yang akan dilakukan penyemprotan, masyarakat untuk menghentikan aktivitasnya”

Diharapkan dengan upaya ini juga, sekaligus himbauan kepada masyarakat, untuk mengurangi aktivitas, kita lihat di kota Pontianak aktifitas lumayan ramai, ini sekaligus upaya kita dalam mensosialisasikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan untuk mengurangi aktivitas masyarakat di tengah mewabah virus corona yang salah satunya adalah di kota Pontianak.

” Selain jalan, tempat umum juga kita lakukan penyemprotan seperti fasilitas-fasilitas umum, masjid, kemudian fasilitas lainnya, tempat-tempat yang kita lihat rumah makan, restoran termasuk Mall yang kita anggap itu saat ini belum dilakukan penutupan, masyarakat dipersilahkan untuk berjualan namun tidak diijinkan dikonsumsi di tempat mereka boleh berjualan tapi dengan cara take away artinya di beli ataupun di bawa jadi tidak di ijinkan berkumpulnya manusia di suatu tempat dalam jumlah yang banyak serta dalam waktu yang cukup lama, ini yang kita hindarkan dan kita sosialkan terus kepada masyarakat ,” ujarnya

“Hari ini seluruh instansi mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, teman-teman dari Damkar juga ikut kemudian dari Organisasi Kemasyarakatan lainnya yang hari bahu membahu bersama-sama kita melakukan penyemprotan, ini menunjukan bahwa kekuatan kota pontianak seluruh lapisan masyarakat betul-betul mengharapkan bahwa daerah kita steril, daerah kita bersih, sehingga kita bisa memangkas, meminimalisir sebaran virus corona di Kota Pontianak,” pungkasnya.(Sy Mohsin)

Polres Sekadau Bersama Instansi Terkait dan Relawan Laksanakan Desinfeksi Massal

Kapuas Hulu, TFBI. —

Seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia hari ini melakukan penyemprotan desinfektan secara massal, Selasa (31/3/2020).

Kegiatan ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus covid-19 dan Telegram Kapolri bernomor ST 868/III/KEP./2020, tentang antisipasi perkembangan pandemik virus corona, sehingga diperintahkan seluruh jajaran Polri untuk melakukan penyemprotan desinfektan.

Di wilayah hukum Polres Sekadau, penyemprotan desinfektan massal menyasar di beberapa titik lokasi yang menjadi tempat keramaian masyarakat serta fasilitas umum.

Diantaranya Mapolres Sekadau, sepanjang ruas jalan protokol kota Sekadau, area Pasar Sekadau, Pasar Baru, Rumah Betang, Terminal Lawang Kuari, SPBU, Pos Lantas, RSUD Sekadau, rumah-rumah ibadah, sekolah-sekolah dan komplek perkantoran Pemkab Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala, S.I.K., S.H., M.H menyebutkan, penyemprotan massal yang diinisiasi oleh Polri ini melibatkan semua elemen, baik Pemkab Sekadau, TNI, sejumlah organisasi masyarakat, bahkan para relawan.

Penyemprotan dilakukan dengan mengerahkan kendaraan dinas Polres Sekadau seperti Rantis Water Cannon, di bantu dengan alat dari Pemda Sekadau, Kodim Sanggau, Damkar dan sarana pendukung lainnya.

Kapolres menambahkan, selain melakukan penyemprotan massal, berbagai upaya juga telah dilakukan Polres Sekadau. Salah satunya terus mengimbaukan sosial distancing dan melakukan penertiban warga yang masih berkumpul.

“Kita terus imbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak, menjauh dari kerumunan dan tidak berjabat tangan sementara. Aturan pemerintah dan Maklumat Kapolri terus kita gencarkan demi kebaikan bersama dalam pencegahan corona,” terang AKBP Marupa saat turun langsung di lokasi penyemprotan.

Kapolres Sekadau juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan relawan yang telah berpartisipasi dalam giat ini.
(Endipriyono)

Bareng Forkopimda, Polres Sukabumi Kota Selenggarakan Penyemprotan Disinfektan Massal

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Polres Sukabumi Kota bekerjasama dengan Kodim 0607 kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan, BPBD kota Sukabumi dan sejumlah dinas intansi terkait lainnya menyelenggarakan penyemprotan disinfektan massal di wilayah kota Sukabumi, Selasa (31/03/2020) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia tersebut merupakan implementasi dari Maklumat dan intruksi Kapolri untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyemprotan disinfektan massal.

Informasi yang berhasil dihimpun, Aksi yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Sukabumi Kota beserta unsur Muspida Kota Sukabumi tersebut dilakukan di beberapa pusat keramaian, pusat perbelanjaan, jalan protokol hingga ke beberapa wilayah kecamatan, kelurahan dan desa yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Sebanyak dua unit mobil AWC (Armoured Water Canon), empat unit mobil pemadam kebakaran dilibatkan untuk melakukan penyemprotan massal di beberapa lokasi di kota Sukabumi.

Kepada wartawan, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh jajarannya beserta unsur Muspida Kota Sukabumi tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Mabes Polri terkait penyemprotan disinfektan serentak di seluruh Indonesia.

“Pagi ini kami dari jajaran Polres Sukabumi Kota bersama dengan unsur terkait lainnya Kodim 0607, Dinas Kesehatan, PMI, Sat Pol PP dan Dishub, secara serentak kami melaksanakan penyemprotan disinfektan dimana kegiatan penyemprotan ini sesuai instruksi dari Mabes Polri untuk dilaksanakan serentak secara masif di seluruh Indonesia” ujar AKBP Wisnu.

(Hendra Sofyan)

KELURAHAN SIANTAN TENGAH BAGIKAN SEMBAKO UNTUK WARGA MISKIN

Pontianak, TFBI.. —

Pada hari Selasa, 32-03-2020, sekitar pukul 10.30 telah dilaksanakan Pendistribusian Bantuan sembako kepada Keluarga Kurang Mampu di kelurahan Siantan Tengah berupa 1 karung beras seberat 10 kg kepada 21 Kepala Keluarga yang berhak untuk mendapatkan Bantuan dari Kelurahan Siantan Tengah.

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah dalam hal kelurahan Siantan Hulu adalah dampak dari adanya virus korona adalah untuk meringankan beban kepala keluarga yang menerima bantuan.

Pembagian sembako kepada keluarga kurang mampu tersebut dilaksanakan oleh SekKel kel siantan tengah, Kasi pemberdayaan masyarakat kel siantan tengah, Staf pengelola kesejahteraan sosial kel siantan tengah, Babhinkamtibmas kel siantan tengah, Babinsa kel siantan tengah, Selurih RT kel siantan tengah dan PKH kel siantan tengah.

Kegiatan selesai pada pukul 12.30 wib dalam keadaan aman dan kondusip.(Sy Mohsin)

CEGAH PENULARAN COVID-19, LANTAMAL XII MELAKSANAKAN PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DI KAL LEMUKUTAN

Pontianak, TFBI. —

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi pangkalan terhadap KRI dan seluruh armada laut Lantamal XII Pontianak yang sedang melaksanakan operasi. Lantamal XII segera melaksanakan penyemprotan desinfektan dan pengecekan kesehatan Komandan beserta seluruh anggota di KAL lemukutan yang baru sandar di Dermaga Satrol Lantamal XII Pontianak. Selasa (31/03/2020)

 

Dansatrol Lantamal XII Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, memimpin dan memantau langsung kegiatan tersebut dengan di dampingi Komandan KAL lemukutan Lettu Laut (P) Lugolo Budi Satrio dan Kadiskes Lantamal Pontianak Mayor Laut (K) drg. Heru Subagyo,Sp. Pros.

 

Kegiatan diawali dengan penyemprotan desinfektan ke seluruh personil KAL Lemukutan, melaksanakan cuci tangan dengan sabun, dan pengecekan suhu tubuh, selanjutnya para petugas melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh bagian kapal.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19 yang saat ini sedang melanda sebagian wilayah Indonesia.Hadir dalam kegiatan ,Palaksa KAL Lemukutan, Perwira dan seluruh prajurit KAL lemukutan serta anggota diskes Lantamal XII.(M. Zuhdi)

Polres Bogor, Dandim 0621 Bersama Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Lakukan Kegiatan Penyemprotan Desinfektan.

Cibinong, Bogor TFBI.–

Kapolres Bogor, Roland Ronaldy S.H.,S.I.K,M.Pict.,M.ISS bersama Dandim 0621, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor lakukan kegiatan penyemprotan desinfektan Covid-19 secara serentak diwilayah Kabupaten Bogor, Selasa 31/20.

328 personil Polri, 47 personil TNI, 74 personil Pemda dan 32 personil Linmas bersatu padu dalam upaya penanggulangan penyebaran virus Covid-19 ini.

15 lokasi pada 10 kecamatan yang masuk wilayah hukum Polres Bogor di semprot desinfektan Covid-19 secara serentak.

“Kegiatan ini kami lakukan dalam upaya menekan angka penyebaran Pandemic Covid-19 khususnya diwilayah Kabupaten Bogor, Sumber Humas Polres Bogor.

Adapun penyemprotan yang dilakukan serentak kami mulai dari jalan-jalan raya, perumahan, pertokoan hingga pasar, dari mulai Kecamatan Cibinong hingga Parung Panjang, dengan menggunakan 2 unit Water Canon, 7 unit mobil pemadam kebakaran yang diisi Desinfektan dengan total sebanyak 51.000 Liter”, ucap Akbp Roland Ronaldy. Boegeiss

Tim Gabungan TNI dan Polres Sukabumi Laksanakan Disinfektan Bersama

Kab.Sukabumi, TFBI. —

Guna mencegah penyebaran virus Covid – 19 atau Corona di wilayah Kabupaten Sukabumi Tim gabungan TNI/Polri, Pemda Kabupaten Sukabumi, dan comunitas Netizen My Palabuhantatu kembali melaksanakan kegiatan penyemprotan disinsfektan di wilayah Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Selain di tingkat Polres Sukabumi juga secara serentak 29 Polsek Jajaran Polres Sukabumi beserta unsur koramil dan kecamatan pada hari ini Selasa (31/03) melaksanakan penyemprotan disinsfektan di wilayahnya masing – masing.

Untuk tingkat Polres sendiri tim gabungan melibatkan sekitar 206 personil gabungan TNI/Polri, Pemda Kabupaten Sukabumi dan relawan Netizen My Palabuhanratu.

Disinfektan yang di siapkan sebanyak 16 ribu liter dengan menggunakan kendaraan penyemprot terdiri dari 1 unit kendaraan taktis AWC Sat Sabhara Polres Sukabumi, 2 unit kendaraan pemadam kebakaran Dinas Damkar Pemda Kabupaten Sukabumi dan 5 alat penyemprot dari Urkes Polres Sukabumi.

Sedangkan area sasaran penyemprotan sepanjang jalan dari Palabuhanratu ke Desa Cikadu yang merupakan jalan utama dari Palabuhanratu ke kota Sukabumi dengan panjang penyemprotan sepanjang 15 Km.

Dalam keterang persnya Kapolres Sukabumi Akbp Nuredy menyatakan bahwa kegiatan penyemprotan disinsfektan kali ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan Polri dan didukung oleh unsur TNI serta Pemda Sukabumi.

Nuredy juga menyatakan selain kegiatan penyemprotan disinsfektan juga dilaksanakan oleh 29 Polsek Jajaran beserta Muspika di masing – masing wilayahnya.

Upaya penyemprotan ini bukan yang pertama ujar Nuredy tetapi sudah beberapa kita lakukan bersama sama dengan Kodim dan TNI.

Kita akan terus berupaya mencegah penyebaran virus corona ini, sampai Kabupaten Sukabumi di nyatakan bebas dari virus corona.

Nuredy menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah yaitu laksanakan social distancing, fysikal distancing, jaga kebersihan, hindari kerumunan dan tetap stay at home apabila tidak ada keperluan yang mendesak.

(Hendra Sofyan)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Bentuk Relawan ASN

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mengenai langkah langkah yang harus dilakukan terkait penanganan Covid 19, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri pimpin Rapat Terbatas (Ratas) dengan Camat, Lurah dan Kades se-Kab Sukabumi melalui Video Conference di Pendopo Sukabumi, Selasa (31/3/2020).

Sekda mengatakan langkah langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab Sukabumi antara lain , membentuk relawan ASN dengan skema tugas pembagian shift yaitu shift pertama bekerja di kantor, shift kedua bekerja di rumah (work from home)dan shift ketiganya menjadi relawan.

” nanti para relawan yang sudah dibentuk dan ditugaskan semua dikoordinasikan dengan kepala BKPSDM”

Dengan terbentuknya para relawan tersebut, maka akan ada gugus tugas tingkat Kabupaten, gugus tugas instansi/kantor, gugus tugas Kecamatan, desa sampai tingkat RT/ RW.

Hal penting lainnya yang ditegaskan oleh Sekda adalah upaya penyadaran terkait arus mudik dari daerah terpapar ” harapannya saudara saudara kita dari luar Sukabumi untuk tidak mudik dulu, adapun yang terlanjur mudik maka statusnya otomatis sebagai orang dalam pemantauan (ODP) artinya harus di karantina selama 14 hari”.

” diharapkan jangan mudik dulu, mudah mudahan dengan hal tersebut, percepatan penangan covid 19 terlaksana dengan baik” terangnya

Penguatan lainnya adalah dibentuknya Desa Siaga Corona dan RW Siaga Corona, masyarakat miskin baru terdampak covid 19 akan mendapat bantuan dari Pemprov sebesar 500 ribu juga dibantu oleh pemerintah Kabupaten dan Kota, sementara masyarakat miskin lama yang sudah punya PKH dan Kartu bantuan lainnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

( Hendra Sofyan )

Kapolsek Palabuhanratu Giat Bhakti Nelayan Serta Mengantisipasi Cegah Virus Covid- 19 di Dermaga PPN Palabuhanratu

Kabupaten Sukabumi, TFBI. —

Polsek Palabuhanratu Polres Sukabumi Polda Jabar melaksanakan Kegiatan Bulan Bakti Nelayan Tahun 2020 PPN Palabuhanratu dalam Rangka Mengantisifasi Penyebaran Virus Covid- 19 di lingkungan Dermaga Palabuhanratu, Senin (30/03/20). Pukul 08.10 Wib.

Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap PPN Palabuhanratu Menyelenggarakan Kegiatan Bhakti Nelayan dalam rangka mengantisifasi penyebaran Virus Covid- 19 di lingkungan Dermaga PPN Palabuhanratu Acara diikuti Oleh 100 Orang Nelayan

Adapun yang hadir dalam acara tersebut diantaranya ; Kepala PPN Palabuhanratu (Ibu. Ir. Ririn Sugihariyati), Kadis DKP Kab. Sukabumi diwakili (Bpk. Andi), Camat Palabuhanratu (Bpk. Ahmad Saefuh Bahri, Sp.d), Kapolsek Palabuhanratu (Kompol Oki Eka Kartikayana, SPD), Danramil Palabuhanratu (Kapten Inf Budi HP), Danposal Palabuhanratu (Kapten Laut (P) Maman Badruzaman), Kasatpol Air Palabuhanratu (AKP Tri Andri Apandi), Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (Ibu. Meri), Lurah Palabuhanratu diwakili, Kepala Satker PSDKP Kab. Sukabumi (Bpk. Ade), Kepala UPTD TPI Palabuhanratu diwakili.

Kapolsek Palabuhanratu Kompol Oki Eka Kartikayana, SPD Menjelaskan pelaksanaan Kegiatan ini bagian dari bentuk Perhatian Pemerintah terhadap Para Nelayan, setelah Bhakti Nelayan dilaksanakan dilanjutkan dengan kegiatan Pencegahan Penyebaran Virus Covid 19. yaitu dengan Penyemprotan Disinfektan keseluruh Perahu, UPI, TPI
dan Tempat umum, Pembagian Masker, Pembagian Fasilitas cuci tangan, Pengecekan Kesehatan Nelayan, Pembagian Multi Vitamin, tahap Terakhir Kami berikan Himbauan serta Sosialisasi pencegahan penyebaran Virus Corona.”Terangnya.

Kepala PPN Palabuhanratu Ibu. Ir. Ririn Sugihariyati Mengatakan Bulan Bakti Peduli Nelayan Tahun 2020 diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap PPN Palabuhanratu bekerja sama dengan Forkopimcam Kec. Palabuhanratu dan Kantor Dinas Kesehatan Palabuhanratu.”Jelasnya.

Selain Itu Kami juga melaksanakan Program Pojok Pendanaan Nelayan untuk Nelayan, agar bisa membantu dalam hal permodalan untuk tetap bisa melakukan operasi penangkapan ikan dan diharapkan Nelayan tetap sehat sehingga tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya.” Pungkasnya

(Hendra Sofyan)

Polsek Jampangkulon Giat Rapat Kordinasi dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Kovid 19 di Wilayah Kec. Jampangkulon

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Kabupaten Sukabumi, Polsek Jampangkulon Polres Sukabumi Polda Jabar Laksanakan Rapat Kordinasi dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Kovid 19 di Wilayah Kec. Jampangkulon bertempat di Aula Kantor kec. Jampangkulon, Senin (30/03/20). Pukul 09.00 Wib.

Atas Intruksi Kapolres Sukabumi Akbp Nuredy Irwansyah Putra SH.,SIK.,MH. Kepada Jajaran Polsek Diwilayah Hukun Polres Sukabumi Untuk Melaksanakan Himbauan kepada Masyarakat binaanya Serta Pelaksanaan Pencegahan Virus Corona, jajaran Polsek diharuskan Bersinergi dengan Pihak Terikat guna Memutus Mata Rantai Virus.

Kapolsek Jampang Kulon Akp Dede Najmudin Laksanakan Perintahkan Kapolres Sukabumi Untuk bersinergi dalam Memutus Mata Rantai Virus Corona, saat ini Kasium Polsek Jampangkulon Mewakili Kapolsek sedang Rapat Kordinasi dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Kovid 19 di Wilayah Kec. Jampangkulon

Acara dihadiri Oleh Kasium Polsek Jampangkulon, Camat Kec. Jampangkulon, Babinsa Pak Jamjam Koramil Jampangkulon, Kabag RSUD Jampangkulon, Perwakilan Dishub Jampangkulon, Perwakilan Damkar Jampangkulon, Para Kepala Desa Kec. Jampangkulon, Dokter Puskesmas Kec. Jampangkulon

Kapolsek Jampang Kulon Akp Dede Najmudin Memaparkan hasil Rapat Kasium Polsek Jampangkulon, Upaya Penyampaian Himbauan dan Larangan yang akan disampaikan kepada masyarakat “Dihimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan berkumpul bila tidak dindahkan maka kita sikapi dengan melakukan Pembubaran sebagaimana anjuran pemerintah Menegaskan.”Paparnya

Pihak Jajara Satgas Covin 19 harus Sediakan Cairan pencuci tangan disetiap tempat yang mengundang publik agar terbebas dari Penyebaran Virus serta menetralisir Virus dan Untuk Memutus Mata Rantai Virus Corona. Ucapnya.

Pembagian tugas pun dilaksanakan seperti Dinas Perhubangan agar melaksanakan kegiatan antisipasi kendaraan umum yang datang dari luar wilayah serta melakukan pengecekan terhadap penumpang apalagi bagi masyarakat yang datang dari wilayah Zona merah wajib di perintak secara Detail untuk Mencegah Penyebaran Virus.”Pungkas Akp Dede Najmudin

( Hendra Sofyan )

Gubernur Jabar Izinkan Daerah untuk Lakukan Karantina Wilayah Parsial

KOTA BANDUNG TFBI, TFBI. —

Ridwan Kamil mengizinkan kepala daerah 27 kabupaten/kota lakukan Karantina Wilayah Parsial (KWP) atau penutupan wilayah untuk tingkat RT, RW, desa, kelurahan, hingga tkecamatan, jika terdapat penyebaran COVID-19 yang cukup masif.

“Saya sudah memberikan izin kepada kota/kabupaten untuk melakukan karantina wilayah parsial bila situasinya memburuk, jadi tidak ada istilah lockdown tapi gunakan kata karantina wilayah parsial,” kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/20).

