Pondok Pesantren Dijadikan Peternakan Sapi, Diduga Milik Petinggi Polda Jabar

Jonggol, Bogor, TFBI. —

etabloidfbi.com–Pondok pesantren Kartini Soko Tunggal yang berada diKampung Jatinunggal, Desa Sirnasari Kecamatan Jonggol diisi oleh peternakan sapi yang cukup besar diperkirakan lebih dari 20 ekor, dan tidak ada aktifitas santri seperti biasanya, Kamis 13/2020.

Saat Awak Media yang berada dilokasi tersebut menanyakan keberadaan perizinan dan peruntukan kepada warga sekitar, warga mengatakan itu kandang sapi tidak ada aktivitas santri nya karena memang bukan ponpes.

“Aneh tapi ya itulah papan namanya ponpes tapi isinya adalah kandang sapi yang jika kita melintas cukup mengeluarkan bau tak sedap” Kata Warga sekitar yang enggan menyebutkan inisialnya.

Iwan Setiawan Kepala Desa Sirnasari Kecamatan Jonggol membenarkan hal ini bahwa menurut dia keberadaan kandang sapi itu sudah ada sejak tahun 2006 dan yang mengeluarkan izin nya adalah Kepala Desa sebelum saya.

“Sejarahnya dulu adalah babinmas kami (desa sirnasari-red) yang memiliki tanah dilokasi itu, yang saat ini sudah pensiun dan menurut nya itu dimiliki oleh salah seorang petinggi kepolisian polda jabar, makanya sampai saat ini saya jadi kades tidak bisa melakukan apapun karena yang punya itu petinggi diPolda Jabar” Ujar Iwan diruangannya, Kamis 13/2020.

Keberadaan nya sudah ada sejak tahun 2006 namun pemasangan papan pesantren itu sejak tahun 2010, dan memang tidak pernah menjadi pesantren tapi hanya jadi kandang sapi saja dilokasi tersebut.

“Setiap tahun selama saya menjadi kades selalu saya laporkan kepada pihak Kecamatan disini khususnya Kasie Pemerintahan, dan kami dari pihak desa pun pernah menegur untuk mencabut papan nama pondok pesantren itu namun tidak dihiraukan oleh pihak pengelola yang notabene bukan orang sini, dan desa tidak tau” Kata Iwan.

Ia juga mengatakan pihak pengelola selalu enggan jika disuru mencabut papan nama pesantren tersebut, dilokasi itu pasalnya disana memang tidak ada ponpes yang ada hanya kandang sapi, namun jawabannya selalu bilang bahwa sudah kordinasi dengan pihak polda jabar jadi kami tidak berani melakukan apapun hanya sekedar melaporkan ke pihak Kecamatan, itu pun belum juga ditindak lanjut sampai saat ini.

“Kalo disuru cabut atau turunin papan nama pesantren, jawabannya selalu sudah kordinasi dengan petinggi polda jabar, ditambah lagi tidak ada reaksi masyarakat sekitar. Baik dari hawa bau atau pun mempertanyakan papan nama tersebut, makanya kami pihak desa juga tidak bisa berbuat apa-apa” Ucap Iwan

Camat Jonggol Andri Rahman saat dikonfirmasi via whaat aap, mengatakan bahwa dirinya belum tau jika ada papan nama izin pendirian pesantren tapi menjadi peternakan sapi.

“Terimakasih infonya saya akan kroscek langsung dan memberikan surat teguran dan akan mempertanyakan kepada staf saya tentang kebenaran hal tersebut, kalo untuk melakukan tindakan itu adalah kewenangan PPNS” Kata Andri Rahman.

(Boegeiss)

Tinggalkan Balasan