Sementara karantina parsial dalam skala kota, kabupaten, maupun provinsi harus dilakukan atas izin Presiden Republik Indonesia (RI) sesuai Undang-Undang (UU) No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Karantina parsial tidak boleh di level kota, kabupaten, atau provinsi tanpa seizin presiden. Yang dibolehkan adalah karantina parsial jadi menutup sebuah RT, RW, desa, atau kelurahan hingga maksimal kecamatan, diperbolehkan jika daerah itu memberikan situasi ada penyebaran yang cukup masif,” tutur Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil pun menegaskan, apabila KWP di tingkat RT, RW, desa, atau kelurahan hingga maksimal kecamatan dilakukan, maka tidak boleh ada pergerakan massa kecuali untuk dua hal yaitu pergerakan logistik dan kesehatan.

“Jadi kalau ada satu desa yang ditutup, semua tidak boleh ada yang kemana-mana kecuali untuk urusan jual beli pangan atau emergency kesehatan. Untuk pendistribusian pangan diserahkan kepada kepala daerah masing-masing, termasuk (skenario) terburuk disiapkan dapur umum,” kata Kang Emil.

Jabar sendiri saat ini tengah melakukan simulasi KWP di salah satu kecamatan di Kota Sukabumi karena terdapat lonjakan orang positif COVID-19 dari hasil rapid test.

Dari 22 rapid test yang dilakukan di 27 kabupaten/kota se-Jabar itu, terdapat 300 orang yang dinyatakan positif virus SARS-CoV-2 dan paling banyak berasal dari Kota Sukabumi.

Kang Emil memastikan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar akan kembali melakukan tes kedua menggunakan swab metode Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada 300 orang tersebut.

“Mereka akan dites kedua menggunakan PCR atau swab untuk lebih memastikan jangan sampai ada yang false positive, jadi (300-an orang) ini belum bisa kita laporkan ke pemerintah pusat,” ujar Kang Emil.

“Dan paling besar, diluar dugaan kami paling banyak yaitu ada di Kota Sukabumi, dari seluruh kota/kabupaten di Jabar. Inilah pentingnya rapid test jadi ketahuan peta persebarannya,” tambahnya.

Adapun dari data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (PIKOBAR) hingga Senin (30/3) pukul 18:30 WIB, terdapat 149 orang positif COVID-19 di Jabar. Selain itu, terdapat 660 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dalam proses pengawasan serta 5.293 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terus dipantau.

“Kami paling masif melakukan rapid test. Sebanyak lebih dari 22 ribu alat rapid test sudah disebar ke 27 daerah dan masih terus berlangsung (tes). Dari 22 ribu itu dilakukan tes secara door to door di fasilitas kesehatan dan drive-thru,” kata Kang Emil.

Karantina Wilayah di Daerah Adalah Bentuk Diskresi*
Sementara itu, guru besar Universitas Katolik Parahyangan Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H., M.H. mengatakan, semua pihak harus mendukung Karantina Wilayah Parsial (KWP), termasuk di Jabar, jika penanganan COVID-19 dibutuhkan secara cepat.

Sambil menunggu Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengimplementasikan UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Asep menilai kebijakan atau inisiatif daerah itu merupakan bentuk quick response dan emergency response.

“Jadi inisiatif daerah menurut saya bagus karena kita tidak bisa hanya menunggu itu (PP), itu pun harus dipahami, dilaksanakan, dilihat dari konteks daerah masing-masing. Jadi ketika daerah sudah melihat (masalah) secara real, ada inisiatif untuk melakukan KWP,” ucap Asep di Kota Bandung, Senin (30/3).

“Dalam hukum namanya diskresi, kaitan dengan kebijakan yang dibuat untuk melindungi masyarakat. Jika daerah, misalnya Jabar, sudah melihat ada kondisi yang real bahwa harus segera dilakukan karantina wilayah, itu tidak apa-apa sebagai tindakan yang responsif dan sangat cepat. Nanti ketika PP keluar, baru disesuaikan,” ujarnya.

Adapun dalam UU. No 6/2018 disebutkan, Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah Pintu Masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Asep menjelaskan, KWP dalam skala provinsi artinya tidak semua kabupaten/kota di Jabar melakukan karantina wilayah. Dalam konteks kabupaten/kota, KWP yang dimaksud dengan parsial artinya hanya dilakukan di beberapa titik, baik itu RT, RW, desa, kelurahan, maupun kecamatan.

Dirinya pun menegaskan, kebijakan KWP di daerah harus dilakukan berdasarkan data. “Nah, jadi penting betul dalam undang-undang tersebut disebutkan adanya rapid assessment terhadap lokasi, sebaran, kondisi kesehatan masyarakat, sarana-prasarana yang tersedia, hingga potensi penularan,” ucap Asep.

“Ketika rapid assessment atau kajian cepat sudah dilakukan dan ada data, maka dilakukanlah kebijakan. Jadi tidak ada masalah ketika kita buat KWP asal ada datanya.”

Jika KWP dilakukan, Asep mengingatkan, terdapat empat aspek yang harus dikaitkan dengan kebijakan tersebut. Pertama adalah memastikan kesehatan menjadi prioritas utama. “Dalam arti petugasnya, perlindungan, tempat penampungan, hingga alat kesehatan. Jadi alokasi anggaran juga harus lebih banyak untuk kesehatan,” ujarnya.

“Kedua, ketika ada kebijakan menutup, maka ada kewajiban pemerintah untuk penyediaan ekonomi dalam hal ini sembako. Jadi ketersediaan pangan ini minimal makanan yang bisa dikonsumsi sehari-hari itu harus tersedia,” kata Asep.

Ketiga, lanjutnya, terkait aspek sosial, budaya, dan keagamaan. Asep berujar, pemerintah harus memastikan tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak bersama-sama di satu tempat, termasuk ibadah di masjid dan gereja.

“Keempat, aspek wewenang pemerintahan. Artinya ada regulasi, ada aparatur penegak hukum, dan ada sanksi yang dikenakan agar masyarakat tidak melanggar. Kalau diabaikan, sama saja penutupan ini tidak ada artinya,” tutur Asep.

“KWP ini harus diapresiasi, harus didukung semua pihak. Jika masih ada kekurangan itu wajar, kita perbaiki. Semua demi kesehatan warganya. Ekonomi bisa diperbaiki, tapi nyawa tidak bisa diulang. Pastikan orientasi semuanya ini demi menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya. IE

Kejari Lebak Banten Enggan Berkomentar Terkait Penanganan Dugaan Korupsi Jembatan Sungai Cilancar

Lebak,Banten _ TFBI,–

 

Kejaksaan Negri Lebak Banten Enggan Berkomentar terkait Penanganan dugaan korupsi yang di laporkan LSM PAMUNGKAS, tgl.5 Maret 2020. Dugaan tindak pidana Korupsi atas pembangunan jembatan sungai Cilancar Lebak-Banten yang menghabiskan anggaran Rp.1,2 Miliar dengan menggunakan APBD Kabupaten Lebak-Banten Tahun Anggaran 2019, di nilai lambat proses penangannya, Laporan LSM PAMUNGKAS tersebut tertulis dengan No: 082/Peng/LSM/Lebak/III/2020.(LAP-DU).

Koharudin.SH, Kasi Intel Kejari Lebak, saat di konfirmasi oleh Awak media TFBI menerangkan, “Sudah di lakukan pemanggilan dan sedang di Tela’ah ujarnya. (31/03/2020).

Baca juga:

https://etabloidfbi.com/penanganan-dugaan-korupsi-jembatan-sungai-cilancar-lebak-banten-oleh-kejari-dinilai-lambat/

 

Menanggapi hal itu, Yudi Ketua Umum LSM-PAMUNGKAS menyampaikan, “Kami sangat menyayangkan lambatnya respon dari kejari lebak yang menangani kasus ini, seharusnya mereka bisa lebih cepat respon karena kegiatan tersebut berjalan di awasi team TP4D kejari Lebak-Banten, surat sudah kami layangkan sudah hampir satu bulan, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Kejari Lebak,.”

 

Kami akan mengawal terus kasus ini sampai tuntas, dan kalau memang Kejari lebak belum bisa mengungkap dugaan korupsi tersebut, kita akan buatkan laporan baru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat ini, karena kami menduga kalau korupsi tersebut sudah Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) ujarnya.

(Ujang)

Gubernur Banten Pastikan WFH-ASN Di Perpanjang Sampai 21 April 2020

Banten _ TFBI,–

 

Gubernur Banten H. Wahidin Halim pastikan Work From Home di perpanjang hingga 3 pekan kedepan. Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.(31/03/2020)

Perpanjang masa tersebut sebagai salah satu pencegahan penyebaran virus covid-19 dan sesuai arahan dari pemerintah pusat.

“Kami selalu respon cepat arahan Pemerintah Pusat, untuk itu saya langsung instruksikan Sekretaris Daerah agar memperpanjang WFH untuk pegawai hingga 21 April 2020,” ucap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

Perpanjangan masa WFH juga berlaku bagi pegawai yang bekerja dalam bidang pelayanan langsung, Ia juga menambahkan bahwa jajaran Pemprov Banten agar mengutamakan sistem pelayanan berbasis online.

Selain untuk menghindari kerumunan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, langkah ini juga diharapkan agar penanganan Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah dapat berjalan optimal.

“Pegawai pemprov maupun masyarakat yang dilayani ini berasal dari berbagai wilayah di kabupaten/kota se-Banten. Jadi kalau mereka bisa tetap di rumah, pemerintah bisa lebih fokus menanganani kasus-kasus Covid-19 dari seluruh rumah sakit rujukan di Banten,” tutup WH

(sabar manahan)

PEMKAB BOGOR, BATASI PENYEWAAN VILLA DARI DKI JAKARTA.

Cibinong, Bogor TFBI, —

Pemerintah kabupaten Bogor mencegah penyebaran wabah yang semakin hari semakin menghawatirkan dalam upaya untuk mencegah adanya exsodus ke daerah, khususnya para pemilik Villa dari DKI, Pemerintah Kabupaten Bogor akan membatasi kunjungan orang dari Jakarta ke kawasan puncak, Senin 30/20

Bupati Bogor Ade Yasin mengutarakan, Pemilik maupun calon penyewa Villa dari DKI Jakarta akan kami batasi dan diawasi kunjungan tersebut, penyekatan juga akan diberlakukan diKawasan Puncak dan sekitarnya,tegas beliau kepada awak media.

“Kami tetap akan upaya, lainnya yang akan dilakukan adalah pembatasan antara Depok dan Cibinong serta dibeberapa zona merah lainnya. Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi dengan Forkopimda dan pejabat dilingkungan pemkab Bogor”,

Adapun warga Bogor yang ada diJakarta, Saya minta untuk tetap tinggal disana. Jangan dulu mudik, hingga keadaan bisa terkendali. Insya Allah Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI sudah menyiapkan skema bantuan selama tinggal diJakarta.

Khususnya kepada warga dengan status (ODP), saya minta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan tidak berinteraksi atau meninggalkan rumah. Penyangkalan terhadap aturan ini akan dikenakan sanksi hukum yang tegas oleh aparat kepolisian, kata Ade Yasin

Hal yang dibahas dalam rapat tersebut
1. Seluruh ASN merupakan relawan untuk pencegahan Covid-19.

  1. Deteksi kewaspadaan dimaksimalkan dengan membentuk Desa Siaga dan RW Siaga.

  2. Semua masyarakat yang sudah mudik dari Jakarta atau zona merah lainnya diperlakukan sebagai (ODP), dan harus diisolasi mandiri selama 14 hari.

Kami berharap masyarakat, warga Bogor agar bersama-sama kita melakukan ikhtiar lahir. Dirumah Aja, “Stay At Home” dan banyak berdoa sebagai bagian dari ikhtiar bathin, pungkasnya. (Boegeiss)

Bupati Sukabumi Pimpin Langsung Steriilisasi Wilayah Perbatasan Sukabumi-Cianjur

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mensterilkan wilayah perbatasan. Hal itu seperti yang dilakukan di Perbatasan Sukabumi-Cianjur dan Sukabumi-Bogor, Senin (30/3/2020).

Perbatasan Sukabumi-Cianjur dipusatkan di Kecamatan Sukalarang. Sementara perbatasan Sukabumi-Bogor dilaksanakan di Terminal Benda, Cicurug.

Pelaksanaan sterilisasi di perbatasan Sukabumi- Cianjur dipimpin langsung Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol (inf) Danang Prasetyo Wibowo. Sterilisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran covid 19 di Kabupaten Sukabumi.

9

Sebelum dilakukan penyemprotan, dilaksanakan apel bersama TNI dan Polri. Dalam apel tersebut, dilakukan penyerahan CSR dari BJB Palabuhanratu berupa empat paket alat penyemprot kepada Pemkab Sukabumi.Setelah itu, H. Marwan Hamami bersama unsur Perangkat Daerah menyeterilkan diri di ruang sterilisasi.

Proses sterilisasi tersebut dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama ialah penyemprotan kendaraan menggunakan disinfektan oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tahapan berikutnya ialah pengecekan suhu tubuh dan sterilisasi penumpang menggunakan antiseptik, hingga cuci tangan. Hal itu termasuk pendataan setiap orang yang akan ke Sukabumi.

H. Marwan Hamami mengatakan, sterilisasi tersebut merupakan langkah yang dianggap strategis. Apalagi jika dibandingkan dengan pencegahan ketika masyarakat dari zona merah sudah masuk ke 47 kecamatan di Sukabumi. “Ini untuk memutus mata rantai dari virus covid 19. Sterilisasi di perbatasan lebih mudah ketimbang harus mencegah di 47 kecamatan. Jadi setiap kendaraan dan penumpang di tahan di sini dan disterilisasi,” ujarnya, Senin (30/3/2020).

Apalagi saat ini terjadi peningkatan ODP dan PDP di Kabupaten Sukabumi. Hal itu diprediksi akibat warga luar daerah, terutama dari zona merah yang pulang ke Sukabumi. “Makanya kita coba putus mata rantai penyebaran covid 19. Kalau sampai ketemu yang sakit, kita lakukan SOP oleh Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Dirinya berharap, penduduk Sukabumi yang berada di luar daerah untik tidak mudik. Hal itu sampai persoalan virus covid 19 dapat berhenti. “Ini supaya tidak banyak penambahan penyebaran. Kalau warga dari zona merah yang sudah di rumah, bisa mengisolasi mandiri,” ungkapnya.

Proses sterilisasi tersebut diupayakan bisa dilakukan selama 24 jam. Hal itu bisa dilakukan dengan sistem pembagian shift. “Namun disesuaikan dengan jumlah disinfektan dan antiseptik,” terangnya.

Warga Bandung Hendi mengaku datang ke Sukabumi untuk keperluan syuting. Menurutnya, penindakan Pemkab Sukabumi bagus. Terutama dalam pencegahan penyebaran covid 19. “Bagus. Salut dalam upaya penyegahan virus covid 19,” pungkasnya.

(Hendra Sofyan)

H. Marwan Hamami : “Meliburkan Buruh Bukan Solusi, Protokol Kesehatan Harus di Lakukan”

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Usai memimpin Sterilisasi di perbatasan Cianjur -Sukabumi Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami bersama Dandim 0607 Letkol (Inf) Danang Prasetyo Wibowo melakukan sidak Ke beberapa Perusahan di Kabupaten Sukabumi.

H. Marwan Hamami mengatakan, selama ini banyak kekhawatiran masyarakat terkait masih beroperasinya perusahaan padat karya, kedatangannya untuk mendengar langsung dan memastikan SOP Kesehatan yang dijalankan perusahaan dijalankan demi keamanan karyawan.

Dua perusahan yang ditinjau Bupati Sukabumi yaitu PT Pratama Abadi Industri dan PT Glostar Indonesia 2 Sukalarang, Senin (30/3/2020).

Pihak PT. Pratama Abadi Industri menyampaikan bahwa Setiap pegawai dilakukan pengecekan mengunakan camera pemantau suhu tubuh dan berkomitment untuk menjalankan protokol kesehatan khusus penanganan covid-19

” jika ditemukan suhu tinggi maka akan di cek ke klinik, dan jika harus dirujuk maka akan direkomendasikan ke rumah sakit Sukabumi atau Jakarta ” ungkap Mr.Chong selaku Presiden Direktur PT Pratama Abadi Industri.

Sementara itu perwakilan PT Glostar Indonesia 2 Sukalarang, Andres Haryanto mengatakan, sejak Februari perusahaan sudah memikirkan dan melakukan penanganan covid 19

“Seluruh karyawan yang masuk sudah melewati bilik antiseptik, setiap tamu yang masuk dicek suhu tubuhnya. Bahkan penyemprotan disinfektan pun sudah dilakukan diperusahaan, orang asing sudah tidak bisa keluar masuk perusahaan. Baik yang dari luar negeri ataupun dari daerah zona merah” jelasnya

Andres memaparkan SOP dan Protokol kesehatan yang diberlakukan pada perusahaannya

“hand sanitizer kita sediakan, semua karyawan sudah mendapatkan masker dan wajib menggunakan masker, jarak antar orang juga kita sudah atur termasuk saat masuk dan keluar pabrik mereka harus antri dengan jarak yang telah ditentukan” tambahnya

Menurut Andres perusahaan mengeluarkan kebijakan khusus terkait penanganan terhadap pasien yang dinyatakan ODP atau PDP

“jika ada karyawan yang dinyatakan ODP maka karyawan tersebut diliburkan untuk melakukan isolasi namun haknya tetap di bayar penuh dan jika karyawan tersebut dinyatakan PDP maka karyawan mengikuti SOP diklinik untuk dilakukan penanganan. Selanjutnya setelah dinyatakan sehat dan sembuh maka karyawan bisa kembali bekerja”

Sementara itu, Ketua PUK TSK SPSI PT GSI 2 Sukalarang Sukabumi, Kusmayani menilai perusahaan telah memenuhi hak karyawan, dari mulai standar keselamatan dan kesehatan pegawai dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, mengatur jarak, jam masuk, serta sterisasi karyawan saat masuk dan pulang kerja untuk memastikan karyawan terbebas dari virus corona,

“meliburkan karyawan memiliki banyak resiko, kita memilih jalan lain selain meliburkan, kita coba. Apalagi SPSI bekerjasama dengan manajemen melakukan pengawasan. Termasuk kami yang mendorong upaya upaya yang harus diambil manajemen, kami juga berupaya bagaimana perusahaan dapat memenuhi hak kesehatan karyawan, Semoga saja tidak ada kasus positif di perusahaan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami berharap pelaksanaan protokol kesehatan dapat terus dilaksanakan jika perusahan tidak memilih opsi meliburkan

“Komitmentnya kita lihat kalau prosedur kesehatan tidak di jalankan dan dilaksanakan, akan ada teguran”

H.Marwan Hamami menegaskan bahwa Upaya dan antisipasi perlu dilakukan oleh setiap perusahaan terlebih SOP kesehatan yang telah di tetapkan

“Runtuhnya ekonomi masih bisa kita fikirkan, namun matinya orang atau karyawan disini siapa yang menggantikan” tegasnya

Bupati Berharap, dengan SOP yang dilakukan perusahaan dapat menghambat penyebaran virus corona yang tengah terjadi dimasyarakat

( Hendra Sofyan )

 

Dewan Fraksi Gerindra Kota Tangerang Lakukan Penyemprotan Distinfektan Anti Virus, Peduli Kemanusiaan

Kota Tangerang., TFBI. —

Dengan merebaknya penyebaran virus corona (covid-19) yang semakin hari semakin meningkat di Indonesia khususnya di wilayah kota tangerang, Relawan DPC Partai Gerindra Kota Tangerang, Semprotkan Disinfektan sebanyak kurang lebih 2.200 liter dengan menggunkan kendaran roda empat dan roda dua ke lingkungan warga, pondok pesantren dan juga rumah ibadah yang berada di wilayah cipondoh, kota tangerang, sabtu (28/3/20).

Turidi Susanto, wakil ketua DPRD Kota Tangerang saat buat keterangan pers nya, usai melaksanakan penyemprotan di pondok pesantren Al Mubarok menuturkan, kegiatan penyemprotan sudah yang kedua kalinya, hal tersebut dikarnakan kota tangerang khususnya wilayah cipondoh dalam keadaan Zona Merah, untuk penyemprotan disinfektan terus dilaksanakan sampai Indonesia terbebas dari virus corona dan sesuai arahan dari pimpinan tertinggi partai gerindra untuk menghimbau masyarakat agar tidak keluar rumah,terang Turidi.

Sesuai himbauan dari pemerintah seluruh masyarakat untuk melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari dan berjalan sesuai yang di harapkan pihak pemerintah akan membuat formula baru menghilangkan virus corona.ujarnya.

KH. Idup Indrawan pimpinan pondok pesantren Al mubarok berterimakasih dengan adanya penyemprotan tersebut dan berharap semoga virus corona berhasil di hilangkan

Turudi, berharap pemerintah dapat mengisolasi warga yang positif terjangkit virus agar tidak menyebar ke masyrakat lainnya.

Kegiatan bakti sosial yang kedua ini adalah bukti bahwa partai Gerindra hadir ditengah masyarakat.

“kami ingin kota Tangerang bisa kembali seperti semula, terbebas virus corona” ungkap turidi. (Arnadi.S)

H. Muhammad Muraz Anggota DPR-RI : “HAK RAKYAT DI KARANTINA WILAYAH”

Kota Sukabumi, TFBI. —

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat , H. Muhammad Muraz ,menginformasikan kepada Awak Media pada Senin, 30/03/2020, dalam Pesan Whatsapp nya terkait Penanganan Covid 19 dan Isu Lock Down yang saat ini banyak di perbincangkan .

Dalam Rangka Penanganan Covid 19 saat ini Pemda mulai melakukan lock down wilayah secara lokal. misalnya DKI Jakarta , Surabaya, Papua , kota Bogor, dll. Banyak orang berpendapat bahwa Lock Down di Indonesia ini terlambat dan kurang bermanfaat karena Covid 19 ini sudah menyebar hampir keseluruh wilayah Indonesia, berbeda dengan di China yang daerah Sumber Virusnya sudah diketahui dan langsung di Lock Down disitu.

Selain itu , kita bisa menyaksikan bagaimana Buruh-buruh Pabrik Berjubel tiap hari bekerja sebagaimana biasanya berbeda dan Kontradiktif dengan Tempat Wisata, Tempat Hiburan bahkan Tempat Ibadah yg mulai sepi di beberapa Daerah . Sholat Jum’atpun sudah di tunda dulu, rakyat jelas Wajib Mentaati Karantina Wilayah ini.

“Saya tdk akan berteori panjang-panjang krn semua warga juga sudah pada Pandai dan Paham. Saya selaku Wakil rakyat di DPR RI yang ingin dipertanyakan adalah sejauh mana Kewajiban Pemerintah Pusat dan Daerah melaksanakan UU NO 6 Thn 2018 khususnya bagi daerah yang sudah melakukan Karantina Wilayah lokal dalam hal melaksanakan hak-hak Rakyat sebagaimana di atur dlm pasal 8 dan 55 UU no 6 th 2018 yg berbunyi sebagai berikut ;
Pasal 8 Setiap orang mempunyai hak mendapatkan Pelayanan Kesehatan Dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari hari lainnya selama Karantina dan Pasal 55 ayat 1 selama Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan Hewan Ternak yang berada diwilayah Karantina menjadi Tanggung jawab Pemerintah Pusat. Pasal 55 ayat 2. Tanggung Jawab Pemerintah Pusat dalam Penyelenggaraan Karantina Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan pihak terkait”, jelasnya.

“Sudah saatnya Pemerintah Pusat Menetapkan Aturan Pelaksanaan yang Tegas dalam hal anggaran ini. Saya melihat kebijakan Presiden yang sudah bagus dan diexpose di media belum direspon secara optimal oleh kementrian terkait, tunda dengan Tegas Pembangunan Fisik dan Alokasikan untukk hak-hak rakyat. Lindungi para Kepala Daerah dan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan Aturan yang Jelas”, pungkas Muraz.

(Hendra Sofyan)

Terkait 300 Orang Positif di Kota Sukabumi Walikota Sukabumi : “Rapid Testnya Positif, Belum Tentu Positif Corona”

Kota Sukabumi, TFBI. —

Terkait Pemberitaan dan Informasi yang berkembang di Media Sosial dan beberapa pemberitaan mengenai 300 Orang yang Positif Corona di Kota Sukabumi membuat Walikota Sukabumi melaksanakan Press Rilisnya lewat Rekaman Audio yang dikirimkan kepada Awak Media, Senin, 30/03/2020, Pukul. 18.00 Wib.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menerngkan kepada Awak Media bahwa Rapid Test sudah dilakukan di Kota Sukabumi , saat ini baru 60 Orang yang sudah dilakukan Test namun hasilnya belum dapat di terima oleh Walikota Sukabumi sampai hari ini.

“Saya berharap, warga tetap tenang dan tidak gaduh dengan pemberitaan-pemberitaan atau rumor-rumor yang beredar , kita menunggu dari 60 Sample yang sudah di Rapid test ini yang di lakukan di wilayah kota sukabumi, mudah-mudah an tidak ada hal-hal yang menghawatirkan, jadi warga tetap tenang”, jelas Fahmi.

Terkait informasi dan pemberitaan mengenai 300 Orang yang melaksanakan Rapid Test di Kota Sukabumi, Fahmi pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut dan belum ada laporan kepadanya.

“Oh, ngga, yang di test itu kan hanya 60 Orang, tetapi mungkin , memang ada institusi lain yang sedang melakukan Proses Rapid Test, saya belum dapat Informasi dari Institusi lain tersebut.institusi yang ada di wilayah Kota Sukabumi, yah, tetapi bukan melakukan Pemeriksaan kepada warga Kota Sukabumi,”, jelas Fahmi.

“Warga Kota Sukabumi sampai saat ini, Aman , Seluruhnya”, tuturnya.

Terkait mengenai Apa yang dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tentang Karantina Parsial untuk di laksanakan oleh Walikota Sukabumi di Wilayah Kota Sukabumi, Fahmi mengatakan , akan dilakukan Bila memang sudah ada Hasil yang di dapatkan.

” Sampai saat ini saya belum mendapatkan hasil secara tertulis dari Hasil Proses Pemeriksaan Rapid Test yang dilakukan, kalau yang 60 Prqng, Insyaallah, Aman tidak ada permasalahan , yang dilaksanakan oleh Institusi lain, saya belum dapat Laporannya”, pungkasnya.

Sampai sejauh ini, Rapid test dari 60 orang ini dilakukan selama 3 hari dan baru dilaksanakan , kali ini di Kota Sukabumi masih menerapkan Zona Kuning .

Walikota Sukabumi pun akan melakukan Karantina Wilayah secara Partial apabila memang ada hasil bahwa di wilayah Kota Sukabumi sudah ada yang terkonfirmasi Positif Covid 19 dan sudah Gawat Darurat.

” Bila memang ada kegawat daruratan yang bertambah , tentunya perlu dilakukan Karantina wilayah secara Partial “,ucapnya.

Fahmi pun menambahkan ” Dikatakan Zona Merah itu kalo memang sudah ada yang Positif Covid 19 namun semua itu didasarkan atas hasil pemeriksaan Swab, jadi kalo belum ada hasil Pemeriksaan Swab maka belum bisa dikatakan Dia Positif Corona, termasuk Rapid Test yah, karena Rapid Test ini sifatnya Screening jadi belum masuk ke Diagnosa, jadi belum tentu orang yang dari hasil Test Rapid Test ini Positif, belum tentu Dia Positif Corona. “, pungkasnya.

( Hendra Sofyan )

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Laksanakan Protokol Sterilisasi di Perbatasan

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Seperti yang diagendakan sebelumnya, hari ini Senin (30/3/2020) Pemkab Sukabumi melakukan pengawasan, pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid 19 dilokasi perbatasan, langkah penting ini dilakukan untuk menjaga masuknya penyebaran virus corona melalui orang dan kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi.

Terminal Benda Cicurug menjadi salah satu tempat antisipasi covid 19 diperbatasan, dimana tim gabungan Pemkab Sukabumi melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan orang didalamnya serta melakukan pengukuran suhu tubuh.

Tim Gabungan pencegahan masuknya virus corona diperbatasan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kab. Sukabumi H. Iyos Somantri didampingi Asda II, Kasat Pol PP, Sekdis Perhubungan, BPBD, Camat Cicurug serta melibatkan Unsur Damkar, Kepolisian dan Koramil

” ini ikhtiar kita untuk mencegah masuknya covid 19 dari daerah terpapar (zona merah) ke daerah Kab. Sukabumi, karena itu tim menyasar kendaraan dan pengunjung yang masuk” demikian disampaikan H. Iyos Somantri.

Sebelumnya, Sekda menghimbau kepada seluruh tim pelaksana untuk tetap menjaga kesehatan dengan selalu waspada, Dirinya meminta pelaksanaan tugas dilakukan bergiliran

” kegiatan menjaga kesehatan masyarakat Sukabumi ini harus dengan hati hati waspada dan dilakukan secara bergantian supaya stamina petugas tetap terjaga,kita juga sudah mengantisipasi kendaraan yang melewati jalur alternatif supaya tetap bisa terkontrol dan melewati prosedur pencegahan virus corona yang telah ditetapkan” terangnya

Menurutnya, pencegahan diperbatasan ini sangat urgent karena dikhawatirkan ada pengunjung atau warga yang pulang ke Sukabumi terpapar virus baik yamg menempel dibadan, dibarang bawaan ataupun di kendaraan yang digunakan ” Oleh karena itu kita harus disterilkan dulu sebelum masuk ke Sukabumi”.

Tindakan sterilisasi itu sendiri menggunakan protokol teknis standar kesehatan yang sudah ditentukan SOP nya ” In Sha Allah akan dilaksanakan selama satu minggu kedepan karena dari data riil ODP di Kabupaten Sukabumi saat ini jumlahnya melonjak signifikan” pungkasnya

(Hendra Sofyan)

DPC PWRI Bogor Raya, Peduli Dengan Donasi : Tolong Menolong & Berbagi untuk Kebaikan Negeri.

Cibinong, Bogor TFBI,–

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (DPC PWRI) Rohmat Selamat SH, M.Kn, Cabang Bogor Raya. Selalu memantau media sosial, membaca dan mendengar Keluhan masyarakat, warga khususnya Kabupaten Bogor, Senin 30/20

Info dan keluhan masyarakat kebutuhan bahan pokok sehari-hari, diakibatkan berdiam diri dirumah setelah dua pekan ini dampak wabah COVID-19 yang dianjurkan pemerintah “Stay At Home”.

Rohmat Selamat menjelaskan Selaku insan Pers Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (DPC PWRI) Cabang Bogor Raya.

“Kami tergugah untuk memberikan solusi untuk mengatasi keluhan masyarakat, warga Kabupaten Bogor yang telah mengikuti anjuran pemerintah “Stay At Home”, ujar Rohmat.

Dalam memberikan sebagian rejeki, untuk mereka yang berpenghasilan harian agar tetap dirumah sesuai anjuran pemerintah pusat maupun daerah, Rohmat juga melalui pesan singkatnya kepada wartawan etabloidfbi.com mengemukakan ide cemerlang dan pendapatnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli kemanusiaan, kita harus ringankan sebagian beban pemerintah dan sebagian beban untuk masyarakat dalam mengatasi cegah wabah COVID-19 ini yang semakin meluas,” ujar beliau yang juga pemerhati kemanusiaan.

Rohmat, yang sekarang dilakukannya menjadi motivasi tersendiri bagi mereka yang mempunyai kelebihan rejeki untuk saling tolong menolong, peduli sesama umat siapapun dia.

“Apapun Agamanya, kita sama-sama manusia wajib memperhatikan kehidupan sesama umat. Hewanpun kami peduli apalagi manusia,”

Rasa Empati masyarakat yang sering ia dengar atau baca dimedia sosial atau lainnya, harus kita gerakan tidak lagi sebatas ungkapan. Tidak ada lagi sekedar dalam ucapan saja, mari kita ajak dalam tindakan nyata.

“Janganlah hanya mengatakan ‘kasihan’, semua orang bisa mengucapkan itu, mari sekarang mereka yang dikatakan kasihan butuh uang untuk membelanjakan bahan pokok, contohnya perut kan, gak bisa diundur makannya kita harus memberikan sebagian rezeki kita yang lebih.”

Mereka juga butuh penerangan listrik, wanita hamil yang membutuhkan nutrisi, susu anak-anaknya dan banyak lagi kebutuhan lainnya, akan sangat panjang kalau saya utarakan disini, jelas Rohmat.

“Walau tidak banyak yang akan diberikan, minimal kepedulian kita sesama umat manusia sesuai perintah, sebagai kewajiban ajaran agama masing-masing untuk kita lakukan, berbuat kebaikan,”

“Rohmat Selamat SH, M.Kn, Menutup Dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Donasi Peduli Sesama Umat,
POSKO Gratis sembako, Sekretariat Jalan Sayaga. Komplek Departemen Dalam Negeri Blok F2, No. 1, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kami menerima sumbangan dari Perusahaan atau perorangan yang akan memberikan bantuan dana tersebut yang bersifat sukarela.

“Mohon dikirim ke Nomor Rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) 115 101 016 543 509 atas nama Saryani.”

Dalam rangka meringankan beban masyarakat, DPC PWRI Bogor Raya menggalang dana dengan tema, “Tolong Menolong & Berbagi untuk Kebaikan Negeri,” yang akan dibagikan kerumah-rumah Masyarakat, warga.

Untuk lebih jelasnya, konfirmasi setelah transfer bisa hubungi nomor dibawah ini:
0858-4647-8774 Rohmat
085883396922 Yusuf
08211109216 Elis
083876826862 Enristo
081282774288 Yani.

(Boegeiss)

KAPOLSEK PONTIANAK BARAT IMBAU SUPERMARKET SIAPKAN TEMPAT CUCI TANGAN BAGI PENGUNJUNG

Pontianak, TFBI. —

Kapolsek Pontianak Barat Kompol Abdullah, SH bersama anggotanya tidak hanya melakukan sosialisasi terkait penyebaran Covid-19 atau Virus Corona, namun juga menghimbau agar supermarket, mini market maupun toko untuk memberikan fasilitas tempat cuci tangan/wastafel untuk karyawan dan pengunjung. Senin (30/03/2020).

Kapolsek mengungkapkan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi untuk antisipasi penyebaran Covid-19 atau Virus Corona kepada masyarakat agar mematuhi surat dari pemerintah kota Pontianak maupun Maklumat Kapolri, yang pada intinya agar selalu menjaga jarak, jangan berkumpul, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Ini demi kebaikan kita bersama, ucapnya.

Kapolsek juga meminta kepada pihak supermarket, pedagang, kantor pelayanan publik yang menjadi tempat berkunjungnya orang agar menyediakan fasilitas tempat cuci tangan/wastafel berikut sabunnya untuk karyawan dan pengunjung sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona.

Kapolsek menambahkan, disosialisasikanya antisipasi penyebaran virus corona, bahkan cara mencuci tangan hingga menyediakan tempat cuci tangan kepada masyarakat tersebut, semata mata bertujuan dan mengharapkan agar masyarakat membiasakan mencuci tangan setiap akan beraktifitas ataupun sesudahnya.

” Kita harapkan masyarakat dapat membiasakan pola hidup bersih dan sehat, apalagi cuci tangan dengan sabun,” ujarnya.(M. Zuhdi)

KAPOLSEK PONTIANAK UTARA TURUN LANGSUNG PATROLI CIPKON CEGAH WABAH VIRUS CORONA

Pontianak, TFBI. —

Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery Purnomo SE,.M.Ap. bersama personil Polsek Pontianak Utara
Melaksanakan kegiatan Patroli cipkon dan Melakukan Himbauan serta pembubaran warga yang masih berkumpul di cafe,warkop, warnet, Rumah makan Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) Diwilayah Hukum Polsek Pontianak Utara.
Sabtu 28 Maret 2020 sekitar pukul 21.00 Wib.

Dalam kegiatan Patroli Dan Himbauan Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) Diwilayah Hukum Polsek Pontianak Utara, Kapolsek bersama anggota menyisir cafe, warkop, warnet, Rumah makan, serta perumahan warga masyarakat yang terdapat masih berkumpul dan nongkrong.

Adapun titik yang dilakukan Patroli dan Himbauan diwilayah Hukum Polsek Pontianak Utara tersebut yaitu :
– Warga Masyarakat Jl. 28 Oktober Kel. Siantan Hulu Kec. Pontianak Utara.
– Warga Masyarakat Jl. Budi Utomo Kel. Siantan Hulu Kec. Pontianak Utara.
– Warga Masyarakat Jl. Sui Selamat Kel. Siantan Hilir Kec. Pontianak Utara.
– Cafe Omega Jl. Khatulistiwa Kel. Siantan Hilir Kec. Pontianak Utara.
– Komplek Terminal Siantan Jl. Gusti Situt Mahmud Kel. Siantan Tengah Kec. Pontianak Utara.

Adapun himbauan yang disampaikan antara lain sebagai berikut :
– Kepada warga masyarakat agar segera pulang dan tidak melakukan aktifitas diluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak selama situasi darurat Virus Covid 19.
– Kepada para pemilik Cafe / warung makan dihimbau apabila membuka warung dan pengunjung ada yang ingin membeli makanan/minuman agar dibawa pulang selama situasi darurat virus Covid 19.
– Terhadap para pemilik Cafe / warung makan maupun pengunjung agar menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.
– Tetap berada dirumah dan tidak mendatangi tempat-tempat keramaian.
– Apabila masih terdapat kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa maka terhadap penanggungjawab kegiatan dapat dikenakan sanksi hukum.(Sy Mohsin)

Pentingnya Integrasi Segala Aspek Dalam Mengeksekusi COVID-19 di Kota Tangerang  

Artikel  : Pentingnya Integrasi Segala Aspek Dalam Mengeksekusi COVID-19 di Kota Tangerang.

Penulis : Rizky Juda Putra Hidayat

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan

Universitas Muhammadiyah Malang

 

Pada akhir-akhir ini dunia di kejutkan dengan munculnya sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang di identifikasi dapat menyebabkan kematian kepada orang yang terjangkit virus ini, penyebab dari penyakit ini adalah di sebabkan oleh corona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. COVID-19 (coronavirus disease 2019) diketahui bahwa penyakit ini pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019 dan ditandai dengan beberapa orang yang mengalami pneumonia tanpa ada sebab yang jelas walau prosedur dan vaksin telah diberikan namun itu tidak efektif dalam menghentikan penyakit ini, kemunculan penyakit ini diduga berasal dari pasar grosir makanan laut Huanan yang menjual hewan – hewan hidup. Dikutip dari Worldometers, sampai Senin (30/3/2020), total kasus infeksi telah tercatat di seluruh dunia sebanyak 722,196 kasus, jumlah korban jiwa sebanyak 33,976 orang, dari ribuan kasus yang ada tersebut bahwa tercatat 151,766 orang telah dinyatakan sembuh dari virus corona. Sementara di Indonesia sampai (30/3/2020) telah tercatat bahwa ada 1,285 kasus, korban jiwa sebanyak 114 orang, dan 64 orang yang telah dinyatakan sembuh dari virus ini. Sedangkan di Kota Tangerang sendiri telah dinyatakan bahwa pada minggu (29/3/2020) melalui data yang diakses dari website Pemerintah Kota Tangerang, sudah tercatat 21 kasus yang terkonfirmasi positif corona, 4 orang meninggal dunia, dan 1 orang sembuh, dengan rincian penambahan kasus yang aktif telah terjadi sejumlah 4 orang. Dengan melihat kasus Covid-19 ini yang sangat pesat penyebarannya, lantas jalan dan cara seperti apakah yang harus dilakukan pemerintah Kota Tangerang?

Tentu melihat dari sangat cepatnya virus ini menyebar dari manusia ke manusia yang lainnya, maka mustahil jika hanya pemerintah yang bergerak untuk menyelesaikan ini, karena pemerintah membutuhkan bantuan dari segala aspek untuk menangani pandemi yang dapat mengacaukan segala sektor di sebuah negara ini. Pemerintah kota Tangerang sudah berusaha semaksimal mungkin dalam penanganan pandemi ini dengan menghimbau kepada masyarakat untuk bisa melakukan social distancing, menjaga kebersihan, memakan makanan yang sehat, dan sempatkan untuk berolahraga agar imun di tubuh kita menjadi kuat, yang nantinya akan dapat membantu untuk melindungi diri dari virus corona ini. Tak hanya itu dilansir dari tangerangkota.go.id bahwa pemerintah kota Tangerang pun telah mengeluarkan kebijakan untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah bagi para murid dari tingkat SD hingga hingga SMP di wilayah Kota Tangerang sampai tanggal 29 Mei 2020 dan akan kembali normal pada tanggal 2 Juni 2020. Namun tentu saja seperti yang saya bilang bahwa pemerintah membutuhkan segala aspek untuk membantu pencegahan penyebaran virus corona ini, pemerintah membutuhkan kerja sama orang tua untuk bisa mengikuti kebijakan yang ada dan bisa mendampingi serta mengawasi anaknya selama virus corona ini masih menyebar dimana-dimana.

Dengan diberlakukannya social distancing maka masyarakat harus berdiam diri dan tidak keluar rumah karena demi menghindari kerumunan yang bisa saja salah satu dari orang tersebut bisa menyebarkan virus corona itu, lalu masyarakat pun merasa cemas apakah stok makanan yang ada cukup untuk mereka ketika social distancing ini berjalan. Oleh karena itu Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Indagkop dan UKM) Kota Tangerang memastikan stok pangan untuk  masyarakat  Kota  Tangerang  tercukupi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bulog Kanwil Jakarta sampai Banten, stok komoditas pangan se-DKI dan Banten per 27 Maret 2020 masih cukup dan aman hingga beberapa bulan ke depan. Tidak berhenti disitu Pemerintah Kota Tangerang pun telah mengajak seluruh pasar untuk memfasilitasi pasar online guna meminimalisir kerumunan yang memicu penyebaran penularan Covid – 19. Dengan berkurangnya jarak antar masyarakat diharapkan itu dapat menekan angka penyeberan virus corona ini.

Mari kita beralih dari pemerintah sejenak dan menuju bidang kemanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dalam mencegah kerumunan dan menjaga social distancing salah satu upaya yang dilakukan Polres Metro Tangerang Kota adalah dengan membatasi kegiatan keramaian di wilayah Kota Tangerang untuk mencegah penyebaran virus corona baru yang menyebabkan Covid-19. Acara-acara yang sifatnya hajatan juga dibatasi, acara hajatan seperti pernikahan dan acara lainnya diharapkan bisa memberikan fasilitas kesehatan. Tidak main-main jika ada masyarakat yang tetap mengadakan acara dan menyebabkan kerumunan orang banyak di suatu tempat maka polisi tidak akan segan untuk membubarkan acara itu dan memerintahkan semua orang di acara tersebut untuk kembali kerumah masing- masing.

Selain itu dari bidang kesehatan Pemerintah Kota Tangerang melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, yang terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang. Dengan lebih memperhatikan keselamatan para pasien maupun pengunjung. Hal ini tampak dari penyediaan berbagai fasilitas yang ada untuk mendukung pencegahan penyebaran penularan Covid – 19. Salah satunya yaitu penempatan bilik desinfektan di pintu masuk RSUD, untuk membasmi segala macam bentuk virus agar tidak memasuki area RSUD. selain diadakannya bilik desinfektan dari Pemkot Tangerang, RSUD Kota Tangerang juga menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung, yang diantaranya adalah mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, dan mewawancarai pengunjung dengan beberapa pertanyaan terkait Covid – 19. Selain itu, para medis yang bekerja juga menggunakan alat pelindung diri pada saat melakukan pemeriksaan di poliklinik dan berjarak satu meter dari pasien, begitu pun saat pengambilan obat. Tidak berhenti disitu, untuk menjaga lingkungan RSUD tetap steril dan bebas dari kuman, bakteri maupun virus lainnya, RSUD Kota Tangerang menggerakkan petugas kebersihan untuk selalu menjaga kebersihan setiap sudut pelayanan ada.

Perlu dipahami bahwa segala usaha yang dilakukan oleh pemerintah, kepolisian, dan juga para tenaga medis yang sudah berjuang untuk mencegah virus ini adalah untuk melindungi masyarakat Indonesia terutama disini adalah masyarakat kota Tangerang, mereka telah berjuang semaksimal mungkin bahkan sampai harus meninggalkan orang-orang dirumah dan masuk kedalam Kawasan yang rentan akan virus ini, semua itu dilakukan demi tercegahnya penyebaran virus ini. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus mengikuti segala prosedur kesehatan dan juga kebijakan-kebijakan yang di keluarkan pemerintah dan kepolisian untuk tetap berada di rumah, menjaga kesehatan, dan juga menjaga kebersihan.

Dengan begitu artinya kita sebagai masyarakat juga sudah berkontribusi dalam melawan virus ini, tagar #Dirumahaja telah banyak digaungkan di sosial media, dengan begitu maka sudah saatnya kita harus sadar dan menahan ego kita untuk berpergian keluar jika tidak penting demi melindungi sesama manusia dan sesama masyarakat Indonesia.

Dengan integritas yang baik dan saling mendukung antar semua aspek saya yakin bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera usai dan kita bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak takut untuk berinteraksi dengan kerabat, teman, bahkan pujaan hati. Hanya dengan patuh saja dengan kebijakan yang ada maka virus ini bisa kita lawan Bersama demi hidup yang tenang, aman, dan lebih baik di kemudian hari.

Herman Y Simarmata : Arogansi dan kesewenang-wenangan aparat harus diproses. Negara ini negara hukum.

Jakarta – TFBI, –

Kembali menjadi korban kekerasan. yang dilakukan oleh aparat hukum. Terhadap Leo Depari salah seorang wartawan di Medan, yang
Kali ini dilakukan oleh oknum Polwan dari jajaran Polda Sumatera di sebuah berastagi supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan , (28/3/2020) Siang

Nampaknya seakan arogansi dan tindakan kekerasan yang dilakukan petugas kepada wartawan kembali masih saja terus terjadi, menurut pernyataan Pers Herman Y Simarmata Bc.I.P. S.H, M.H Ketua LBH Gajahmada Satya Dharma, Senin/30/3/2020.

Maraknya tindakan kekerasan terhadap wartawan dan pekerja media belakangan ini, tidak bisa didiamkan begitu saja.

Oleh karena itu, Ketua LBH Gajah Mada Satya Dharma mengecam tindakan aparat dan petugas yang dengan semena-mena melakukan kekerasan terhadap wartawan.

Lebih lanjut Herman Y Simarmata Bc. I.P. S.H. M.H menyampaikan, tidak cukup hanya mengecam tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi kepada wartawan seperti itu, namun harus diproses secara fair dalam proses hukum yang berlaku.

Kita mengecam tindakan aparat seperti itu. Tidak cukup hanya kecaman, tindakan itu harus diproses hukum. Arogansi dan kesewenang-wenangan aparat harus diproses. Negara ini negara hukum,” ujar Ketua Lembaga Bantuaan Hukum Ini.

Dia juga menegaskan, wartawan itu bertugas dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Karena itu, kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Undang Undang juga harus dijunjung tinggi.

Jika aparat penegak hukum seperti oknum Polwan yang melakukan kekerasan terhadap kawan wartawan Leo Dapari itu dibiarkan, maka kemerdekaan pers sedang terancam di Republik ini. Itu harus dilawan, dan harus diproses hukum. Tidak bisa semena-mena dalam menghadapi masyarakat, Masa karna Masker aja arogansinya seperti itu, apa maksudnya.” ungkapnya

Baca Juga : 

https://etabloidfbi.com/di-medan-wartawan-yamg-sedang-belanja-dianiaya-di-supermarket-oleh-oknum-polisi-wanita/

 

Karena itu, dia mengajak semua perusahaan pers, organisasi pers, dan media massa di Indonesia, dimanapun berada untuk bersama-sama menegakkan kemerdekaan pers dengan melawan tindak kekerasan yang kian marak terjadi kepada wartawan dan pekerja media.

Aparatur yang sehat ialah aparatur yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers, berhentilah bertindak arogan. Dan proses hukum dikedepankan dengan fair,” lanjutnya

Pria yang juga sebagai Penasehat Hukum Tabloid di media massa nasional ini menegaskan, Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia harus segera memroses dan menindak aparaturnya yang bertindak arogan dan melakukan kekerasan terhadap wartawan.

Pak Kapolri jangan anggap remeh kejadian-kejadian kekerasan yang dialami wartawan. Kapolri mesti bertindak mengurus dan menindak anak buahnya yang arogan dan masih sarat dengan tindakan kekerasan. Kami minta oknum Polwan itu diproses hukum,” imbuhnya.

Drs. Bambang Diponegoro MSc

Saat dihub oleh awak media etabloidfbi.com via whatsapp, Drs. Bambang Diponegoro MSc Pendiri Lawfirm Sang Pemersatu Bangsa menilai selama ini penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan kurang maksimal sehingga kembali berulang. ” Kami meminta Dewan Pers mengaktifkan atau melaksanakan pedoman penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan,  Kasus kekerasan yang sering terjadi terhadap jurnalis sebagai urgensi alasan kami meminta Dewan Pers mengaktifkan pedoman penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan.” imbuhnya.

(Yahya)

Pendistribusian APD dan Logistik, Solusi Atasi Krisis Covid-19 l 60″ TNI AD

Jakarta, TFBI. —

Pada teleconference Jumat (27/03/2020) yang dilakukan kembali oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Panglima TNI serta Sekjen Kemhan, membahas tentang pembaharuan informasi terkait dukungan APD, rapid test, penggunaan media komunikasi dan pendistribusian logistik serta solusi mengatasi krisis yang disebabkan Virus Covid-19
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Saya memberikan kewenangan kepada RSPAD untuk menggunakan dana BLU dalam pengadaan suplai serta peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi Covid-19,” ujar Jenderal Andika Perkasa dalam teleconference di Mabesad
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pemantauan APD yang didatangkan Kemhan, pengadaan cepat laboratorium rapid test serta perlengkapannya, training petugas medis untuk menggunakan ventilator, penggunaan media komunikasi dari pusat (RSPAD) ke 68 RSAD dan pendistribusian logistik yang sudah ada, diinventarisir dengan baik, serta arahan solusi dan Sekjen Kemhan kepada Andika dan Panglima TNI tentang upaya mempertahankan logistik untuk jangka Panjang, dengan cara mulai melakukan penanaman bibit bahan pokok utama
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“20 ton APD yang kita terima, jangan sampai 68 Rumah Sakit TNI AD (RSAD) tidak dialokasikan. Logistik yang sudah kita punya, harus dapat di manage. Jangan sampai ada yang menimbun untuk diri sendiri, inventarisir semua yang ada,” tegas Kasad
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pemantauan yang dilakukan oleh Jenderal Andika Perkasa kepada RSPAD dan 68 RSAD lainnya serta dukungan tempat tinggal sementara bagi petugas medis yang diberikan, demi menjaga kestabilan baik dalam komunikasi maupun pergerakan petugas medis dalam menangani dan memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Kalau ada yang ragu untuk mensinkronisasikan komunikasi dari 68 RSAD kepada RSPAD lapor saya,’’ pungkas Jenderal TNI Andika Perkasa.(NH)

Syahrul Aidi: Dana Desa Untuk Tanggap Covid-19 Jangan Habis Untuk Sosialisasi Saja

KAMPAR, TFBI. —

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) mengeluarkan surat edaran nomor 8 tahun 2020 tentang dana tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Hal itu sebagai langkah kementerian dalam usaha pencegahan dan penanggulangan wabah Coronavirus Deseas (Covid-19).

Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat Lc MA, yang juga mitra Kemendes PDT di senayan, mengapresiasi atas adanya SE nomor 8 tahun 2020 tersebut. SE itu menurutnya regulasi yang tepat bagi Kepala Desa (Kades) untuk membantu warganya yang terdampak oleh wabah Covid-19 itu.

Namun sebagai catatan oleh Syahrul Aidi baik kepada Kades atau kementerian, dia meminta agar dana sosialisasi itu jangan habis untuk sosialisasi saja. Namun betul-betul untuk penanggulangan, baik secara medis atau pun kebutuhan ekonomi bagi keluarga yang terdampak.

“Kita mengingatkan kepada Kades agar dana itu betul-betul untuk penanggulangan, kurangi anggaran untuk sosialisasi. Fokuskan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak, atau untuk berobat” kata Syahrul Aidi saat dihubungi pada Ahad (29/3/2020).

Ada dua kebutuhan yang diprioritaskan, yaitu penanggulangan pasien secara media, seperti untuk biaya pengobatan, operasional pasien terdampak ke rumah sakit atau Puskesmas. Kedua adalah untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga bagi pasien yang telah tergolong Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Pada umumnya pasien yang PDP, dia dan anggota keluarganya tak boleh keluar rumah. Otomatis mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka mereka harus dibantu dari Dana Desa untuk menjamin kebutuhan pokok hariannya.” terang Syahrul Aidi lagi.

Menindaklanjuti edaran Menteri Desa dan PDT tersebut, Bupati Kampar telah mengeluarkan Surat
dengan nomor 414.2/DPMDP/102 tahun 2020 yang meminta Kades untuk menganggarkan dalam dana desa sebesar 100 juta rupiah untuk pencegahan Covid-19.

Dalam surat tersebut, disebut ada 9 item diluar sosialisasi yang dapat dianggarkan oleh Kades dalam anggaran DD. (AR)

Gempar Soal Dua Polisi Bertingkah Arogan , MPSU Akan Surati Kapolri Dan Kompolnas

MEDAN, TFBI. —

Pasca Viral nya Berita yang menimpa wartawan di Medan. Mulya Koto minta Kapolda Sumut segera memeriksa kejiwaan Oknum Polisi tesebut.

Memang Dunia dilanda Corona, apalagi Indonesia khususnya Sumatera Utara , nggak ada hak Oknum Polisi tersebut mengintervensi atau mengintrogasi wartawan tersebut.

Apalagi saat itu berada di lokasi umum tempat perbelanjaan.

“Kalian suruh warga luckdown tapi nggak kelen pikirkan bagaimana kesiapan warga menghadapi luckdown tersebut. “ Tegas Mulya

Kembali Tegas Mulya Ketum MPSU ,” Hanya gara-gara nggak pakek masker oknum polisi tersebut bernada kasar ampek mau mengancam akan mematikan wartawan jika datang ke Mapolda Sumut .

“Perlu saya sampaikah bahwa kantor Polda Sumut itu bukan milik oknum wartawan itu , jadi jangan ada ucapan pengancaman kepada wartawan , apalagi sebelumnya dia sudah dianiaya dan jam tangan nya dirusak oleh oknum Polisi tersebut .

Apa urusan Polisi kepada barang belanjaan wartawan itu , Apa barang belanjaan itu dia yang bayar ?,
jelas aksi heriok yang di lakukan dua orang oknum Polisi ini sangat meresahkan masayrakat khusunya Kota Medan .

Ada apa ?
Kenapa ?

“Kalau saja ini nggak Corona, MPSU pastikan akan turun ke jalan terkait sipat arogan kedua oknum tersebut yang menganiaya dan menghina progfesi wartawan dia juga merusak barang milik wartawan hal tersebut jelas sudah sangat keterlaluan .”Jelas Ketum Mpsu

Saya sebagai ketua Umumn MPSU juga mengutuk keras hal tersebut dan saya juga akan bersedia mendampingi wartawan tersebut membuat laporan ke Mapolda Sumut, jika ini tidak ditanggapi serius MPSU akan melayangkan surat ke Kapolri dan Kompolnas.” Jelas Mulya Koto

(TIM)

Polsek Cikakak Giat Membubarkan Kegiatan Masyarakat Resepsi Pernikahan Guna Cegah Corona

Kab.Sukabumi. —

Kabupaten Sukabumi, Polsek Cikakak Polres Sukabumi Polda Jabar di Laksanakan Pembubaran kegiatan masyarakat berupa resepsi pernikahan yang diselenggarakan oleh Sdr. Mustopa dan Sdri. Olis dalam rangka pernikahan Saudara Ahmad dan Saudari Iip holisoh yang bertempat di Kp. Gadog Rt. 02/07 Ds. Cikakak kec. Cikakak Guna Menteralisi Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Minggu ( 29/03/20). Pukul 11.00 Wib.

Upaya Pelaksanaan Pembubaran Resepsi Pernikahan pihak Polsek Cikakak bersama Kepala Desa Cikakak, Amil/Penghulu Ds. Cikakak, Bpd Desa Cikakak, Kasatgas Linmas Desa Cikakak

Kapolsek Cikakak Akp Jaka Sudira Mengatakan Kegiatan tersebut bagian dari upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid 19 sebelum adanya Pembubaran Resepsi Pernikahan Pernah dilakukan Himbauan oleh Kepala Desa, Amil/Penghulu Desa, Petugas Puskesmas cikakak dan Babinkabtibmas Desa Cikakak pada hari selasa tgl 24 Maret 2020. Sejauh itu sebelum pelaksanaan sudah di peringatkan bahkan di larang keras dan selain penyampaian secara lisan juga di berikan Coppy Surat Edaran Bupati, Mui dan maklumat Kapolri.” Papar Kapolsek

Karena tidak Mengindahkan Himbauan maka dilakukan Pembubaran Resepsi Pernikah Mustopa dan Sdri. Olis
Sebelum dilaksanakan pembubaran kami beri pengerti dampak dari ada nya kerumunan orang banyak dengan cara humanis kami berikan himbauan kepada mereka yang alhamdulilah mereka menerima serta minta maaf serta menghentikan kegiatan tersebut.” Ungkap Akp Jaka Sudira

Selebihnya ditegaskan Kami Sampaikan Sanksi Hukum bagi masyarakat yang menghalangi kebijakan Pemerintah saat Pelaksanaan Penanggulangan Cegah Penyakit Virus Covid 19 ( UU No. 4 Thn 1984 Penyakit Menular).”Tegas Kapolsek.

Harapan Kami, masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta masyarakat Jangan mudah percaya berita Hoax sebelum di cek kebenarannya berita yang kita terima.” Pungkas Kapolsek Cikakak Akp Jaka Sudira

(Hendra Sofyan)

Bupati Sukabumi Segera Lakukan Beberapa Langkah Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 di Sukabumi

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, segera mengambil Langkah Penanganan Penyebaran Covid 19 dengan beberapa Langkah dan Upaya untuk mempercepat wabah tersebut dapat diminimalisir penyebarannya kepada Warga Masyarakat Sukabumi. Informasi yang dikutip dari Laman Humas Sukabumi, 29/03/2020,

Beberapa Langkah yang diambil yaitu diantaranya, membentuk tim perbatasan bekerjasama dengan Polsek dan Koramil dan menentukan lokasi yang luas untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan umum seperti Bus, angkutan umum, serta kendaraan lainnya yang masuk Ke Sukabumi ( penumpang di turunkan untuk cuci tangan, dan kendaraan di semprot termasuk kabin kendaraan) di
7 lokasi yaitu Bogor- Sukabumi (Senin),
Cianjur -Sukabumi ( Senin), Tegal buleud
Kabandungan, Gegerbitung, Nyalindung
Cisolok – Sukabumi.

Memaksimalkan sosialisasi secara serentak bekerja sama dengan DKM tiap tiap Mesjid untuk terus memutar himbauan yang telah di sepakati karena di perkirakan puncak wabah bulan April sampai dengan Mei kemudian dengan Melaksanakan penyemprotan massal secara rutin dengan sasaran area publik yang sering di sentuh, dan menghimbau masyarakat membersihkan rumah dengan menggunakan disinfektan yang bisa di dapat dilingkungan masing masing dengan sasaran benda yang sering di sentuh atau di pegang seperti pintu, kursi, jendela, dsb (karena virus akan menempel terhadap benda yang sering di sentuh jadi utamakan benda yang diperkirakan orang sering di sentuh).

Untuk mengantisipasi penambahan pasien dalam jumlah banyak Pusbangda’i agar di manfaatkan menjadi ruang isolasi untuk pasien PDP ( Bisa menampung sekitar 400 orang) selanjutnya Menyiapkan ambulan yang standby di tiap tiap daerah selain ambulan Puskesmas khawatir ada peningkatan jumlah khusus PDP untuk menjemput pasien dengan perlengkapan sesuai standard, komunikasikan dengan desa yang sudah memiliki ambulan,
( menggunakan APD lengkap )

Membubarkan kerumunan massa yang berkumpul untuk kembali dan tinggal dirumah masing masing kerahkan satpol PP, Polisi, TNI, Linmas dan dibuatkan jadwal bergiliran selama dalam masa darurat Covid-19

Mensosialisasikan dan menghimbau masyarakat untuk menghubungi kerabatnya yang merantau, agar sementara bisa menahan diri untuk tidak mudik demi keselamatan keluarga.

Bagi yang sudah mudik atau kembali dari perantauan agar mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing masing selama 14 hari dan apabila ada gejala segera hubungi pusat fasilitas kesehatan terdekat, (maksimalkan juga fungsi fasilitas kesehatan di wilayah)

Koordinasi dengan perusahaan di wilayah masing, untuk sama sama membantu penanganan penyebaran covid-19 misal dengan menyediakan tempat cuci umum, disinfektan, APD atau jika memungkinkan untuk membeli rafid test,

Selanjutnya Untuk Forum CSR (Bappeda) diarahkan juga perusahaan untuk membantu penanganan Covid-19 mudah mudahan kita bisa membeli alat rafid test secara massal dan melakuan pemeriksaan masal dengan sasaran,
1. Tenaga medis (sudah tersedia)
2. Untuk pasien PDP ( sudah tersedia)
3. Untuk pasien ODP
4. Orang dengan Resiko tinggi

Tiap daerah, Puskesmas agar merencanakan antisipasi titik kumpul ( dengan SOP kesehatan) untuk tempat pelaksanaan pemeriksaan rafid test, jangan dipusatkan di satu titik di labkesda.

( Hendra Sofyan )

HARI KETIGA SEMPROT SERENTAK, BERSAMA FORKOMPIMDA LANTAMAL XII DUKUNG UPAYA TIM GABUNGAN CEGAH COVID-19

Pontianak, TFBI. —

Berdasarkan informasi yang beredar pada website Kemenkes, Kota Pontianak telah ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal. Hal tersebut ditetapkan karena telah terjadinya penularan Covid-19 antar warga Pontianak ke warga Pontianak lainnya. Untuk itu Lantamal XII bersama Forkompimda Pontianak terus berupaya semaksimal mungkin mendukung upaya pencegahan dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan di Kota Pontianak yang digelar oleh Kodam XII/Tpr. Hari ini penyemprotan memasuki hari ketiga. Pontianak, Sabtu (28/03/2020).

Lantamal XII serta pihak terkait lainnya, diantaranya, Lanud, Polda, BPBD, Satpol PP, Basarnas, Yayasan Damkar serta semua komponen yang ada bahu membahu melaksanakan penyemprotan disinfektan. Guna melindungi masyarakat Pontianak dari wabah virus corona.

Saat pelaksanaan apel di Pasar Purnama, Pontianak, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, pada hari ketiga penyemprotan disinfektan secara serentak ini, Tim gabungan mengupayakan mengurangi penggunaan tenaga manusia.

“Kita rancang ada sepeda motor ada truk dan mobil sedang. Itu nanti mereka yang akan berputar sehingga kita mengurangi tenaga manusia. Sehingga anda juga tetap memikirkan kesehatan dan keselamatan diri dan keluarga tentunya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengucapkan apresiasi serta terimakasih kepada seluruh personel yang sudah terlibat dalam aksi Semprot Serentak yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 26 Maret kemarin.

“Saya atas nama pribadi dan Kodam XII/Tpr mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi diri kita, keluarga dan tentunya untuk masyarakat Pontianak dan Kalbar. Terima kasih tetap semangat tetap berdoa, semoga kita dimudahkan dalam penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Adapun sasaran tim gabungan pada hari ketiga ini diantaranya, di wilayah Koramil 01/Pontianak Utara sasaran penyemprotan yaitu terminal Siantan, Pasar Puring, Makoramil, Pos Lantas Polsek Utara dan Swalayan Caesar. Untuk di wilayah Koramil 02/Pontianak Selatan sasarannya yaitu Kelurahan Parit Tokaya dan Pasar Rakyat Purnama. Kemudian untuk di Koramil 03/Pontianak Barat sasaran penyemprotannya yaitu Kelurahan Sungai Bangkong dan Gereja RMPD Pancasila.(M. Zuhdi)

POLRESTA PONTIANAK BERSAMA KODAM XII TPR DAN PEMKOT GELAR PENYEMPROTAN DISINFEKTAN

Pontianak,TFBI. —

Guna meningkatkan pengayoman sertapelayanan, Polresta Pontianak Kota bersama Pemkot Kota Pontianak dan Kodam XII Tanjungpura menggelar aksi Penyemprotan Disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Kec. Pontianak Utara. Minggu pagi, 29/03/2020.

Penyemprotan Disinfektan dilaksanakan oleh Pemkot Kota Pontianak bersama Polresta Pontianak Kota dan Kodim 1201 Pontianak. Kegiatan penyemprotan dipimpin langsung oleh Ir. H. Edi Rusdi Kamtono MM, MT selaku Walikota Pontianak dengan didampingi oleh Kolonel Arm. Stefi Jantje Nuhujanan selaku Dandim 1201 Pontianak, Kapolresta Pontianak Kota yang diwakili oleh AKP Rizal Satria Ferdianto, SIK selaku Kabag Ops Polresta Pontianak Kota, AKP Sugiono, SH selaku Kasat Sabhara Polresta Pontianak Kota serta AKP Hery Purnomo SE, M.AP selaku Kapolsek Pontianak Utara.

Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan diwilayah Kec. Pontianak Utara dilakukan dilokasi
antara lain sepanjang Jl. Sultan Hamid II, Jl. Gusti Situt Mahmud, Jl. Khatulistiwa, Jl. Budi Utomo dan Jl. 28 Oktober Kec. Pontianak Utara

Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya pencegahan meluasnya penyebaran wabah virus Covid-19 (Corona) di Kota Pontianak khususnya di Kec. Pontianak Utara.

Kapolsek Pontianak Utara AKP HERY PURNOMO SE, M.Ap menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita bersama dalam menangani serta memutus rantai penyebaran virus corona, selain itu peran masyarakat juga dibutuhkan guna terwujudnya situasi aman dan nyaman di Kec
Pontianak Utara.

Kegiatan penyemprotan Disinfektan selesai dilakukan sekira pukul 09.00 wib dan selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan kondusif. (sy Mohsin)

CEGAH PENYEBARAN COVID-19, LANTAMAL XII PONTIANAK LAKSANAKAN PENYEMPROTAN DISINFECTAN SERENTAK

Pontianak, TFBI. —

Guna pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pontianak, Jum’at (27/03/2020) –Lantamal XII mendukung kegiatan Kodam Tanjung Pura XII untuk membantu Pemerintah memutus mata rantai perkembangan Covid-19 melalui penyemprotan disinfektan terus dilakukan. Hari ini penyemprotan disinfektan memasuki hari kedua di Kota Pontianak.

 

Ada tiga titik yang pada hari ini dilakukan penyemprotan oleh Tim Gabungan ini, diantaranya di wilayah Koramil 1207-01/Pontianak Utara dengan sasaran Gang Family Batu Layang, Masjid Baiturahim, Tebek dan Kantor Lurah. Wilayah Koramil 1207-02/Pontianak Selatan dengan sasaran Jalan Tanjungpura dan Waterfront City. Kemudian wilayah Koramil 1207-03/Pontianak Barat dengan sasaran Gedung PCC, Kantor Camat Pontianak Kota, Masjid Hidayatus Solihin dan Asrama Hidayat.

 

Dandim 1207/Berdiri Sendiri, Kolonel Arm Stefie Tjantje Nuhujanan saat memgambil apel di Water Front City mengatakan, penyemprotan disinfektan serentak ini paling tidak dapat memotong mata rantai penyebaran virus Corona.

 

“Saya juga berharap kepada kita semua yang melaksanakan penyemprotan disinfektan bisa menjadi agen – agen perubahan, sebagai corong dari pemerintah pusat untuk bisa menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap di rumah, Kenapa harus tetap di rumah karena dengan tetap di rumah kita akan memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Dandim.

 

Dandim 1207/BS juga berharap apa yang sudah dilakukan hari kemarin dapat menjadi evaluasi untuk hari ini sehingga bisa melaksanakan penyemprotan secara baik dan benar tidak asal-asalan. Menurutnya kegiatan yang dilakukan ini adalah kegiatan kemanusiaan.

 

“Masyarakat sebagian semuanya di rumah, kita yang ada di sini adalah Garda terdepan yang bisa menghambat pergerakan dari virus Corona. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada saudara-saudara yang aktif di sini karena kita lahir sebagai peluncur – peluncur kegiatan kemanusiaan,” pungkasnya mengakhiri.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, PS Paur Kumlater lantamal XII letda laut (KH) Boin Nofetrus Sihotang, S.H.,personel Kodam Tanjung Pura XII, personel Lantamal XII.(M. Zuhdi)

CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA, POM LANTAMAL XII PONTIANAK LAKSANAKAN PATROLI KELILING KOMPLEK RUMDIS LANTAMAL XII PONTIANAK

Pontianak, TFBI. —

Guna pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19),personel Pomal dari Pom Lantamal XII Pontianak melaksanakan Patroli Keliling Komplek TNI-AL Yos sudarso lantamal XII pontianak dan sekitarnya. Patroli keliling dilaksanakan di Rumah Dinas (Rumdis), Rumah Jabatan (Rumjab) dan Rumah Susun (Rusun) di Komplek TNI-AL Yos sudarso,pontianak, Kalimantan barat, Sabtu (28/03/2020).

Lantamal XII berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah, Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. dalam hal ini memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang menjadi pandemi di seluruh dunia akhir-akhir ini.

Selanjutnya, personel Pom lantamal XII sesuai dengan himbauan dari Pemimpin TNI AL dan Lantamal XII melaksanakan patroli keliling komplek, perkantoran serta wilayah tempat tinggal di sekitar Lantamal XII dengan menggunakan mobil patroli dan pengeras suara, sehingga warga masyarakat sekitar dapat mendengar dan mematuhi anjuran pemerintah, antara lain untuk tetap tinggal di rumah, melaksanakan Social Distancing atau menjaga jarak antar individu dan mengurangi aktifitas di luar rumah.(Sy Mohsin)

RIDWAN KAMIL TERUS MATANGKAN OPSI LOCKDOWN WILAYAH

KOTA BANDUNG, TFBI.–

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sedang mematangkan rencana lockdown atau karantina wilayah yang masuk zona merah penyebaran COVID-19.

“Opsi lockdown atau karantina wilayah khususnya untuk zona merah ini sedang kita bahas, besok akan dirampungkan,” kata Kang Emil sapaan Ridwan Kamil diGedung Pakuan Bandung, Minggu 29/20.

Meski begitu, Kang Emil tetap menyerahkan keputusan lockdown atau karantina sejumlah wilayah di Jabar kepada pemerintah pusat.

“Tapi apapun itu saya selalu koordinasi dengan pak Doni Monardo (kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19) untuk meminta izin. Jadi, tidak boleh ada daerah yang melalukan lockdown tanpa izin pemerintah pusat,” ucapnya.

“Jika dalam keselamatan warga itu para Lurah, RW, RT melakukan karantina kewilayahan saya kira argumentasi itu bisa diterima. Yang level kota, kabupaten dan provinsi itulah yang harus mendapatkan izin dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Terkait larangan mudik, Kang Emil menginstruksikan seluruh ketua RT dan RW untuk mendata warganya yang sudah terlanjur pulang ke rumah dari perantauan. Hal itu dilakukan agar individu yang baru mudik untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari karena berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Maka itu, Kang Emil mengimbau masyarakat Jabar yang sedang merantau untuk tidak pulang kampung atau mudik lebih dulu. Sebab, kata dia, orang yang mudik dari wilayah terpapar dapat membuat penyebaran COVID-19 semakin luas.

“Banyaknya pemudik akan mempersulit pengaturan kami yang sudah kita maksimalkan di warga setempat. Kalau ditambah lagi dengan warga mudik yang kami tidak tahu histori kesehatannya dan datang dari daerah pusat pandemi seperti Jakarta, ini menyulitkan,” katanya.

Kang Emil menambahkan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar saat ini sedang melakukan tes masif untuk memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kalau ada yang mudik ini mempersulit peta lagi karena setiap pemudik yang mayoritas dari Jakarta kan otomatis dia jadi ODP, kalau dia sudah terpaksa datang ke Jabar maka dia wajib karantina mandiri,” ucapnya.

Guna melihat sejauh mana penerapan physical dan social distancing di Kota Bandung, Kang Emil melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Kemarin, dalam video yang viral, memang saya sedang inspeksi dan melihat, memang respons terhadap bekerja di rumah dan social distancing belum dilakukan secara maksimal,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Kang Emil coba melihat respons masyarakat terkait rencana lockdown atau karantina wilayah.

“Jadi, waktu dites akan ada lockdown itu, untuk mengetes reaksi dari masyarakat dan ternyata biasa-biasa saja. Tapi, poinnya adalah persiapan ke arah sana sedang kita lakukan, namun keputusan tetap ada di pemerintah pusat,” ucapnya.

“Kalau nanti waktunya tiba (lockdown wilayah) masyarakat jangan kaget dan tentunya harus kita persiapkan dengan baik,” imbuhnya. IE

PEMKAB BOGOR BELUM MEMUTUSKAN KEBIJAKAN LOCAL LOCKDOWN

Cibinong, Bogor TFBI.–

Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forkopimda bertemu langsung membahas kebijakan penanganan wabah COVID-19 diBumi Tegar Beriman, Sabtu 27/20.

Adapun data yang kami peroleh hari ini ada 246 ODP (Orang Dalam Pemantauan), (71) PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terkonfirmasi Positif sebanyak (7) orang, dan dinyatakan sembuh (1) orang, kata Ade Yasin kepada wartawan.

Dalam hal ini Bupati Bogor Ada Yasin juga menyampaikan, Terkait dengan rencana menerapkan kebijakan “local lockdown” diKabupaten Bogor dan Kota Bogor akan melakukannya secara bersama – sama, atau karantina wilayah yang akhir-akhir ini ramai dimunculkan oleh beberapa daerah.

“Kabupaten Bogor juga belum bisa memutuskan kebijakan serupa, Pemprov DKI Jakarta “local lockdown” daerahnya karena hal itu sangat penting agar bisa menekan angka penyebaran wabah COVID-19 lebih efisiensi, Bogor akan “local lockdown” wilayahnya bersama – sama karena kalau tidak percuma dimana pintu masuk atau keluar dapat menghubungkan dua wilayah tersebut. Karena kami sampai saat ini masih menghitung betul konsekuensi yang akan muncul apa bila kebijakan karantina ini kita ambil,” ujar Ade Yasin

Ekonomi masyarakat daerah tentu akan terdampak, belum lagi kemampuan anggaran daerah yang cukup terbatas.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan bahwa kita akan mengambil kebijakan yang terukur, efektif dan tentunya selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Insya Allah Senin besok Pemprov Jabar akan menentukan arah kebijakan penanggulangan wabah COVID-19, untuk wilayah khusus nya Jawa Barat. Mudah-mudahan menghasilkan kebijakan yang terbaik untuk masyarakat semua. (Boegeiss)

KOMISARIS UTAMA PERTAMINA DI MINTA SIDAK SR PERTAMINA PROVINSI PAPUA TERKAIT PENETAPAN KOUTA BBM OLEH BPH MIGAS.

Timika TFBI.–

Meski telah diputuskan penambahan Kouta BBM Bersubsidi oleh pihak BPH Migas ditahun 2020 untuk seluruh daerah,namun diwilayah Kabupaten Mimika Provinsi Papua masih berpegang pada Kouta tahun 2018 yang hanya 8.000 ribu kiloliter itu.

Berdasarkan hasil putusan tersebut maka kembali lagi pihak media ini mengkonfirmasi kepada pihak Pertamina dalam hal Pak Doni yang menjabat sebagai SR Pertamina saat ini.

Dalam hasil Konfirmasinya pak Doni mengatakan dengan tegas bahwa untuk penambahan Kouta BBM Bersubsidi jenis Solar itu harus melalui pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

Menurut Doni yang menjabat sebagai SR Pertamina saat ini bahwa yang seharusnya mengusulkan untuk penambahan Kouta BBM Bersubsidi jenis Solar adalah pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Entah apa yang membuat sehingga Doni yang menjabat SR Pertamina itu memberikan jawaban kepada pihak media ini bahwa harus melalui pihak Pemerintah setempat yang mengusulkan untuk penambahan Kouta BBM Bersubsidi jenis Solar diwilayah Kabupaten Mimika.

Selanjutnya dari padi itu dengan adanya jawaban yang sama dari pihak SR Pertamina itu maka pihak media ini mengingat kembali bahwa,sebelum serah terima jabatan SR Pertamina Doni bersama Fajar Wasis memang perna Fajar Wasis gelar pertemuan secara internal dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika pada beberapa tahun yang silam.

Dalam pertemuan tersebut tidak diketahui apa Butir butir pembahasanya namun setelah usai pertemuan itu kemudian Kouta BBM Bersubsidi jenis Solar itu kembali dibatasi oleh pihak Pertamina saat Fajar Wasis masih menjabat sebagai SR Pertamina saat itu.

Untuk menginvestigasi adanya dugaan permainan buruk yang dilakukan oleh pihak SR pada saat itu ternyata salah satu pengakuan dari pengawas SPBU Hasanudin Ismail mengatakan bahwa,pimpinan atas nama Fajar Wasis yang memerintahkan seluruh SPBU diwilayah Kabupaten Mimika tidak boleh pasarkan Premium pada hari Minggu.

Yang hanya dapat dipasarkan oleh pihak SPBU sebagai lembaga penyalur BBM Bersubsidi itu adalah Pertalite saja kalau untuk Premium tidak boleh dipasarkan pada hari Minggu…Ungkap Ismail pengawas SPBU.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu pengawas di SPBU Hasanudin( Milik PT Buana itu) maka salah satu media nasional kembali membongkar adanya dugaan aturan bajakan tersebut yang dikeluarkan oleh SR Pertamina pada saat itu yaitu Fajar Wasis.

Lalu kemudian dugaan aturan bajakan tersebut yang sifatnya menyusahkan masyarakat kembali dipasarkan oleh setiap SPBU diwilayah Kabupaten Mimika Provinsi Papua setiap hari operasionalnya SPBU.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama bersama dewan Komisaris lainya diminta agar dapat melakukan penelitian dan penyelidikan dikubuh pihak Pertamina terkait dengan adanya Kouta BBM Bersubsidi jenis Solar yang hanya 8.000 ribu kiloliter itu.

Pasalnya meski sudah ada putusan dari pihak BPH Migas untuk penambahan Kouta BBM Bersubsidi tahun 2020 disetiap daerah namun sampai saat ini seluruh SPBU diwilayah Kabupaten Mimika masih tetap Kouta tahun 2018 yaitu 8.000 ribu kiloliter tersebut.

Masyarakat diwilayah Kabupaten Mimika Provinsi Papua berharap dengan adanya kinerja Bapak sebagai Pigur yang anti Korupsi serta mafia agar dapat membasmi para mafia Migas dikubuh Pertamina guna kepentingan Masyarakat Se Indonesia.

Selanjutnya dengan adanya jabatan Bapak sebagai Komisaris Utama Pertamina dapat membawah perubahan dikubuh pihak Pertamina dalam pelayanan dan penyaluran BBM Bersubsidi disetiap SPBU yang menyalurkan BBM tersebut.

Mengapa demikian ?
Karena angka Kouta yang masih dijalankan oleh pihak Pertamina adalah angka ketidaklayakan dalam menyalurkan untuk satu Kabupaten atau Kota.

Karena angka atau besarnya Kouta BBM Bersubsidi itu hanyalah 8.000 kiloliter saja dan masih saja diberlakukan oleh pihak Pertamina walaupun sudah ada putusan penambahan Kouta dari pihak BPH Migas. (KKM)

Ketua Presidium Ind Police Watch : Polwan Penganiaya Dan Pengancam Wartawan Harus Dilapor Ke Propam

Ket Fhoto : Ketua Presedium Indonesia Police Watch Neta S Pane

Jakarta , TFBI. —

Sikap dua personil Polwan jajaran Polda Sumatera Utara yang viral di Sejumlah media terkait tentang pemberitaan pengainayaan dan pengancaman terhadap wartawan yang sedang berbelanja di Sebuah tempat perbelanjaan di Kota Medan terkesan bertolak belakang dengan instruksi Kapolda Sumut .

Hal tersebut dijelaskan oleh Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch, aksi yang di lakukan oleh dua orang personil polwan di Medan di Berastagi Supermaket sangat lah memalukan institusi Polri .

IPW Sangat menyayangkan pelakuan dua orang personil polwan yang berada di lokasi perbelanjaan di Kota Medan , “ Polisi seperti ini harus segera dilaporkan ke propam dan atasannya.

Ancamannya harus diproses secara hukum karena seorang wartawan itu dalam bertugas juga dilindungi UU Pers. sehingga siapa pun yang mengancam ketenangan wartawan dalam menjalankan tugas tugas jurnalistiknya harus diproses hukum.

Baca juga :

https://etabloidfbi.com/di-medan-wartawan-yamg-sedang-belanja-dianiaya-di-supermarket-oleh-oknum-polisi-wanita/

 

Apa itu tugas Polisi Kota Medan mengancam wartawan “ Jika Kau Ke Polda Sumut Mati Kau ! .

Apalagi jika yang mengancam wartawan adalah seorang anggota polri .jelas ini sebuah tindakan yang sangat memalukan institusi kepolisian. Aksi pengancaman ini menunjukkan bahwa sebagai seorang polisi dia tidak ngerti hukum dan sangat tidak Promoter. Kata Neta

Untuk itu sebelum diproses hukum, propam harus menahan anggota polisi tersebut . Anggota polri seperti itu sangat tidak pantas menjadi polisi karena sangat berbahaya bagi masyarakat dan dia bisa menjadi predator bagi ketentraman masyarakat.” Jelas Ketua Presidium Ind Police Watch

Maka untuk itu Ketua Presidium Ind Police Watch meminta Kapolda Sumut unutk perlu memperhatikan sikap dan perilaku bawahannya ,Agar Poldasu terjaga secara promoter dan tidak ada anggotanya yang menjadi predator dalam ketertiban masyarakat.”Ungkap Neta Pane Ipw

(TIM)

Prosedur Mengurus Jenazah Terinfeksi Wabah COVID-19

KOTA BANDUNG, TFBI. —

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memegang dua prinsip dalam pemulasaran jenazah infeksius seperti jenazah terinfeksi COVID-19, yakni menghormati jenazah, serta melindungi diri dan lingkungan dari infeksi.

Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani mengatakan, pihaknya sudah menyusun prinsip dan ketentuan umum pemulasaran jenazah infeksius. Pertama, memastikan jenazah sudah didiamkan selama lebih dari dua jam sebelum dilakukan perawatan jenazah.

Kemudian, selalu menerapkan kewaspadaan standar yakni memperlakukan semua jenis cairan dan jaringan tubuh jenazah sebagai bahan yang menular dengan cara menghindari kontak langsung.

“Tidak mengabaikan etika, budaya, dan agama yang dianut jenazah. Lalu, semua lubang-lubang tubuh ditutup dengan kasa absorben dan diplester kedap air. Petugas harus memastikan badan jenazah bersih dan kering,” kata Berli, Sabtu (28/3/20).

“(Jika tidak sesuai prosedur) Ada proses penularan. Bisa terpercik ke kulit yang tidak utuh. Terpercik ke rongga hidung dan mulut. Berpindah melalui perantara seperti serangga dan binatang rumah. Lalu, mencemari lingkungan kemudian menulari manusia,” imbuhnya.

Guna mencegah penularan, kata Berli, petugas maupun keluarga jenazah harus mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan pemerintah dalam pemulasaran jenazah.

Saat memandikan jenazah misalnya, petugas pemandi jenazah maupun keluarga yang hendak membantu memandikan jenazah wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD).

“Setelah dimandikan dan dikafani atau diberi pakaian, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah atau dibungkus dengan plastik dan diikat rapat,” ucapnya.

“Jika diperlukan pemetian, maka peti jenazah ditutup rapat. Pinggiran peti disegel dan dipaku atau disekrup sebanyak 4 sampai 6 titik. Peti jenazah yang terbuat dari kayu harus kuat, rapat, dan ketebalan peti minimal 3 centimeter,” tambahnya.

Berli menegaskan, keluarga jenazah dapat melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Namun, persemayaman jenazah dianjurkan tidak dalam waktu yang lama guna mencegah penularan penyakit maupun penyebaran penyakit antar pelayat.

“Jenazah yang disemayamkan di rumah duka, harus telah dilakukan tindakan desinfeksi. Keluarga yang hendak melayat harus dibatasi. Pertimbangan untuk hal ini adalah mencegah penyebaran antar pelayat,” katanya.

Selain itu, Berli menyatakan bahwa desinfeksi lingkungan perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan. Mulai dari alat medis yang digunakan untuk mengurus jenazah, tempat persemayaman, sampai mobil yang digunakan untuk mengantar jenazah ke rumah duka.

“Sesudah proses pemakaman selesai, keluarga dan pelayat harus menerapkan protokol kedatangan sampai di rumah, seperti mencuci tangan sesuai prosedur WHO, segera mandi, dan tidak menyentuh barang apapun di rumah,” ucapnya.

“Semua prosedur dibuat untuk menghormati jenazah, keluarga jenazah, serta melindungi diri dan lingkungan dari penularan,” imbuhnya. (IE)

Teleconference Lanjutan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa Bersama Panglima TNI dan RSPAD

Jakarta, TFBI. —

Dalam teleconference Kamis (26/03/20) di Mabesad, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa bersama dengan Panglima TNI dan RSPAD membahas tentang penggunaan repeater sebagai alat pemantau pada dua kamar umum untuk komunikasi, zonasi yang diberlakukan pada RSPAD, media untuk memonitoring pasien, serta larangan untuk melayat serta menyemayamkan jenazah pasien Covid-19
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Penerapan rapid test serta pembangunan Lab yang mulai diarahkan oleh Andika untuk segera dilakukan agar pasien dapat penanganan cepat. Tenaga medis untuk penggunaan ventilator mulai di training, agar ventilator yang tersedia dan yang sedang dalam pemesanan dapat langsung dioptimalkan oleh RSPAD
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Rapid test Covid-19, harus segera dilakukan jangan menunggu satu minggu, dalam 2 hari harus terlaksana,” tegas Kasad

“Kalau memang kurang orang untuk mengoperasikan ventilator, segera adakan training, jangan sampai menunggu ketika pasien memerlukan,” ujar Jenderal TNI Andika Perkasa dalam teleconference di Mabesad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Penggunaan media zoom sebagai alat komunikasi untuk memonitoring 68 titik, dilakukan agar setiap informasi terbaru dari RSPAD serta RS rujukan dapat terhubung dan reapeter yang ada di dua kamar umum yang mana ditempati untuk anggota staf serta para pejabat dalam memantau penanganan pasien Covid-19 di RSPAD
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Reaksi cepat dilakukan untuk mendukung segala kegiatan yang ada di RSPAD dalam penanganan Covid-19,” harap Andika
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Peraturan yang diberlakukan RSPAD menurut arahan Andika memberlakukan zonasi pada RSPAD, agar setiap orang yang datang dapat melihat melalui paparan pada RSPAD lokasi zona merah serta larangan yang mulai diberlakukan untuk penanganaan jenazah pasien Covid-19
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Larangan melayat jenazah, kita harus berikan demi menekan penyebaran virus covid-19, banyak rumah yang belum memadai untuk menyemayamkan jenazah,” pungkas Kasad

Sumber Informasi Nandang Hermawan

(Yahya Heriansyah)

Di Medan, Wartawan Yang Sedang Belanja Dianiaya Di Supermarket Oleh Oknum Polisi Wanita

Ket Fhoto : Tampak Oknum Polisi Wanita yang memakai Baju Bebas dan Terjadi Ribut Dengan Wartawan 

Medan, TFBI. —

Sikap tak terpuji dua orang Polisi jajaran Polda Sumatera Utara kembali lagi mencoreng citra kepolisian di Medan

Kali ini sikap arogansi personil kepolisian tesebut pun memakan seorang korban wartawan yang sedang berada di lokasi di sebuah berastagi supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan , (28/3/2020) Siang

Tak ada asap tak ada api ,Dua orang perempuan yang mengaku sebagai anggota Polri tiba tiba engeluarkan arogansi nya dan mengamuk ngamuk ditengah masyarakat kota medan yang sedang berbelanja di Brastagi Supermarket .

Leo Depari salah seorang wartawan yang menjadi korban arogansi serta korban penganiayaan oknum Polwan tersebut mengatakan bahwa ,” saya pada saat itu sedang berbelanja kebutuhan hidup saya di swalayan berastagi di jalan Gatot Subroto Medan bersama adik saya . setelah selesai kami pun menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran terhadap barang barang yang sudah kami masukan ke troli .

Masi Kata Leo , pada saat sedang mengantri di salah satu kasir , tiba tiba datang seorang datang dan wanita yang belakangan mengaku sebagai anggota Polri menanyakan masker dan mengurusi belanjaan kami :

Wanita : Mana maskermu
Leo : Saya tidak ada masker buk .
Wanita : Bapak beli jangan banyak alasan , kain banyak di luar , ya , tolong ya
Leo : Uang nya dari mana buk
Wanita : kamu kok bisa belanja , sekarang kamu saya Tanya kamu kok bisa belanja ?

Sambung Leo seketika itu saya sudah tidak menghiraukan lagi ucapan mereka karena saya sedang berada di kasir . dan tiba tiba suasana menjadi panas karena dua orang oknum tesebut mengaku ingin menangkap wartawan yang sedang berbelanja .

Saat itu saya merasa jiwa saya terancam dan saya langsung berteriak memanggil sercurity untuk mengamankan arogansi wanita tersebut , “ mana security gedung, saya kesitu belanja bukan untuk mencari keributan ,”pungkas Leo

Dan seorang wanita yang belakangan saya ketahui bertugas di Polsek Percut langsung menarik dan menumbuk kepala saya , saat saya itu tanpa saya sadar saya ditumbuk satu kali di kening saya , dia juga merusak jam tangan saya.

“ Ada apa kok polisi urusi belanjaan kami , kami bukan orang jahat , kami tidak ada melakukan hal yang melanggar hukum di tempat perbelanjaan tersebut , saya rasa ucapan wanita tersebut mengurusi saya kok bisa belanja sangat lah harus di koreksi ulang , kenapa dia mengucapkan kata kata seperti itu .

Soal masker ,Leo mengatakan bahwa ,” Saya tidak ada mendapatkan masker sudah saya cari kemana mana , lagian saya bukan orang yang sakit , kenapa saya harus saya pakai masker , apa orang yang tidak pakai masker ditangkap dianaiaya dan dirusah barang nya oleh Polisi .

“Kecuali tadi dia kasi saya masker, namun tidak saya pakai mungkin wajar lah dia negur saya dan itu pun bukan arogansi seperti itu ditengah umum berteriak teriak . saat itu suasana semakin tak terkendali karana di depan umum dia mengucapkan akan menangkap saya , saat itu saya menanyakan mana surat penangkapan nya dan ibu dari mana , namun dia tidak mau menjaskan siapa dia dan bertugas dimana .

“Dia pun mengaku sebagai anggota polisi , namun dia tidak menunjukan idenditasnya , mana lah kami tau orang itu polisi dan bukan , lagian kami ke situ belanja bukan untuk mengurusi apa pekerjaan orang lain , kami datang ke situ untuk berbelanja , hak kami dong mau beli apa dan belanja apa dan tidak ada hak dia mengurusi kami mau beli apa dan belanja apa . “Tegas Leo

Apa seperti itu Polisi yang di agungkan untuk melayani , melindungi dan mengayomi masyarakat. Saya ini wartawan kan masyarakat juga , saya warga Negara Indonesia , saya berhak belanja dimana saya yang saya suka untuk kebutuhan hidup saya dan tidak menjadi urusan dia saya belanja di Berastagi supermarket itu,” Ungkap Leo.

Karena situasi pada sat itu sudah menjadi kacau , saat itu juga saya hubungi ke Polsek Medan Baru dan personil langsung datang ke lokasi selanjutnya kami menuju ke Polsek Medan baru , sebelum ke polsek , dua wanita itu berteriak teriak di depan umum dan mengatakan “ Jangan Kau Lari , Jangan Kau Lari ” hal tersebut sangat lah membuat kami malu seolah olah kami melakukan perbuatan yang tidak baik di lokasi tersebut sehingga mengundang perhatian orang banyak .

Setibanya kami di polsek medan baru , seorang wanita yang belakangan mengaku bertugas di Dit Krimsus Polda Sumut mengatakan , “ Awas kau kalau kau Ke Polda , Mati Kau . di Polda ungkapnya di halaman Mapolsek Medan baru di saksikan para wartawan yang berada di lokasi .

Hal tersebut langsung di lerai Wakapolsek Medan Baru yang saat itu berada di lokasi dan suasana pun reda .

Saat di konfirmasi via handphone mengenai kerusakan jam tangan milik wartawan kepada seorang wanita yang mengaku sebagai Polwan yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan, Oknum Polwan tersebut mengatakan ,” Antarkan jam itu ke Polsek Percut nanti saya perbaiki disana .

Kanit Reskrim Polsek Medan baru saat di konfirmasi mengatakan bahwa setelah kejadian kedua belah pihak telah kita amankan ke Polsek Medan baru namun belum ada yang membuat laporan .

(Tim)

Warga Kampung Sampora Cibinong Kab Bogor, Penyemprotan Desinfektan Ditempat Ibadah Dan Lingkungan

Cibinong, Bogor, TFBI. —

Waspada terhadap pencegahan wabah Virus Covid-19 (Corona), masyarakat Kampung Sampora cibinong Bogor lakukan pembersihan dan penyemprotan cairan desinfektan guna mensterilisasi lingkungan seperti tempat-tempat ibadah. Masjid, Musholla dan tempat umum lainnya, Sabtu 28/20

Adapun keterangan yang disampaikan oleh Ketua Rw 09 dilingkungan Sampora, Zaenudin mengatakan bahwa,  ” himbauan tersebut langsung dari pihak kelurahan cibinong agar penyemprotan ini untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19,” ujar Zaenudin kepada wartawan etabloidfbi.com dalam pesan singkat.

” Kami melakukan penyemprotan tersebut dengan alat seadanya, dalam pembuatan cairan disinfektan kamipun sangat sulit memperoleh cairan ini. Tapi dengan bantuan masyarakat setempat akhirnya bahan dari cairan disinfektan tersebut bisa kami peroleh.” lanjutnya.

” Ketua Karang Taruna Cibinong, Apifudin dan Ketua P3LS Sampora, Nurdiansyah turun langsung membantu Penyemprotan disinfektan tersebut, dan melaksanakan penyemprotan mulai pagi hari sampai dengan petang,  libur dihari ini tetap melaksanakan penyemprotan agar terhindar dari wabah Virus Covid-19,” kata Ketua RW. 09 Sampora cibinong.

“Apapun yang kami lakukan,  hanya semata karena Allah SWT, walaupun penyemprotan Disinfektan kami buat dari bahan seadanya,  saya berharap bisa mencegah wabah dikampung kami. Sebenarnya masih banyak warga RW/RT lain yang menanyakan, ” tempat saya tidak disemprot dengan cairan desinfektan pak RW,  kami juga sama untuk mencegah Virus Covid-19 (Corona),”  Ungkap Ketua RW.

Ketua RW 09 Kampung Sampora cibinong, Zaenudin berharap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, tingkat kecamatan,  memberi bantuan langsung Penyemprotan desinfektan, juga Masker agar bisa mencegah wabah virus tersebut.

(Boegeiss)

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi Ajak Anggotanya Sosialisasikan Pencegahan Covid 19

Kota Sukabumi, TFBI. —

Penyebaran Pandemi Covid 19 di Kota Sukabumi saat ini dari hari ke hari semakin bertambah walaupun sampai hari ini belum ada yang terkonfirmasi Positif berdasarkan data yang di keluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada hari Kemarin 27/03/2020, PDP : 87 Orang, ODP : 15 Orang dan pada hari Ini, 28/03/2020, PDP nya sebanyak 102 orang jadi ada penambahan.

Dengan Keadaan ini, yang dikhawatirkan akan terus menyebar dan bertambahnya Korban maka Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemerintah diharapkan dapat bersama-sama dalam melakukan Pencegahan dan Menanggulangi Covid 19 tersebut.

Karang Taruna Kota Sukabumi saat ini sudah melakukan banyak Aktifitasnya melakukan Pencegahan dengan berbagai Upaya, selain dari Memberikan Bantuan Alat Penyemprotan dan Wastafel Portable yang dapat di manfaatkan oleh Warga Kota Sukabumi dan Telah di serahkan melalui Pemda Kota waktu lalu , serta melakukan Penyemprotan Langsung di beberapa Wilayah di Kota Sukabumi.

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto ( Kang Ari) mengajak sekaligus menyerukan kepada Anggotanya untuk Action di Lapangan.

“Mengingat daerah tetangga kita (Jabodetabek dan Bandung) sudah merupakan Zona merah. Saya harap kita bisa memberikan Kontribusi Positif dalam Pencegahan Penularan COVID-19 ini
Sosialisasi , Penanganan Covid, Pemberian bantuan Masker dan Penyemprotan daerah yg disinyalir infeksionis terus dilakukan untuk mencegah Penularan tersebut”, Jelas Kang Ari .

Hal- hal yang menjadi Skala Prioritas yang akan dilaksanakan yaitu memberikan
Pemahaman kepada warga untuk diam di rumah ( Sosial Distancing) , Mengingatkan dan menghimbau disaat ada Kerumunan orang untuk mengikuti Maklumat dari Kapolri atau Pemerintah, Memberikan pemahaman ke Pasar-pasar untuk tetap di rumah dan Social Distancing.Lalu Keliling ke Cafe-cafe di Kota Sukabumi dan menyuarakan Social Distancing.

“Kenapa kita perlu isolasi di rumah dan melaksanakan Social Distancing karena saat ini banyak orang yang tidak bergejala tapi sudah dapat menyebarkan virus ini”, Jelasnya.

Kang Ari Pun Menambahkan, “Kita Berharap Team dari Karang Taruna mulai besok bisa menggunakan Mobil Dinas Sosial untuk turun ke Seantero Kota Sukabumi dalam menyuarakan hal-hal tersebut dan Mensosialisasikannya”.

( Hendra Sofyan )

Ketua DPC PWRI Kab Bogor, Turut Berduka Cita Kepada Korban Meninggal Terjangkit Virus Covid-19 (Corona).

Kab. Bogor, TFBI. —

Dalam hal tersebut Ketua Cabang PWRI Persatuan Wartawan Indonesia Kab Bogor , Rohmat Selamat SH. M.kn. Release tertulis kepada wartawan etabloidfbi.com, Sabtu 28/20.

Mendapat berita ada Wartawan, Jurnalis korban dari Virus Covid-19 (Corona) yang terjadi diwilayah Kabupaten Tangerang, semoga Almarhum khusnul khotimah, ujar beliau.

Sebelumnya ada juga Pejabat diKota Bogor salah satu Dokter telah meninggal akibat Virus corona tersebut, saya turut berduka kepada mereka semua yang telah menjadi korban Virus Covid-19 ini, kata Rohmat.

“Saya selaku Ketua DPC PWRI mewakilkan anggota mengucapkan turut berduka cita, dan untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran.”

“Selamat jalan Para pejuang, doa kami semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, sang maha pencipta,” ujar Rohmat,” Ia meninggal sedang bertugas dalam keadaan Pandemi Insha Allah Shaid.

Kami menghimbau kepada rekan pejuang dalam memerangi Virus Covid-19 (Corona), siapapun dia, agar terus saling mengingatkan untuk menerapkan protokoler pemerintah dalam mencegah tertularnya Virus tersebut.

Dan ini pelajaran untuk kita manusia agar memperhatikan betuk arahan pemerintah yang telah memberi arahan pencegahan virus ini, Tegasnya.

Dokter & perawatnya, wartawan, jurnalis pencari informasi valid mereka yang sedang berjuang dalam memerangi Virus Covid-19 (Corona), agar selalu tetap waspada dan semangat.

Rohmat juga mengajak masyarakat untuk saling memberi tahu, dukungan dengan memotivasi para pejuang yang berjibaku menyelamatkan bangsa ini dari Virus Covid-19 yang tertular.

Jangan panik, jangan larut dalam ketakutan tetap selalu waspada, Inshaa Allah pemerintah bisa mengatasi hal ini dan kita sebagai masyarakat Awam bisa melewati cobaan ini, Ikuti perintah pemerintah agar kita tidak tertular.

“Allah akan memberi pertolongan untuk kita, untuk saling tolong menolong dan berbagi guna meringankan beban kesulitan dalam situasi bencana Covid-19 ini, untuk rekan-rekan yang masih berjuang dilapangan, tetap siaga siap. Pastikan masker dan perlengkapan selalu tersedia. Boegeiss

Polsek Curugkembar Polres Sukabumi Bubarkan Pasar Domba Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Covid 19

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Kapolsek Curugkembar IPTU Sumarno bersama Anggota dan Forkopimcam serta Lintas Sektoral Kepala BLUD Puskesmas Curugkembar, Karmi ,beserta Unsur Perangkat Desa, Kadus dan BPD, bersama
sama melakukan penutupan sementara Kegiatan Berkumpulnya orang-orang Pedagang Domba dan Para Tengkulak yang berasal dari luar daerah Sukabumi, termasuk yang dari wilayah Cianjur, pada hari Sabtu, 28/03/2020, Pukul. 09.45 Wib.

Berkaitan hal tersebut Kepolisin Sektor Curugkembar Polres Sukabumi terlebih dahulu memberikan arahan sebagaimana isi dalam Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III /2020 tanggal 19 Maret 2020.
yang selanjutnya membagikan selebaran maklumat tsb kepada para pedagang damba dan para tengkulak, agar setelah arahan selesai segera untuk meninggalkan area pasar domba ini.

berkaitan hal tersebut pada umumnya para penjual, pembeli/para tengkulak telah mengetahui berita di layar kaca saat ini akan bahaya corona tsb.

“Untuk sementara waktu saudara tahu bahwa banyak warga Curugkembar yang pada bekerja di daerah jakarta dan sekitarnya juga bandung bahkan yang kerja diluar negeripun banyak yang mana saat ini mereka sebagian pulang kampung untuk itu sementara saudara harus bisa menjaga jarak atau untuk tidak bersentuhan / kontak anggota badan dan mereka yang pada pulang kampung disarankan untuk tidak kemana mana( di rumah) selama 14 hari. dan insyaallah jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada gejala demam batuk pilek) insyaallah aman dan sehat . Tapi maaf bukan berarti mereka telah terkena virus, tapi kita harus waspada dan sama sama kita selamatkan bersama sama untuk umat, agar tetap sehat kuat dan selalu bersedekah dan berdoa semoga wilayah sukabumi juga seluruh nusantara bebas dari virus tersebut juga dan selanjutnya kita dengar bersama yang lebih pas dalam bidangnya berkaitan dengan penyebaran dan penanganannya oleh Bp. Karmi Skm. MM dari pihak Dinas kesehatan Puskesmas Curugkembar”, jelas Kapolsek.

Akhirnya dari penjelasan pihak pemerintah para penjual, pembeli perorangan ataupun tengkulak mengerti dan paham.

Perangkat Desa Curugkembar , Soleh Efendi selaku Kadus Ciparay dan juga pengelola pasar desa (pasar hewan) yang mewakili Kepala Desa Curugkembar membacakan surat perihal penutupan pasar hewan Ds Curugkembar.

“Untuk sementara waktu ini mengingat menimbang Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/ 2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid 19 ) dan yang kedua, adannya surat himbauan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi nomor : 524,3/578//k2 p2 Ap perihal penutupan sementara pasar hewan kemudian berdasar surat edaran Bupati no : 442/1985.4/DINKES tentang peningkatan kewaspadan terhadap resiko penularan infeksi corona virus Disease-19( Covid 19.)”, ujar Soleh

“Adapun penutupan sementara pasar hewan tersebut terhitung mulai tanggal 1 April S/d 14 april 2020 itupun masih melihat perkembangan wabah tersebut tidak tertutup kemungkinan masih bisa diperpanjang”, pungkas Kapolsek

(Hendra Sofyan)

Belajar dari Rumah bagi Pelajar di Jabar Diperpanjang hingga 13 April

KOTA BANDUNG, TFBI.–

Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar memutuskan, pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di rumah masing-masing diperpanjang hingga 13 April mendatang.

Keputusan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 443/3718-Set.Disdik tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Provinsi Jawa Barat yang ditandatangani Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika pada Jumat, 27 Maret 2020.

“Hal itu (perpanjangan PBM di rumah) memperhatikan perkembangan terkini penyebaran COVID-19 di Jabar sekaligus Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret dan keputusan Gubernur Jabar (Ridwan Kamil),” ucap Dewi di Kota Bandung, Sabtu (28/3/20).

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII di Jabar itu, Dewi pun meminta mereka menginformasikan pengawas dan pihak sekolah untuk melaksanakan PBM dari rumah fokus pada pendidikan dan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi COVID-19.

Selain itu, Dewi meminta pihak sekolah agar aktivitas dan tugas PBM dari rumah melalui pembelajaran dalam jaringan (online) atau jarak jauh ini dapat bervariasi antar peserta didik.

“Sesuai minat dan kondisi masing-masing (peserta didik), termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah,” kata Dewi.

“Penugasan juga tidak diharuskan secara kuantitas sesuai jumlah jam pembelajaran reguler, namun cukup merepresentasikan mata pelajaran,” ujarnya.

Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah, lanjut Dewi, diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

“PBM (dari rumah) agar dilakukan secara kreatif, menyenangkan, melatih kemandirian, tidak menimbulkan kecemasan/kepanikan, serta tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua/wali,” pesan Dewi.

Empat Kriteria Kelulusan Setelah UN 2020 Dihapus
Dalam Surat Edaran Nomor 443/3718-Set.Disdik ini, Disdik Jabar juga memberikan pedoman terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

Untuk diketahui, DPR Republik Indonesia (RI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyepakati bahwa pelaksanaan UN SMP dan SMA ditiadakan untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 itu.

“Dengan dibatalkannya UN Tahun Pelajaran 2019/2020, maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan,” ujar Dewi.

Adapun penentuan kelulusan peserta didik didasarkan pada empat kriteria kelulusan, yaitu menyesuaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, memiliki nilai Ujian Sekolah, dan memperoleh nilai sesuai Standar Kelulusan Minimal yang ditetapkan oleh Satuan Pendidikan.

Terkait Ujian Sekolah, pelaksanaan dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lain tanpa mengumpulkan peserta didik di suatu tempat, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum keluarnya SE Mendikbud RI No. 4/2020.

“Ujian sekolah dalam bentuk tulis masih dapat dilaksanakan, dengan catatan peserta didik tidak dikumpulkan di sekolah/tempat lain, tetapi dilaksanakan melalui daring/jarak jauh,” tutur Dewi.

Sementara nilai Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa SMK diambil dari rata-rata nilai praktik semester 1-5 untuk SMK 3 tahun dan semester 1-7 untuk SMK 4 tahun. Sebagai ganti UKK tidak dilaksanakan, sekolah dapat membuatkan Skill Passport yakni sertifikat berisi nilai mata pelajaran produktif nilai-nilai dari kelas X, XI, dan XII.

“Sekolah dapat melaksanakan dan memfasilitasi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi peserta didik tahun 2019/2020 setelah mereka dinyatakan lulus sekolah serta situasi dalam masa darurat COVID-19 telah kembali pulih dan aman,” ucap Dewi.

Terkait ujian akhir semester untuk kenaikan kelas, Dewi mengatakan teknis pelaksanaan diserahkan kepada pihak sekolah namun tetap memperhatikan SE Mendikbud RI No. 4/2020 dan tidak dilaksanakan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa di satu tempat.

“Surat dan/atau petunjuk teknis yang telah disampaikan sebelumnya, masih tetap dipedomani dengan penyesuaian atas surat ini,” ujar Dewi.

“PBM di rumah dan pelaksanaan tugas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan masa berlakunya bisa diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan darurat wabah COVID-19,” tutupnya. IE

DPRD Bagikan Masker Dan Semprot Disinfektan Ke Warga, Sekretaris PWI Kota Tangerang: Ini Harus Diikuti Dewan Lainnya.

TANGERANG -KOTA, TFBI. —

Kepedulian terhadap kemanusiaan salah satu prinsip yang dilakukan Wakil rakyat yang satu ini, untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Andri Permana, Angota DPRD dan Ketua Fraksi PDIP kota Tangerang, Sambil membagikan masker produk Tangerang, Andri Permana terus lakukan sosialisasi Physical Distancing ke warga.

Menurutnya, penanganan COVID-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Pembentukan kampung siaga corona sangat berguna sebagai jaring pengaman masyarakat dari penyebarah wabah COVID 19.

Sosialisasi pembatasan jarak antar individu (PHYSICAL DISTANCING) harus terus dilakukan melalui berbagai cara. Kegiatan penyemprotan yg dilakukan di kelurahan Tanah Tinggi dan Kelurahan Kedaung Wetan hari ini adalah rangkaian dari kegiatan sosialisasi tersebut,” ujarnya.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, ia juga membagikan hand sanitizer dan masker yang merupakan produk dari industri kecil yang ada di Kota Tangerang.

Dengan memanfaatkan produk lokal, kita bergotong royong mencegah penyebaran wabah COVID 19 di Kota Tangerang,” tambah Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Terpisah, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang. Abdul Aziz mengapresiasi langkah yang dilakukan politisi PDI Perjuangan tersebut. Harapannya, langkah tersebut menjadi contoh bagi anggota DPRD Kota Tangerang lainnya.

Hal ini sangat positif. Dewan lain juga harus mencontoh, jangan pas kampanye aja bagi-bagi kaos. Sekarang nih, warga lagi butuh. Coba dibantu, jangan pas ada maunya aja,” kata Aziz saat di hubungi melalui pesan Watshapp Sabtu (28/03).

 

 Ket Fhoto : Sekretaris PWI Kota Tangerang Abdul Aziz

 

Ia mencontohkan, di kampungnya, Kelurahan Poris Plawad Indah Kecamatan Cipondoh justru belum ada anggota dewan yang turun langsung menyemprot hingga membagikan masker ke masyarakat.

Sepertinya belum ada nih di sini mah anggota dewan yang melakukan hal seperti itu, tapi gak tau juga dah di Kelurahan lain mah”.terang Aziz dengan logat Betawinya.

(Sabar Manahan) 

Ketua DPRD Kota Tangerang Minta Pemkot Tangerang Bertindak Tepat Atasi Wabah Virus Covid-19

Kota Tangerang – TFBI, –

 

Pemerintah kota Tangerang harus bertindak tepat untuk mengatasi wabah virus covid-19 yang sudah masuk kategori luar biasa.
Dari info resmi Provinsi Banten, infocorona.bantenprov.go.id terakhir mengupdet (27/032020) informasi perkembangan pasien terkena virus covid 19, di Kota Tangerang. “Terkonfirmasi ada 21 orang, dalam perawatan 17 orang dan meninggal 4 orang.

Sedangkan untuk angka kesembuhan belum ada di laporkan, justru hal tersebut yang membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tangerang Kota, Gatot Wibowo,S.i.P minta pemerintah kota Tangerang, untuk menangani dengan tepat wabah virus Covid-19 tersebut.(28/03/2020)

Baca Juga :

https://etabloidfbi.com/saat-wabah-virus-covid-19-justru-dprd-kota-tangerang-fokus-pembahasan-lkpj-walikota-tahun-angaran2019/ /

 

Gatot mengatakan, Pemerintah kota Tangerang harus punya rencana bertahap dalam penangan virus covid19. Kami DPRD mempersilahkan dengan catatan, lakukan kordinasi dengan 22 rumah sakit” swasta di kota tangerang, jangan sampai ada penolakan dengan pasien jenis penyakit yang lain, karena jangan sampai karena satu jenis penyakit mengorbankan penyakit yang lain.

“Katanya beberapa hari lalu walikota juga sudah melakukan komunikasi dengan semua kepala rumah sakit swasta,untuk memastikan menerima pasien umum. karena rencana pemerintah, RSUD kota tangerang akan dipusatkan untuk penanganan pasien virus covid-” 19. ujar nya.

Gatot menambahkan, saat ini kita akan mendukung penuh apa yang akan dilakukan pemerintah kota tangerang, bahkan urusan anggaran kami siap men support, bahkan anggaran untuk dewan sendiripun ketika dicoret di alihkan itu tidak jadi masalah, yang penting pertanggung jawabannya jelas kegunaan nya untuk penanganan virus corovid-19 sependapat kita. tandas gatot.

Sementara itu saat di lakukan konfirmasi ke Humas Protokol Tangerang Kota, hingga berita dimuat belum bisa di konfirmasi, dan karena sulitnya mendapatkan informasi tentang penanganan virus covid- 19 tersebut, menimbulkan pertanyaan di tengah tengah masyarakat luas khususnya Tangerang kota.

(Sabar Manahan)

Anggaran RSUD DR ADJIDARMO Lebak-Banten TA 2020 Sudah Sesuai Peraturan

Lebak Banten – TFBI, –

 

Anggaran yang di gunakan oleh RSUD DR Adjidarmo TA 2020 sungguh terlihat fantastis, sehingga menimbulkan berbagai tudingan di kalangan masyarakat yang menjadi timbulnya praduga tidak baik.

Misalkan : Belanja Obat obatan Non Ekatalok Rp.3,600.000000 Penunjukan Langsung(PL) BULD 22787259.

Biaya alat kedokteran Habis pakai (AKHP/BHP)Rp.10.000.000.000, e-prchhasing BULD 22786395.

Belanja Modal pengadaan printer Rp.45.000.000, di kecualikan BULD 23112229.

Belanja bahan KIMIA Biomed Rp.700.000.000 penunjukan langsung (PL) BULD 22788505.

Namun tudingan yang timbul di tengah tengah masyarakat tersebut tidak berlarut larut setelah di konfirmasi oleh PLT Direktur RSUD DR Adjidharmo, kepada awak media etabloidfbi.com(28/03/2020).

Virgo Janti mengatakan. “Untuk dipahami RSUD adalah satusnya BLUD, dimana ada ketentuan BLUD pada beberapa belanjanya dikecualikan dari aturan keuangan terutama untuk belanja bahan persediaan seperti, persediaan farmasi dan bahan habis pakai dansebagainya. Berbeda dengan kegiatan di Dinas. Besaran anggaran itu adalah kebutuhan utk pemenuhan setahun dalam pelaksanaannya belanja secara bertahap tidak sekaligus karena disesuaikan degan kebutuhan dan pesediaan stok, ujarnya.

Virgo Janti menambahkan, Karena RSUD sebagai BLUD harus menerapakan asas efesiensi dan efektifitas dalam penggunaan dana. Kita mengacu sepenuhnya pada “Perbub, tentang pengadaan barang jasa BLUD.

Namun untuk Pengadaan barang jasa yang sifatnya belanja Modal kita mengikuti sesuai ketentuan.

Terkait belanja kimia biomed, itu bukan belanja bahan kimia , tetapi untuk rujukan pemeriksaan laboratorium bagi pasien ke luar lab RS (lab biomed), karena ada uji lab yang tidak dapat dilaksnakan di RS seperti periksa uji patologi anatomi. Itu pun sifatnya disesuaikan dgn kebutuhan layanan pd pasien. terang Virgo Janti. (SM/Ujang)

RSUD Kabupaten Tangerang Rawat 22 Pasien PDP Virus Covid-19

Kab. Tanggerang, TFBI. —

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, rawat 22 orang pasien PDP per tanggal 28/03/2020.

Hal tersebut di jelaskan Dr. Mohammad Rifki, saat di konfirmasi awak media etabloidfbi.com di ruang kerjanya.

“Sampai hari ini kami sudah merawat 22 Pasien PDP pak, ujar Dr.Rifki.

Dan untuk data meninggal, Dr.Rifki menyarankan untuk mengkonfirmasi ke Pemkab Kabupaten Tangerang.

**baca juga: Dinas Kesehatan Banten Distribusikan Alat test Ravid Corona Di 8 Kabupaten Dan Kota*

“Mengenai angka pasien yang meninggal atau positif dan negatif itu tugas Pemkab Kabupaten yang berwenang menyampaikan, ujar Dr. Rifki.

Sementara informasi https://maps.tangerangkota.go.id/Corona/ kota tangerang, saat ini dalam status pantauan ada di empat kecamatan, yaitu kecamatan Pinang, Priuk, Neglasari dan Jati uwung, dalam status pengawasan.

(Sabar Manahan)

Bhabinkamtibmas Polsek Cikembar Giat Patroli Secara Masiv Serta Beri Himbauan Masyarakat Cegah Corona.

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Posek Cikembar Polres Sukabumi Polda Jabar Laksanakan Patroli Secara Masiv serta sampaikan Himbauan Pemerintah Cegah Corona yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Brigadir Benny Ferdiansyah disekitar wilayah Desa Parakanlima,Kecamatan Cikembar, Jumat (27/03/20). Pukul 09.00 Wib.

Dengan menggunakan kendaraan dinas patroli Polsek Cikembar, Brigadir Benny Ferdiansyah sampaikan himbauan pemerintah serta Maklumat Kapolri dalam pencegahan penyebaran Virus Corona/COVID-19. Sebagai seorang Bhabinkamtibmas dirinya punya tanggung jawab dalam tugas, salah satunya tugas dari Kapolsek untuk penyampaian pesan, himbauan maupun kebijakan pemerintah dalam hal pencegahan wabah Corona COVID-19 ini.

Brigadir Benny Ferdiansyah berkoordinasi bersama Kades dan Babinsa Koramil Cikembar secara bersama berkeliling ke lingkungan padat penduduk. Hal ini di respons positif oleh warga sekitar warga Desa Parakanlima,Kecamatan Cikembar.

Dalam Himbauan Brigadir Benny Ferdiansyah yang disampaikan, Masyarakat dimohon untuk Menghentikan segala kegiatan yang dapat mengundang banyak orang serta tidak berkerumun, Upaya Antisipasi Penyebaran Virus Corona ” Ucapnya

“Masyarakat bisa ciptakan Hidup bersih serta dapat5 mengurangi kegiatan di luar rumah ”

“Masyarakat jangan mudah percaya segala informasi yang didapat sebelum informasi tersebut jelas keakuratan sumber yang didapat serta jangan mengeluarkan berita yang tidak benar / Hoax terkait Covid – 19.”Pungkasnya.

(Hendra Sofyan)

Polsek Surade Giat Penyemprotan Disinpectan serta Penyampaian Maklumat Kapolri Kepada Warga Masyarakat terkait Virus Covid – 19

Kab. Sukabumi, TFBI. —

Polsek Surade Polres Sukabumi Polda Jabar Laksanakan Kegiatan berupa Penempelan Maklumat dari Kapolri, Himbauan Kepada Warga / Masyarakat Ds. Cibodas Kec. Cibitung terkait Virus Covid – 19 serta Penyemprotan Disinpectan” Jumat (27/03/20). Pukul 09.00 Wib.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama sama dengan unsur Muspika Kec. Cibitung, antara lain Petugas dari Kec. Cibitung, Anggota Polsek Surade, Anggota Koramil/2214 Surade, berikut Petugas Kesehatan dari Puskesmas Cibitung,

Melalui Pengeras Suara Himbauan disampaikan kepada Warga dengan menggunakan 3 (tiga) Unit kendaraan Dinas yaitu 1 (satu) Unit R4 Patroli Ford Ranger, dan 1 (satu) Unit R4 Ambulance Puskesmas Cibitung, 1 (satu) Unit Mobil Ambulance Desa Cibodas,

Kapolsek Surade Akp Nobertus Menyampaikan Himbauan anjuran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat
“Masyarakat dimohon untuk Menghentikan segala kegiatan yang dapat mengundang massa ( berkumpul ) Guna antisipasi Penyebaran Virus Corona Melebar” Ucapnya

“Diharap Masyarakat dapat menciptakan Hidup bersih serta diharap untuk mengurangi kegiatan di luar rumah serta Berprilaku Hidup bersih”Harapnya.

“Masyarakat jangan mudah percaya segala informasi bila belum akurat kebenarannya serta jangan mengeluarkan berita yang tidak benar / Hoax terkait Covid – 19.”Hibaunya.

Pungkas Kata Kapolsek “Alhamdulilah Kegiatan selesai pada Pukul. 11.00 Wib, walaupun hari ini Jumat dengan waktu yang terbatas kami tetap berupaya serukan himbauan kepada masyarakat sampai pada saat selama pelaksanaan situasi berjalan aman dan lancar.”Pungkasnya

(Hendra Sofyan)

Kades Leuwidamar Lebak-Banten Aktif Himbau Warga Untuk Cegah Penularan Virus Covid-19

Leuwidamar-Lebak Banten, TFBI. —

Sebagai antisipasi untuk mencegah penyebaran wabah virus Covid 19 salah satu desa di Leuwidamar Lebak Banten, selalu memberikan himbauan dan juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Sahidin.S.sos selaku Kepala desa Leuwidamar memberikan himbauan lewat pengeras suara Masjid dan Mushola yang berada di wilayah Desa Leuwidamar (26/03/2020)

Himbauan tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran covid 19 (virus Corona) dan mencegah keresahan warga masyarakat Leuwidamar khususnya.

Kami menghimbau kepada warga desa Leuwidamar khususnya kampung dukuh dan jati,
Menunda kegiatan pengajian rutin bulanan bergilir antar RW MUI Desa Leuwidamar sementara waktu sebab kegiatan pengajian MUI mengundang desa lain.

“Sarana masjid dan musholla karpet yang terpasang tetap harus digulung dan dibersihkan setiap jemaah harus membawa sejadah masing-masing
jika ada warga kota atau diluar desa Leuwidamar yang melalui kendaraan umum seperti kereta, mobil umum segera diarahkan untuk melapor kedesa dan juga memeriksa ke pihak puskesmas Leuwidamar, dilarang mengadakan perkumpulan atau pertemuan yang melebihi 9 orang,” ucap Sahidin

Sahidin, juga memberikan himbauan kepada warga desa Leuwidamar agar tetap menjaga kebersihan diri didalam lingkungan rumah masing-masing dan rajin cuci tangan dengan sabun,  dari mulai dan setelah melaksanakan kegiatan.

Di tempat yang sama Asep, Sekretaris Camat Leuwidamar kabupaten Lebak yang hadir pada saat itu mengatakan, sesuai arahan dari Bupati Lebak, dengan situasi saat ini,  agar seluruh kepala desa yang diwilayah kecamatan Leuwidamar-Lebak segera melakukan tindakan yang dianjurkan Bupati, guna memutuskan penyebaran covid 19 (virus Corona).

(Ujang)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi Akan Jalankan SOP Sterilisasi di Perbatasan Wilayahnya.

Kab. Sukabumi. TFBI. —

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H.Iyos Somantri selaku Ketua Harian Satuan Gugus Tugas melakukan rapat mempercepat penanganan penyebaran Virus Corona di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Jum’at (27/03/2020)

Rencananya Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan melakukan sterilisasi perbatasan wilayah dengan melakukan penyemprotan disinfektan

“Ini merupakan tindak lanjut dan arahan Pimpinan Pak Bupati (H.Marwan Hamami) untuk segera melakukan penanganan penyebaran wabah corona” jelas H.Iyos Somantri usai memimpin rapat terbatas di Pendopo Sukabumi,

Sementara itu Kepala Bidang Komunikasi Publik Herdy Somantri menjelaskan bahwa hasil rapat dan pertemuan tersebut bahwa Kegiatan akan dilaksanakan mulai hari senin 30 Maret 2020 dengan sasaran di dua titik yaitu Perbatasan Sukabumi Cianjur – Sukabumi dan Sukabumi – Bogor

” Alat, bahan dan sarana prasarananya sudah disiapkan di dua titik tersebut hasil rapat kordinasi dengan para kepala Perangkat Daerah tadi, ” jelasnya

Menurut Bima sapaan akrab Herdy, bahwa kegiatan tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona

“Virus corona ini muncul bukan karena terbang, namun dibawa, jadi Pemkab Sukabumi akan melakukan sterilisasi kepada setiap orang dan kendaraan yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi” tambahnya

Bima berharap semua masyarakat dapat memakluminya dan mau bekerjasama untuk melawan penyebaran virus corona tersebut

“Mohon maaf jika perjalanannya terganggu karena ini demi keselamatan kita semua” pungkasnya

“Sementara itu Standar Operasional sterilisasi perbatasan yang akan dilaksanakan pada kegiatan tersebut , Setiap kendaraan dihentikan oleh petugas (Dishub/ Polisi), Seluruh penumpang diturunkan, Petugas naik ke kendaraan untuk mensterilisasikan Kabin Kendaraan”, jelas Bima

“Setiap penumpang di periksa menggunakan thermometer gun, jika ditemukan suhu badan tinggi (38c) maka SOP penanganan covid dijalankan, Seluruh penumpang diarahkan masuk ruangan sterilisasi. diikuti oleh kondektur dan sopir , Setelah keluar dari ruang sterilisasi, penumpang melakukan cuci tangan , Semua penumpang naik kembali ke kendaraan, diikuti oleh sopir dan kondektur, Petugas akan menghimbau driver kendaraan untuk memasang hand sanitizer di setiap kendaraan, “pungkasnya.

(Hendra Sofyan)

Bagus Pekik : “Karang Taruna Diharapkan Menjadi Wadah Penyalur Bantuan Bagi Masyarakat “

Kota Sukabumi, TFBI. —

Karang Taruna saat ini sangatlah mempunyai peranan penting untuk dapat langsung turun ke Masyarakat dalam melakukan Penanggulangan Penyebaran Wabah Corona Covid 19 di setiap wilayah nya. Karang Taruna diharapkan menjadi Wadah untuk menerima Bantuan dan Menyalurkannya kepada Warga Masyarakat yang terdampak oleh Penyebaran Covid 19 ini.

saat melakukan Kontak dengan Seorang Pengusaha, sekaligus merupakan Kader Partai PDI Perjuangan Kota Sukabumi , Bagus Pekik, lewat pesan Whatsappnya menanggapi apa yang telah diposting ke WA Pribadinya, Jumat, 27/03/2020, Pukul. 20.00 Wib, Terkait Karang Taruna .

“Karang Taruna Saat ini harus mempunyai Gerakan Besar, Karang Taruna bikin wadah untuk menampung Bantuan dari Masyarakat yang.mau membantu atau menyumbang dan kemudian disalurkan kepada Masyarakat yang membutuhkan, disosialisasikan langsung”, ujar Bagus Pekik kepada awak media lewat pesan Whatsappnya.

” Hari ini kita belum melihat suatu badan atau Lsm atau apa yg mengkoordinir masyarakat utk saling membantu sesama dalam musibah kali ini tidak sepantasnya kita hanya berharap kepada pemerintah,
saat ini adalah saat yang tepat untuk saling menguatkan saling membantu, diperlukan media utk menyatukan yang mau membantu dan mau dibantu hari ini, bantuan masyarakat disalurkan kemana saja seperti tidak terkoordinir”, jelasnya

“harapan saya, sekarang saatnya semua elemen masyarakat bersama-sama memerangi covid-19, lupakan perbedaan pilihan politik karena virus ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, strata ekonomi siapa saja, pejabat maupun rakyat jelata. bagaimana ? , ya social distance dan me lock down diri dan keluarga. Hanya masalahnya tidak semua warga kota sukabumi punya persediaan makanan untuk tinggal beberapa hari di rumah, banyak yg bekerja hari ini untuk makan hari ini.nah sekarang lah saatnya kita yg mampu berbagi kepada yg tidak mampu, supaya yg tdk mampu bisa berdiam diri di rumah, tanpa kesuliatan makanan. yg ujungnya itu menyelamatkan kita semua dari penyebaran corona”, pungkasnya

Bagus Pekik pun menambahkan “corona ini menyadarkan kita, yang duitnya banyak biasa buat umroh tiap tahun, sekarang lah saat nya dibagi uangnya kepada sekitarnya karena umroh dilarang . Kemudian yang biasa jalan-jalan ke Luar Negeri , dananya sekarang dipake buat berbagi kepada tetangga sekitarnya”,

Pemerintah sebagai mediator nya, menggerakkan swadaya masyarakat , membangkitkan semangat saling berbagi
mengkoordinir sumbangan-sumbangan dari masyarakat untuk membagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Saat Awak Media menanyakan Bantuan/Sumbangan sudah terkumpul nanti disalurkannya bagaimana?

“Pemerintah punya Data nya, Karang Taruna punya Network nya tiap-tiap Kelurahan”, jawabnya.

Bagus Pekik pun menyampaikan dengan diputusnya Mata Rantai Penyebaran Covid 19 ini adalah yang lebih penting.

“bukan cuma makan 1 kali 1 hari saja, .
ini akan berlangsung lama , kalo kita tdk memotong siklus rantai penyebaran nya”, terangnya.

(Hendra Sofyan)

Karang Taruna Sukabumi Berikan Bantuan Wastafel Portable kepada Pemda Kota Sukabumi.

Kota Sukabumi, TFBI. —

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto atau sering disebut Kang Ari ini menyerahkan secara langsung Bantuan berupa Wastafel Portable dan APD kepada Pemerintah Kota Sukabumi yqng diterima langsung oleh Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi di Ruang Rapat Balaikota Sukabumi, Jumat, 27/03/2020.

Hadir pada kesempatan ini sebanyak Perwakilan 20 Karang Taruma Kelurahan dari 33 Kelurahan yang berada di Kota Sukabumi.

” Pada hari ini kami mengumpulkan Karang Taruna setiap Kelurahan di Kota Sukabumi, namun yang hadir dari 33 Kelurahan hanya 20 Karang Taruna Kelurahan yang ikut serta ke Balaikota”, Jelas Kang Ari.

Tujuan Kedatangan ke Balaikota yang di inisiasi oleh Karang Taruna Kota Sukabumi tersebut dalam rangka penyerahan Berupa Bantuan yang diberikan langsung kepada Pemerintah Kota Sukabumi, diterima langsung oleh Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

” Kedatangan Karang Taruna Kota Sukabumi Ke Balaikota dalam rangka menyerahkan Bantuan berupa Wastafel Portable sebanyak 4 buah dan Alat Semprot . Diharapkan, Wastafel Portable ini dapat di simpan di tempat-tempat umum dan tempat-tempat yang ramai agar masyarakat menjaga kebersihan dan Higienitas dengan melakukan sering mencuci tangan”, pungkasnya.

Penyerahan kepada Pemda Kota tersebut selain Wastafel Portable, Kang Ari pun menyerahkan Alat Semprot Disinfektan untuk nantinya dapat di distribusikan ke setiap Karang Taruna Kelurahan di Kota Sukabumi.

“Kita berharap , Karang Taruna di Kota Sukabumi kedepannya dapat diberdayakan dalam Tim Sukarelawan Covid-19 yang mana akan ditempatkan oleh pa Wali di setiap Kelurahan dan sampai ke Tingkat RW an”, ujar Kang Ari.

Karang Taruna yang merupakan Pilar-pilar Sosial akan ikut berperan serta dalam membantu Pemerintah untuk penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid 19 di Kota Sukabumi.

Selain itu, Pesan dari Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Karang Taruna Kota Sukabumi bahwa kedepannya akan dibentuk Gugus Tugas di setiap Kelurahan dalam Penanggulangan dan Pencegahan Covid 19 ini dan diharapkan dapat menjadi Sukarelawan untuk Membantu dalam Proses Penanggulangan Covid 19 tersebut.

“Insyallah, Kedepannya pa Wali akan membentuk Gugus Tugas dalam memberdayakan Karang Taruna ini untuk menjadi Sukarelawan dalam Penanggulangan dan Pencegahan Covid 19 ini”, Ari menginformasikan Pesan Walikota kepada awak media.

( Hendra Sofyan )

4 Orang Asal Aceh yang Positif Covid-19

Aceh,  TFBI. —

Pemerintah Aceh merilis data terbaru kasus Virus Corona atau Covid-19 di Aceh ,pada Jumat sore (27/3/2020).Sampai saat ini tercatat sudah 4 orang positif terjangkit virus Corona di Aceh.

Juru Bicara Gugus tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, mengatakan 3 kasus baru ditemukan pada pasien Dalam pengawasan (PDP) Corona yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS Umum Dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Satu lainya adalah PDP Covid-19 yang telah meninggal dan hasil positif nya diumumkan kemarin (Kamis), kata SAG dalam keterangan ,Jumat yang meninggal tersebut adalah kasus pertama di Aceh ,berinisial AA(56 tahun) asal kota Lhokseumawe, meninggal di RSUDZA pada Senin (23/3)lalu.

3 lainnya yang telah dinyatakan Covid-19 di Aceh adalah:

Inisialnya p.966(40 tahun) ,laki laki ,asal Aceh Besar ,

Inisialnya p 967(60 tahun) perempuan,asal kota Banda Aceh,

Inisialnya P.968, (60 tahun ),laki laki ,asal kota Banda Aceh.

Sementara seorang PDP berinisial EY (43tahun) , asal Aceh Utara ,yang meninggal pada Rabu malam (25/3)di RSUDZA, belum ada hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil swab-nya masih menunggu dari Balitbangkes Jakarta. (M. Anwar) 

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi berharap Masyarakat Dapat Bantu Ojek Online “

Kota Sukabumi, TFBI. —

Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto atau Kang Ari, pada saat menyerahkan Bantuan kepada Pemda Kota Sukabumi pada, Jumat , 27/03/2020, di Ruang Pertemuan Balaikota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi, mengajak seluruh Karang Taruna di Kota Sukabumi untuk dapat berkolaborasi dan Berkontribusi untuk Wilayahnya.

Ahmad Fahmi, Walikota Sukabumi, yang memberikan pesannya bahwa Kedepannya Karang Taruna akan dilibatkan dalam Sosialisasi dan Penanggulangan Wabah Covid 19 di Kota Sukabumi berharap dapat menjadi Relawan untuk membantu Pemerintah Daerah Kota Sukabumi menangani Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid 19 di Setiap Kelurahan.

Kang Ari mencermati dan menyampaikan pesan kepada Karang Taruna Kelurahan untuk dapat membantu Masyarakatnya di wilayah nya masing-masing.

” Saya berharap Karang Taruna Sukabumi dapat bahu membahu dan saling membantu Masyarakat , bergotong royong , terutama mensosialisasikan terkait Pencegahan penyebaran Covid 19 kepada warga Masyarakat”, jelas Kang Ari.

Dengan mensosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Social Distancing dan memberikan Sosialisasi Cara mencuci Tangan dan Kebersihan dilingkungannya.

Kang Ari pun menyinggung perihal Ojek Online yang saat ini banyak membantu Masyarakat dalam. Transportasi dan kebutuhan lain nya di saat Pandemi Covid 19 di Indonesia melanda.

” Saya berharap agar Masyarakat dapat membantu Ojek Online juga karena mereka telah banyak membantu kita, terutama disaat seperti ini , tentulah sangat membantu “, papar kang Ari.

Disaat Melandanya Wabah Virus Corona Covid 19 di Wilayah kita, Pemerintah telah memberikan himbauan agar Masyarakat melakukan Social Distancing atau Diam dirumah sesuai Anjuran dari Pemerintah.

” Disaat kita sedang melakukan Social Distancing atau Diam dirumah sesuai Anjuran dari Pemerintah, tentunya mereka Para Pengguna Ojek Online sangatlah terbantu , selain lebih praktis untuk pesan makanan dan kebutuhan kita, tanpa kita harus keluar rumah juga sekaligus membantu mereka “, pungkas nya.

( Hendra Sofyan )

Merasa Dirugikan Oleh Pihak Dealer Motor Salah Satu Nasabah Akan Menempuh Jalur Hukum Jika Tidak Ada Penyelesaian.

Cibinong Bogor, TFBI. —

Keinginan untuk memiliki kendaraan Roda Dua dengan cara menabung selama 5 tahun karena ingin membeli secara Tunai dari hasil keringat Hendra 35 tahun nyaris pupus, karena duit sudah dibayar akan tetapi kendaraan sampai hari sudah 18 hari kendaraan belum juga dikirim.

peristiwa menyedihkan yang dialami oleh seorang warga masyarakat Kabupaten Bogor tepatnya di kampung Cibinong Rt. 05 Rw.08 Kelurahan Cibinong ini berawal dari keinginan Saudara Hendra, untuk membeli Satu Unit kendaraan Roda Dua jenis Vario CBS 125, secara kontan, karena kesibukan bekerja dia menyuruh Orang tuanya Supriadi 58 tahun ditemani adiknya Saudari Dewi Siska 25, tahun bersama Suaminya Dani 27 tahun, untuk membel kendaraan roda dua yang diinginkan dan menyerahkan Uang sejumlah Rp. 21.000.000,– lewat Rekening adiknya Dewi Siska.

Kemudian pada hari Senin tanggal 09/03/2020 sekitar jam 10.00 WIB, Orang tua Hendra bersama saudari Dewi dan suaminya berangkat ke Dealer Daya Motor yang beralamat di Jalan raya Bogor Nanggewer, Kecamatan Cibinong Bogor, untuk menanyakan apakah Unit yang dibutuhkan ada kepada Karyawan Daya Motor yang ada di Teller dan berjumlah 3 orang dan salah satu karyawan menjawab, “Barang ada akan tetapi tidak bisa langsung dibawa karena harus melewati Proses,” Ujarnya.

Pimpinan Cabang Ahhas Daya Motor Asep Kosasih Saat Berjumpa Wartawan

karena barang ada dilokasi Akhirnya saudari Dewi didampingi oleh suaminya dan ayahnya menyelesaikan pembayaran Satu Unit Honda Vario CBS 125 senilai Rp. 21.000.000,- kepada karyawan yang melayaninya disaksikan oleh dua orang karyawan Daya Motor lainnya dan dijanjikan barang akan dikirim paling lambat satu minggu dan paling cepat 4 hari.

Setelah Ditunggu-tunggu sampai 10 hari ternyata barang belum juga dikirim sehingga Saudari Dewi siska beserta keluarganya datang untuk menanyakan ke Daya Motor akan tetapi mendapat jawaban yang kurang memuaskan, dan merasa tertipu oleh pihak dari Daya Motor.

Hari ini Jum’at sekitar pukul 10.00 WIB didampingi oleh salah satu Wartawan dari etabloidfbi.com suami dari Dewi Siska datang menghadap ke Daya Motor dan menemui Kepala Cabang Saudara Asep Kosasih, untuk meminta pertanggung jawaban Pihak Perusahaan atau Dealer Daya Motor dan dijanjikan pada hari senin 30/03 agar bertemu lagi supaya adanya penyelesaikan yang terbaik,
“Baik pak kami juga merasa dirugikan oleh ulah karyawan dan akan berusaha yang terbaik buat Nasabah semoga hari senin sudah ada jawaban dan penyelesaian,” Ujar Asep Kosasih selaku Pimpinan Cabang Daya Motor kepada Wartawan etabloidfbi.com dan juga keluarga korban.

(Yahya Heriansyah)